Jodohku Seorang Presdir

Jodohku Seorang Presdir
Mencari bukti kebenaran


__ADS_3

Arka menyelesaikan pekerjaan yg tertunda sebelum itu dia sudah mengirim bukti pada Devil dan Arkan karna bukti yg ada belum lengkap mereka harus lebih usaha mencari bukti mengagal kan pernikahan itu karna Maya sendiri sudah mengatur dan mendaftar kan di KUA meski sedikit terpaksa karna Maya tidak mau anak nya tidak bertanggung jawab atas apa yg dia lakukan Arka sendiri acuh meski Maya menyuruh nya datang karna Arka tidak berniat untuk menikah dengan Nara


"Huh capek juga"gumam Arka mengerak kan lehernya karna pegal Arka memeriksa pekerjaan nya dan melihat ponselnya ada beberapa pesan dari mama nya membuat Arka malas


Di kediaman Sandoso


Syifa duduk di sofa dekat dengan telpon rumah karna dia yakin Arka akan menelpon nya dari pada Fikram menghalangi nya lebih baik Syifa menunggu nya meski belum pasti Arka akan menelpon nya apa tidak


"Syifa kamu ngapain duduk di situ"tanya Fikram heran dengan Syifa


"Nungguin telpon dari mas Arka yah"jawab Syifa pelan


"Arka tidak akan menelpon dia aja sibuk dengan pernikahan nya yg kedua"ucap Fikram mendekati Syifa


"Ayah sudah menelpon dokter yg pernah merawat kamu dia bilang donor mata nya sudah ada karna ayah ngak mau ada kesalahan ayah mau kamu operasi di luar negri saja"jelas Fikram


"Aku bicara sama mas Arka dulu ayah"ucap Syifa tersenyum


"Masih saja peduli dengan Arka "ucap Fikram heran


"Mas ini gimana sih Arka kan suami nya Syifa"ucap Fatma duduk di dekat Syifa


"Mama kok malah belain Arka"ujar Fikram kesal


"Ayah jika benar itu anak Arka kenapa Arka ngotot tidak mau mengakui anak itu padahal wanita itu yg dia cintai mama nya aja sudah merestui lalu kenapa Arka tidak mau menikah dengan Nara"ucap Fatma menjelaskan


"Tetap ayah tidak percaya dengan Arka lagi"ucap Fikram


"Ayah mas Arka ngak salah dia akan buktikan jika dia benar"ujar Syifa yakin


"Jangan kan mencari bukti dia akan meminta izin untuk menikah lagi pada mu dia tidak akan menelpon mu karna dia tidak peduli dengan mu"ujar Fikram mempertegas Syifa terdiam karna memang Arka belum mencintai nya dia juga sudah satu jam menunggu Arka menelpon tapi tidak kunjung ada


"Syifa apa pun yg terjadi harus yakin dengan hati mu kamu jangan pernah merubah keyakinan mu jika hati mu yakin pada Arka tetap nak harus yakin"ucap Fatma mengusap bahu Syifa yg terdiam


"Jika mas Arka tidak menelpon aku akan ikut ayah ke luar negri tanpa memberi tau mas Arka"ucap Syifa lirih


"Oke kita lihat"ujar Fikram melipat tangannya di dada


Dring dring


Fatma menatap telpon rumah nya yg berdering ingin mengangkat telepon itu tapi Syifa sudah meraba telpon itu dengan was was


"Bismillah"ujar Syifa lalu menempel kan di telinganya Syifa tidak bicara


"Assalamualaikum"salam nya membuat Syifa tersenyum sempurna itu sudah membuktikan jika Arka yg menelpon


"Waalaikum salam"ucap Syifa tersenyum sempurna


"Mas"ucap Syifa lagi


"Iya "ujar Arka


"Mas Arka udah makan"tanya Syifa senang


"Emm ngak sempat makan terlalu banyak pekerjaan nona istri saya di ambil ayah nya mau kah nona menemani saya "ujar Arka terkekeh


"Sorry tuan terhormat suami saya sangat galak jika dia tau anda menelpon saya maka anda tidak akan dia lepaskan"ujar Syifa tersenyum melihat wajah Syifa dengan tersenyum bahagia Fatma berdiri mengusap kepala Syifa


"Ayo mas , Arka yg menelpon mas mau ganggu anak nya yg lagi bahagia"ucap Fatma melingkar kan tangannya di lengan suaminya lalu pergi


"Ehh kamu udah berani ya ngatain aku galak"ucap Arka tidak terima


"Ya emang mas Arka galak kok lihat mas Arka mulai marah"ucap Syifa tersenyum


"Cih galak nya ada manfaatnya"ketus Arka


"Mas"ucap Syifa bersender di sofa


"Ayah tadi bilang sudah ada pendonor untuk ku jadi ayah mau ajak ku operasi di luar negri "jelas Syifa


"Jangan khawatir aku akan segera menyelesaikan masalah nya sudah ada titik terang ya meski belum jelas"ucap Arka


"Kami menyakini jika anak yg di kandung Nara itu anak nya John"ucap Arka lagi


"Terus bagaimana"ucap Syifa


"Ya belum lengkap bukti nya sebelum kejadian itu Nara dan John pernah ketemu mereka masuk ke toilet yg di jaga aku yakin di sana terjadi sesuatu tapi kami tidak memiliki bukti yg cukup kuat"jelas Arka


"Semoga cepat selesai mas mama Maya juga aku dengar sudah mendaftar kan pernikahan mas Arka dan Nara"lirih Syifa pelan


"Aku tau mama sudah memberi tau ku"ujar Arka


"Mas apa mas yakin itu bukan anak mas Arka"tanya Syifa lagi


"Maksud kamu"ucap Arka datar

__ADS_1


"Tidak mas jika benar itu anak mas Arka jika mas Arka ngak mau cerai sama aku"ucap Syifa terjeda


"Aku rela kok mas madu nanti nya mas atur waktu saja aku akan tinggal di rumah ayah mas kunjungi aku aja"ucap Syifa pelan


"Aku ngerti apa yg coba kamu bicarakan"ucap Arka memijit kepalanya yg pusing


"Emang kamu mau punya suami yg istri nya dua adil terhadap wanita itu tidak mudah Syifa oke semisal aku adil apa kamu pikir akan berjalan dengan mudah jika aku hidup bersama Nara dan mau mendatangi mu belum tentu Nara mengizinkan dan mungkin dia akan mencari cara untuk menahan ku biar tidak menemui mu"jelas Arka


"Dan ini bukan soal hati Syifa aku tau aku masih mencintai nya tapi aku ngak mau mempunyai istri lebih dari satu aku juga ngak mau menceraikan mu apa lagi anak yg di kandung Nara itu bukan anak ku"jelas Arka


"Hah Syifa lebih bersabarlah aku lagi mencari jalan keluar"ucap Arka lagi


"Ya mas maafkan aku"ucap Syifa pelan


"Nanti nya kamu hubungi aku jika ayah mau mengajak mu operasi aku akan berusaha mencari cara dalam waktu singkat apa pun yg aku lakukan kamu harus mendoakan aku supaya berhasil"ucap Arka


"Ya mas aku akan mendoakan mas Arka"ujar Syifa berusaha tersenyum


"Ya udah ya Syifa aku mau ketemu sama Arkan dan Devil kamu jaga diri"ucap Arka


"Assalamualaikum"salam Arka


"Waalaikum salam"ucap Syifa pelan lalu sambungan telpon putus Syifa melamun memikir kan Arka padahal Syifa sangat merindukan Arka seperti nya Arka banyak pekerjaan Syifa tidak yakin Arka akan menuntaskan masalah nya tapi Syifa tidak akan menyerah mendoakan Arka


Arka ketemu dengan Arkan dan Devil di sebuah restoran sekalian untuk makan siang mereka akan bicara soal rencana mereka tindakan apa yg akan mereka lakukan Arka kurang nafsu makan karna memang dia tidak semangat makan


"Sudah makan saja kak nanti kita pikirkan kakak terlalu sibuk nanti sakit"ucap Arkan santai


"Bagaimana aku bisa makan pernikahan kedua ku 2 hari lagi Syifa juga mau ke luar negri di ajak ayah sedang kan bukti nya tidak aku dapat John juga sudah tiada"ujar Arka gelisah


"Tanya ke alam kubur saja kak"celetuk Arkan lalu tertawa


"Sialan"kesal Arka menampol kepala Arkan


"Jika nanti bukti tidak dapat bagaimana kita hadir kan saja bukti palsu"ucap Devil memberi ide


"Maksud nya"ucap Arka binggun


"Ya kita buat saja bukti palsu yg membukti kan jika itu bukan anak Arka ya meski itu memang benar bukan anak Arka kita buat bukti lain yg membuktikan jika itu anak John kan emang benar itu anak John cuman masalah nya beda ngak sesuai dengan kejadian"jelas Devil


"Itu sedikit sulit Bara akan mencari tau kebenaran nya"ucap Arka karna dia sangat mengenal Bara seperti apa


"Terus bagaimana kita mencari bukti dalam waktu dua hari"ucap Devil


"Kakak jangan khawatir soal kantor aku bisa menyelesaikan semua pekerjaan"ucap Arkan menepuk bahu Arka


"Nanti aku akan mengabari jika butuh bantuan"ucap Arka serius


"Baik lah jika itu sudah keputusan mu"ucap Devil


"Aku pergi Arkan titip kantor"ujar Arka lalu berlalu


Setelah dari restoran Devil juga pergi dia yg tadi memakai setelan jas kantor berubah melepaskan itu memakai jaket nya setelah itu mengendarai mobilnya Devil berhenti di depan tokoh diam diam memperhatikan aktivitas Zahra dan juga mengambil beberapa foto Zahra setelah itu dia pergi


"Dia kok makin hari membuat ku gelisah"gumam Devil tersenyum tipis


"Kenapa dia harus lahir di keluarga miskin"ucap Devil datar


"Aghh"teriak Devil memukul jendela mobil segera pergi.Devil turun dari mobil menuju markasnya banyak orang berbadan besar hormat pada nya wajah Devil suram dia memasuki markas


"Cari wanita"ucap Devil datar lalu duduk menegang kan minuman nya


"Ini tuan"ucap pria itu mendorong wanita tanpa pakaian Devil menatap nya menyuruh anak buah nya pergi lalu menarik wanita itu


"Hhmm sudah lama kamu tidak menyentuh ku"ujar Devil menekan tengkuk wanita itu


"Tuan yg tidak mau memberi waktu nya"ucap nya membelai wajah Devil tapi tiba-tiba wajah Devil suram


"Ja*** saya tidak suka"teriak Devil mendorong wanita itu menarik rambut nya frutasi


"Saya tidak suka"teriak Devil lalu melangkah pergi


"Zahra"teriak Devil di belakang Zahra membuat Zahra telonjak kaget


"Pak Devil"ujar Zahra kaget apa lagi melihat Devil dengan rambut berantakan tidak seperti biasa


"Bisa bicara sebentar"ujar Devil serius


"Sebentar pak"ujar Zahra mencari kehadiran teman nya


"Zenap"panggil Zahra


"Ya ya pergi saja kami bisa"ucap Zenap tersenyum dia sudah tau jika Zahra akan pergi karna melihat Devil


"Aku pergi sebentar"ucap Zahra tersenyum di angguki Zenap dengan mengedip kan mata nya

__ADS_1


"Ayo pak"ucap Zahra mendahului Devil


"Pak Devil mau bicara apa"ucap Zahra saat sampai di depan mobil Devil


"Emmm tidak"ucap Devil pelan menatap wajah Zahra membuat Zhara menunduk kan pandangan nya


"Saya menyukai mu"ucap Devil


"Saya juga"ucap Zahra tersenyum


"Tapi aku mau minta uang yg banyak maka aku akan melayani mu"ucap Zahra berbisik mengecup pipi Devil


"Berani nya kamu bertingkah seperti itu saya akan memberi mu pelajaran"teriak Devil marah tapi Zahra malah memeluk Devil


"Kamu semakin tampan saat marah"ucap Zahra mengusap dada devil lalu mengigit leher Devil


"Pak pak Devil"ucap Zahra melihat Devil bengong


"Pak Devil"ucap Zahra menepuk bahu Devil


"A....ah i...iya"Devil kaget tersadar dari lamunan


"Apa yg aku pikirkan"gumam Devin mengacak rambutnya frutasi Zahra heran melihat Devil yg ternyata tadi menghayal


"Pak Devil kenapa"tanya Zahra


"Tidak tidak"ucap Devil


"Emm Zahra jika nanti kamu ketemu dengan papa saya dan papa saya menolak apa yg akan kamu lakukan"tanya Devil serius


"Setiap hubungan ada kala nya seperti itu pak apa lagi saya hanya orang miskin saya akan mengikuti apa yg pak Devil katakan jika semisal papa pak Devil menolak saya akan menjelaskan semua nya jika pun dia tetap menolak saya akan tetap meminta restu nya"jelas Zahra dia mengerti apa yg nanti terjadi jika papa Devil tidak merestui nya


"Emm nanti saya akan menemui mu saat papa saya pulang"ujar Devil lalu ingin masuk mobil tatapannya tidak sengaja melihat pergelangan tangan Zahra yg di perban


"Boleh saya bertanya"tanya Devil serius di angguki Zahra


"Tangan mu kenapa bisa terluka"tanya Devil serius Zahra terdiam mengigit bibirnya


"Sa...saya tidak apa apa s... sebenarnya saya mengambil uang tokoh Syifa"ucap Zahra susah menjelaskan nya dia tau dia salah


"Maksud mu"ucap Devil binggun


"Saya terpaksa mengambil uang itu karna untuk mengobati paman saya tapi saat saya meminjam uang itu ternyata paman saya berbohong mengambil nya secara paksa membuat tangan saya terluka"jelas Zahra mengigat kejadian semalam


"Cih ternyata kamu sama saja memanfaatkan Syifa"ucap Devil sinis lalu masuk mobil dan melaju kan mobil Zahra terdiam menunduk menghapus air mata nya di juga rasanya tidak sanggup dengan perlakuan paman nya tapi paman nya seperti orang tua nya yg Zahra butuhkan bagaimana caranya menganti uang Syifa yg dia ambil di tokoh


🌙🌙🌙


Arka mencari anak buah John dia sudah mendapat informasi mengenai dua lelaki itu jadi Arka segera mendatangi Bar tempat nya bekerja Arka hanya mengunakan baju kaos di balut jaket kulit nya serta celana hitam dengan menggunakan masker di ikuti beberapa anak buah nya


"Tuan kita harus berhati-hati karna Bar ini tempat rahasia kami sudah meminta seseorang untuk masuk ke dalam karna tidak bisa sembarang orang masuk nya"jelas anak buah Arka


"Saya mengerti"ucap Arka datar lalu mereka masuk dengan pengaman yg ketat


"Saya mau bertanya mengenai dua lelaki ini"tanya Arka pada karyawan di Bar itu


"Ohh ya salah satu mereka bekerja di sini tapi saat itu dia sudah berhenti bekerja karna ada seseorang yg mengajak nya kerja "jelas nya


"Di mana dia kerja sekarang"tanya Arka


"Saya tidak tau tuan tapi saat itu saya pernah mendengar teman nya bicara soal mafia Ardiardo"jelas nya


"Mafia Ardiardo"ucap Arka karna dia tidak mengenal orang itu siapa


"Saya pernah dengar tuan dia mafia dari semua pimpinan mafia di Australia"jelas anak buah Arka


"Jika tuan mencari orang ini bisa datang ke markas nya"jelas nya lagi


"Oke"ucap Arka mengerti dia nekat akan mendatangi markas itu


"Hei tuan tampan"ucap nya mencolek pinggang Arka karna kaget di timbulkan rasa geli foto yg di pegang Arka terjatuh


"Apa"kesal Arka memungut foto itu lalu dia menoleh yg ternyata anak buah nya tengah di goda wanita panggilan lalu perempuan itu tiba-tiba mengalungkan tangannya di leher Arka


"Butuh diri ku"ucap nya mengusap wajah Arka dengan jari lentik nya


"Saya tidak berminat"ketus Arka ingin lepas tapi wanita itu lancang memegang dada Arka


"Hei wanita apa kamu tau sentuhan Istri saya jauh memabukkan dan dia jauh lebih hebat menggoda nya apa lagi cara dia main di ranjang tidak bisa di ragu kan jadi kamu ngak bisa menggoda saya mengerti"ketus Arka mendorong wanita itu


"Apa"ucap wanita itu tidak percaya yg di katakan Arka


"Hei ayo kalian mau saya pecat"kesal Arka berlalu


"Mau menggoda ku dia ngak tau saja tubuh Syifa jauh lebih indah"ucap Arka terkekeh pelan berlalu begitu saja siap mau mendatangi markas Ardiardo

__ADS_1


__ADS_2