Jodohku Seorang Presdir

Jodohku Seorang Presdir
Keguguran


__ADS_3

Devil menatap Zhara yg masih terbaring lemah mereka masih menunggu kesadaran Zhara


. Devil mendekati Zahra mengengam tangan Zhara dengan lembut Devil mencium tangan Zhara semua hanya melihat Devil membiarkan Devil melakukan sesuka nya ,Arka juga masih menemani Syifa yg nampak lelah karna menunggu Zahra sadar Arka memeluk pinggang Syifa untuk bersender di dada nya


"Devil kamu istirahat aja dulu dokter bilang Zahra akan sadar sebentar kagi"ujar Fatma


"Ngak ma aku mau melihat Zhara sadar dulu"ujar Devil


"Syifa ngak mau pulang kita udah semalaman di sini"bisik Arka


"Ngak papa mas apa mas Arka mau pulang"ujar Syifa


"Aku akan menemani mu"ucap Arka mengecup pipi Syifa


"Aku bikin mas ganteng mas sekarang ini jelek"ucap Syifa tersenyum menyisir rambut Arka yg berantakan Arka tersenyum melihat istri nya yg akhir akhir ini membuat perasaan aneh tumbuh di hati nya


"Zahra mulai sadar"ujar Devil melihat pergerakan di bola mata Zhara


"Zahra"ujar Fatma mendekat mengusap kepala Zhara lembut


"Zahra"ucap Fatma lagi tersenyum


"M..mama Fatma"lirih Zhara menyentuh tangan Fatma di kepala nya lalu melihat ke samping Devil berdiri di samping nya


"Minum dulu sayang"ujar Fatma mengambil gelas


"Pelan pelan"ujar Fatma


"Zahra"ucap Syifa tersenyum memeluk Zahra merasa lega Zhara sudah sadar


"Syifa apa yg terjadi"tanya Zahra pelan


"Kamu terjatuh"ucap Syifa


"Jatuh, lalu anak ku bagaimana "ucap Zahra bertanya


"Zahra tenang"ucap Fatma mengelus wajah Zahra


"Kalian harus lebih berusaha kali ini Allah menguji kita mengambil kebahagiaan kita yg baru sebentar karna kamu terjatuh dan kandungan mu masih lemah kamu keguguran"jelas Fatma


"Apa k... keguguran"ucap Zahra kaget


"Anak aku meninggal"ucap Zhara lagi


"Iya Zhara"ucap Syifa memeluk Zhara menenangkan Zhara


"Tidak hiks ini tidak mungkin Syifa anak ku ngak mungkin meninggal umur nya baru 2 minggu"tangis Zhara pecah memeluk Syifa dengan erat


"Iya Zhara kamu harus kuat"ujar Syifa menghapus air mata Zhara


"Mas katakan anak kita tidak meninggal kan"uajr Zahra meraih tangan Devil yg hanya diam tampa menatap Zahra


"Mas jawab aku hiks hiks anak kita masih ada kan"ucap Zhara berurai air mata


"Katakan mas Devil"ucap Zhara menangis memeluk Devil memukul pelan punggung Devil


"Kamu harus banyak istirahat"ucap Devil melepaskan pelukan Zhara lalu keluar


"Aghhh"teriak Devil memukul dinding putih itu berkali-kali Arka mengikutinya menepuk pelan bahu Devil


"Sabar kamu harus selalu ada untuk Zhara dia nampak terpukul"ucap Arka menepuk pelan bahu Devil


"Kurang ajar karna mereka Zhara seperti ini kehilangan anak kami"ucap Devil mengepalkan tangannya yg berdarah Devil segera berlalu


"Anak itu pasti mengamuk"ujar Arka mengejar Devil memakai mobilnya.Devil menuju markas nya masuk dengan tatapan membunuh Arka mengejarnya


"Woi tunggu mau apa "ucap Arka menahan Devil


"Lepas"ucap Devil mendorong Arka lalu masuk ke ruangan nya Arka terus mengejarnya


"Aku akan membunuh mereka"ucap Devil mengeluarkan kontak itu


"Aril"teriak Devil


"Aril"teriak nya lagi


"Devil mau apa sih"ujar Arka,Aril segera mendekat


"Ya bos"ucap nya


"Buka kotak ini"ujar Devil datar


"Kenapa lagi bos ini udah ngak beringas tiba-tiba kambuh"gumam Aril mengeluarkan kunci kotak itu yg ada pistol Devil yg mematikan dulu pistol itu selalu menemani Devil untuk menghabisi musuhnya yg sekali tembak langsung mati sudah lama Devil tidak membawa pistol itu


"Kamu kelamaan"bentak Devil mengambil pistol itu lalu pergi


"Devil tunggu"ucap Arka mencegah Devil menoleh menatap Arka dan menodongkan senjata nya pada Arka


"Bos pergi saja biar saya menanganinya"ucap Aril ,Devil segera berlalu


"Bos mau membunuh siapa"tanya Aril


"Aku ngak tau tapi jika di perkiraan seperti nya dia akan membunuh orang yg mendorong istri nya"ucap Arka berlari kecil melihat mobil Devil sudah pergi Arka segera masuk ke mobil melaju kan mobil nya mengejar Devil


Dor


Rumah itu mengelegar akibat tembakan Devil yg berdiri di tengah rumah Devil tidak main main dia benar mengamuk kali ini Devil tidak bicara sedikit pun lalu papa dan keluarga yg lain nya


"Devil kamu apa apaan"kesal Firman


"Aku sudah gila ahhaha"ujar Devil tertawa lalu mendekati papa nya lalu menarik rambut Karin menyeret wanita itu


"Devil "teriak mama nya tapi Devil tidak peduli


"Devil apa yg kamu lakukan"ujar Arka mencegah Devil

__ADS_1


"Kak lepasin sakit"ucap Karin memegang tangan Devil


Bugh


"Kamu diam atau aku ngak segan membunuh mu"ucap Devil pada Arka yg berusaha mencegahnya


"Devil dia itu adik ku"ujar Firman


"Ya benar dia adik ku lalu kenapa dia mendorong istri ku pa"teriak Devil marah


Plak


"Aku akan membunuh siapa pun yg menyakiti Istri ku akan ku buat akhir hidup mu seperti neraka"teriak Devil menampar Karin


"Devil"teriak Firman marah


Dor


"Papa tidak usah melindungi nya atau aku juga akan membunuh papa"ujar Devil menembak papa nya tapi dia tidak mengenai papa nya


"Kak lepas kan aku"ujar Karin


"Tutup mulut mu aku melihat dengan mata kepala ku sendiri kamu mendorong Zhara"teriak Devil menggebu


"Cukup Devil"teriak Firman


"Papa yg ingin Zhara menyingkir dari kehidupan mu"ucap Firman mendekat


"Waw"ujar Devil tersenyum


"Ternyata benar ya yg di bilang Aleksa itu bukan orang luar musuh ku tapi keluarga ku sendiri"ujar Devil


"Sudah papa bilang papa tidak suka kamu menikah dengan wanita miskin"ucap Firman


"Tapi aku hanya mencintai Zhara pa"ucap Devil berusaha tenang


"Cinta mulut yg kamu pikirkan Devil"ucap Firman sinis


"Lihat perusahaan mu tidak berkembang"ucap Firman


"Aku tidak peduli"ucap Devil marah


"Kak menikah lah dengan ku"ucap Karin memeluk lengan Devil


"Diam sialan"ucap Devil mulai marah


"Papa yg ingin Zhara mati lalu kamu mau apa"ucap Firman santai


"Papa kira aku tidak akan berani menembak papa"ucap Devil melihat peluru nya


"Aku akan membunuh siapa pun orang yg menyakiti Zhara termasuk papa"ujar Devil tajam lalu menatap papa nya Devil mencekram baju papa nya


"Hei Devil kamu gila ya"ujar Arka menarik Devil tapi dia di pukul Devil lagi sampai terjatuh


"Mas"ucapan itu terdengar adem di telinga Devil pelukan itu terasa menghangat kan hati Devil


"Mas Devil tidak akan membunuh papa sendiri kan"ucap nya memeluk Devil erat Devil menurunkan senjata lalu berbalik mendapatkan Zhara di belakang nya


"Mas Devil jangan lakukan"ucap Zahra menangis menangkup wajah Devil


"Mereka membunuh sumber kebahagiaan kita*ucap Devil menatap Zhara lalu meneteskan air mata


"Aku tidak bisa melihat mu terluka"lirih Devil lagi mencium tangan Zahra


"Aku sadar mas Allah memberi kita cobaan biar kita semakin kuat kita harus iklas kehilangan anak pertama kita "ucap Zahra memeluk Devil


"Maafkan aku"bisik Devil mengelus kepala Zhara lembut


"Hu syukur kalian datang tepat waktu"ucap Arka legah


"Mama sudah menduga jika kak Devil akan mengamuk makan nya dia mengajak Zhara ke sini"ucap Syifa


"Kamu benar keterlaluan Firman"ujar Fikram


"Di mana hati nurani mu sampai kamu tega membunuh darah daging mu sendiri"ucap Fikram kecewa


"Aku tidak tersentuh sama sekali karna Zhara bukan menantu ku kecuali Zhara terlahir dari keluarga kaya maka aku akan menganggapnya menantu dan sampai kapan pun aku tetap membenci Zahra"ujar Firman


"Bukan Devil yg gila tapi kamu"ucap Fikram tidak habis pikir


"Alah udah seperti perusahaan yg kamu pimpin maju pesat semenjak menikah kan Arka dan Syifa aku juga mau seperti itu"ujar Firman


"Udah gila ya aku menikah kan mereka atas persetujuan Maya bukan karna harta ini dan soal perusahaan ku makin maju karna itu usaha dan kerja keras ku sendiri menurut ku apa yg Devil capai sekarang ini udah hebat dia masih muda masih belum banyak pengalaman harus nya kamu bangga pada Devil"ucap Fikram


"Aku tidak mengambil keuntungan dari Arka adalah menantu ku sebaliknya aku sangat tidak senang pada Arka yg selalu menyakiti anak ku bukan bangga dia terkenal di penjuru negri"jelas Fikram


"Ohh ya Firman mulai detik ini kamu tidak ada hak untuk Devil mau pun Zhara anggap saja kamu tidak memiliki anak kami yg akan menuntut Devil dan soal kegilaan Devil bukan karna dia lemah tapi karna kamu yg tidak bisa memahami Devil"ujar Fatma


"Tidak bisa Devil anak ku"ujar Firman


"Anak kok selalu membuat nya menderita"ketus Fatma


"Devil ayo Zahra harus balik ke rumah sakit"ucap Fatma lagi tanpa membuang waktu Devil mengendong Zhara yg memang masih terlihat lemah mereka segera pergi meninggalkan keluarga itu


"Syifa kamu pulang aja bersama Arka "ucap Fikran saat mereka sampai di depan mobil


"Ya benar kamu terlihat kelelahan aku yakin Devil bisa merawat dan menjaga Zahra"ucap Arka mengengam tangan Syifa


"Kami balik rumah sakit ya"ucap Fatma lalu masuk mobil melirik Devil yg sudah memeluk istri nya memberi kan pelukan paling hangat biar istri nya cepat sembuh


"Pepet terus Arka biar Syifa mual mual"ucap Fikram tersenyum lalu masuk mobil Arka jadi salah tingkah benar dia sudah lama tidak membuat istri nya tidak bisa jalan sedang kan Syifa hanya berlalu masuk mobil suami nya


"Ck jadi pingin kan sabar ya jagoan "ucap Arka terkekeh pelan


"l🚘🚘🚘

__ADS_1


"Sejak kapan kak Devil mencintai Zhara"ucap Syifa berfikir


"Menurut ku ya udah lama karna apa ngak mungkin kan Devil mau meniduri Zhara oke jika Devil bereksek sering meniduri wanita tapi kenapa sampai dia menikahi Zahra"jelas Arka


"Emm bisa aja mas kak Devil kan sering risih pada Karin karna Karin menggdoa nya mulu menyerahkan tubuhnya agar bisaa bersama kak Devil"ucap Syifa


"Tapi kenapa harus Zhara padahal banyak wanita lain yg mungkin pilihan papa nya meski bukan Karin "ujar Arka menjelaskan


"Ngak tau ahh pusing memikirkan perasaan orang lain"ucap Syifa pusing menyender kan tubuhnya ke jog mobil Arka melirik Syifa berusaha mengetahui perasaan apa yg tengah dia hadapi saat ini


"Dia pasti capek"gumam Arka melirik Syifa yg tertidur saat mereka sampai rumah,Arka membuka sabuk pengaman nya dengan pelan memperhatikan wajah Syifa


"Huamm eghmm"Syifa menguap pelan lalu membuka mata nya melihat wajaha Arka di depan nya


"Mas"ucap Syifa membalas tatapan Arka semakin serius semakin dekat lalu bibir mereka menyatu dan bibir Arka bergerak dengan lembut Syifa memejamkan matanya lalu melingkar kan tangan ke leher Arka membalas ciuman itu dengan pelan


"Maaf"ucap Arka gugup melepas kan ciuman nya dia jadi salah tingkah


Cup


"Tidak apa"ucap Syifa mencium pipi Arka lalu keluar dari mobil


"Hei"ucap Arka tersenyum mengejar Syifa yg tersenyum pada nya


"Mau kabur kemana"ucap Arka mengelitik Syifa


"Mas malu di lihat orang"ujar Syifa kegelian memeluk Arka


"Mas Arka nakal ya"ujar Syifa lalu mencubit pipi Arka


"Kamu yg nakal"ujar Arka memeluk pinggang Syifa dengan erat


"Minta jatah dong"ucap Arka tersenyum


"Mas Arka malu tau"ucap Syifa tersenyum malu


"Pingin nih"ujar Arka mengusap pipi Syifa


"Aku kan Istri mas Arka"ujar Syifa tersenyum lalu memejamkan matanya


"Kapan pun boleh mas minta hak mas Arka"ujar Syifa lagi masih memejamkan mata nya siap menerima kecupan Arka


"Istri yg baik"ucap Arka tersenyum mendekat kan wajahnya pada wajah Syifa semakin dekat dekat dan dekat


"Arka"panggil nya mengagetkan Arka dan Syifa


"A....a...ayah"ujar Arka kaget melihat pria berdiri di samping nya Syifa juga melihat paru baya itu memeluk lengan Arka


"Siapa"tanya nya


"Dia istri "ucap Arka dia jadi tegang memegang erat tangan Syifa


"Ohh ayah ngak tau kanu sudah menikah ayah tau alamat kamu dari Bara"ujar nya


"Ayo ayah masuk duluu"ajak Arka karna mereka masih di luar mereka segera masuk


"Istri kamu dari keluarga mana ayah ngak tau berita nya ayah baru kembali"ujar nya menyilang kan kaki nya Arka menggosok tangan nya jika mama nya tau Arka bicara pada pria ini lagi yg ada mama nya akan mengamuk


"Mas"ucap Syifa meletakkan minuman melihat Arka bengong


"Kamu belum jawab pertanyaan ayah"ujar pria itu


"Dia Syifa Emilia Sandoso yah anak dari ayah Fikram dan mama Fatma"jelas Arka memeluk bahu Syifa di samping nya


"Kenapa kamu menikah dengan nya"tanya nya serius


"Aku di jodohin "ucap Arka meneguk minumannya


"Kalian tidak boleh bersama"ucap nya serius


"Kenapa yah"ucap Arka santai


"Karna kalian suadara kandung"jelas nya


"Saudara kandung"ucap Arka dan Syifa bersama


"Iya apa kamu tau ayah meninggal kan mama mu karna dia ketahuan selingkuh sama Fikram dan anak pertama nya tidak lain kamu adalah anak nya Fikram"jelas nya


"Ayah jangan bilang sembarang"ucap Arka tidak percaya


"Ayah serius saat itu ayah sudah mengetahui kebenaran nya makan nya ayah meninggal kan mama mu"ucap nya


"Jika kamu tidak percaya kamu bisa mencari bukti nya"ucap nya lalu meletakkan foto dari saku jas nya


"Ini bukti yg ayah temukan dulu Fikram dan mama mu ketahuan habis dari hotel itu awal pernikahan kami dan mereka tidur bersama sampai mama mu hamil kamu"jelas nya


"Ayah ngak usah bohong"teriak Arka emosi


"Sekarang ayah pergi Syifa akan tetap istri ku"teriak Arka mengepal kan tangannya


"Ayah hanya ingin kamu tidak melakukan dosa besar Arka nikah dengan saudara sendiri"ucap nya


"Ayah pergi"teriak Arka marah


"Baik lah ayah pergi"ujar nya lalu melangkah


"Syifa Syifa*ucap Arka mengejar Syifa naik ke lantai atas


"Syifa dengar kan aku"ucap Arka menarik tangan Syifa


"Hiks hiks kita ngak mungkin saudara kandung kan mas"ucap Syifa menangis


"Tidak"ucap Arka memeluk Syifa dengan erat


"Kamu akan tetap menjadi istri ku"ucap Arka mengecup lembut kening Syifa lalu memeluk istrinya untuk menenangkan istri nya itu

__ADS_1


__ADS_2