Jodohku Seorang Presdir

Jodohku Seorang Presdir
Istri nya sangat manja


__ADS_3

"Aleksa antar Zhara ke kamar"ujar Zea serius lalu Zahra di bantu oleh Aleksa


"Biar aku saja"ujar Devil


"Tidak kemari lah mama mau bicara hal yg serius pada mu"ucap Zea serius


"Iya"ucap Devil kembali duduk Zhara tersenyum menatap Devil lalu melaju kan langkahnya menuju kamar nya


"Devil"ucap Zea serius


"Kamu tau kan perjodohan yg mama umum kan dulu soal perjodohan Arkan dan Zhara"ujar Zea menatap raut wajah Devil yg datar


"Apa kamu mencintai Zahra"tanya Zea serius


"Tidak"ucap Devil serius


"Syukur"ucap Zea lega


"Karena kamu tidak mencintai Zhara jadi kamu bisa menceraikan nya dan mama akan menikah kan Zhara dan Arkan"ujar Zea tersenyum


"Lagian kan kalian tidak saling mencintai"ucap Zea lagi


"Iya"ucap Devil wajahnya jadi suram


"Apa sudah bicara pada Zahra dan Arkan"ucap Devil serius


"Iya mama sudah bicara Zahra bilang semua keputusan dia serahkan pada kamu dan Arkan bilang dia mau di jodohkan sama Zahra"ucap Zea


"Aku temui Zahra sebentar"ucap Devil berdiri lalu berlalu


"Mau mati"gumam Devil mengepalkan tangannya


"Aleksa di mana kamar Zahra"tanya Devil saat dia berpapasan sama Aleksa


"Ohh 3 kamar setelah kamar pertama"ucap Aleksa dan Devil segera berlalu


Cklek


"Mas belum kembali ke kantor"ucap Zhara tersenyum Devil duduk menatap Zhara lalu mengimbas kan selimut Zhara


"Ya mau olesin minyak ke kaki kamu"ucap Devil lalu menuangkan minyak itu ke tangannya dan mengoleskan ke kaki Zhara


"Ehh mas ngak usah biar aku saja"ucap Zahra


"Tidak"ujar Devil menatap Zhara


"Kenapa sih mas"ucap Zahra melihat Devil menatap nya terus


"Apa mama sudah bicara soal perjodohan itu"ucap Devil tangannya terus mengolesi kaki Zahra


"Iya sudah ya menurut ku terserah mas Devil aja jika pernikahan kita tidak di dasari cinta mau bagaimana takutnya nanti kita jatuh cinta pada orang yg bukan pasangan kita"ucap Zhara santai


"Apa kamu yakin"ucap Devil mendekat kan wajahnya ke wajah Zhara


"I...iya a...aku yakin"ucap Zhara jantung nya terasa copot oleh tatapan Devil apa lagi dengan jarah sedekat itu


"Apa kamu tau Zhara"ucap Devil serius memegang pinggang Zhara


"Jika aku"ucap Devil menjeda ucapannya


"Ayo mas katakan"batin Zahra penuh harap


"Jika aku sangat membenci mu"ucap Devil tajam


"Mas"ucap Zahra pelan


"Apa mas Devil menikahi ku hanya karna hasrat belaka"ucap Zhara serius


"Wanita hanya sebagai pelampiasan"ucap Devil sinis memeluk pinggang Zahra dengan erat


"Jangan berharap lebih"ucap Devil datar membelai wajah Zahra lalu mencium bibir itu


"Kenapa aku merasa itu ungkapan cinta"batin Zahra dia memejamkan mata lalu memegang tengkuk Devil membiarkan Devil menjamah bibirnya sepuasnya.Devil menatap Zahra yg pasrah apa yg akan Devil lakukan Zhara sudah terbaring dengan mata terpejam Devil mengepal kan tangannya mata itu tajam, pada saat tidak merasa perlakuan Devil lagi Zahra membuka mata nya Devil membenarkan jas nya lalu berlalu pergi


"Mas apa susah mengatakan cinta pada ku apa karena benar mas tidak mencintai ku"gumam Zahra sedih


Arka tersenyum melihat Syifa makan pizza nya dengan lahap tadi istri nya itu minta di beliin pizza jadi Arka membeli nya dengan sekalian kue coklat semenjak hamil Syifa sangat banyak makan dengan porsi melebihi 2 orang meski begitu Arka sangat senang Syifa tidak menahan makan nya


"Mas Arka takut aku habisi uang nya mas karna banyak makan"ucap Syifa dengan mulut penuh Arka hanya tersenyum mengusap kening Syifa yg berkeringat


"Tidak aku bahagia kamu makan banyak biar anak kita tumbuh dengan sehat"ucap Arka tersenyum


"Boleh aku makan banyak"ucap Syifa


"Iya kamu boleh makan apa saja asal itu bagus untuk kesehatan anak kita"ucap Arka tersenyum lebar


"Mas kerja aja aku kan makan nya lama"ucap Syifa tersenyum bahagia suaminya menerima anak nya dengan baik


"Masih nunggu Arkan nih tumben dia telat mau ada meeting juga"ucap Arka melirik jam di pergelangan tangannya


"Sabar aja mas mungkin Arkan ada urusan"ucap Syifa santai


Sedangkan Arkan bukan dia sibuk dengan pekerjaan tapi dia lagi memantau seorang gadis yg sering dia temui Arkan melirik jam di tangan nya biasanya gadis itu akan lewat di jalan yg di tunggu nya


"Nah itu dia"ucap Arkan tersenyum melihat wanita itu bersepeda Arkan membenarkan penampilan nya lalu keluar dari mobil pura pura menelpon dan menyebrang jalan


"Pak pak menyingkir"triak nya pada Arkan tapi Arkan emang sengaja


"Awas"ucap nya


Bugh


"Awww"pekik Arkan pura pura terjatuh padahal dia hanya terbentur


"Maaf pak"ucap nya turun dari sepeda nya menghampiri Arkan yg terjatuh

__ADS_1


"Awww sakit"keluh Arkan kesakitan


"Biar saya bantu pak"ucap nya cemas memampa Arkan


"Duduk dulu pak"ucap nya mengajak Arkan duduk di bangku


"Yg mana pak sakit"tanya nya


"Seperti nya hanya memar sedikit"ucap Arkan mengerakkan kaki nya


"Maafkan saya pak saya tidak sengaja"ucap nya


"Tidak masalah itu juga kesalahan ku"ucap Arkan


"Em tapi kenapa setiap pagi kita selalu bertemu ya"ucap nya berfikir memang setiap pagi Arkan memantau nya dengan berbagai alasan


"Mungkin jodoh"ucap Arkan tersenyum


"Bapak bisa aja saja pergi ya pak masih ada perkejaan"ucap nya tersenyum


"Zenap tunggu"ucap Arkan berdiri di depan Zenap


"Ya pak ada apa"ucap wanita itu yg ternyata Zenap


"Boleh kah aku ke rumah mu"tanya Arkan tersenyum


"Bapak ke rumah saya mau apa rumah saya hanya gubuk"ucap Zenap tersenyum


"Saya hanya ingin ketemu dengan keluarga mu ya siapa tau nanti bisa bermanfaat''ucap Arkan santai


"Emm baik kah bapak bisa datang nanti malam"ucap Zenap tersenyum lalu berlalu


"Cewek ini sangat menakjubkan"gumam Arkan tersenyum lalu berlalu


"Arkan"triak Devil sudah berdiri di depan mobil Arkan


"Ehh mau apa anak itu"ucap Arkan melihat Devil mengarah pada nya


Bugh bugh bugh nguh nguh


"Ini hanya peringatan jika kamu berani menerima perjodohan sama Zahra aku pasti kan kamu hanya tinggal nama mengerti"tajam Devil lalu menendang Arkan lalu pergi


"Perjodohan apa sialan"ujar Arkan menyentuh bibirnya yg berdarah


"Ya ampun pak Arkan ayo saya bantu"ucap Zenap membantu Arkan masuk ke mobil Arkan berdegup saat Zenap memasukan nya ke mobil karna otomatis Zenap memeluk nya


"Zenap"ucap Arkan serius


"Mau kah kamu"ucap Arkan


"Ahh tidak bukan kah kamu mau kerja nanti telat"ucap Arkan


"Ohh iya apa bapak ngak papa "ucap Zenap


"Tidak kamu pergi saja"ucap Arkan tersenyum


"Aww sakit nya"rintih Arkan kesakitan menahan wajahnya yg memar


"Devil memang gila perjodohan apa yg dia katakan dia ngak tau apa nyonya Margareta sudah membatalkan perjodohan itu"kesal Arkan lalu melaju kan mobilnya


###


2 hari Devil tidak masuk kerja kerjaan nya hanya menatap kasur di Apartemen nya di mana Zahra sering menghabiskan waktu bahkan selama 2 hari itu Devil tidak makan sama sekali dia hanya memikirkan Zahra tentang perpisahan nya. Devil mendekati kasur itu lalu mengusap nya lembut


"Apa kamu tau betapa aku sangat mencintaimu"ucap Devil serak


"Apa kamu tau jika aku ngak mau berpisah dengan mu"ujar Devil menahan segala kesakitan nya


"Zahra"ucap Devil memejamkan matanya dia amat merindukan Zhara saat ini tapi dia tidak bisa apa apa


"Hhmm kok mas Devil belum menemui ku ya"gumam Zahra dia jadi gusar merasa cemas jika benar Devil tidak mencintai nya


"Zahra kamu lagi ngapai ayo mama ajari mengurus perusahaan mama"ucap Zea mendekati Zhara


"Ma apa mas Devil benar tidak mencintai ku kok dia belum menemui ku"ucap Zahra


"Tenang Devil akan menemui mu mama bisa lihat di mata nya ada cinta saat menatap mu"ujar Zea tersenyum


"Udah ayo ikut mama"ujae Zea lagi menarik tangan Zahra


"Mama yakin aku hanya lulusan SMP lho"ucap Zhara kurang yakin


"Yakin lah ini semua nanti kamu yg akan mengurus meski tidak melalui sekolah kamu perlu memahami saja mama yakin kamu bisa"ujar Zea masuk ke ruangannya Zahra ikut saja


"Kamu merindu kan Devil "tanya Zea tersenyum


"Aku udah biasa di perlakukan mas Devil istimewa ngak enak ngak ada dia terasa sepi tanpa nya"ucap Zahra tersenyum


"Aku ngak tau apa yg terjadi yg pasti ini pertama kali aku rasakan"ucap Zahra tersenyum


"Pendam rasa mu biar mama akan ajarkan kamu jalan nya perusahaan kita"ucap Zea tersenyum lalu membuka laptopnya Zhara memperhatikan penjelasan mama nya


Devil duduk menemui Arka dan Syifa di kantornya Devil hanya duduk bersama Syifa di sofa semenjak hamil Syifa tidak ingin jauh dari Arka.Devil ke sana hanya sekedar bicara hal kecil bersama Syifa


"Kamu ke sini kenapa ,tidak mungkin hanya sekedar bicara dengan Syifa"ucap Arka tanpa melihat Devil


"Iya"ucap Devil


"Apa nyonya Margareta sudah memberi tau soal perjodohan Zhara"ucap Devil serius


"Emang kenapa dengan perjodohan itu"tanya Syifa


"Aku di minta menceraikan Zhara jika tidak mencintai nya"ucap Devil


"Lalu apa, ya jika kamu tidak mencintainya cerai kan saja"ujar Syifa

__ADS_1


"Ck aku mencintai nya tapi"ucap Devil gelisah


"Hei lalu apa temuin dia katakan jika kamu mencintai nya sebelum semua nya terlambat"ucap Arka berdiri ikut bergabung


"Ya aku ngak bisa mengatakan itu sebelum dia mengatakan cinta pada ku setidak nya dia mencintai aku"ujar Devil


"Yg benar saja "ucap Arka tidak percaya


"Iya kak jika begitu kakak ngak akan tau isi hati Zahra dia ngak akan mengatakan cinta pada kak Devil"ucap Syifa


"Lalu aku harus bagaimana aku takut itu semua akan membuat kami menjauh aku takut Zhara akan menolak ku"ujar Devil gusar


"Kamu ajak Zahra keluar malam ini setelah itu ajak dia mengobrol seperti orang biasa dan terakhir kamu ungkapan cinta pada nya dan katakan kamu tidak mau berpisah dengan nya meski Zhara tidak mencintai mu"ucap Arka memberi saran


"Iya kak benar aku yakin Zhara akan menerima kakak"ujar Syifa


"Tapi"ucap Devil


"Udah kamu ikuti saja saran ku tadi"ujar Arka


"Baik lah nanti aku akan mengajak Zahra keluar"ucap Devil


"Nah gitu berjuang cinta itu harus semangat"ucap Arka tersenyum


"Oke sampai ketemu nanti"ucap Devil berdiri lalu pergi


"Mas mau cium"ucap Syifa memeluk lengan Arka manja


"Anak ayah sebentar ya ingat kita harus memberi keuntungan pada nyonya Margareta ayah harus bekerja lebih keras lagi"ucap Arka mengusap perut Syifa


"Ngak mau"ucap Syifa menggeleng


"Mau sambil peluk"ujar Syifa lagi


"Baik lah mari"ucap Arka lalu mengendong Syifa menunjuk kursinya lalu dia duduk Syifa tersenyum melingkar kan tangannya di perut Arka meletakkan wajah nya di dada Arka


"Jangan nakal aku mau kerja"ucap Arka tersenyum mencium kepala Syifa


"Iya"ucap Syifa tersenyum manis lalu kembali membenamkan wajahnya di dada Arka


###


🌙🌙🌙


Devil mengikuti saran dari Arka sekarang dia sudah sangat rapi rambut yg tertata rapi dengan balutan baju kaos putih dan jaket tebal nya serta celana hitam Devil menyemprot kan parfum nya memakai sepatu nya Devil menggosok telapak tangannya dan meniup nya


"Huh malam ini aku siap untuk mempertahankan hubungan kami aku akan mengatakan betapa aku sangat mencintai istri ku"ucap Devil lalu mengambil kunci mobilnya segera pergi


"Assalamualaikum ma"ucap Devil berdiri di depan pintu utama


"Waalaikum salam"ucap Zea melepaskan kacamata nya dia membaca dokumen tapi tadi dia ingin mengambil air putih


"Devil ayo masuk"ucap Zea tersenyum


"Emm apa Zahra usah tidur"tanya Devil


"Belum baru saja dia tadi dari bantu mama menyelesaikan pekerjaan"ucap Zea tersenyum


"Emm aku mau ajak dia jalan"ucap Devil


"Coba kamu lihat di kamar karna mama mau istirahat"ujar Zea tersenyum lalu berlalu Devil segera menuju kamar Zhara


Cklek


"Zahra"panggil Devil membuat Zhara yg mau naik ranjang menoleh


"Mas"ucap Zhara tersenyum lebar mendekati Devil sungguh rasanya Devil langsung ingin menerkam Zhara karna kerinduan nya apa lagi melihat lengkung leher Zahra membuat jiwa Devil meronta tapi Devil menahan karna ada yg jauh lebih penting dari itu semua


"Mau jalan bersama ku"ujar Devil membenarkan rambut Zahra ke belakang


"Jalan,mau"ujar Zhara tersenyum


"Siap sana"ujar Devil


"Oke"ucap Zahra segera bersiap dia meraih jilbab nya lalu menemui Devil


"Ayo mas udah siap"ucap Zahra tersenyum


"Iya ayo"ucap Devil lalu memeluk pinggang Zahra mereka segera keluar dari rumah itu.Devil mengendarai mobilnya dengan serius Zhara hanya senyum menatap Devil


"Kita mau kemana mas"tanya Zahra


"Tunggu sebentar"ujar Devil lalu keluar dari mobil untuk masuk ke Alpamart setelah membeli beberapa makanan Devil kembali melajukan mobil nya tujuannya ke jembatan kota


"Ayo"ujar Devil keluar lagi


"Mas Devil mau ngapain sih"ujar Zhara lalu mengikuti Devil


"Mas kita mau ngapain"tanya Zahra kebingungan Devil memberi kan Zhara eskrim yg dia beli tadi


"Ambil lah"ujar Devil


"Wah enak nih"ucap Zharaea mengambil nya mulai memakannya Devil tengah menyusun kata-kata apa yg akan dia katakan pada Zhara


"Zahra mama sudah mengatakan soal perjodohan itu"ucap Devil serius


"Ya kenapa"ucap Zhara masih menikmati eskrim nya


"Arkan sangat baik"ujar Devil


"Iya dia baik "ucap Zhara lalu mengelap bibirnya bekas eskrim


"Kamu akan di jodohkan sama Arkan apa kamu mau dan akan berpisah dengan ku"ucap Devil menghadap Zahra serius


"Kenapa ngak mas jika pernikahan kita tanpa hubungan cinta buat apa dipertahankan"ujar Zhara santai dia tau apa yg akan Devil bicara kan

__ADS_1


"Apa kamu bilang pisah sama aku"ujar Devil sinis


"Aku tanya apa kamu mencintai ku"ucap Devil menatap Zhara serius


__ADS_2