
Sudah 2 hari ini Zhara kepikiran soal perkataan paman nya bahkan Zahra sering bengong di sisi lain Zhara sangat bahagia tau jika ibu kandung nya masih hidup dan di sisi lain Zhara marah ibu nya meninggal kan nya dan ayah nya memilih pria lain ingin melenyapkan nya dan juga membuat ayah nya meninggal
Devil menatap Zhara yg duduk di kasur menyiapkan pakaian Devil tapi Zahra termenung pikiran nya entah ke mana Devil merasa sakit melihat Zhara seperti itu Devil meletakkan handuknya
"Hhmm"dehem Devil tapi Zhara belum sadar Devil lalu mengecup kening Zhara dengan kuat membuat tubuh Zhara melayang ke belakang dengan cepat Devil memeluk pinggang Zhara takut Zhara terjatuh
"Astaghfirullah"Zahra kaget sampai replek memegang lengan Devil mata Zhara menatap mata Devil sangat dekat
"Kamu ngak papa"tanya Devil di angguki Zhara
"Lengan mas Devil kekar"ujar Zahra takjub dengan ooto lengan Devil yg tidak sengaja dia pegang
"Ohh ya"ucap Devil membantu Zahra berdiri
"Emang selama kita berhubungan kamu ngak tau lekuk tubuh ku"tanya Devil
"Mas kira aku wanita apaan "ucap Zhara malu malu
"Harusnya kamu sudah hapal dengan tubuh ku ngak hanya kekar di lengan"ucap Devil lalu membuka baju kaos nya melihat kan dada yg kekar otot perut nya seperti roti sobek apa lagi lengannya tubuh Devil menunjuk kegagahan dan juga kekuatan nya Zhara merasa takjub sampai tidak sadar dia menyentuh dada itu
"Kamu suka"bisik Devil melihat Zhara
"Ahhh t... tidak "ujar Zhara malu
"Bilang aja ngak usah malu"ujar Devil memeluk pinggang istri nya meletakkan tangan Zhara di bahu nya
"Jangan sedih kamu akan ku lindungi jika nyonya Margareta menyakiti mu selama ada aku tidak ada yg bisa menyentuh mu"ujar Devil menyelip kan rambut Zhara di telinga
"Hah bukan itu mas"ucap Zahra menghembus kan nafasnya kasar
"Aku sangat menyayangi mama ku menyimpan nama mama di hati ku meski aku belum pernah melihat nya saat aku mengetahui dia masih hidup aku sangat bahagia tapi di balik itu semua aku sedih mama punya maksud lain mencari ku mama tidak suka kehadiran ku mama penyebab kematian ayah dan mama pergi meninggalkan aku dan ayah ku"ujar Zhara menahan tangisnya
"Aku ngak mau"lirih Zhara menatap Devil
"Aku ngak mau ketemu sama mama"ujar Zahra air mata nya menetes
"Jangan menangis"ucap Devil menyeka air mata Zahra
"Selama kamu menjadi milik ku dan istri ku jangan pernah menangis jika pun kamu ingin menangis agar hati mu lega itu tidak perlu kamu perlu memukul ku melampiaskan kesedihan mu pada ku"ujar Devil mengankat tangan Zhara lalu memukul kan di dadanya berkali-kali
"Mas Devil kenapa selalu membuat aku terharu"ujar Zhara menyeka air mata nya memeluk Devil
"Kamu tidak tau betapa aku sangat mencintaimu air mata mu seperti pisau menyayat seluruh tubuhku"batin Devil mengelus kepala Zhara
"Aku siap kantor nanti akan ada Syifa ke sini"ujar Devil kembali memakai baju kaos nya
"Mau aku bantuin"ujar Zahra tersenyum
"Emm kayak nya boleh"ucap Devil santai
"Aku iklas mas kok kayak nya"ujar Zahra mengambil kemeja Devil
"Boleh"ujar Devil acuh Zahra memakai kan kemeja Devil mengenakan kancing baju nya
"Mas ini ngak bisa senyum ya"tanya Zahra
"Kenapa apa wajah ku terlihat jelek jika ngak tersenyum"ketus Devil
"Ngak juga mas kan jika mas senyum itu lebih bagus"ujar Zahra mengambil dasi Devil dan mengenakan nya
"Aku tersenyum akan ada alasan nya suatu saat kamu akan tau alasan ku tersenyum"ujar Devil santai menatap Zhara yg pokus dengan dasi nya
"Udah mending kamu siap aja tunggu Syifa"ucap Devil merapikan penampilan nya
Syifa menjenguk Zahra karna orang tua nya tidak mampu membujuk Zahra untuk meminta menerima Zea yg Zahra lakukan hanya diam saat mereka mengatakan Zea mengundang mereka makan malam keluarga bahkan sepatah kata pun tidak menjawab pertanyaan Fatma dan Fatma bisa memahami dari cerita Devil tidak merasa tersinggung jadi mereka membiarkan Syifa membujuk Zhara ya karna mereka cukup dekat
"Bumil mau minum apa"ucap Zahra tersenyum mengajak Syifa duduk
"Emm ngak usah udah sarapan juga"ucap Syifa duduk
"Aku ambilin cemilan dulu"ucap Zhara berlalu ke dapur mengambil beberapa cemilan dan makanan ringan serta minuman dingin
"Di sini ngak ada pembantu"tanya Syifa
"Aku yg emang ngak izinin mas Devil menyewa mereka aku bisa kenapa harus menyewa pembantu"ucap Zhara tersenyum
"Istri idaman"ucap Syifa mengacung kan jempolnya
"Biasa aja"ucap Zahra tersenyum
"Mau makan apa nanti aku buatin"ucap Zhara semangat
__ADS_1
"Tidak aku ke sini mau bicara soal mama mu"ucap Syifa mengambil cemilan itu Zhara memejamkan matanya dan menghembuskan nafasnya pelan
"Kamu mau jadi anak durhaka"ucap Syifa santai
"Sejahat apa pun ibu mu dia tetap lah ibu mu ingat hadis Rasulullah yg harus mengutamakan ibu karna surga ada di telapak kaki ibu"jelas Syifa santai
"Aku tau itu"ucap Zhara
"Tapi aku marah kecewa mengetahui apa yg ibu ku lakukan"ucap Zhara pelan
"Aku merasa aneh deh paman mu kan sangat tidak suka terhadap mu tapi kenapa dia menjadi lembut terhadap mu"ucap Syifa menyeduh air dingin
"Maksud kamu''ucap Zhara menatap Syifa
"Ya kamu ngak curiga gitu paman mu bahkan ingin menjual mu pada kak Devil tapi kenapa dia berubah draktis lagian ya menurut ku apa yg bisa di manfaatkan nyonya Margareta dia memiliki semua nya sedang kan kamu maaf jika kami tersinggung"ucap Syifa memakan cemilan itu dengan lahap
"Aku ngak tau"ucap Zahra pelan
"Gini aja deh kamu ikuti aja nyonya Margareta mau ketemu sama kamu lalu kamu bisa lihat bagaimana nyonya Margareta memperlakukan mu jika kamu tidak nyaman kamu bisa pergi"ucap Syifa
"Kamu tau kan nyonya Margareta itu sangat banyak uang"ucap Zhara
"Kamu lupakan kak Devil itu bisa melakukan apa saja jika kamu dalam bahaya dia bisa dengan gampang mengambil kamu lagi"jelas Syifa
"Baik lah aku ikuti undangan nya"ucap Zhara akhirnya memberani diri
"Nah gitu dong"ucap Syifa tersenyum menyuapi Zhara cemilan nya
###
Zea mondar-mandir menunggu pesan terima nya undangan nya dia tidak bisa menunggu Zea gelisah memikirkan Zhara karna Amar sangat licik dia takut Zhara akan membencinya mengigat sudah 2 hari sudah berlalu Zea melirik lagi ponselnya tidak ada pesan masuk
"Ck aku ngak bsia menunggu seperti ini"ujar Zea gelisah lalu ponselnya berdering pesan dari Maya yg mengatakan malam ini mereka akan makan malam
"Itu berarti Zahra sudah mau ketemu dengan ku"ucap Zea tersenyum lebar
"Aleksa"panggil Zea,Aleksa segera berlari mendekat
"Iya nyonya"ucap Aleksa
"Kumpulkan pelayan selama 5 menit"perintah Zea tersenyum Aleksa dengan cepat memanggil semua pelayan di rumah itu.Semua orang berbaris di depan Zea
"Kalian semua"ucap Zea berdiri melipat tangannya ke belakang
"Siap nyonya"ucap! semua serentak lalu pergi saat mendapat kan kode untuk pergi
"Tidak aku harus memikirkan makanan kesukaan Zhara apa ya"ucap Zea berfikir dia sibuk sendiri
"Istri ku ini hebat sekali bisa membujuk Zahra"ucap Arka mencubit pipi Zhara meraka menuju kantor Arka karna tadi Arka menjemput Syifa di Apartemen
"Meski begitu Zhara itu memiliki hati yg lembut dia hanya butuh waktu dan nanti malam akan menjadi malam terindah buat Zhara dia akan melihat kasih sayang mama kandung nya"ucap Syifa memeluk lengan Arka
"Iya sih ehh jika benar Zahra adalah anak dari Zea Margareta maka Zahra akan menjadi pemilik warisan Margareta dan dia akan menjadi milyader muda lalu bagaimana dengan keluarga Devil yg menghina nya"ucap Arka
"Biarkan saja nanti nya itu akan menjadi hukuman buat paman dan keluarga nya"ucap Syifa
"Masuk yuk"ajak Arka keluar dari mobil Syifa keluar dari mobil memeluk lengan Arka
"Mas ngak sibuk apa"ucap Syifa
"Ngak terlalu"ucap Arke mencium kepala Syifa banyak para pekerja memperhatikan mereka melihat kemesraan kedua nya
"Mas"ujar Syifa menghadap suaminya mereka memasuki lift
"Aku boleh ngak minta sesuatu"ucap Syifa mengelus dada suaminya Arka terkikik
"Ihh mas Arka kenapa tertawa apa ada yg lucu"ucap Syifa cemberut
"Tidak ada hanya saja aku merasa ingin tertawa seperti nya kamu sudah mulai mengerti meminta sesuatu pada suami harus disertai dengan menggdoa nya"ucap Arka tertawa
"Ihh mas Arka"ucap Syifa melipat tangannya di dada
"Syifa istri ku apa pun yg kamu minta aku akan berusaha mengabulkan nya karna kamu ratu nya Arka Karten yg sangat di cintai nya"ucap Arka tersenyum mencium sekilas bibir Syifa
"Benarkah"ucap Syifa senang lalu mencium pipi Arka
"Makasih mas"ucap Syifa tersenyum lebar
"Katakan apa keinginan mu"tanya Arka semangat
"Aku mau mas beliin aku pecal lele"ucap Syifa tersenyum membayangkan betapa enaknya dia makan makanan itu
__ADS_1
"Hanya itu"ucap Arka
"Akan ku kabul kan ratu ku"ujar Arka tersenyum
"Ye makasih mas"ucap Syifa kegirangan memeluk suaminya Arka hanya tersenyum mencium kening istri nya lalu mereka keluar saat lift terbuka mereka segera menuju ruangan Arka
"Mas kita ikut makan malam nanti"tanya Syifa
"Iya sama keluarga besar"ucap Arka masuk ke ruangan nya
"Aku harap Zhara bisa ya menerima mama nya"ujar Syifa
"Aamiin"ucap Arka
"Aku yakin Zhara itu memiliki hati yg lembut dia bisa nanti memaafkan mama nya"ujar Arka tersenyum
"Mas kok kayak kenal banget sama Zahra ingat ya mas yg menghamili aku ini mas jika mas selingkuh aku akan meninggalkan mas Arka bawa pergi anak mas Arka"ketus Syifa sebal
"Hah apa kamu cemburu"ucap Arka melongo
"Apa mas bilang apa aku cemburu ya tentu aku ini istri mas Arka"kesal Syifa melipat tangannya Arka tersenyum mendengar itu
"Syifa ku sepenuh nya kamu pemilik hati ku"ucap Arka tersenyum mencium pipi istri nya
"Awas jika mas berani selingkuh"ucap Syifa lalu menuju sofa
"Ayo cepat mana pecal lele nya"kesal Syifa
"Iya ini baru aku beliin"ucap Arka menahan emosi dia tidak bisa memarahi istri nya ini yg lagi hamil anak nya yg kadang membuat nya kesal
🌙🌙🌙
Semua anggota keluarga sudah siap menuju kediaman Margareta mereka masih menunggu Devil dan Zahra yg masih di kamar Devil masih menghibur Zhara yg masih ragu dia setuju karna permintaan Syifa tadi pagi tapi sekarang dia merasa ragu kembali
"Ayo "ujar Devil mengajak Zhara keluar
"Tapi nanti mas harus ada di samping aku kan"ucap Zhara
"Iya cepat"ujar Devil mengandeng tangan Zhara mereka segera menuju ruang tamu
"Kenapa kayak gelisah gitu"tanya Syifa melihat Zhara
"Aku kurang yakin sama perlakuan nyonya Margareta nanti"ucap Zhara
"Makan nya kita mau ke sana apa pun keputusan mu kami tetap mendukung mu"ucap Fatma tersenyum mengsusp pipi Zhara
"Makasih ma"ucap Zahra memeluk Fatma
"Ehh nanti nya pelukan ini berpindah milik nyonya Margareta dia kan mama kamu"ucap Fatma tersenyum
"Terus nanti mama ngak sayang lagi sama aku*tanya Zahra serius Fatma hanya tersenyum
"Kasih sayang mama selalu ada untuk anak anak nya"ucap Fatma tersenyum lebar
"Udah yuk nanti kita kemalamam "ujar Fikram mereka segera pergi
"Huh aku harus apa ya jika mereka sudah sampai"ucap Zea menatap diri nya di cermin menyisir rambutnya
"Ck nanti Zahra ngak suka lagi aku pakai ini ganti aja lah"gumam Zea kembali ke ruang ganti dia sangat gelisah soal penilaian Zahra nanti
"Permisi nyonya"ucap Aleksa mendekat
"Ada apa saya sibuk"ucap Zea sibuk mencari baju nya
"Nyonya saya mau izin pulang"ujar Aleksa
"Pulang ,ngak kamu malam ini lembur nanti gaji kamu saya kasih bonus"ucap Zea tanpa menatap Aleksa
"Nanti nya kamu harus bantu yg lain bilang aja suami kamu jika saya belum izinin kamu pulang"ujar Zea lagi
"Baik lah nyonya"ucap Aleksa
"Tapi nyonya ini lagi cari apa"tanya Aleksa melihat Zea seperti sibuk
"Ya kamu bantuin saya*ujar Zea
"Pilih kan saya baju karna saya merasa Zahra tidak menyukai baju ini cari kan baju yg cocok untuk saya "ujar Zea melihat baju nya Aleksa tersenyum dia melihat nyonya nya seperti menunggu calon suaminya sangat gelisah dan mau nya penampilan nya sempurna
"Meski saya kenal dengan nona Zhara belum lama tapi saya melihat nona Zharaea itu orang yg sangat baik dia orang sederhana jadi apa pun yg di pakai nyonya dia tidak peduli yg penting cara nyonya memperlakukan nya"ucap Aleksa tersenyum
"Benarkah"ucap Zea tersenyum
__ADS_1
"Jika begitu aku akan menambah bonus mu"ucap Zea tersenyum bahagia lalu berlalu
"Wah jika aku terus memuji Zahra makin banyak bonus ku"ujar Aleksa tertawa geli dengan tingkah majikan nya yg menunggu anak nya yg akan datang