
Zahra melihat Devil masih engan bicara pada nya padahal Zhara sudah minta maaf kala Devil menjemput nya di rumah Karten tadi tapi sepertinya Devil masih marah pada nya bukti nya Devil tidak cerita apa apa tentang keseharian nya Zhara jadi bersalah ,Zea yg melihat anak dan menantu nya itu hanya tersenyum kecil menikmati makan malam nya dia tau jika keduanya saling bertengkar Zea paham itu karna meski hanya sebentar merasakan nikmatnya pernikahan tapi Zea paham betul bagaimana kehidupan rumah tangga itu
"Kalian bertengkar"tanya Zea dengan tersenyum
"Tidak"jawab keduanya Zea terkekeh pelan
"Apa kamu tau Devil dulu ayah nya Zhara itu orang nya sangat lembut dan juga romantis saat mama lagi ngambek di awal pernikahan dia membujuk dengan cara yg membuat mama tidak bisa melupakan nya"ucap Zea di sela makan nya
"Dia mengirim pesan pada mama di saat mama tidak mau bicara pada nya dia mebgirim kata kata manis "ucap Zea tersenyum mengingat suami nya
"Bisa aja mama nikah lagi karna mama banyak uang tentu banyak pria yg naksir mama tapi perlakuan ayah Zhara membuat mama tidak bisa lagi menikah lagi"ucap Zea
"Setiap rumah tangga itu pasti ada pertengkaran namun jika kita mau rumah tangga kita tetap bahagia kita harus saling mengerti dan mengalah jika pun mengalah jika hanya dari salah satu kita itu pun tetap menjadi duri"jelas Zea
"Zahea yg tidak mengerti diri ku"ucap Devil
"Tidak mengerti perasaan aku hanya ingin yg terbaik dengan mas Devil tapi mas Devil aja yg keras hati"ucap Zhara suaminya kenapa malah menyalahkan nya
"Selesai kan masalah kalian"ucap Zea tersenyum lalu berlalu ke kamar karna dia sudah selesai makan
"Aku juga selesai"ucap Devil lalu beranjak pergi Zhara hanya cemberut melihat Devil yg acuh
Setelah selesai makan Zhara masuk ke kamar melepaskan jilbabnya Zahra melirik Devil yg sudah bergelut dengan selimut Zahra menyisir rambutnya lalu dia ke kamar mandi
"Aku lagi datang bulan"gumam Zhara melihat celana nya Zahra melepas piyama nya lalu mencuci nya
"Kenapa lama dia ke toilet"gumam Devil mengintip sebentar sesungguhnya Devil benar kesal dengan Zahra tapi Devil bisa apa jika Zahra selalu membuat nya merindu malah Devil sangat merindukan istri nya karna tidak bicara dengan istri nya itu.Karna cemas Zahra tidak kunjung keluar Devil berajak mendekati pintu kamar mandi
Tok tok
"Zahra "panggil Devil tapi tidak ada sahutan
Brak brak
"Zahra buka pintunya"teriak Devil mengendor pintu
Cklek
"Kenapa mas"ucap Zahra mengeluarkan kepalanya dari dalam dengan gerakan cepat Devil mendorong pintu itu
"Kamu jangan membuat aku cemas"ujar Devil
"Cie cemas ya kata nya marah"ujar Zahra tersenyum menggoda
"Kamu "ucap Devil geram
"Mas aku kan udah minta maaf berhenti marah ahh"ucap Zahra menepuk tangan Devil
"Ya tapi lain kali jangan di ulang keluarga ku baik pada mu karna mereka memanfaatkan mu karna kamu anak dari Zea Margareta jadi aku tidak mau mereka memanfaatkan mu"ucap Devil
"Iya maaf"ucap Zhara tersenyum Devil memeluk Zhara
"Aku rindu tau"ucap Devil memegang wajah Zhara
"Siapa suruh marah pada ku mas sendiri yg rugi"ujar Zhara tersenyum
"Ya kamu benar"ucap Devil memeluk pinggang Zhara menatap bibir istri nya mengerti maksud Devil Zahra memejamkan mata nya dia tau Devil akan mencium bibirnya
"Stop"ucap Zahra padahal sedikit lagi bibir meraka bersentuh
"Ada apa"ujar Devil bahkan nafas Devil menyapu wajah Zahra
"Mas mau hanya sekedar cium atau mau lebih"tanya Zahra
"Kamu kira aku bisa meloloskan mu malam kemarin udah gagal sekang aku mau dobel"ujar Devil tersenyum mengusap bibir Zhara
"Lagi datang bulan"ucap Zhara cengengesan
"Apa"ucap Devil sedikit berteriak
"Rugi dong"celetuk Devil membuat Zhara tertawa
"Sekarang mas keluar ambilin celana aku tolong ya"ucap Zahra tersenyum
"Ck malas jadi nya"ucap Devil tidak semangat keluar dari kamar mandi Zhara hanya tersenyum
__ADS_1
Devil menekuk wajahnya berbaring dengan gelisah ,Zahra keluar dari kamar mandi melihat Devil memejam kan matanya dengan tangan nya di atas kepalanya Zahra menarik selimut dengan pelan dan menyelimuti nya Zahra tersenyum melihat Devil lalu dia meraih tangan Devil di kecup nya dengan pelan
"Selamat beristirahat suami ku"ucap Zhara mengelus kepala Devil lalu di kecup nya dengan lembut kening Devil
"Terimakasih sudah mencari nafkah untuk ku"ucap Zahra tersenyum lalu berbaring memeluk Devil tapi ternyata Devil belum tertidur dia menbuka mata nya
"Pencuri"teriak Devil membuat Zhara telojak kaget
"Sstt ada yg mencuri ciuman"ucap Devil lalu tertawa
"Ihh mas Devil"ujar Zhara memukul bahu Devil
"Sejak kapan kamu sering mencium ku diam diam"ucap Devil memeluk Zhara
"Hanya malam ini"ujar Zhara cemberut Devil membuat nya kaget
"Aku suka"ucap Devil tersenyum
"Mas perut ku sakit"ujar Zhara mengelus perut nya
"Ya udah sini aku peluk"ucap Devil meraih Zhara kembali berbaring memeluk Devil karna Devil sudah biasa menemani Zhara jika datang bulan di hari pertama maka perut Zhara akan sakit
####
Hari ini Bara bertemu dengan agen pencari jodoh Bara sudah memutuskan akan mencari wanita yg menurut nya pantas menjadi istrinya Bara menyeduh kopi nya saat pria itu menyodorkan album foto wanita yg mencari suami juga serta data wanita di gambar tapi sudah sekian kali Bara membolak balik tapi tidak menemukan wanita yg cocok
"Ada yg lain"ucap Bara
"Ada tuan tapi belum terdaftar di kantor kami karna mereka masih menimbang dulu akan mendaftar kan diri"jelas nya
"Tapi tuan saya merasa heran anda seorang sukses tapi kenapa harus mencari istri melalui jasa ini anda bisa minta mama anda mencari kan anda istri"tanya nya Bara hanya tersenyum simpul
"Jika melalui mama saya sudah saya pastikan jika wanita nya tidak akan baik karna pasti mama saya memilih hanya memandang harta sedang saya mencari istri untuk teman hidup"ucap Bara santai
"Mau saya cari kan yg sempurna untuk anda tuan"ucap nya Bara mengaruk alis nya berfikir sejenak dengan memandang pria itu tapi mata Bara tidak sengaja memandang sosok wanita yg akrab dengan nya
"Seperti nya saya tidak jadi memakai jasa ini mencari kan saya jodoh saya punya ide lain"ucap Bara lalu berdiri membenarkan dasi nya pria itu hanya bengong dengan ucapan Bara melihat Bara berlalu
"Hai"sapa Bara pada wanita yg bicara pada kasir cafe itu wanita dengan mata indah itu menoleh
"Mau ketemu sama siapa tumben ke sini"ujar Bara menatap wajahnya
"Ngak ini Aulia minta di beliin kopi dan juga kue "ujar nya tersenyum
"Emm Asma"ucap Bara ragu
"Ada waktu sebentar"ucap Bara serius Asma melirik jam di tangan nya
"Maaf aku bukan menolak tapi kami sangat sibuk"ucap Asma tidak enak
"Akan ku tunggu aku juga tidak ada pekerjaan aku akan membantu mu"ucap Bara tersenyum
"Ini mbak total nya 75 ribu"ucap wanita itu
"Ya makasih"ucap Asma menbuka dompet nya
"Tidak usah biar aku"ucap Bara lalu mengeluarkan dompetnya setelah membayar dia mengambil bingkisan Asma
"Seharusnya tidak usah merepotkan"ucap Asma tidak enak
"Tidak apa mari "ucap Bara mereka keluar dari restoran itu
"Oh ya Asma sekarang kamu sibuk apa"tanya Bara
"Emm ngak ada sih cuman sibuk pada tokoh aja"ucap Asma
"Nantiri ada yg mau aku bicarakan"ujar Bara tersenyum
"Kamu bawa motor biar aku yg bawah bingkisan kamu duluan aja ke tokoh nya"ucap Bara lagi
"Ya udah deh aku duluan"ucap Asma lalu menuju motor nya Bara sudah mengambil keputusan jika dia akan mengajak Asma menikah
###
Setelah pekerjaan selesai dan akan pulang Bara mengantar Asma pulang dan Aulia yg memakai motor .Mereka mengobrol hal singkat ya memang Asma dan Bara adalah teman karna sering ke tokoh mereka juga sangat dekat sampai Asma menaruk hati pada pandangan pertama tapi dia tidak berani menunjuk kan nya pada Bara karna sadar siapa diri nya.Asma adalah anak yatim piatu tidak memiliki keluarga bagi Asma sahabat nya adalah keluarga nya Asma tinggal sendiri sejak umur nya 18 tahun sekarang umurnya sudah memasuki 25 tahun
__ADS_1
"Asma"panggil Bara saat mobil berhenti di depan rumah Asma yg sederhana
"Iya kenapa"ucap Asma
"Apa kamu punya kekasih "tanya Bara serius
"Tidak ada"ucap Asma tersenyum
"Apa kamu mau menikah dengan ku"ucap Bara serius perkataan itu membuat Asma serius tapi hanya sebentar lalu dia tertawa kecil
"Udah sore jangan becanda mending pulang siap untuk sholat magrib"ucap Asma tersenyum membuka pintu mobil
"Asma aku serius"ucap Bara memegang tangan Asma
"Aku serius ingin menikah dengan mu"ucap Bara
"Bara"ucap Asma melepaskan tangan Bara dari tangannya
"Aku hanya hidup sebatang kara aku ingin mempunyai suami yg sampai akhir hayatt ku aku juga ingin menikah dengan pria yg mencintai ku apa ada nya"ucap Asma tentu dia senang Bara melamar nya tapi Asma tidak ingin melakukan kesalahan jika mengambil keputusan hidup nya
"Sesungguhnya aku mencintaimu Asma"ucap Bara mengengam tangan Asma
"Ya aku mencintaimu entah apa alasannya aku tidak tau dan aku janji akan membahagiakan mu"ucap Bara mencium tangan Asma
"Aku mencintaimu"ucap Bara serius Asma mata nya berkaca kaca
"Aku juga mencintaimu"ucap Asma tersenyum Bara terkejut
"B.... benar kah"ucap Bara gugup
"Jika begitu mari kita menikah aku janji akan membahagiakan mu"ucap Bara tersenyum Asma mengagguk bahagia
"Sekarang masuk besok aku akan menemui mu lagi kita bicara soal pernikahan"ucap Bara tersenyum
"Iya aku masuk"ucap Asma tersenyum lalu keluar dari mobil dia segera masuk
"Ya Allah terima kasih engkau membuka kan hati Bara "ucap Asma tersenyum lebar laluku menuju kamar mandi
"Maaf Asma aku membohongi mu karna jika kamu tau aku mencintai Syifa mungkin kamu akan menolak ku"ucap Bara lalu melajukan mobilnya untuk pulang
###
Setelah yakin akhir nya Asma mau menikah dengan Bara karna Bara juga menyakinkan Asma jika Asma akan bahagia jika menikah dengan nya mereka menyiapkan pernikahan mereka . Bahkan Bara sudah menyebar undangan
"Aku mau mengundang keluarga Karten untuk datang ke pernikahan ku"ucap Asma tersenyum menyerahkan undangan itu semua hanya saling memandang
"Maaf Asma bukan aku ingin ikut campur tapi apa kamu tau jika Bara mencintai Syifa"ucap Zenap serius
"Zenap aku sudah mendengar dari mas Bara jika Syifa hanya masa lalu nya dia juga mencintai ku jangan khawatir"ucap Asma tersenyum tentu tidak ada yg percaya karna beberapa minggu yg lalu Bara membuat kekacauan
"Maaf Asma bukan aku tidak setuju dengan pernikahan ini tapi apa kamukanu benar yakin mau menikah dengan Bara"ucap Syifa
"Ada apa dengan kalian apa salah aku menikah dengan mas Bara aku tau aku jauh berbeda dengan Syifa"ucap Asma jadi kesal
"Bukan begitu Asma"ucap Syifa cepat
"Iya Asma kamu pikir dulu ini demi kebaikan mu sendiri"ujar Zhara
"Zahra sebelum nya kamu yg paling bijak tapi kenapa kamu malah seperti ini seperti nya kalian sudah berubah jika tidak setuju terserah mas Bara mencintai ku menerima aku apa ada nya dia juga akan membahagiakan ku "ucap Asma berdiri
"Jika kalian tidak suka tidak masalah aku permisi"ucap Asma lalu pergi Asma merasa tersinggung sebagai sahabat nya mereka tidak sedikit pun menunjuk kan senang jika Asma menikah dengan Bara
"Semoga kebahagiaan menyertai Asma"doa Zahra
"Aamiin"ucap semua
"Aku heran deh apa yg membuat Bara mau menikah dengan Asma maksud ku adalah Bara aja mencintai Syifa lalu kenapa bisa dia memutuskan mau menikah dengan Asma"ucap Zenap berfikir
"Iya juga aku bersependap dengan Zenap"ujar Aulia
"Kita jangan berburuk sangka siapa tau Bara jatuh cinta pada Asma siapa tau Bara sudah berubah"ucap Syifa tapi ada kecemasan di mata Syifa dia cemas dengan sahabat nya nya itu
"Sangat malang nasip wanita itu"ucap Maya menatap ke depan
"Mama"ucap Syifa
__ADS_1
"Harus menikah dengan Bara dan masuk ke keluarga kejam itu tapi bersyukur dia masih hidup"ucap Maya dia sudah tau banget otak keluarga Adirata apa lagi nyonya Adirata mengigat Asma hanya wanita biasa tentu itu akan jadi masalah untuk Asma mempunyai mertua seperti ituu tapi mereka tidak bisa berbuat apa apa karna Asma jadi salah paham jika mereka memperlihatkan nya padahal mereka hanya ingin yg terbaik untuk Asma tapi Asma malah salah paham mereka hanya bisa berdoa semoga Asma baik baik saja dan bahagia selalu