
Syifa masuk ke dalam rumah Arkan hanya berpesan tunggu Arka pulang barang apa yg akan di bawah sambil menunggu Arka pulang Syifa ke kamar nya membaca buku yg biasa dia baca untuk menambah ilmunya . Sedang kan Arka setelah dari kantor dia menuju Apartemen Nara untuk memberi tau rencana nya
"Sayang"bisik Arka memeluk Nara yg tidur
"Emmm ada apa"ucap Nara mengalungkan tangannya di leher Arka dengan mesra
"Besok kita akan ke Bandung"ucap Arka tersenyum
"Kenapa kita ke sana"tanya Nara heran
"Dengar kita akan menikah di sana dengan alasan aku akan mengecek proyek di sana tidak ada yg curiga akan hal itu"ucap Arka tersenyum dia memaafkan Nara menerima Nara sepenuhnya
"Benarkah"ucap Nara senang
"Iya sayang tapi sekarang kamu harus berangkat biar mama tidak curiga dan kamu berangkat nya harus diam- diam"ucap Arka
"Aku ikuti saja rencana kamu"ucap Nara tersenyum lalu mencium Arka
"Bersiap lah sayang"bisik Arka tersenyum di iyakan Nara sebenarnya Arka sudah mengatur semuanya di Bandung mereka tinggal menikah saja
"Ma aku mau bicara"ujar Arkan mendekati mama nya
"Iya"ucap Maya santai lalu Arkan membisik sesuatu
"Apa kamu yakin"ucap Maya serius
"Iya ma aku udah cek semua nya kak Arka menyuruh aku mengatur kepulangan dan keberangkatan nya dalam waktu singkat aku yakin antara pertemuan dan kepulangan kak Arka dia akan menikah dengan Nara aku juga udah selidiki itu semua"ucap Arkan serius
"Oke jika itu mau nya dia"ucap Maya
"Jadi untuk membatalkan nya kita harus bagaimana"ucap Arkan
"Mama yg akan membatalkan nya sekarang mama akan berangkat biar kita tidak terlambat mencegah pernikahan itu"ucap Maya sinis
"Iya ma aku akan atur"ucap Arkan mengelus bahu mama nya Maya tersenyum pada Arkan lalu mencium kening Arkan dan mereka berpelukan untuk masa yg menegang kan ini
"Mama harus korban kan Syifa untuk kebaikan hubungan mereka"ucap Maya lirih merasa kasihan dengan Syifa dia tau apa yg akan di ucapkan Arka nanti
"Ma apa ngak kasihan kakak ipar"ujar Arka duduk di samping mama nya karna mama nya sudah menanti hari ini
"Mama tau tapi Syifa harus berkorban lagi mama yakin Syifa bisa melewati ini semua dan mengambil hati Arka"ucap Maya dia yakin Syifa hanya butuh waktu mendapat kan cinta Arka
"Tapi ma kita tau sendiri jika hubungan kak Arka dan Nara itu udah 10 tahun apa kak Syifa mampu mengambil hati kak Arka aku hanya takut nanti nya malah hati kak Syifa yg di genggam kak Arka"ujar Arkan
"Semoga saja mereka bisa saling mencintai"ujar Maya memeluk anak nya lagi mereka saling menguatkan
Syifa menyiapkan barang Arka karna tadi Syifa bilang mama yg menyuruh menyiapkan sesuai yg di bilang Arkan karna tidak mau curiga Arka mengizinkan Syifa menyiapkan semua nya
"Mas Arka di sana hanya sebentar"tanya Syifa mengemas barang Arka
"Iya setelah sampai dan mengecek proyek aku langsung pulang di sini banyak pekerjaan"jawab Arka santai
"Udah selesai mas"ucap Syifa tersenyum
"Jika begitu pergi sana"ucap Arka lalu berbaring Syifa hanya tersenyum dan pergi
"Senyum aja kerjaan nya"ucap Arka sinis memejamkan matanya untuk istirahat
####
Arka berangkat pagi-pagi sekali dia pergi di dalam hati Arka akan mengatakan jika itu pertemuan mereka yg terakhir karna setelah menikah dengan Nara nanti nya Arka tidak akan menganggap Syifa sebagai istrinya tapi Syifa akan tetap menjadi istrinya siksaan yg sepadan menurut Arka.Setelah sampai di Bandung Arka segera mengecek proyek nya melihat perkembangan dan juga kerusakan di sana Arka memberikan beberapa perintah nya
"Udah selesai sekarang waktu nya"ucap Arka tersenyum
"Udah siap sayang"bisik Arka memeluk Nara
"Iya"ucap Nara tersenyum
"Akhirnya kita akan menikah juga"ujar Nara kegirangan
"Iya ayo"ucap Arka tersenyum lalu mengajak Nara ke tempat mereka akan nikah.Semua sudah berkumpul para saksi juga ada Arka duduk di depan penghulu nya
__ADS_1
"Apa sudah siap"ucap nya
"Sebentar pak"ujar Arka mengeluarkan ponselnya dia akan mengirim pesan terakhir kali untuk Syifa
"Udah pak"ujar Arka semangat menjabat tangan Arka
"Saudara Arka"ucap nya memulai
Syifa yg lagi di tokoh melihat pesan Arka dia tersenyum segera membuka isi pesan itu membuat Syifa terdiam dengan isi nya
"Syifa sorry aku melakukan ini aku mencintai Nara kebahagiaan ku ada pada nya ini bukan lah kesalahan ku atau pun kesalahan mu ini semua sudah terjadi kita harus berada di situasi rumit ini hak mu sebagai istri tidak akan pernah kamu dapat setelah pulang dari sini Nara sudah menjadi istri ku karna ke Bandung hanya alasan ku saja sebenarnya itu rencana ku untuk menikah dengan Nara dan aku akan selalu membahagiakan nya selamanya aku tidak bisa mencintai mu selamat tinggal Syifa "
Tanpa sadar ponsel yg di pegang Syifa terjatuh begitu saja air mata nya jatuh tanpa dia minta dada nya terasa sesak hati nya terasa hancur Arka akan meninggalkan nya memilih perempuan lain Syifa terduduk lemas
Brak
"Syifa"ucap Zenap melihat Syifa terjatuh
"Kamu kenapa"tanya Zenap melihat tatapan Syifa yg kosong
"Zahra"panggil Zenap membuat teman nya yg lain melihat
"Lho Syifa"ujar Semua
"Syifa Syifa"ujar Zahrah menggoyang kan tubuh Syifa yg membeku
"E....eh i...iya"ucap Syifa terbata menghapus air mata nya
"Emm aku pulang dulu ya kalian bisa kan nanti setelah semua barang kita sampai kalian bisa mengaturnya"ujar Syifa gemetar menahan tangis
"Iya kamu tenang saja"ucap Zahra lalu Syifa pergi naik sepeda motornya Syifa menangis membayangkan Arka meninggalkan nya setelah sampai rumah Syifa berusaha menghubungi Arka tapi tidak kunjung ada jawaban Syifa semakin menangis
"Mas Arka hiks hiks ya Allah kenapa jika mas Arka bukan untuk ku kenapa aku dan dia bisa bersama aku ngak rela jika harus di madu apa engkau cemburu melihat hamba mencintai salah satu hamba mu"ucap Syifa memeluk lutut nya menangis
"Saya terima ni.....ucap Arka terpotong
"Berhenti"teriak Maya lalu datang dengan bodyguard nya yg lain Arka menoleh tubuh nya menegang
"Siapa Anda ini"ujar penghulu
"Dan asal kalian tau anak saya ini sudah menikah memiliki istri"ucap Maya
"Ma henti kan kenapa mama ada di sini"ucap Arka
"Kenapa Arka"ujar Maya sinis
"Tante tolong restui kami"mohon Nara
"Tidak "teriak Maya semua mulai berisik
"Ehh Nara Adirata kamu tau letak kesalahan mu di mana Arka ini sudah punya istri dan kamu masih saja mau menggoda nya dasar wanita tidak tau malu"ucap Maya
"Hentikan ma"kesal Arka
"Hentikan apa Arka"ucap Maya
"Jika begitu ayo kita pulang"ucap Maya menyeret Arka tapi Nara membuntuti mereka sampai ke tempat yg sudah di atur bodyguard nya
"Ma kali ini aja izinkan aku bahagia bersama Nara"ucap Arka memohon
"Bunuh saja mama Arka ayo bunuh jika kamu mau menikah dengan nya"ucap Maya melempar pistol
"Mama lebih baik mati jika harus melihat kamu menikah dengan nya kesalahan mu udah besar Arka dan tidak bisa di maafkan"ucap Maya datar
"Arka jika itu mau mama mu ini kesempatan kita"ucap Nara mengambil pistol nya dan meletakkan di tangan Arka
"Sekarang Arka lakukan"ucap Nara tapi Arka gemetar memegang senjata itu biar bagaimana pun di depannya ini wanita amat dia sayang
"Aghh kenapa ma"teriak Arka melempar senjata itu
"Aku udah turuti kemauan mama tapi kenapa mama ngak bisa nuruti kemauan aku"teriak Arka
__ADS_1
"Dasar bodoh kamu Arka sekarang mama tanya apa kamu mau menerima perempuan yg menyerah kan kehormatan nya pada pria lain sendang kan dengan mu tidak mau apa kamu mau menerima perempuan yg mengkhianati mu selama 5 tahun yakin itu hanya khilaf kok khilaf nya lama ya sekarang mama tanya jika dia mencintai mu kenapa dia tega menyuruh mu menghabisi mama kandung mu"ucap Maya
"Tidak aku benar sangat mencintai mu"ucap Nara
"Cukup ma cukup aku maafkan semua kesalahannya dan mama aku ini udah besar bahkan udah nikah tapi mama selalu ikut campur urusan ku"ucap Arka meluapkan emosinya
"Arka"bentak Maya
"Ya benar apa yg di bilang Arka tante Syifa belum tentu yg terbaik untuk Arka"ujar Nara
Plak
"Tutup mulut mu"ucap Maya menampar Nara
"Ma hentikan dan aku minta mama ngak usah ikut campur urusan ku lagi"ucap Arka kesal Maya tidak percaya
"Oke mama tidak akan ikut campur urusan mu begitu pun Arkan tapi dengan syarat kamu jangan pernah menikah dengan perempuan ini"ucap Maya tegas Arka terdiam
"Aku setuju Arka tidak apa kita tidak jadi menikah asal kita selalu bersama"ucap Nara memegang tangan Arka
"Dan kamu bisa menceraikan Syifa dan kita bisa bahagia selamanya"ucap Nara mencium tangan Arka
"Iya kamu benar"ucap Arka
"Kamu lupa Arka apa yg kamu lakukan sebelum mama menawarkan Syifa menjadi istri mu"ucap Maya sinis dan ingatan Arka mulai terlintas saat itu jika dia meninggal kan Syifa atau menceraikan kan nya dia siap untuk di bunuh janji itu di buat karna paksaan mama nya
"Apa udah ingat Arka"ucap Maya
"Aku ngak bisa meninggal kan nya karna Syifa harus selalu bersama ku jika aku mau hidup"ucap Arka mulai teringat
"Apa kamu udah gila ya Arka atau mama mu yg sudah tidak waras"ucap Nara
"Jaga ucapan mu atau aku akan memukul mu"ucap Arka dingin
"Oke jika itu mau mu Arka lebih baik mama mu mati"ucap Nara mengambil pistol dan menodong kan pada Maya
"Apa yg kamu lakukan Nara"ucap Arka tapi Nara tidak ragu menarik pelatuk nya tapi ternyata pistol itu tidak ada peluru nya
"Terima saja Arka jika hanya Syifa yg pantas kamu miliki"ucap Maya
"Kenapa harus Syifa ma"teriak Arka kesal
"Mama tidak tau kenapa harus Syifa"ucap Maya
"Tante ku mohon restui kami bersama tan"ucap Nara memohon
"Sadar diri kamu Nara"ucap Maya sinis
"Ma biarkan aku menikah dengan Nara"ucap Arka membujuk mama nya
"Tidak akan Arka selama nya kamu tidak akan bersama Nara karna kalian tidak di takdir kan bersama terima saja Syifa sebagai istri mu hanya Syifa dan Syifa"ucap Maya
"Jika mama ngak mau merestui aku dengan Nara aku akan menyiksa Syifa dan akan selalu membenci nya"ujar Arka mengancam
"Mama tidak peduli yg penting kamu tidak menikah dengan anak dari Adirata"ucap Maya lalu menarik Arka pergi
"Arka"panggil Nara mengejar
"Kalian berdua akan mendapatkan hukuman nya"ucap Maya dan pergi
####
Semalaman Syifa menangis sampai dia tertidur di sajadahnya mengeluh pada yg kuasa dengan rumah tangga nya dia tidak mau pisah dengan Arka, Syifa sudah telanjur mencintai Arka entah apa yg membuat Syifa mencintai Arka.Tiba-tiba media hebo dengan berita pernikahan sirih Arka dan Nara yg belum terjadi serta pembicaraan Maya dan Arka jika orang bertanya perbuatan siapa itu tentu Maya yg menyebarkan video itu meski perusahaan mengalami sedikit kerugian Maya tidak masalah yg penting Nara tidak akan mendekati anak nya lagi . Semua orang tau tentang permusuhan keluarga Karten dan Adirata permusuhan turun menurun
"Bukan kah mama udah jelas kan tentang permusuhan itu tapi kenapa kamu tidak mengerti Arka"ucap Maya setelah mobil menuju ke rumah
"Mama hanya ingin kamu tidak mengalami apa yg di alami kakek dan kakek buyut mu dan apa yg kamu lihat tadi apa masih buta dengan Nara"omel Maya
"Aku tidak peduli dengan permusuhan itu ma"ujar Arka datar
"Terserah pada mu sekarang terakhir mama ikut campur masalah kamu"ucap Maya mobil berhenti di depan rumah Arka saat Arka keluar dari mobil Maya segera pergi dan para wartawan mulai berdatangan
__ADS_1
"Tuan Arka katakan bagaimana pernikahan sirih tuan dan nona Nara"tanya nya Arka tidak mengerti apa yg dia katakan tapi segera pergi masuk ke dalam rumah meski wartawan memanggil nya Arka berinisiatif melihat berita menyalah kan televisi dan dia terkejut berita nya menjadi topik utama
"Ini semua karna Syifa"gumam Arka mengepalkan tangannya mata nya penuh amara