Jodohku Seorang Presdir

Jodohku Seorang Presdir
Bahagia


__ADS_3

Setelah jenazah Reno sampai di rumah keluarga segera meminta di makam kan sebelum itu keluarga meminta ustadz sekitar mensholat kan jenazah jadi lah mereka mensholat kan jenazah Reno terlebih dahulu


"Sholat jenazah sudah selesai jadi kita akan segera membawa jenazah ke pemakaman"ucap ustadz itu


"Baik lah pak kami akan membawa nya"ujar Arka berdiri bersama Arkan lalu mereka memikul keranda mereka segera menuju pemakaman mengunakan ambulance menuju tempat pemakaman


Setelah proses pemakaman dan mendoakan jenazah pemakaman nya selesai yg hadir cuman dari pihak keluarga saja Arka dan keluarga nya setia mengikuti proses begitu pun keluarga Karten ikut hadir


"Pak Arka kita bicara di rumah"ujar pengacara itu mereka akhirnya pulang


"Baik saya akan menyampaikan wasiat bapak Reno"ujar pengacara itu berbicara karna sudah berkumpul semua anggota keluarga


"Saya sudah memeriksa semua aset penting dari bapak Reno sebelum bapak Reno meninggal perusahaan di ambang kebangkrutan karna itu sebagian hartanya dia jual untuk membangkitkan perusahaan itu tapi itu semua belum bisa menstabilkan perusahaan"jelas nya istri Reno bernama Nina itu hanya menyimak saja


"Dan setelah saya selidiki juga gaji karyawan sudah 2 bulan menungak belum di bayar"jelas nya lagi


"Jadi karna bapak Reno belum membuat surat wasiat nya jadi pak Arka selaku anak tertua nya jika menyanggupi semua nya saya bisa serahkan semuanya"jelas nya


"Tidak bisa pak saya istri sah nya"ujar Nina membantah keras


"Lagian selama ini Arka tidak pernah ada apa dia emang terbiasa mengambil punya orang"sindir nya


"Maaf apa anda menyinggung diri sendiri bukan nya anda sendiri yg suka dengan punya orang"ujar Maya kesal


"Ma udah"bisik Arkan menenangkan


"Bukan aku tapi kamu Maya dari Syifa kamu mengambil nya dari Bara dengan paksa menjodohkan nya bahkan sekarang kalian mau menguasai perusahaan ini semua"ujar nya sinis


"Hallo ngaca dong perusahaan itu hasil kerja keras keluarga Karten tapi bajingan itu mengambil nya secara paksa lagian soal Syifa kenapa mau protes pada ku jika mereka tidak berjodoh sana protes pada yg mentakdirkan mereka"ketus Maya kesal


"Tenang semua tenang"ujar pengacara itu


"Pak saya punya perusahaan sendiri meski saya dan adik saya mengelola nya tapi itu juga menyita waktu kami benar apa yg di katakan nya dia yg lebih berhak atas perusahaan itu"jelas Arka


"Baik jika begitu saya akan menyerahkan atas nyonya Nina"ujar nya


"Tentu saja"ujar Nina tersenyum kemenangan


"Tapi nyonya karna anda yg mengambil tanggung jawab ini jadi gaji karyawan harus ada yg melunasi ini semua"ujar nya


"Lah kenapa saya pak"bantah Nina


"Ya karna perusahaan itu jatuh pada anda "ujar nya


"Bara kamu bisa kan bantu tante"ujar Nina


"Sorry perusahaan Adirata bukan tempat pinjam uang"ujar Sunanda cepat


"Kami tidak bisa meminjam kan uang"ujar Sunanda lagi


"Kami yg akan membantu membangkitkan perusahaan itu"ujar Arkan serius


"Sudah seharusnya"ujar nya tersenyum Maya merasa jijik dengan Nina


####


Gio tersenyum menatap Asma yg ada di bawah nya di singkirkan Gio rambut Asma yg berantakan di sapu nya keringat Asma yg nafasnya masih terengah-engah Gio tersenyum memancarkan wajahnya cahaya yg begitu indah seperti rembulan


"Abang suka sekali menggoda ku dengan keadaan seperti ini"ujar Asma pelan masih mengatur nafasnya


"Nyatanya janda itu lebih enak dari perawan"kekeh Gio pelan


"Abang ini di dengar perawan abis abang di keroyok"ujar Asma tersenyum mengelus pipi Gio


"Bang ngak mau turun gitu dari atas tubuh ku"ujar Asma


"Mumpung Leon kesekolah kamu tau kan jika ada dia selalu nempel pada ku kayak perangko jadi ini kesempatan ku"ujar Gio tersenyum


"Bilang aja mau nambah"cibir Asma membuat Gio tersenyum


"Terimakasih"ujar Asma tersenyum menatap Gio


"Dalam rangka apa"ucap Gio menatap istri nya


"Abang dan keluarga abang sudah memberi cinta pada ku sekarang aku sangat bahagia bisa masuk ke dalam keluarga kalian"ujar Asma tersenyum

__ADS_1


"Apa kamu lagi merayu ku"kekeh Gio


"Aku serius abang tampan ku"ujar Asma mencium tangan Gio


"Ya aku tau aku mencintaimu tidak akan ku biarkan air mata kesedihan jatuh dari mata mu"ujar Gio mengelus pipi Asma


"Cepat selesai kan bang mau istirahat"ujar Asma memeluk punggung Gio dia tau Gio saat meminta hak nya di pagi hari tidak cukup satu kali dia akan mengulang lagi.Gio menangkup wajah Asma lalu mencium nya Asma hanya tersenyum kecil Gio membuat nya hidup seperti ratu nya jadi Asma selalu memenuhi keinginan Gio jadi mereka kembali memberi cinta menggapai keindahan dan kebahagiaan


3 jam kemudian


"Istirahat saja aku mau ke rumah sakit"ujar Gio mengancing kan kemejanya


"Ngak mau istirahat bang"ujar Asma menatap suaminya


"Ada operasi"ujar Gio mengambil ponselnya memasukkan di saku celananya Asma menarik kemeja Gio lalu mencium bibir Gio sekilas


"Ngak mau lagi"goda Asma dengan tersenyum


"Mulai saat selesai aku ada pekerjaan menggoda ku"ujar Gio tersenyum


"Ya karna aku berani"ujar Asma tersenyum


"Aku berangkat ya ohh ya kamu istirahat saja Leon biar aku yg jemput"ujar Gio mencium kening Asma


"Assalamualaikum"ujar Gio lagi


"Waalaikum salam"ujar Asma tersenyum menatap Gio yg berlalu sekarang Asma bisa merasakan menjadi seorang istri dan menantu yg sesungguhnya bahkan sekarang dia menjadi ibu meski Leon bukan anak kandung Gio tapi Gio sangat menyayangi Leon Asma sangat beruntung menikah dengan Gio mungkin dulu rumah tangga nya dengan Bara tidak sempurna tapi Allah gantikan dengan Gio yg sangat sempurna untuk Asma dan dia sangat bahagia


"Ehh Gio mau jemput Leon"ujar Syifa tersenyum melihat Gio


"Iya nih"ujar Gio


"Asma nya mana ngak sakit kan"tanya Syifa cemas


"Tidak hanya saja aku suka menjemput Leon kesekolah"ujar Gio tersenyum


"Papa"teriak Leon berlari memeluk Gio


"Ulu kok Leon jadi berat sih"ujar Gio memeluk Leon


"Ehh apa cinta cinta"ujar Gio tidak menyangka Leon bisa mengatakan itu


"Iya om Leon ini cinta terus kata bu guru"belum sempat Nur bicara sudah di potong Leon


"Iya Leon tau kan ngak tidur saat bu guru jelas kan kita masih kecil ngak boleh cinta cinta"ujar Leon


"Nah pintar"ujar Syifa tersenyum


"Kami pulang ya "ujar Syifa tersenyum


"Bunda Arysif nya belum sampai"ujar Nur


"Ohh iya tapi kemana Arysif"tanya Syifa tidak melihat kehadiran anak nya


"Ya Allah Arysif kamu kenapa"ujar Syifa memeluk anak nya yg berantakan di antar oleh ibu guru


"Nyonya Syifa saya melihat tadi Arysif berkelahi"ujar nya


"Ya Allah nak kan ngak boleh berkelahi itu"ujar Syifa


"Bunda Arysif ngak mulai Arysif berusaha menahan amara Arysif tapi pria itu membuat Arysif marah"ujar Arysif kesal


"Kenapa nak jangan kayak gitu dong"ujar Syifa cemas


"Bunda bilang wanita itu sangat mulia derajat wanita juga lebih tinggi dari pada pria kita perlu menghormati wanita tapi pria itu memukul wanita itu Arysif sudah mengatakan jika ngak boleh tapi dia malah nampar Arysif wanita itu juga di pukul Arysif tidak suka melihat wanita di sakiti dan pria itu seenaknya mengatakan dia bisa melakukan apa saja tanpa ada yg bisa menghentikan nya untuk melecehkan wanita Arysif cuman membuktikan jika sang penolong itu ada Allah mengerak kan hati Arysif ke sana untuk menolong nya Arysif kesana melihat pria itu"jelas Arysif penuh kemarahan


"Arysif memang benar menolong itu wajib bagi kita tapi kamu kan masih kecil jika ada kejahatan Arysif bisa mengatakan dengan orang dewasa"ujar Gio


"Om kami sebagai anak anak juga seorang manusia di perbolehkan menolong orang yg kesusahan untuk apa menjadi dewasa tapi tidak ada kepedulian"ujar Arysif benar kesal


"Maaf jika Arsyif membuat kesalahan "ujar Arysif mengengam tangan Syifa


"Ayo bun"ujar Arysif melangkah mengengam tangan bunda nya menuju mobil


"Lain kali jangan menyakiti diri sendiri nak"ujar Syifa mencium tangan Arysif

__ADS_1


"Maafin Arysif bun"ujar Arysif memeluk bunda nya Syifa jadi cemas pada Arysif yg selalu berfikir seperti orang dewasa jadi Syifa akan bicara pada Arka untuk memindahkan sekolah Arysif dan Nur untuk bersekolah di pesantren jika Arsyif berada di lingkungan seperti ini yg ada dia terus terusan berkelahi Syifa tidak mau lagi terjadi sesuatu terhadap anak nya begitu pun dengan Nur Syifa mau Nur ikut Arysif


Karna untuk merilekskan hari mereka yg tegang jadi Arkan mengajak Zenap makan di luar tanpa mengajak Aina karna Arkan mau mekan berdua bersama Zenap ,Arkan lagi berusaha menyenangkan istri nya itu karna kesalahan nya akhir akhir ini


"Buat permintaan maaf ku jadi hari ini bebas mau minta apa"ujar Arkan tersenyum


"Ya ila mas ternyata ngajak aku makan hanya menebus rasa bersalah aku tuh udah maafin mas Arkan yg aku butuhkan bukan ini semua tapi mas Arkan"ujar Zenap tersenyum


"Aduh gemes jadi sama istri ku ini pengertian banget"ujar Arkan terkekeh mencubit pipi Zenap


"Tapi jangan sampai mas kelewat batas mentang mentang aku ngertiin mas Arkan bisa seenaknya melakukan kesalahan"ujar Zenap


"Iya ngak akan lagi"ujar Arkan tersenyum


"Tapi ngak usah kayak gini juga mas buang uang aja mending uang nya di tabung"ujar Zenap karna dia kurang suka juga dengan kemewahan apa lagi di ajak Arkan makan di restoran termahal


"Tabungan ku udah ngak muat sayang"ujar Arkan tersenyum mengerti maksud Zenap


"Masak ngak muat mas ada ada saja"ujar Zenap tersenyum


"Sayang aku kerja keras itu untuk kamu dan Aina bahkan hasil nya sekarang ini lebih jadi aku hanya ingin membuat kamu bahagia hasil kerja keras ku"ujar Arkan mencium tangan Zenap


"Iya aku lupa jika suami ku ini seorang Presdir"kekeh Zenap


"Jika ngobrol terus kapan makan nya"ujar Arkan


"Mas aja yg pesen"ujar Zenap


"Ya udah aku pesanan ya"ujar Arkan lalu menbaca menu nya setelah merasa yakin dia memesan nya


"Ohh ya mas gimana dengan Ari apa dia masih menjenguk mas Arkan di kantor"ujar Zenap


"Masih sih tapi ngak sesering dulu kamu kan selalu menjaga ku jadi dia tidak bisa mendekati ku terimakasih ya sayang"ujar Arkan mengelus kepala Zenap


"Iya mas aku akan selalu menjaga mas Arkan dari kesalahan itu karna apa"ujar Zenap tersenyum


"Karna apa"tanya Arkan penasaran


"Karna aku sangat mencintai mas Arkan"bisik Zenap lalu memeluk lengan Arkan


"Hhmm kok ada yg mengelitik perut ku ya"ujar Arkan tersenyum lebar Zenap hanya tertawa mendengar nya


"Kamu juga jangan ragu kan cinta ku kamu wanita pertama dan terakhir yg aku cinta"ujar Arkan tersenyum menepuk tangan Zenap


"Iya lah karna mas Arkan gay saingan ku bukan wanita tapi pria"bisik Zenap tertawa kecil


"Udah Berani menyindir ku ya"ucap Arkan mencium kening Zenap dengan mesra


"Permisi pesanan nya tuan"ujar nya lalu menata makanan yg di pesan Arkan


"Mau aku suapin"ujar Arkan tersenyum


"Malu mas banyak orang"ucap Zenap melirik sekitar


"Biarin aja"ucap Arkan lalu mengakat sendok nya Zenap tersenyum kecil lalu menerima suapan Arkan dia tersipu saat ada yg mengabadikan momen mereka


"Ya udah jika kamu malu di rumah nanti aku suapin"ujar Arkan tersenyum mengelus kepala Zenap


"Dari tadi lihat pipi ku terasa panas"ujar Zenap tersenyum malu


"Biarin aja aku suka"ujar Arkan tersenyum lalu mereka lanjut makan dengan mengobrol


"Ohh ya mas kan Aina semakin lama semakin besar untuk membuat dia semakin pokus dengan pendidikan nya aku mau ganti sekolah nya Aina aku mau masukin dia ke pondok pesantren yg menginap"ujar Zenap karna Aina bersekolah berbeda dengan Nur dan Arsyif ,Zenap memasukan Aina ke pesantren tapi bisa pulang karna Aina masih kecil tapi kali ini seperti nya Zenapnao sudah siap untuk melepaskan anak nya bersekolah di pondok pesantren dari dini


"Emang kamu siap tanpa Aina"tanya Arkan mengunyah makan nya


"Insyaallah mas ini juga demi kebaikan Aina aku ngak mau dia nanti salah pergaulan pada saat lepas dari pandangan ku"ujar Zenap


"Jika bagus aku setuju karna bagus juga Aina seorang wanita dia harus banyakbyak belajar soal agama"ujar Arkan


"Iya mas"ujar Zenap lalu menatap Arkan yg mengelus pipinya dan mengusap sudut bibirnya


"Belepotan sayang"ucap Arkan tersenyum sampai Zenap tersipu di buat nya


"Makasih mas"ujar Zenap tersenyum lalu lanjut makan tapi mereka tidak menyadari dari tadi ada yg memperhatikan mereka siapa lagi jika bukan Ari yg tidak sengaja melihat kehadiran mereka tadi pada saat makan

__ADS_1


__ADS_2