Jodohku Seorang Presdir

Jodohku Seorang Presdir
Zea Margareta


__ADS_3

Akhirnya mereka bisa menyelesaikan masalah itu meski keyakinan mereka sempat goyah dan yg di dapat hanya luka di wajah.Arka menyelesaikan kerugian karna batal nya tender nya dan hilang nya beberapa klien nya yg di akibatkan ayah nya sendiri Arka dan Arkan berusaha sebaik mungkin agar perusahaan mereka tidak jatuh


"Zahra"panggil Devil duduk di sofa dia baru pulang dari kantor nya


"Iya mas"ucap Zhara masuk Devil melipat kaki nya merentang kan tangannya


"Serahkan diri mu*ucap Devil dengan mengangguk pelan Zhara hanya mendekat lalu duduk di samping Devil


"Mas aku kan baru selesai keguguran masih terasa sakit"ucap Zhara memeluk Devil


"Hhmm baik lan kamu cuti"ucap Devil memeluk Zhara mencium mata Zahra


"Mas boleh nanya ngak"ujar Zhara tersenyum malu malu


"Hhmm"dehem Devil


"Mas Devil mencintai ku"ujar Zhara menatap Devil


"Tau dari mana"ujar Devil serius


"Dari Aleksa dia bilang mas Devil mencintai ku"ujar Zhara


"Hahaha Aleksa ya"ujar Devil tertawa kaku dan garing


"Emm itu tidak mungkin kamu sudah di bohongi sebenarnya Aleksa itu masih mencintai ku dengan mengatakan itu dia bisa dekat dengan mu dan bisa merayu ku"ujar Devil berbohong


"Tapi Aleksa baik kok mas anak nya juga mengemaskan"ujar Zhara


"Kamu udah di tipu"ujar Devil mencium sudut bibir Zahra


"Mas"ucap Zahra menahan dada Devil membuat mataa mereka bersitatap


"Iya"ucap Devil menahan tangan Zahra di dadanya


"Ak....aku"ujar Zhara gugup memalingkan wajahnya malu


"Kenapa"ujar Devil memegang dagu Zahra


"Deg degan"ucap Zhara tersenyum malu Devil mengusap dagu itu lalu kembali memeluk Zhara


"Mau makan di luar ngak"ujar Devil


"Emm di rumah aja mas aku udah masak"ujar Zahra meletakkan tangannya di dada Devil


"Makasih mas dengan perlakuan mas Devil bisa mengobati hati ku yg sakit karna gagal jadi ibu"ucap Zhara pelan


"Aku akan berusaha membuat mu bahagia"ucap Devil mencium kepala Zahra


"Tuh kan mas tuh ngaku aja jika mencintai ku jika ada orang yg membuat wanita bahagia itu berarti dia mencintai nya"ucap Zhara tersenyum


"Siapa bilang ya aku harus membuat mu bahagia jika mama tau atau Syifa tau mereka bisa memukul ku"ujar Devil santai


"Masak sih Aleksa boong"ujar Zharaa berfikir


"Ya kamu terlalu lugu mudah di bohongi"ucap Devil menatap Zharaa salah satu sikap Zahra yg di sukai Devil adalah polos yg kadang membuat Devil tersenyum tertahan dengan tingkah Zhara


###


3 hari ini Arka sangat sibuk bahkan dia sering lembur kebersamaan nya dengan Syifa renggang karna pekerjaan nya karna kali ini kerugian nya sangat parah.Arka baru pulang pagi hari dia sangat lelah berjalan dengan gontai


"Syifa kamari"panggil Arka melihat Syifa di meja makan lalu Arka berlalu


"Hah mas Arka baru pulang"ucap Syifa lalu berjalan mendekati Arka


"Mas capek mau aku siapin air mandi"ucap Syifa membantu Arka melepaskan sepatunya


"Banyak banget pekerjaan di kantor"ujar Arka memijit kepalanya Syifa membantu melepaskan kancing kemeja Arka membuat Arka tersenyum kecil


"Hei jangan agresif gini dong aku lagi capek"kekeh Arka


"Otak nya kotor"ujar Syifa mencubit dada Arka


"Emm rindu nya"ujar Arka memeluk istrinya dan berbaring membuat Istri nya ada di atas nya


"Mas kan baru pulang pasti mas capek"ujar Syifa tersenyum


"Aku merindukan mu"ucap Arka mengelus pipi Syifa


"Sejak kapan pakai rindu"curiga Syifa


"Sejak kamu jarang memberi ku jatah"ujar Arka tersenyum


"Itu mulu di pikir kan"ucap Syifa tersenyum Arka berbalik menindih Syifa lalu mencium bibir Syifa semakin lama ciuman itu semakin dalam Arka sudah melepaskan hijab istri nya mulai menciumi istri nya Syifa hanya mengelus kepala Arka yg menciumi wajahnya


Dret dret


"Sial"umpat Arka saat merasakan ponselnya berdering lalu Arka duduk menerima ponselnya Syifa melihat raut wajah Arka yg lelah jadi Syifa meletakkan dagu nya di bahu Arka tangannya melingkar di bahu Arka mengelus rahang suaminya


"Capek banget ini aja baru pulang dan harus kembali lagi ke kantor"ucap Arka meletakkan ponselnya


"Dunia itu emang melelahkan mas"ucap Syifa mengelus pelan rahang Arka


Cup


"Aku mau tidur 30 menit soal sarapan nanti bawa ke kantor aja"ucap Arka mencium tangan Syifa


"Baring di pangkuan mu"ujar Arka lalu berbaring di pangkuan Syifa


"Mas Arka tidur aja"ucap Syifa mengelus kepala Arka dengan lembut Arka mulai memejamkan matanya


"Semoga rasa lelah mas Arka di ganti menjadi kebahagiaan"gumam Syifa mengecup kening Arka dengan lembut lalu mengecupi wajah Arka


####


Zahra membujuk Devil untuk mengantar nya ke rumah majikan Aleksa dia ingin ketemu dengan Mira anak Aleksa tentu Zhara sudah tau bagaimana cara membujuk Devil bahkan Zhara manja pada Devil supaya Devil mengizinkan nya

__ADS_1


"Wah mas rumah nya besar banget"ujar Zahra menganga menatap rumah itu


"Lebih besar dari rumah Sandoso bangunan nya sama seperti rumah Karten yg megah"ucap Devil keluar dari mobil di ikuti Zhara


"Kamu nanti tunggu aku jemput jika mau pulang aku mau bantuin Arka Seperti nya dia ada kesulitan"ucap Devil


"Iya mas"ucap Zahra mencium punggung tangan Devil


"Hati hati"ujar Devil mengecup kening Zhara lalu pergi Zhara segera masuk gerbang itu yg sedikit terbuka


"Kok ngak ada orang aku lupa lagi meminta mas Devil menelpon Aleksa"gumam Zhara bingung menyusuri masuk


"Assalamualaikum"ucap Zhara melihat ke dalam dan mendapatkan Aleksa lagi bersih-bersih


"Hei Mira"panggil Zhara tersenyum


"Tante manis"teriak Mira kegirangan langsung memeluk Zhara


"Kamu lucu banget sih"ujar Zhara tersenyum mengecupi wajah Mira


"Dia orang nya penyanyang"gumam Aleksa tersenyum melihat Zhara


"Kita main yuk"ajak Zahra


"Tante aku ngak mau nanti nyonya itu marah jika aku berisik"ucap Mira


"Nyonya Margareta lagi sakit makan nya dia ngak suka keributan"ujar Aleksa tersenyum


"Kita main di luar aja"ucap Zahra tersenyum


"Serius tante mau ajak aku main"ujar Mira semangat


"Iya"ucap Zhara tersenyum


"Ye ye aku ada teman main"teriak Mira kegirangan


"Ada apa ini"ucap nya tegas membuat Mira takut lalu Zahra menoleh


"Jika kalian ribut saya pecat"ucap nya tapi di ujung kalimat nya pelan menatap Zahra


"Maaf nyonya"ujar Zahra menunduk


"Siapa kamu"ujar nya


"Maaf nyonya dia teman saya"ucap Aleksa mendekat


"Saya tanya siapa dia"tegas nya


"Zahra dia nyonya Margareta nama nya Zea Margareta "bisik Aleksa


"Tatap saya"ucap nya menunjuk Zhara


"Emang wajah nyonya kenapa"ucap Zhara lalu menatap nyonya Margareta


"K...k.. kamu"ucap nya menahan dada nya


"Nyonya ngak papa"ujar Zhara mendekati nya


"Antar saya ke kamar"ujar nya pelan Zhara memampa nya


"Nyonya kan lagi sakit kenapa teriak teriak orang juga ngak melakukan kesalahan"ucap Zhara mengantar nya ke kamar nya


"Siapa naam mu"tanya nya duduk di kasur


"Zahra"ucap Zhara tersenyum


"Ehh kok nyonya menangis"ujar Zhara melihat wanita itu menangis


"Tidak saya sering sedih jika mendengar nama Zhara teringat anak saya "ucap nya menyeka air mata


"Nyonya minum obat dulu"ucap Aleksa meletakkan gelas


"Aleksa boleh aku ajak Mira main"ucap Zahra


"Iya boleh"ujar Aleksa


"Ya udah aku ajak sebentar ya mari nyonya"ujar Zahra tersenyum


"Tunggu"ucap nya


"Bantu saya berbaring"ujar nya santai


"Ohh iya"ucap Zhara memeluk bahu wanita itu membaringkan nya


"Aww"keluh Zhara merasakan sakit di kepala nya


"Kenapa Zhara"ucap Alekaa cemas


"Rambut nya nyangkut di gelang saya"ucap nya


"Ngak papa jika begitu saya pergi"ucap Zahra lalu melangkah pergi


"Kamu juga boleh pergi"ujar nya Aleksa segera pergi


"Aku mendapat kan sempel rambut gadis itu"ucap nya membuka kepalan tangannya yg tersimpan rambut Zhara yg tadi dia ambil


"Aku yakin mata itu sama persis seperti Zaki"gumam nya lalu menelpon seseorang


###


🌙🌙🌙


Malam ini nyonya Margareta ingin mengumumkan kerja sama nya pada perusahaan Karten dan Adirata yg mereka ajukan Arka sudah berusaha membuat proposal nya sebaik mungkin untuk persetujuan itu semua orang besar hadir di dalam pesta itu yg di adakan untuk menyambut nyonya Margareta


"Boleh aku mengatakan sesuatu"ucap Bara mendekati Syifa dan Arka

__ADS_1


"Perusahaan suami mu mengalami kerugian 10 milyar aku yakin sebentar lagi dia akan bangkrut"ujar Bara tertawa mengejek


"Jika bukan kelicikan kalian semua ini tidak akan terjadi"tajam Arka


"Itu karna kamu tidak bisa membagi waktu"ejek Bara tersenyum


"Aku saran kan Syifa kamu pergi dari nya"ujar Bara


"Meski mas Arka akan menjadi gembel sekali pun aku tetap akan ada di samping nya dan juga kamu lupa Bara jika ayah dan juga kak Devil siap membantu nya dan aku yakin mas Arka bisa memulih kan perusahaan nya"ujar Syifa memeluk lengan Arka


"Kerugian nya 10 milyar keluarga mu tidak mampu membantu nya"ujar Bara tersenyum


"Kita lihat nanti Bara"ujar Arka santai dia benar kesal dengan situasi ini


"Selamat datang nyonya Margareta"ucap Maya memeluk Zea


"Ya ya kamu tau kan kedatangan ku ke sini apa "ujar nya serius


"Aku mau mencari anak ku yg hilang dan akan menjodohkan nya pada Arkan karna ku yakin Arkan pria yg baik dari pada dia dengan keluarga suami ku yg akan membuat nya menderita"ucap Zea


"Ya aku mengerti "ucap Maya paham


"Aku duluan"ujar Zea lalu berlalu


"Tuan Fikram"ucap Zea menjabat tangan Fikram yg tersenyum


"Saya cukup senang bertemu dengan anda lagi "ujar Fikram tersenyum karna Zea orang nya cukup gigih dalam bekerja


"Dia siapa nya tuan Fikram"tanya nya menunjuk Zhara yg duduk di samping Devil


"Ohh dia menantu saya istri nya Devil"jelas Fikram


"Ohh saya duluan"ucap Zea lalu naik ke atas panggung


"Oke terimakasih semua"ucap nya memberi sambutan


"Setelah 23 tahun akhirnya saya kembali ke kota penuh cerita menyakitkan ini saya juga telah memutuskan dengan siapa saya bekerja sama nya"jelas Zea memakai kaca mata nya


"Saya tidak suka membuang waktu jadi saya akan bekerja sama dengan perusahaan Karten saya akan memberi dana sebesar 20 milyar"ucap nya santai


"Apa"ucap Bara kaget


"Tunggu nyonya berikan alasan pada kami kenapa anda memilih perusahaan Karten"ujar Reno membantah


"Pertama saya tidak suka kerja sama dengan orang licik seperti kalian dan saya paling tidak suka dengan orang yg merusak hubungan orang lain seperti Nara dan Bara karna apa karna orang seperti mereka yg membuat saya kelihatan anak saya "tegas nya


"Dan anda sudah berani membantah saya"ucap nya tegas


"Alasan itu tidak masuk akal"ujar Bara berdiri


"Saya sudah ingin menjodohkan anak saya yg hilang itu padaa Arkan Karten"ucap Zea tegas


"Saya juga bisa menikah dengan nya"ucap Bara masih belum terima


"Pria seperti kamu hanya merusak kebahagiaan sendiri"ucap Zena santai


"Keputusan saya tidak bisa di ganggu terimakasih"ucap Zea lalu turun dari panggung


"Aghh padahal sedikit lagi perusahaan Arka jatuh,"kesal Bara


"Selamat ya Arka saya harap kamu bisa memanfaatkan kesempatan ini"ucap Zea tersenyum menjabat tangan Arka


"Terimakasih nyonya saya akan memastikan jika anda tidak rugi"ucap Arka tersenyum


"Saya ada permintaan"ucap nya


"Bisa suruh wanita itu ke mari sebentar"ucap nya menunjuk seorang wanita Arka mengikuti arah tunjuk Zea


"Zahra"ucap Arka


"Ya benar"ucap nya


"Biar aku mas"ucap Syifa lalu melangkah


"Memang nya ada apa ya nyonya apa Zahra punya kesalahan"tanya Arka


"Tidak ''ujar nya tersenyum lalu duduk


"Ehh nyonya"ujar Zhara tersenyum duduk di samping Zea


"Perkataan saya tadi siang ada yg salah ya nyonya maafkan saya"ucap Zhara tidak enek dia takut jika karna dia kerja sama nya di batalkan


"Pejamkan mata mu"ucap nya tersenyum membuat yg lain keheranan termasuk Devil tapi Zhara ngikut saja memejamkan matanya


Cup


"Baik baik"ucap nya mengecup kepala Zhara membuat Zhara menatap Zea


"Kepala saya harum ya nyonya"ucap Zhara serius membuat Syifa tertawa


"Zahra jangan sekarang"kekeh Syifa


"Jangan sekarang apa"ucap Zhara bingung


"Kepala mu bukan harum tapi saya suka jika ada yg menyukai anak kecil"ucap Zea tersenyum menatap Zhara


"Ahh jika begitu boleh saya ketemu sama Mira anak nya Aleksa"ucap Zhara semangat


"Tentu'ucap Zea cepat


"Ngak boleh lagi keluar"ujar Davil


"Mas"ucap Zhara cemberut menatap Devil


"Jika nanti kamu terbukti anak ku maka aku akan memberi mu kasih sayang dan akan memanjakan mu"batin Zea menatap Zhara rasa nya dia ingin sekali mengecup mata indah Zhara saat pertama melihat Zhara sudah ada kerinduan di hati Zea apa lagi saat melihat Zahra pertama kali nya .Zea sudah banyak menghabiskan waktu mencari anak nya Zhara yg hilang di bawa suami nya pergi pada saat hari kelahiran anak nya keluarga Zea memang sangat kaya dan karna Zea anak satu satu nya jadi dia mewarisisi semua harta Margareta dan dia mengelola ini sudah 23 tahun dia berpisah dengan anak nya sampai kadang membuat Zea sakit sakitan

__ADS_1


__ADS_2