
Devil menjemput Zahra tapi raut wajahnya menjadi suram yg di sana ngeri bagaimana tidak suram Devik melihat istri nya tengah bicara dengan Bara , Zahra juga kesal dengan Bara selalu mendesak nya ingin tau informasi mengenai Syifa meski Zhara menolak tapi tetap Bara memaksa.Saat Devil masuk semua menunduk kan pandangan karna takut termasuk Zahra dia bingung harus melakukan apa karna ini situasi untuk pertama kalinya untuk nya binggun harus melakukan apa
"Zahra ayo kita pulang"ucap Devil mengengam tangan Zhara
"Semua aku pulang"ucap Zahra tersenyum pada sahabat nya lalu memeluk lengan Devil
"Ehh tunggu aku belum selesai"ucap Bara memegang tangan Zahra membuat darah Devil benar mendidih
"Dia istri saya anda jangan tidak sopan"ucap Devil tajam mencengkram baju Bara lalu mendorong nya seakan melindungi suaminya
"Aku heran kamu bisa tertarik sama cewek berdebu ini aku hanya ingin bertanya mengenai Syifa"kesal Bara
"Cih aku heran ya kenapa orang seperti mu tidak tau malu suka sekali menggangu istri orang"cibir Devil
"Devil"teriak Bara geram
Plak
Dengan santai nya Devil menampar Bara dia benar marah dengan Bara sedangkan Bara mengeretat kan gigi nya menahan amarahnya Devil berani menampar nya
"Ini hanya peringatan jangan mendekati Istri ku dan jangan menganggu Syifa lagi jika tidak aku tidak akan segan memberi mu pelajaran"ucap Devil lalu melangkah pergi
"Tuan Bara tidak apa-apa"tanya Asma di angguki Bara
"Lho Zenap kamu habis menangis"ucap Zahra berpapasan dengan Zenap di depan tokoh
"Tidak ,biasa lah naik sepeda terkena debu,kamu ke sini ya sayang sekali aku baru sampai kamu udah mau pulang aja"ucap Zenap tersenyum tentu dia berbohong Zenap Benar menangis tadi mengingat masalah nya
"Iya udah sore"ucap Zahra tersenyum lalu memeluk Zenap untuk melepas rindu
"Aku pulang ya"ucap Zahra
"Iya hati hati"ujar Zenap tersenyum Zahra dan Devil segera pergi
"Pokus Zenap pokus mencari uang saja untuk pengobatan ibu mu"gumam Zenap menyemangati diri nya sendiri
"Kamu kenapa tidak ingat peringatan aku"ketus Devil masuk mobil bersama Zahra
"Maaf dia terus mendesak ku"ucap Zahra menunduk Devil diam saja melaju kan mobilnya Devil jadi khawatir dengan Syifa jika Bara kembali berulah karna sekarang ini Syifa tengah hamil
"Aghh"Bara mengamuk di rumahnya dia tidak terima dengan ini semua
"Kak kenapa"ucap Nara heran dengan kakak nya mereka juga tidak ada perasaan sekian kali nya mengugurkan kandungan Nara untuk kepentingan mereka sendiri
"Aku tidak terima Arka menghamili Syifa"geram Bara melempar gucci itu dengan emosi
"Apa"ucap Nara kaget
"Aku akan merebut Syifa lihat nanti"ujar Bara penuh amara dia akan membuat sebuah rencana
###
Arka baru pulang dia merasa sangat capek banyak pekerjaan di kantor tapi rasa lelahnya hilang seketika melihat istri tercinta nya yg lagi menunggu nya dan tersenyum lebar pada nya sungguh menghangatkan hati Arka
"Mas dah pulang"ucap Syifa mencium punggung tangan Arka
"Iya ,nih tadi aku mampir aku beliin kamu kue"ucap Arka menyerah kan bingkisan itu
"Wah makasih mas tadi siang juga Arkan beliin semua yg aku ingin kan"ucap Syifa tersenyum mengambil kue itu
"Tapi aku belum berminat aku simpan dulu ya mas"ucap Syifa lalu keluar untuk menyimpan kue nya
"Huh lelah hari ini"gumam Arka melepaskan jas dan juga dasi nya lalu Arka berbaring dengan kaki menguntai kan kaki nya.Syifa yg baru masuk menatap suami nya yg masih berbaring seperti itu merasa ada daya tarik mencumbu suaminya itu apa lagi otot dada Arka berbentuk Syifa mengigit bibirnya melawan rasanya tapi karena memang rasa nya itu belum terpenuhi Syifa ingin mencumbu suaminya persetan dengan rasa malu Syifa mendekati suaminya lalu menindihnya suami nya menyentuh leher Arka lalu mencium bibir itu karna kaget Arka membuka mata merasakan ciuman itu dia tidak menyangka Arka memeluk pinggang istri nya membalas ciuman itu merasakan Arka sudah aktif Syifa lalu mengecup dada Arka setelah itu dia membuka kancing kemeja itu
"Syifa"Arka kaget dengan tingkah istri nya dia ingin beranjak tapi Syifa menahan dadanya mencumbu nya Arka benar gelisah
"Mas mau"regek Syifa menatap suaminya Arka mengeleng pelan
"Mau mas"regek Syifa lagi lalu kembali menciumi wajah Arka membuat Arka benar tidak bisa mengabaikan keinginan istri nya merasa Syifa menuntut mau tidak mau Arka memeluk pinggang Syifa mencium leher itu dan Syifa hanya mendongak Arka membaringkan istri nya dengan pelan lalu mencium nya penuh rasa rindu dan rasa cinta decapan ciuman mereka terdengar jelas Arka mulai mencumbu Istri nya melepas helai demi helai pakaian istri nya ciumannya turun ke perut istri nya Syifa merasakan denyut perut nya terasa seakan anak nya merespon sentuhan ayah mereka Syifa membiarkan Arka melakukan nya itu juga keinginan nya Syifa juga sesekali mencumbu Arka
####
Tidak terasa kehamilan Syifa sudah 4 bulan tapi perut nya sangat besar seperti sudah hamil 7 bulan saja bahkan mereka sudah mengadakan syukuran 4 bulan.Hubungan Zahra dan Devil pun semakin lama semakin lengket saja apa lagi Devil sangat posesif terhadap Zahra bahkan bibir yg selalu datar itu sering terukir senyum . Hubungan Zenap dan Arkan mereka mengakhiri begitu saja karna juga Arkan sudah bertunangan dengan wanita sangat cantik dan kaya bernama Willy yg di sapa Lily tapi Arkan masih sering mengawasi Zenap dari kejauhan dia tidak bisa jauh dari wanita itu Arkan hanya heran kenapa mama nya menjodohkan nya dengan wanita seksi itu dia tidak suka itu
Syifa mengeliat pelan dan membuka mata tidak menemukan kehadiran suaminya Syifa melihat tubuh nya penuh tanda merah Arka sangat gampang tergoda itu juga karna Syifa sangat agresif setiap malam selalu ingin mencumbu suaminya dia juga sangat sensitif muda sekali menangis Syifa segera menuju kamar mandi dengan pelan karna hari libur sudah pasti suami nya sarapan
"Dapat jatah nih semalam"ucap Devil duduk mereka menginap di rumah Sandoso
"Iya lah orang Syifa sangat agresif tentu dong dapat jatah"ucap Arka tersenyum
"Lanjut makan"cibir Fikram membaca koran
"Tidak Syifa kan udah jelek tuh pipinya aja kayak bakpao apa lagi tubuh nya sudah gendut aku yakin mata Arka sudah mulai melirik wanita cantik dan seksi"ucap Devil santai karna dia melihat Syifa mendekati mereka
__ADS_1
"Sembarangan kamu"ujar Arka tidak terima terima istri nya di hina
"Dia istri ku"ketus Arka
"Ya ya jika dia melahirkan pun kamu akan mencampakkan nya"ucap Devil santai
"Mas Arka"ucap Syifa mendekat
"Apa benar aku jelek"tanya Syifa dengan air mata berlinang
"Ahh tidak Devil hanya becanda"ucap Arka mengusap pipi yg berisi itu
"Pintar sekali bohong"cibir Devil
"Mas Arka hiks hiks aku jelek hiks hiks aku gendut"tangis Syifa pecah diejek Devil
"Hiks hiks mas Arka pasti main mata sama sekertaris nya hiks hiks"ucap Syifa menangis
"Ngak "ucap Arka memeluk istrinya
"Mas ini suka sekali menggangu mereka"ucap Zahra tersenyum meletakkan teh Devil
"Zahra apa aku benar udah jelek"tanya Syifa berlinangan
"Aku tidak melihat kejelekan mu Syifa kamu tetap seperti dulu cantik luar dalam dan sekarang kamu sudah menjadi wanita sempurna ,hamil itu adalah hal yg luar biasa tuan Arka tidak akan berpaling"ucap Zhara tersenyum
"Tuh dengar kan aku ngak akan berpaling mungkin nanti Zhara yg akan berpaling lihat lah suami nya sudah tua "ujar Arka
"Hei beraninya kamu mengatakan itu"kesal Devil
"Mas Devil yg mulai becanda tapi saat di balas malah mas Devil yg kesal sendiri"ucap Zahra duduk
"Ribut mulu ayo sarapan"ucap Fatma menengahi
"Arka bagaimana soal dana 20 milyar itu"ucap Fikram serius
"Sebenarnya sebelum kami menerima uang itu nyonya Margareta memberi kontrak dia minta selama 3 bulan dia meminta uang nya di kembali kan menjadi 40 minyar dan semua selesai"ucap Arka
"Paling besok atau lusa kami akan mengembalikan uang itu plus keuntungan nya"jelas Arka
"Kamu benar hebat bisa menangani perusahaan yg hampir jatuh"puji Fikram
"Semua nya tidak hanya aku ayah Arkan juga membantu dan juga kami berterimakasih banget sama nyonya Margareta menawarkan bantuannya aku seperti ini karena doa istri ku"jelas Arka mencium pipi tembem itu
"Karna anak ayah juga ya nak"ucap Arka mengusap perut Syifa lalu mengecup nya
"Mas ngak ninggali kami kan"ucap Syifa memeluk leher Arka
"Iya takut banget"ucap Arka terkekeh mengecup kening Syifa
"Makan nya Devil jangan jahili bumil satu ini"uajr Fatma menggeleng
"Iya iya ngak lagi "ucap Devil mencibir
"Arka kan kehamilan Syifa udah 4 bulan nanti kamu ajak dia untuk check up ya setelah itu kamu ajak Syifa jalan sebentar biar dia rileks karna kamu sibuk mulu"ujar Fikram
"Emang hari ini Syifa"tanya Arka
"Iya mas sibuk Mulu ngak sempat nemanin aku"ujar Syifa cemberut
"Ya udah maaf ya hari ini aku akan menemani mu aku sibuk juga karna untuk kebutuhan kita"ucap Arka mengusap tangan Syifa
"Janji mas temani ya"ucap Syifa tersenyum di angguki Arka mereka melanjutkan sarapan nya
####
Arkan keluar dari mobilnya menatap tokoh kecil itu sebenarnya penyerahan uang itu nyonya Margareta ingin di adakan pesta dan Maya setuju karna juga nyonya Margareta ingin mengenal kan Zhara sebagai anak nyanserta pewaris nya karna itu Arkan di sini menemui Zahra dan Devil di tokoh itu untuk menanyakan dekorasi itu.Arkan bisa lihat Zahra dan Devil dengan yg lain lalu dia masuk mata nya menatap mata Zenap yg kebetulan tertawa karna ucapan Asma
"Boleh gabung"ucap Arkan duduk
"Belum di izinin pak kok duduk aja"ucap Aulia tersenyum
"Aku memaksa untuk bergabung"ujar Arkan tersenyum
"Kenapa di sini"tanya Devil tidak suka
"Mau bertanya pada Zhara Soal"ujar Arkan terpotong
"Ngapain nemuin istri orang apa stok wanita idaman sudah habis"kesal Devil merangkul bahu Zahra
"Enak aja"ujar Arkan
"Aku ke sini nyonya Margareta mau mengadakan acara itu Zhara yg urus nanti aku bantu"ucap Arkan sinis pada Devil
__ADS_1
"Lah kenapa aku"ucap Zhara bingung
"Iya jadi soal uang perusahaan itu juga nanti nyonya Margareta mau mengenal kan kamu pada semua orang jika kamu anak nya jadi acara itu di adakan sesuai keinginan mu "jelas Arkan
"Ohh baik lah nanti aku akan menemui nya bersama mas Devil"ujar Zhara
"Iya acara nya nanti akan ada undangan juga yg harus kita persiapkan"jelas Arkan
"Oke "ujar Zhara
"Pak Arkan ke sini hanya mengatakan itu saja"tanya Aulia tersenyum
"Iya emang kenapa"tanya Arkan melirik ternyata Zenap dengan santai menghabiskan minuman dingin itu Arkan bertanya apa Zenap tidak ada perasaan terhadap nya kenapa dia biasa-biasa saja
"Zenap"ucap Arkan serius membuat Zenap menatap nya
"Iya pak kenapa"ucap Zenap sebenarnya dia tidak mau berhubungan sama Arkan biar gimanapun dia tidak bisa menolak pesona Arkan dia takut jatuh cinta pada Arkan padahal nanti Arkan akan menikah dengan orang lain
"Nanti kalian ikut menyiapkan nya soal tokoh itu hal yg kecil"ucap Arkan tersenyum
"Iya pak kami pasti datang"ucap Aulia tersenyum lebar
"Aku duluan"ucap Arkan beranjak dia tidak mau berlama-lama di sana karna akan menyakiti nya juga
Arka mengajak istri nya check kandungan Arka mengengam tangan Syifa yg berbaring di ranjang lalu dokter datang dengan alat nya dengan bicara pada Syifa terlihat meraka sudah sangat dekat
"Dok kenapa ya saya gampang sekali merasa lelah mama saya bilang ini wajar tapi saya merasa ini tidak biasa dok karna menuju kamar dan ke lantai dua saja sudah sangat lelah"jelas Syifa mengungkap rasa nya
"Iya nona kita akan cek apa tubuh nona ini punya masalah"ujar nya tersenyum
"Ehh dokter mau apa"tanya Arka saat tangan dokter itu membuka kencing gamis Syifa
"Tuan mau lihat tidak anak nya"ucap nya tersenyum
"Iya mau"ucap Arka linglung
"Udah mas diam aja biarkan dokter ini bekerja"ujar Syifa lalu dokter itu meletakkan benda seperti jelly atas perut Syifa lalu meletakkan alat nya
"Detak jantung nya"ucap Syifa tersenyum Arka tersenyum mendengar nya
"Saya merasa aneh dengan kandungan anda nona 3 bulan kayak 7 bulan"ujar nya serius menatap layar monitor itu
"Ehh tunggu"ucap nya penasaran menemukan sesuatu
"Pantas seperti itu nona selamat bayi nya kembar"seru dokter itu tersenyum
"Benarkah dok"ujar Syifa
"Iya nona lihat ini"ujar nya melihat kan
"Ya Allah terimakasih memberi kan kebahagiaan yg berlimpah ini"ucap Syifa terharu sampai dia menangis
"Alhamdulillah "ucap Arka mengecup kening Syifa tersenyum lebar
"Itu alasannya kenapa nona gampang lelah"ujar dokter tersenyum
"Tapi dok apa istri saya mampu mengandung dua bayi"tanya Arka
"Mas 5 pun aku kuat malah aku sangat bahagia"ucap Syifa tersenyum
"Tuan tidak tau kekuatan seorang ibu"ujar dokter itu tersenyum lalu Arka membantu Syifa turun dengan pelan
"Istri nya harus di jaga dengan baik ya tuan banyak kemungkinan hamil bayi kembar"ucap dokter
"Iya dok"ujar Arka tersenyum mengecup kening istrinya
"Dok saya mau melahirkan normal apa bisa"tanya Syifa karna dia mendengar bayi kembar tidak banyak bisa lahir normal
"Kita lihat nanti nona apa tubuh anda kuat melahirkan normal atau tidak"ucap dokter
"Saya akan menjaga kesehatan saya dok biar melahirkan normal saya mau merasakan perjuangan hidup dan mati"ucap Syifa tersenyum
"Tidak siapa yg mengizinkan mu berjuang hidup dan mati"ucap Arka datar mengerti suaminya marah Syifa hanya tersenyum menepuk tangan Arka
"Mas itu hanya istilah wanita yg melahirkan sesungguhnya melahirkan normal itu adalah hal yg sangat bahagia aku ingin bercerita pada anak anak kita kelak jika mama nya rela menderita dengan mereka"ujar Syifa tersenyum
"Jika mereka merengutmu dari ku awas saja seumur hidup aku akan membencinya"ucap Arka berdiri lalu pergi
"Mas tunggu aku pulang gimana"ujar Syifa menggeleng pelan dengan kelakuan Arka
"Nona ada vitamin untuk anda"ujar dokter memberi kan vitamin nya Syifa menerima nya
"Makasih dok jika sudah selesai saya permisi"ujar Syifa tersenyum lalu bangkit dan berjalan dengan perlahan
__ADS_1
"Aku mengira tuan Arka tetap tidak peduli dengan nona seperti berita yg ada tapi nyata nya dia sangat peduli"ujar dokter itu tersenyum meski terdengar kejam kata-kata Arka tadi itu bermakna rasa cinta yg penuh kekhawatiran