
"Jangan mau masuk oleh rayuan pria breksek ini Syifa aku merelakan mu untuk nya mengubur perasaan ku agar kamu bahagia tapi apa kenyataan nya dia menghamili calon istri ku tidak lain kekasih nya Nara"teriak Gio marah
Deg
"Me... menghamili"ucap Syifa tercengang tidak percaya tanpa sadar air mata nya menetes dia tau Gio pria baik dan jujur jika Gio mengatakan itu berarti benar ada nya dan berarti benar Nara hamil anak nya Arka
"Kamu perlu di beri pelajaran"teriak Arka marah mengepalkan tangannya
Bugh
"Harus nya saya yg marah"ucap Gio memukul Arka
"Kurang ajar"ucap Arka lalu menonjok Gio
Bugh bugh bugh bugh
Gio sampai terjatuh tidak mampu menerima pukulan Arka yg memukul nya belum sempat dia berdiri Arka sudah memukul nya berkali kali lagi bukan dia yg menghajar Arka malah Arka menghajar Gio mendengar ketegangan membuat Syifa panik dia bingung harus bagaimana apa lagi dia tidak bisa melihat keadaan nya lalu Syifa teringat ada sampam yg sering berada di depan dan supir
"Pak tolong"teriak Syifa berkali kali supir yg dari tadi ke toilet segera bergegas
"Ada apa bu"ucap nya
"Pak henti kan perkelahian itu"ucap Syifa panik supir itu menahan Arka
"Tuan henti kan"ucap nya
"Dia harus ku beri pelajaran"ucap Arka murka meski dia di tahan tapi kaki nya masih bisa Arka menginjak Gio
"Hei"teriak Bara datang menghentikan Arka lalu membantu Gio
"Ho bagus sekali satu komplotan"ucap Arka sinis Gio kesakitan menahan rasa nya pukulan Arka
"Dasar pecundang"ujar Bara datar lalu menghajar Arka tapi kedua nya sama sama pandai berkelahi supir itu juga tidak bisa menahan nya
"Mas hentikan"teriak Syifa panik
"Kalian emang tidak tau malu"ucap Arka mendorong Bara
"Kamu yg tidak tau malu sekali kamu harus tanggung jawab atas apa yg kamu lakukan terhadap adik ku kamu menghamili nya"teriak Bara geram
"Heh jaga ucapan mu"ujar Arka kesal
"Mas hentikan"ucap Syifa mendekati Arka
"Sudah Syifa buat kamu bersama pria tidak tau harga diri ini"ucap Bara menarik tangan Syifa
"Berani nya kamu"geram Arka menarik tangan Syifa sampai kedua nya saling tarik
"Dia itu istri ku"kesal Arka
"Hentikan"teriak Syifa membuat kedua nya terdiam
"Tolong jelaskan ada apa sebenarnya"ucap Syifa dia mau tau kebenaran nya
"Nara sakit kami periksa ke dokter dan dokter bilang dia hamil saat kami tanya ayah dari anak itu dia bilang itu anak nya Arka"ucap Bara menjelaskan
"Sembarang dia punya calon suami kan siapa tau itu anak nya dia"kesal Arka
"Kamu pikir aku pria apaan menyentuh wanita sembarangan"ucap Gio tidak terima
"Jadi buat apa kamu mau bertahan Syifa mending kamu pergi saja dari pria tidak tau malu ini"ucap Bara
"Punya hak apa kamu terhadap nya dia itu istri ku"ujar Arka menarik Syifa untuk bersembunyi di punggung nya
"Ya emang aku ngak ada hak nya tapi dengan hitungan detik om Fikram dan Devil akan segera datang untuk menjemput Syifa kita akan bertemu di keluarga besar nanti untuk memutuskan kamu harus bagaimana karna sudah menghamili Nara"ucap Bara sinis lalu pergi memampa Gio yg babak belur
"Mas"lirih Syifa memeluk lengan Arka yg terdiam
"Jangan khawatir"ucap Arka memeluk Syifa
"Tapi itu anak mas Arka"lirih Syifa berlinang air mata
"Percaya itu bukan anak ku Syifa"ucap Arka menangkup wajah Syifa lalu dia tersadar harus bertidak apa
"Sebentar"ucap Arka ingin mengeluarkan ponsel tapi keburu mobil Fikram datang dan turun lah Devil dan Fikram
"Assalamualaikum"salam Fikram
"Waalaikum salam"ucap Syifa dan Arka
"Sudah mendapat informasi Arka"ucap Fikram serius
"Informasi apa"ucap Arka berusaha menyakinkan
"Nara hamil anak kamu keluarga nya sudah mendatangi mama mu yg sekarang ini berada di rumah sakit karna tadi dia pingsan"ucap Fikram serius
"Breksek kamu Arka"geram Devil
"Udah aku bela juga masih menyakiti Syifa"ucap Devil tidak sabar menjemput Syifa
"Berhenti"ucap Arka tegas menghentikan langkah Devil Arka mengengam tangan Syifa dengan erat
"Kalian mau apa ke sini"ucap Arka serius
"Tentu menjemput Syifa apa lagi"ketus Devil sinis
"Syifa apa kamu mau pulang bersama mereka"ucap Arka tapi makna perkataan Arka membuat Syifa delema nada bicara tersimpan peringatan
"Dengar dia tidak mau"ketus Arka
"Hei siapa yg butuh izin kamu ayo Syifa kita pulang"ujar Devil menarik Syifa
"Enak saja dia istri ku harus ada izin ku jika dia mau keluar"ucap Arka mendorong Devil
"Harus ya keluar atas izin suami yg menghamili wanita lain"sindir Devil
"Itu bukan anak ku"kesal Arka
"Arka izinkan Syifa pulang bersama kami sudah ayah katakan jika jangan menyakiti Syifa lagi"ucap Fikram meminta anak nya
"Mas aku ngak mau"lirih Syifa memeluk Arka tapi Arka menyadari kali ini yg meminta nya adalah ayah dari istrinya apa lagi Arka sudah berjanji tidak akan menyakiti Syifa
"Tapi mas sudah menghamili wanita lain "ucap Syifa pelan
"Huh beri aku waktu bicara dengan Syifa sebentar"ucap Arka menghembuskan nafasnya dengan kasar
"Oke kami tunggu di mobil hanya 3 detik"ucap Devil lalu berlalu masuk ke mobil bersama Fikram
__ADS_1
"Syifa percaya anak yg di kandung Nara itu buka anak ku"ucap Arka mengengam tangan Syifa
"Tapi mas Arka sering tidur bersama nya"ucap Syifa menangis
"Hei jangan menangis lagi atau aku akan di hajar oleh Devil"ucap Arka menghapus air mata Syifa
"Ya memang aku sering bersama Nara tapi hanya batas cumbu mencumbu saat itu memang pernah aku melakukan nya tapi tidak sempat gen ku menyebar karna aku menyadari ada yg salah jika dia pernah tidur bersama pria lain"jelas Arka
"Aku tau semua tidak akan percaya tapi aku hanya ingin kamu mempercayai ku maka aku akan mencari kebenaran nya percaya lah Syifa aku serius"ucap Arka mencium tangan Syifa
"Tapi"ucap Syifa ragu
"Tapi apa lagi Syifa jika itu benar anak ku aku akan menikahi Nara tanpa harus meminta kepercayaan mu tapi aku ngak sudih mengakui anak orang buat apa aku berbohong pada mu karna kamu berada di dalam kendali ku"jelas Arka
"Aku akan berusaha mempercayai mas Arka"ucap Syifa memeluk Arka
"Aku akan menuntaskan kebenaran itu bukan anak ku"ucap Arka lalu mengankat wajah Syifa
"Kamu pulang lah bersama ayah nanti aku akan menjemput mu"ucap Arka
"Mas ngak ninggali aku"ucap Syifa serius membuat Arka tersenyum
"Apa anak yg di kandung Nara anak ku"ucap Arka tersenyum
"Bisa jadi "jawab Syifa berfikir
Cup
"Apa anak yg di kandung Nara anak ku"ulang Arka mencium sudut bibir Syifa
"Mas Arka di liat kak Devil sama ayah"ucap Syifa menyentuh bibirnya
"Aku kan bertanya dan kamu belum percaya pada ku"ucap Arka
"Ya itu bukan anak mas Arka"ucap Syifa cemberut
"Bagus"ucap Arka tersenyum mengusap kepala Syifa
"Percaya lah pada ku"ucap Arka memeluk Syifa
"Ayo aku antar"ucap Arka menuntun Syifa menuju mobil
"Hati hati"ucap Arka saat Syifa akan masuk mobil
"Ya mas aku pergi assalamualaikum"ucap Syifa masuk mobil
"Waalaikum salam"jawab Arka menjabat tangan Syifa segera Syifa mencium nya
"Jaga diri mu dengan baik"ucap Arka mengecup kening Syifa
"Lama amat sih"ketus Devil sebal
"Hei yg ngak punya istri mana tau jika mau berpisah dengan istri nya"ketus Arka tidak suka
"Coba tanya sama ayah saat dia akan berpisah dengan istrinya"ucap Arka mencibir Devil
"Cih memuak kan dasar Playboy"cibir Devil
"Dasar jomblo"ejek Arka sebal
"Ya"ucap Arka mengelus pipi Syifa lalu menutup pintunya Fikram segera melaju kan mobilnya
"Kurang ajar Nara berani ingin menjebak ku"kesal Arka lalu segera pergi sebelum itu dia menelpon Arkan untuk mengurus pekerjaan nya dan menelpon sekretaris nya untuk membantu Arkan
###
Maya di rawat di rumah sakit karna syok dengan berita yg ada Arkan juga belum bisa menemani mama nya karna tuntutan pekerjaan yg harus dia selesai kan Fatma menemani Maya yg stres dengan kelakuan Arka
"Mama sakit"ucap Arka masuk
"Cih kamu senang jika mama mu ini mati"geram Maya
"May ingat kata dokter darah tinggi"ujar Fatma menenangkan
"Dasar anak tidak tau malu"ucap Maya geram
"Apa sih"ujar Arka santai
"Astaghfirullah Arka kamu mau mama cepat mati"ucap Maya stres
"Sekalian kamu kasi mama makan dan kasih racun supaya mama ngak merasakan penderitaan ini"ucap Maya kecewa
"Mama berlebihan"ucap Arka malas
"Apa kamu bilang mama berlebihan kamu itu sudah punya Istri tapi bisa wanita lain hamil anak kamu"teriak Maya menyentuh dadanya
"Cukup ma"kesal Arka
"Itu bukan anak ku"kesal Arka dia benar muak jika kayak gini
"Kamu masih mau menyangkal mama mendidik mu harus menjadi pria pertanggung jawan Arka"geram Maya tidak habis pikir dengan anak nya
"Justru itu aku ke sini ma "ucap Arka
"Aku tidak pernah menyentuh Nara apa lagi sampai hamil "ucap Arka
"Hah mama sudah mengambil keputusan"ucap Maya pelan
"Nara menuntut kamu menikahi nya kamu tinggal bertanggung jawab menikah dengan Nara cerai kan Syifa jika Syifa mengizinkan kamu menikah lagi kamu bisa mempertahankan Syifa tapi tetap menikahi Nara"ucap Maya meneteskan air mata
"Kamu membuat mama benar kecewa Arka kamu sama seperti ayah mu pria bajingan"ucap Maya kecewa Arka hanya pasrah sekarang ini dia mendekati mama nya menuang kan air putih
"Tenang kan diri mama"ucap Arka santai
"Anak kurang ajar"kesal Maya melempar gelasnya
"May ingat darah tinggi"ujar Fatma mengigat kan
"Mama ini gimana sih aku ini anak mama harus nya mama tau aku seperti apa ngotot mau menikah kan aku lagi mama lupa orang poligami itu harus adil"ujar Arka santai
"Kamu itu Presdir Karten semua karyawan merasa kamu adil dalam memimpin perusahaan masak kamu adil memimpin ratusan orang tapi dengan dua perempuan kamu tidak bisa"kesal Maya
"Ho ho lihat ma apa yg di katakan nya mengatur karyawan dan istri itu berbeda emang Syifa suka di madu emang mama Fatma mau anak nya di madu"ujar Arka sinis
"Jadi kamu mau lari dari tanggung jawab"ucap Maya sudah memasang tatapan mematikan
"Jika aku bilang itu bukan anak ya bukan jika mama ngotot mengatakan itu anak ku tinggal nikah kan saja Arkan dan Nara selesai kan jika aku sih ngak ya karna apa aku tidak ingin merawat anak yg bukan dari darah daging ku"ucap Arka
__ADS_1
"Pergi kamu anak sialan kamu membuat mama makin sakit"kesal Maya
"Ya ya aku pergi"ketus Arka melangkah pergi setidaknya dia sudah tau jika mama nya baik baik saja
"Arka tunggu"panggil Fatma mengejar Arka yg sudah keluar dari kamar inap Maya
"Iya ma"ucap Arka menoleh
"Mama harap kamu tidak membuat kami kecewa sudah cukup kamu menyakiti Syifa"ucap Fatma
"Ya ampun kenapa semua orang tidak ada yg percaya pada ku"kesal Arka
"Sudah ku bilang itu bukan anak ku"tegas Arka
"Mama harap kamu bisa di percaya"ucap Fatma serius
"Aku akan menuntaskan masalah ini ada yg ingin memanfaatkan kedekatan ku dengan Nara semua itu tidak benar aku akan menyelesaikan nya Syifa juga sudah di jemput ayah nanti aku pulang ke sana aku titip Syifa ma"ucap Arka serius
"Assalamualaikum"ucap Arka lalu mencium punggung tangan Fatma setelah itu dia pergi
"Semoga kali ini benar kamu hanya di jebak"ucap Fatma menatap punggung Arka yg menjauh
####
Arka melihat semua laporan anak buah nya yg menyelidiki tentang Nara akhir-akhir ini tapi semua normal bahkan tidak ada jadwal Nara dan Gio jalan bersama membuat Arka tidak percaya apa yg terjadi dia kira akan menemukan jalan keluar nya tapi nyata nya tidak semudah itu
"Mama menunggu di rumah sakit untuk pemeriksaan hasil kandungan Nara"ucap Arkan masuk keruangan Arka
"Baik lah"ucap Arka berdiri mereka segera pergi
Saat sampai di rumah sakit mereka segera turun sebelum masuk ke rumah sakit Arka menghentikan langkah Arkan yg akan masuk mendahului nya
"Aku ingin kamu berpihak pada ku membelaku"ucap Arka serius
"Kenapa aku harus ada di pihak mu"ucap Arkan datar
"Hei kamu mau mengkhianati persaudaraan kita harus nya kamu selalu ada di samping ku saat aku ada masalah"ujar Arka kesal menatap Arkan
"Ck malas aku mendengar itu"ucap Arkan berlalu
"Ayo lah Arkan aku serius kali ini "ucap Arka serius
"Baik jika itu mau nya kak Arka"ucap Arkan
"Ayo"ucap Arkan lagi Arka segera melangkah dan menjelaskan pada Arka jika itu bukan anak nya
"Aku mau kamu memastikan jika dokter itu tidak menipu kita"ucap Arka serius
"Aku sudah mengatur nya"ucap Arkan
"Arka"ucap Nara tersenyum ingin memeluk Arka tapi Arka menghindar langsung mencium pipi Syifa
Cup
"Kamu di sini juga"ucap Arka tersenyum
"Mas"ucap Syifa mengusap pipi nya dia merasa malu dengan tingkah Arka
"Ihh Arka"ucap Nara kesal
"Tentu dia di sini untuk memastikan anak yg di kandung wanita itu anak suami kejam nya atau bukan"ketus Maya
"Apa Nara mengandung anak ku"ucap Arka pada Syifa
"Ma kita lihat dulu aku yakin kok itu bukan anak nya mas Arka"ucap Syifa tersenyum
"Tuh dengar orang Syifa melayani aku dengan baik"ucap Arka mengejek mama nya
"Mas"ucap Syifa sebal dengan suami nya orang serius juga
"Nikmati kebersamaan kalian karna mungkin akan segera berakhir"ucap Bara sinis menatap Arka
"Ohh ya"ucap Arka maju berdiri di depan Bara
"Lakukan apa yg mau kalian lakukan"ujar Arka santai
"Arkan temui dokternya"perintah Maya,Arkan segera berlalu untuk menemui dokternya apa lagi ini manyangkut masa depan keluarga nya
"Kak ini dokternya"ucap Arkan datang bersama dokter
"Selamat siang tuan Arka"ujar nya menyapa Arka
"Ingat lah dokter jika mau memalsukan laporan hasil nya ingat lah wajah saya jika anda berani menipu saya maka saya tidak segan membunuh keluarga anda"tegas Arka
"Tuan Arka jangan khawatir saya akan jujur melakukan tes ini karna itu soal kehamilan bukan kita bisa melihat apa nona Nara hamil benaran apa tidak"ucap nya tersenyum
"Baik silahkan"ucap Arka
"Kalian semua bisa melihat nya ayo"ucap nya mengajak masuk lalu semua masuk untuk memastikan
"Sebelum itu bisa saya lihat laporan dari dokter sebelum nya"tanya nya Bara menyerah kan berkasnya dokter itu membacanya
"Usia kandungan nya 2 minggu"ujar nya
"Iya dok"ucap Nara tersenyum
"Untuk memastikan tuan Arka dan yg lain kita bisa melihat nya dari monitor USG "ucap dokter lalu suster membuka tirai penghalang nya
"Aku yakin dia bohong soal kehamilan itu"ujar Arka santai
"Kamu kira kami ini keluarga macam apa"ketus Bara
"Bagaimana aku bisa yakin yg satu suka merebut istri orang yg satu ngak bisa move on gimana tuh"ejek Arka santai
"Sialan mulut mu itu mau aku hancur kan"kesal Bara menggebu tapi di balas Arka dengan ejekan
"Nah tuan bisa lihat ini seperti kacang ini benih dan anak yg akan tumbuh"jelas nya melihat ada seperti biji di monitor itu Arka terdiam
"Jadi dia benar hamil"ucap Arkan memastikan
"Iya benar tuan seperti yg ada di laporan ini "jelas nya melihat kan
"Kak Devil jelas kan apa yg kalian lihat"ucap Syifa memegang lengan Devil
"Ada sesuatu seperti biji dan dokter bilang itu benih yg akan tumbuh benar Nara sekarang sedang hamil"jelas Devil menepuk tangan Syifa
"Ini tidak mungkin"gumam Arka tidak percaya karna dia tidak sama sekali merasa berhubungan dengan Nara apa lagi dengan jarak 2 minggu atau lebih Arka tercengang dengan hasil nya Maya dan keluarga lain menatap penuh amara dengan Arka hanya keluarga Adirata yg terlihat senang
__ADS_1