
Matahari sudah naik memasuki kamar Arka dan Syifa ,Arka mengeliat pelan meraba raba kasur yg terlihat tidak ada kehadiran Syifa lalu Arka membuka matanya mengucek matanya benar Istri nya tidak ada Arka kira Syifa di bawah membuat sarapan jadi Arka mandi untuk bersiap ke kantor.Arka jadi khawatir Syifa tidak ada di rumah lalu Arka menelpon ponselnya Syifa tapi tidak ada jawaban semakin membuat Arka cemas, memang semalam mereka larut dengan pikiran sendiri bahkan Syifa terlihat tidak bisa tidur dan Arka memeluk nya supaya Istri nya tertidur
"Mungkin Syifa ke tokoh"gumam Arka lalu mengambil tas nya tapi dia tidak menemukan mobil dan hanya Rindi duduk di teras
"Rindi kamu tidak menemani Syifa keluar"tanya Arka
"Tidak tuan saya baru sampai"jawab Rindi berdiri
"Ya sudah ayo kita berangkat"ujar Arka lalu masuk mobil Rindi segera melaju kan mobilnya
"Hampa tanpa kehadiran Syifa kayak ada yg kurang"batin Arka menatap ke luar menghembuskan nafasnya kasar
"Tuan Arka lagi punya masalah sama nona"tanya Rindi melirik dari spion
"Tidak"jawab Arka
"Emm Rindi ke tokoh dulu saya mau ketemu sama Syifa sebentar"ujar Arka
"Baik tuan"ucap Rindi segera melaju kan mobilnya.Saat sampai Arka segera turun tapi dia tidak menemukan kehadiran mobil Syifa
"Asma , panggil kan Syifa"ujar Arka duduk di bangku tunggu
"Maaf tuan Arka,Syifa tidak datang ke sini"ujar Asma sopan
"Tidak ada"ujar Arka berdiri
"Ohh ya sudah"ujar Arka kembali ke mobil
"Kerumah sakit"ujar Arka datar Rindi segera melaju kan mobilnya lagi
Keadaan Zahra sudah membaik apa lagi Devil selalu menemani nya meski sedikit berdiam tapi Zhara merasa senang dengan perhatian kecil Devil pada nya seperti sekarang ini Devil mengupas kan buah untuk Zahra menyuapi nya meski Zhara menolak tentu Devil memaksa
"Makasih mas"ucap Zhara tersenyum mengusap tangan Devil
"Iya"ujar Devil datar
"Mas kita ngak papa kan tunda punya anak dulu kayak nya aku masih sedikit trauma"ujar Zahra menerima suapan Devil
"Aku merasa juga gitu aku terlalu takut"ucap Devil serius mengupas buah jeruk nya
"Emm mas aku boleh tanya ngak"ucap Zhara menatap Devil
"Hhmm"dehem Devil menyuapi Zahra
"Mas Devil kok punya pistol itu "tanya Zhara penasaran
"Pinjem punya Arka dia kan pembisnis besar butuh senjata saat ada kerjaan jauh"bohong Devil
"Ohh lain kali jangan lagi ya mas aku ngak mau"ucap Zahra meneguk air putih Devil memakan jeruk nya
"Iya lain kali ngak lagi"ucap Devil mengecup bibir Zhara sekilas
Cklek
"Sorry ganggu aku mau menanyakan keberadaan Syifa"ucap Arka serius Devil menoleh sebentar
"Syifa tidak ada di sini"ujar Devil santai membaringkan kepalanya di pangkuan Zhara yg bersender di brandar
"Iya tuan Arka , Syifa belum ke sini"ucap Zahra
"Kemana Syifa"gumam Arka jadi cemas lalu pergi
"Mas kayak nya mereka punya masalah mas Devil harus bantuin Arka"ucap Zhara mengelus kepala Devil
"Om Fikram belum telpon berarti semua masih aman"ujar Devil lalu menatap Zhara
"Aku mau beliin kamu kalung diamond kamu suka yg mana"ujar Devil mengeluarkan ponselnya menunjuk foto kalung nya
"Aku suka yg ini"ucap Zhara menunjuk wajah Devil dan tersenyum malu
"Maksud nya"ucap Devil serius
"Hanya becanda mas Devil serius mulu"ujar Zhara tersenyum Devil menatap penuh kecurigaan
"Kamu menyukai wajah ku"ucap Devil
"Hanya becanda mas"ucap Zhara tersenyum
"Jadi kamu tidak suka dengan wajah ku"kesal Devil
"Ehh ngak gitu"ujar Zahra mengaruk kepala nya
"Hanya becanda"ucap Devil mengecup mata Zhara
"Canda kok wajah nya serius"ujae Zhara
"Kamu ngak suka"ketus Devil
"Kok jadi serba salah"ujar Zhara mengaruk hidungnya
Tujuan Syifa adalah rumah Sandoso dia hanya ingin pulang dia ingin bertanya langsung pada mama nya Syifa semalaman ngak bisa tidur memikirkan nya ucapan ayah mertuanya yg datang tiba-tiba membuat Syifa gelisah tapi saat Syifa sampai dia menemukan Fikram becanda ria dengan Maya bahkan mereka terlihat dekat tidak segan Maya tertawa menepuk bahu Fikram karna candaan mereka dan tidak ada kehadiran mama nya.Syifa hanya diam bergabung saat mama nya memanggil nya Syifa memperhatikan kedekatan Fikram dan Maya
"Minum"ujar Maya menyerah kan kopi Fikram
"Pasti"ujar Fikram menyeduh kopi nya
"Ya Allah hati hamba gelisah apa benar mas Arka adalah kakak hampa"batin Syifa menahan tangisnya
"Syifa kesini kenapa sendiri lagi berantem sama Arka"ujar Fatma menyerah kan teh pada Syifa
"Ngak ma"ucap Syifa pelan menyeduh teh nya
"Aku mau bicara pada mu"ucap Arka datar datang dan berlalu ke lantai atas menuju kamar Syifa
"Syifa ,Arka memanggil mu"ucap Fatma menyadar kan Syifa
"Aku temui mas Arka dulu"ucap Syifa lalu mengikuti suaminya
"Maksud kamu apa pergi tanpa memberi tau ku kamu tidak menghargai aku sebagai suami mu lagi"kesal Arka saat mereka sampai kamar Syifa
"Aku ingin memastikan mas apa mas Arka itu kakak ku apa bukan aku tau aku salah"ucap Syifa
__ADS_1
"Aku tidak peduli kamu mau adik ku atau bukan yg pasti kamu harus tetap di sisi ku menjadi istri ku"ucap Arka mulai kesal
"Mas Arka jangan egois lagi aku gelisah memikirkan nya mas hati ku"ucap Syifa terpotong tidak mungkin dia mengatakan hati nya perih sakit menerima kenyataan suami yg sangat dia cintai adalah kakak nya
"Hati ku tidak tenang jika mas Arka adalah kakak ku ini tidak benar"lanjut Syifa
"Apa benar mas Arka adalah anak nya ayah Fikram"ucap Syifa pelan
"Cukup Syifa"geram Arka
"Aku tidak suka ya kamu bicara seperti itu seakan kamu ingin merendahkan mama ku lagi"ucap Arka
"Mas aku tidak bermaksud merendahkan mama Maya tapi aku butuh kepastian yg kita lakukan ibadah apa dosa"ujar Syifa
"Aku tidak peduli yg lain"ujar Arka
"Aku peduli mas aku ngak mau menikah dengan kakak ku sendiri itu salah besar"ucap Syifa menggeleng pelan
"Apa mas tau apa yg aku rasa"ucap Syifa
"Kamu itu istri ku"ucap Arka
"Aku melihat kedekatan mama Maya dan ayah "lirih Syifa menangkup wajah nya menangis entah kenapa hati Arka perih melihat Syifa seperti itu
"Kamu di sini aja aku mau berangkat kerja jika aku bilang di sini ya di sini"ucap Arka dingin meninggalkan Syifa tapi Syifa dengan cepat ingin mengantar suaminya saat di tangga mereka terdiam melihat Fikram memeluk Maya di depan pintu Arka mengepal kan tangannya
"Apa aku salah mas"lirih Syifa kembali menetes air mata kini Arka juga bertanya hubungan keduanya tapi dia tidak bisa kehilangan Syifa meski Arka harus egois
"Kamu tetap istri ku meski nanti kamu adalah adik ku maka kamu akan tetap menjadi istri ku"ujar Arka dingin menoleh pada Syifa
"Ini salah"lirih Syifa menyeka air mata nya Arka memegang bahu Syifa dengan erat
"Sampai kapan pun kamu tidak akan bisa lepas dari ku"ucap Arka datar tapi Syifa menepis tangan Arka memalingkan wajahnya hati Arka sakit menerima penolakan itu
"Kita tidak bisa mengabaikan kebenaran mas"ucap Syifa menahan tangisnya bahu nya gemetar
"Aghhh"teriak Arka memukul balkon tangga itu melampiaskan nya memukul berkali kali melihat tu Syifa semakin menangis membuat hati Arka makin sakit Arka berlalu dengan tangan yg berdarah
"Arka ada apa"ucap Fikram mendekat
"Bukan urusan mu"ketus Arka berlalu
"Arka apa seperti itu bicara nya"kesal Maya
"Stop ma aku muak dengan semua ini kenapa aku ngak bisa miliki istri ku seutuhnya kenapa"teriak Arka emosi dan berlalu
"Kenapa lagi anak itu bentar aku lihat dulu"ujar Maya mengejar Arka
"Syifa ada apa"ucap Fatma mengelus bahu Syifa yg gemetar menangis di tangga Syifa semakin terisak memeluk mama nya
"Kenapa kamu emosi Arka ada apa"ujar Maya
"Aku ini anak siapa ma"ucap Arka menahan amarahnya
"Jangan mempertanyakan ayah mu mama jadi emosi"kesal Maya
"Cih jika begitu jangan tanya aku kenapa"geram Arka menuju mobilnya
"Baik tuan"ujar Rindi patuh Arka segera masuk mobil dan melaju
"Anak itu kenapa lagi"uacp Maya heran dengan anak nya
Arkan membalut luka kakak nya melihat kakaknya menyender kan kepalanya di kursi kantor mereka berdua saling diam Arkan tidak bertanya karna dia tau jika kakak nya emosi seperti apa yg saat datang Arkan tau kakak nya lagi sangat marah
"Aku mencintai nya"ujar Arka menepuk kepala berkali kali
"Siapa,Nara"ucap Arkan santai
"Ya aku akan membunuh nya puas"kesal Arka melihat tangan nya Arkan membalut nya dengan rapi
"Aneh banget sih mencintai siapa"ujar Arkan
"Syifa Emilia Sandoso"ucap Arka penuh penekanan sekarang Arka tau perasaan nya seperti apa takut kehilangan Syifa sakit melihat Syifa menderita dan setiap jauh dari Syifa merasakan rindu teramat besar sehingga Arka ingin selalu Syifa ada di hadapan nya
"What"ucap Arkan melotot
"Yang benar kak"ujar Arkan kaget
"Aku aku aku takut kehilangannya aku bisa gila seperti Devil jika seperti ini"ujar Arka memukul kepala nya
"Keluar kan wajah Syifa dari kepala ku buang nama Syifa di hati ku"ucap Arka memukul kepala dan dada nya
"Gila ya"ujar Arkan mencibir
"Bagus dong"ucap Arkan tersenyum melipat tangannya di dada
"Hubungan ini tidak benar"ucap Arka frutasi membentur kan kepala nya di meja
"Kenapa sih"ucap Arkan keheranan
"Apa sebenarnya Syifa adalah adik ku*
"ujar Arka serius
"Apa kamu sudah gila "ucap Arkan
"Kemarin ayah mendatangi ku mengatakan Syifa adik ku"lirih Arka
"Ayah Fikram"ujar Arkan
"Bukan tapi ayah Reno"ucap Arka
"Gila udah mama bilang jangan bicara pada nya "ujar Arkan menampol kepala Arka
"Cari tau kebenaran nya aku bisa gila jika seperti ini aku bisa kehilangan akal sehat ku"lirih Arka dan Arkan hanya tertawa terbahak-bahak
"Ohh Syifa sayang ku abang Arka merindukan mu sayang"ucap Arkan meniru kan Arka
"Arkan"teriak Arka mengcengkram bahu Arkan darah nya mendidih
"Kamu kira aku becanda"ucap Arka emosi
__ADS_1
"Sorry"ucap Arkan serius
"Pesona apa yg di miliki kakak ipar"tanya Arkan menahan senyum nya
"Aku tidak tau yg aku butuhkan adalah kebenaran apa benar Syifa itu adik ku atau bukan"kesal Arka
"Aku akan mencari tau tenang"ucap Arka melepaskan cengkraman Arka lalu berlalu
"Kenapa rasa ini harus tumbuh jika aku harus berpisah dengan mu"lirih Arka memijit kepala nya dia menyadari jika dia mencintai Syifa
###
Devil tidak sengaja bertemu dengan Aleksa yg lagi memeriksakan anak nya jadi Devil menceritakan yg menimpa Zhara membuat Aleksa ingin bertemu dengan Zhara jadi Devil mengajak Aleksa
"Siapa mas"tanya Zhara tersenyum pada Aleksa
"Pantas Devil mengatakan jika istri nya jauh lebih baik dan jauh lebih cantik dari aku"ujar Aleksa tersenyum
"Tutup mulut mu"kesal Devil pada Aleksa dia tidak mau Zhara mengetahui perasaan nya sesungguhnya
"Mbak ini siapa"tanya Zhara
"Aku mantan pacar nya suami kamu pasti kamu sudah mendengar cerita Devil yg calon istrinya meninggal kan dan itu adalah aku"ucap Aleksa tersenyum lalu menceritakan peringatan Aleksa serta cerita dia dulu
"Emang dari dulu mereka tidak menyukai pasangan Devil jika miskin dan Karin itu akan selalu mencelakai pasangan Devil karna dia mencintai Devil"jelas Aleksa
"Dan bodoh nya aku tidak mendengar kan mu"ujar Devil tertawa getir
"Itu bukan kesalahan mas Devil itu semua takdir"ucap Zhara menepuk tangan Devil
"Kamu ngobrol aja sama Aleksa aku keluar sebentar"ucap Devil mengecup kening Zahra lalu berlalu
"Makasih ya mbak"ucap Zhara
"Tidak aku hanya tidak ingin yg terjadi pada ku terjadi dengan wanita lain mereka bukan orang yg baik padahal Devil sangat baik orang nya"ujar Aleksa mengelus kepala anak nya
"Aku merasa juga gitu mbak bahkan Karin menyiksa aku memperlakukan aku kayak pembantu"cerita Zhara
"Yang sabar mereka memang kayak gitu"ucap Aleksa tersenyum
"Ini anak mbak"tanya Zhara
"Iya"ucap Aleksa mengenal kan anak nya
"Aku baru selesai memeriksa kan anak ku itu kenapa ketemu sama Devil"ujar Aleksa
"Emang anak mbak sakit apa"tanya Zhara
"Tipes"jawab Aleksa
"Hai cantik"sapa Zhara mencubit pipi anak itu
"Tante senyum nya adem"ujar nya tersenyum membuat Aleksa tertawa
"Benar kan itu kenapa Devil tergila gila sama kamui"ujar Aleksa
"Ngak mas Devil ngak mencintai ku"ujar Zahra
"Ye kamu ngak tau Devil sepertij apa dia ngak mau menunjuk kan perasaan nya kenapa dia menikahi mu karna dia mencintai mu percaya deh sama aku"ujar Aleksa tersenyum
"Masak sih"ujar Zhara tersenyum malu mengingat kelakuan Devil
"Ohh ya Zhara aku harus pulang nanti majikan ku marah"ujar Aleksa melirik jam nya
"Kita bisa ketemu lagi aku telanjur menyukai anak mbak Aleksa"ucap Zhara mengecup pipi anak kecil itu
"Kita itu satu komplek lho aku kerja di rumah nyonya Margareta"ucap Aleksa
"Tapi aku udah pindah karna kejadian itu"jelas Zhara
"Kamu tinggal ke komplek mertua mu tanya aja di sekitar rumah nyonya Margareta pasti ketemu karna dia cukup dikenal"ucap Aleksa
"Kayak artis aja semua orang tau"ujar Zhara terkekeh
"Ehh ngak tau aja nyonya Margareta itu orang terkaya no 3 setelah keluarga Karten dan Sandoso bahkan Devil mah lewat"jelas Aleksa menjelaskan kekayaan majikan nya
"Tapi nyonya itu galak ngak suka"ujar anak kecil itu
"Ssttt nanti ketahuan"ucap Aleksa tersenyum mengecup anak nya
"Emang kamu betah gitu kerja sama orang galak"ucap Zhara tersenyum
"Butuh uang ya enak ngak enak sih"ucap Aleksa
"Kapan kapan aku mau ketemu sama sih cantik ini"ujar Zahra mengecup nya
"Nama aku Mira tante bukan cantik"ucap nya membuat Zhara tersenyum merasa gemes dengan nya
Cklek
"Zhara aku mau pergi sebentar nanti ada yg akan menemani mu"ujar Devil masuk
"Aku juga mau pulang nanti minta di antar sama Devil oke"ujar Aleksa
"Iya mbak"ujar Zahra tersenyum
" Mira cantik"ucap Zahra tersenyum mengecupi wajah Miri
"Kami pulang ya"ujar Aleksa lalu pergi
"Aku juga"ujar Devil datar lalu pergi saat menutup pintu kamar Zhara Devil memegang tangan Mria
"Heh berani ya kamu mau mencuri istri ku aku akan membunuh mu"geram Devil dan mengelap wajah Mira yg di kecupi istri nya
"Mama takut"ujar Mira
"Devil dia hanya anak kecil"ujar Aleksa mengendong anak nya
"Meski begitu aku ngak suka Zhara mencium orong lain selain aku dan aku tidak suak ada yang mencium nya selain aku peringatkan anak mu"geram Devil dan berlalu
"Dasar gila"cibir Aleksa memeluk anak nya yg ketakutan karna ulah Devil yg posensif terhadap istri nya itu sedang kan Devil sangat kesal Zhara mengecupi Mira
__ADS_1