
Asma melupakan kejadian masalah kartu kredit itu dia juga menjelaskan pada Bara jika dia tidak pernah memakai kartu itu ya meski Bara hanya percaya hanya separuh tapi tidak mengapa bagi Asma dia akan berhati-hati dalam semua tindakan nya karna mertua dan ipar nya berusaha menjatuhkan nya di depan Bara jadi Asma harus berhati-hati.Sedangkan Bara setiap malam dia menyempatkan waktu ke ruang kerja nya untuk memandangi foto Syifa dulu bahkan kenangan mereka masih di simpan Bara yg sangat mencintai Syifa bahkan tidak ada yg boleh masuk ke ruangan itu
"Sayang rasa ini tidak pernah luntur sedikit pun aku harus apa"ucap Bara memandang foto Syifa yg dia pasang sangat lebar seperti hidup
"Meski sudah ada Asma tapi tetap aku tidak bisa memaksa diri mencintai nya"ucap Bara memejamkan matanya berat tanpa ada Syifa di hidup nya
###
Karna sering sibuk Devil tidak punya waktu untuk Zahra karna ingin pokus dengan pekerjaan Devil pulang bekerja Zahra sudah tertidur dan Devil tidak membangun kan nya saat di pagi hari Devil hanya membawa bekal karna terburu buru bekerja dia sangat sibuk sering kali Zhara menuntut Devil untuk menemani nya tapi Devil tidak bisa karna banyak pekerjaan
"Aku kok amat merindukan mas Devil"gumam Zahra menatap Arka dan Syifa dia berkunjung ke rumah Karten
"Ya ela udah halal kali jika rindu jenguk dong"ucap Arka memeluk pinggang Syifa
"Mas Devil sibuk banget"ujar Zhara ada raut sedih di wajahnya
"Hati hati lho seketaris Devil cantik siapa tau bukan sibuk yg tidak bisa memberi waktu mungkin saja Devil tengah bermesraan dengan seketaris nya itu"ucap Arka memprokasi Zahra
"Widya mau kah kamu diner bersama ku istri ku sudah sangat membosankan"ucap Devil tersenyum pada seketaris nya
"Pak Devil mana bisa saya menolak bapak"ujar wanita itu tersenyum
"Mari"ujar Devil mengulur kan tangannya Widya menyambutnya lalu mereka pergi bersama
"Tidak"teriak Zahra tiba tiba karna tadi dia menghayal
"Kenapa sih"ujar Syifa menenangkan anak nya yg kaget
"Aku harus bagaimana ini mas Devil sudah bosan pada ku "ujar Zahra panik
"Zahra kak Devil itu pria yg setia ngak mungkin dia kayak gitu mas Arka hanya becanda"ucap Syifa menenangkan
"Kamu harus lihat deh"ujar Arka santai
"Aku pergi Syifa"ujar Zahra meraih tas nya dan berlari pergi
"Jika ngak kayak gitu Zhara ngak akan pergi"ucap Arka tersenyum pada Syifa
"Ajak mereka jalan yuk mas"ucap Syifa mengusap wajah kedua anak nya
"Iya"ujar Arka tersenyum mereka akan segera mengajak anak anak mereka jalan jalan
Zahra buru buru datang ke kantor Devil karna cemas jika suaminya merayu wanita lain Zahra tidak rela itu karna Devil adalah punya nya begitu pun kasih sayang Devil Zhara tidak bisa berbagi karna ucapan Arka membuat Zhara takut suaminya berpaling
"Bu Zahra"ucap Sean hormat
"Suami saya ada"tanya Zahra dengan cemas
"Iya bu"ujar Sean
"Mari saya antar"ujar Sean sopan menuju ruangan Devil
"Assalamualaikum ma....s"ucap Zahra yg awal nya tersenyum malah bermuka masam menatap Devil yg bertelanjang dada menatap nya di depan Devil ada seketaris cantik nya
"Zahra"ucap Devil lalu melirik dia dan seketaris nya
"Mas Devil"ujar Zahra mundur dan membanting pintu nya segera lari
"Lho bu pak Devil di dalam"ucap Sean bingung
"Sial Zhara"teriak Devil menyadari jika istri nya salah paham Devil segera berlari
"Pak baju bapak"teriak Widya mengigat kan Devil yg tidak memakai baju dengan berlari Sean juga bingung melihat Devil berlari apa lagi dengan tidak memakai baju
"Zahra tunggu"triak Devil tapi Zhara sudah mausk lift
"Ohh tidak"ucap Devil frutasi lalu lari menuruni tangga darurat
"Ternyata benar mas Devil tidak cinta lagi sama aku"ucap Zahra menangis di dalam lift lalu lift terbuka Zahra segera pergi
"Zahra tunggu"teriak Devil melihat Zhara para karyawan menatap Devil yg tidak memakai baju apa lagi keringat mulai membasahi tubuhnya membuat Devil jadi seksi melihat Devil Zahra berlari keluar dari kantor itu Devil tidak tinggal diam dia berlari mengejar Zhara
"Zhara dengarin penjelasan aku"ucap Devil memeluk Zhara menghentikan langkah Zhara yg sudah ngos-ngosan
"Mau apa"ujar Zhara mendorong Devil
"Yg jelas mas udah melakukan sesuatu lihat mas ngak pamai baju"ujar Zahr menyeka air mata nya
"Ngak kayak gitu sayang"ucap Devil
"Ngak usah panggil sayang aku benar sedih dan patah hati hiks hiks"ucap Zhara menyeka air matanya
"Tadi saat aku bicara dengan Widya ngak segaja kopi ku tumpah jadi aku berusaha membersihkan nya"ucap Devil
"Pembohong aku benci mas Devil"teriak Zahra sungguh itu sangat menohok hati Devil mendengar Zhara membencinya
"Jangan kata kan itu maaf kan aku"ucap Devil lalu berlutut
"Maaf sayang tolong jangan membenci ku'"ucap Devil memelas semua orang menatap Devil dengan tidak percaya melihat Devil seperti itu karna Devil di kenal dingin dan menyeramkan apa lagi setiap hari kerjaannya marah terus
__ADS_1
"Stop aku ngak mau ketemu sama mas Devil"teriak Zhara mundur
"Zahra"ucap Devil berdiri Zahra memegang kepalanya yg terasa berdenyut dan berkunang-kunang
Bruk
'"Zhara"ucap Devil panik melihat Zhara pingsan
"Sayang bangun"ucap Devil menepuk pipi Zahra
"Pak ibu kenapa"ujar Sean datang
"Bantu saya"ucap Devil mengendong Zahra menuju mobil karna ingin buru buru Sean mengambil mobilnya untuk mereka pakai
mobil mereka segera menuju rumah sakit
"Zahra jangan membuat aku takut"ujar Devil menepuk pipi Zahra pelan
"Kita akan segera sampai"ucap Devil mengecup kening Zhara yg pucat.Setelah sampai Zhara segera di periksa dokter
"Aghhh sial sial sial"teriak Devil memukul tembok
"Pak bu Zhara akan baik baik saja "ucap Sean memberi kan baju Devil
"Diam kamu ini semua karna istri mu jika istri saya kenapa-kenapa saya akan membunuh kalian"geram Devil memakai baju yg sedikit basah
"Hah kena lagi kan"gumam Sean menghela nafasnya dia lebih memilih diam saja
"Suami pasean"ucap suster membuka pintu
"Iya saya"ucap Devil
"Silahkan masuk pak"ujar nya Devil segera masuk melihat Zahra sudah sadar Devil segera memeluk Zhara dengan erat
"Sayang syukur kamu udah sadar"ucap Devil menciumi wajah Zahra
"Kenapa di sini "ketus Zhara
"Sayang semua hanya salah paham"ujar Devil lalu beranjak
"Heh kamu ngapain di situ ayo masuk"bentak Devil pada Sean
"Ya pak"ujar Sean segera masuk
"Dia ini seketaris ku sayang sekaligus suaminya Widya seketaris ku jadi ngak mungkin aku punya hubungan sama dia"ucap Devil mengengam tangan Zahra
"Ayo bicara kenapa hanya diam"kesal Devil menendang kaki Sean
"Apa kamu bilang"kesal Devil
"Tidak pak"ujar Sean cepat
"Ibu Zahra hanya salah paham Widya itu istri saya bu saya lebih tidak rela jika istri saya dengan pria yg ahh maksud saya sama pak Devil lagian kami menikah karna saling mencintai tadi juga saya udah tanya sama istri saya dia bilang hanya salah paham pak Devil menunggu laporan nya karna baju pak Devil kotor jadi dia melepas nya"jelas Sean
"Kamu ngak di tekan sama mas Devil kan"ujar Zahra curiga
"Ngak dong bu"ucap Sean cepat
"Jadi jangan marah lagi ya"ucap Devil tersenyum memeluk Zahra
"Bisa nya dia tersenyum dengan istri nya itu dengan kami aja seperti mau di telan hidup hidup"gumam Sean menatap Devil
"Jadi dok kenapa istri saya"ucap Devil mengengam tangan Zahra
"Dari pemeriksaan saya seperti nya istri bapak hanya syok dan lelah selamat istri bapak hamil"ujar dokter tersenyum
"Apa hamil kok bisa"ujar Devil kaget
"Apa ,kok bisa ehh ngak ingat apa yg kamu lakukan pada ku"kesal Zahra
"Ya juga ya"ujar Devil lalu tertawa
"Tapi dok saya tidak merasakan mual atau mengalami tanda kehamilan yg lain"tanya Zhara
"Bu hormon itu tidak hanya terjadi pada ibu hamil ada juga kasus hamil terjadi pada suami maksud saya karna ikatan bayi suami ibu akan mengalami itu jika benar ibu tidak merasakan itu"ujar dokter
"Apa bapak sering mual atau pusing"tanya dokter
"Saya sedikit ngak enak badan tapi benar dok saya beberapa hari ini sering mual"ujar Devil
"Kok aku ngak tau mas"ujar Zahra menatap suami nya
"Aku ngak tega bangunin kamu jadi berusaha tidak berisik"ujar Devil menyengir
"Itu akan menyusah kan mas Devil dong udah kerja harus mengalami ini semua"ucap Zahra
"Ngak papa biar terasa kasih sayang nya kamu mengandung dan aku merasakan kehamilan nya"ujar Devil tersenyum memeluk Zhara
"Ada solusi dok"tanya Zhara
__ADS_1
"Anda jangan khawatir bu pakk Devil akan baik baik saja hanya saja dia akan sering mual pusing bahkan ngidam seperti ibu hamil pada umumnya"jelas dokter
"Baik lah terimakasih dok"ucap Zhara
"Jika begitu saya permisi"ujar nya lalu pergi
"Selamat pak"ucap Sean mengulur kan tangan nya
"Heh yg hamil itu istri saya kenapa kamu malah seneng"ucap Devil geram
"Ya saya kan hanya memberi bapak selamat"ujar Sean
"Mending pergi sana kamu sudah tidak di butuhkan lagi dan juga hari ini dan besok saya tidak masuk ke kantor kamu kirim semua pekerjaan saya melalui email"jelas Devil
"Baik pak"ujar Sean lalu permisi pergi
"Aku akan memberi kabar bahagia ini pada pihak keluarga"ujar Devil tersenyum lebar melihat kebahagiaan di wajah Devil membuat Zahra bahagia berarti Devil menerima anak nya tidak seperti hamil pertama yg tidak menunjuk kan ekspresi nya sekarang terlihat Devil sangat bahagia
####
Semua keluarga bahagia mendengar kehamilan Zahra mereka mengunjungi Zahra di rumah Margareta termasuk Arka dan Syifa mengajak anak anak nya mereka mengucap syukur kehamilan Zahra karna rezeki anak yg mereka tunggu akhirnya tiba
"Harus hati hati Zahra"ucap Fatma tersenyum
"Iya mama akan menyiapkan semua nya"ujar Zea antusias
"Betul itu jadi ngak minjam anak kami lagi kan"kekeh Arka
"Ngak iklas banget"ujar Zhara
"Yang sabar ya Devil menghadapi ibu hamil nya"ujar Arka tersenyum
"Dokter bilang mas Devil yg merasakan hormon kehamilan nya seperti mual pusing apa lagi ngidam"ucap Zahra
"Kok bisa"ujar Arka
"Ya bisa dong Arka ada memang kasus kehamilan seperti itu"ucap Fatma
"Jadi nanti Devil akan bermanja pada Zahra ya aku juga mau dong manja pada Syifa jika dia hamil ngak akan marah karna hormon kehamilan"ucap Arka
"Hamil lagi saja"celetuk Devil santai
"Enak aja beby aja masih umur 3 bulan masak iya mau hamil lagi"ujar Syifa menggeleng pelan
"Ya kami juga senang mendengar Zahra hamil"ucap Firman masuk dengan istri nya
"Jika kejadian yg dulu tidak terjadi mungkin cucu ku sudah bertambah"sindir Fatma
"Berapa minggu usia kandungan mu Zahra"ucap istri Firman
"Ehh jangan menyentuh menantu saya ya saya tidak mau aura jahat pindah pada calon cucu saya"ketus Fatma menepis tangan wanita itu
"Lagian buat apa sih ke sini ngak ada guna"ujar Fatma melipat tangan nya di dada
"Lihat mama mu jadi kayak kamu"biisk Arka melihat mertuanya
"Kami juga mau melihat kehamilan Zahra hanya itu"ujar Firman
"Udah lihat kan jadi pergi sana"ketus Fatma
"Ma biarkan saja"ujar Zahra
"Stop kamu diam Zhara emang kamu mau mereka mencelakai calon anak mu lagi jika mama sih ngak mau jadi kamu diam aja biar mama mengusir mereka ini"ujar Fatma
"Nunggu apa lagi ayo pergi"kesal Fatma dengan kesal Firman dan istri nya hanya pergi tidak ingin membuat keributan
"Mama ini orang mau lihat saja"ujar Zhara
"Dengar ya nyonya Margareta jangan izinkan mereka itu mendekati Zhara karna mereka Zahra kehilangan anak pertama mereka"ucap Fatma
"Ma itu semua sudah takdir mereka ngak akan lagi melakukan itu"ucap Zhara menenangkan
"Iya ma lagian mereka tidak akan berani selain aku yg jagian Zhara kan ada mama Zea"ucap Devil serius
"Ya tetap saja mama masih khawatir mereka itu seperti ular"ucap Fatma
"Ma kita tidak bisa menghindari takdir allah aku yakin kok mereka semua sudah berubah buktinya ngirim hadiah untuk ku"ucap Zhara tersenyum lalu meraih kotak yg di bawa ayah mertua nya tadi
"Kue cokelat enak tuh"ujar Syifa tersenyum
"Ehh tidak biar aku cobaan dulu nanti siapa tau ada racun nya"ucap Devil lalu mengambil sepotong kue dan memakan nya tapi setelah itu mengunyah nya terasa nyaman di mulut nya jadi dia mengambil sepotong lagi
"Cobain apa doyan mas"ucap Zahra heran
"Enak"ucap Devil mengambil satu lagi
"Wah jika dia sampai perut buncit nikah lagi aja Zhara"ucap Arka menghentikan Devil yg ingin mengambil kue lagi
"Kamu benaran akan pergi dari aku"ucap Devil menatap Zhara
__ADS_1
"Tidak mas tuan Arka hanya becanda"ucap Zhara tersenyum
"Biaran aja nanti Syifa ninggalin dia"ucap Devil memeluk Zhara dengan posensif Syifa tertawa bagaimana bisa nanti kakak sepupu nya yg seorang mafia yg di takuti akan manja dan sensitif membayangkan itu membuat Syifa tersenyum tidak ada hentinya membayang kan wajah Devil yg biasanya datar dan galak berubah manja dan mengemas kan