
Arka tersenyum menyatukan kening nya dengan Nara mencium kembali bibir Nara dengan semangat mereka masih ada di bar dengan suara musik yg kencang Arka menyelip kan tangannya di telinga Nara dengan bibir terus menyatu Nara meletakkan tangannya di dada Arka
"Bisa kita pindah"bisik Nara mengecup leher Arka lalu mereka naik ke lantai atas dengan masih berciuman lantai atas khusus sewaan kamar ruang pribadi untuk pengujung.Nara menjatuhkan Arka kekasur melepas kan jas Arka dengan semangat mencium bibir Arka mereka berdua terus berciuman sampai Nara membuka ikat pinggang Arka
"Cukup"ujar Arka mendorong Nara
"Kenapa"ucap Nara heran tidak biasa Arka yg menolak
"Sayang aku ini masih punya Syifa ngak adil untuk nya jika kita melakukan hal lebih jauh lagi"ujar Arka
"Kamu kok ngomong kayak gitu"ujar Nara sebal
"Sayang percaya pada ku jika Syifa itu akan mengizinkan kita jika kita bicara baik baik pada nya"ujar Arka
"Tau ahh jadi kesal"ucap Nara membelakangi Arka
"Aku merasa kamu tidak serius dengan hubungan kita"ucap Nara lagi
"Kamu ngomong apa sih sekarang mari kita ngomong dengan Syifa aku yakin dia akan memahami kita"ucap Arka
"Oke jika begitu"ucap Nara lalu berdiri mengambil tas nya dan mereka pergi
Syifa masak untuk makan malam di bantu para pembantu yg lain mereka mengobrol sedikit mereka menceritakan kisah kehidupan mereka Syifa hanya menyimak lalu saat Syifa mendengar suara mobil ,Syifa segera berlari kecil untuk menyambut Arka tapi saat Syifa membuka pintu senyum Syifa luntur seketika melihat cewek bergelayut manja dengan Arka siapa lagi jika bukan Nara
"Syifa aku mau bicara pada mu"ucap Arka serius
"Kenapa mas Arka membawa wanita lain ke rumah"ucap Syifa memalingkan wajahnya
"Tuh kan Arka kamu bisa menganggap dia mau bicara baik baik"kesal Nara
"Kamu bisa percaya ngak sih sama aku"Arka jadi kesal dengan Nara yg tidak bisa sabaran
"Ayo Syifa kita ngobrol sebentar"ucap Arka mengajak Syifa duduk di sofa
"Silahkan di minum"ujar Syifa menahan gejolak di hati nya Syifa mengusap tangannya
"Ngak"ketus Nara memeluk lengan Arka
"Syifa kamu ngak mau kan melihat suami mu terjerumus ke lubang ke kegelapan aku mencintai Nara dari pada aku selalu bertemu di belakang mu aku mau izin menikahi nya jika kamu tidak setuju kamu bisa pergi"ucap Arka tanpa basa basi Syifa menahan sesak di hatinya Syifa berusaha berpikir tenang
"Mas aku hanya manusia biasa dan mas tau aku tidak suka berbagi cinta aku bisa berbagi jika itu orang tua dan saudara yg lain tapi tidak membagi suami aku hargai permintaan mas Arka tapi mas aku tidak akan izinin mas Arka nikah lagi dan aku ngak akan pergi dari mas Arka"tegas Syifa
"Dan kamu Nara kamu dari keluarga terhormat bukan bersikap lah seperti orang terhormat"ucap Syifa dan mencela Arka yg terlihat kesal
"Cukup mas aku diam saat mas berteriak pada ku membentak ku karna aku salah melawan mas Arka tapi sekarang aku ngak bisa diam karna mas Arka ngajak perempuan lain ke rumah kita"ucap Syifa penuh ketegasan
"Ehh kamu pikir kamu siapa udah baik juga aku izin"kesal Arka
"Ya dasar wanita tidak tau malu"ketus Nara
"Mas Arka sekarang aku tanya apa kurang nya aku "ucap Syifa serius
"Syifa hati itu tidak bisa di paksa kamu ngak bisa memaksa aku untuk mencintai mu"ucap Arka berusaha sabar
"Ho ho apa mas Arka merasa sangat tampan sampai mengira aku menyukai mas Arka dengar ya mas Arka aku hanya ingin di sisi mas Arka karna mas Arka suami aku"ucap Syifa
"Ehh jangan karung ajar ya"kesal Nara berdiri
Brak
"Pergi tidak"teriak Syifa melempar gelas
"Mas Arka masuk kamar"ucap Syifa menarik tangan Arka dengan paksa masuk ke kamar meski Nara mengejar mengedor pintu
"Ssttt ngak usah keluar ngak usah marah-marah pada ku mas yg salah sekarang ini"ketus Syifa mengunci pintu nya Arka tidak percaya itu
"Ehh Syifa buka ngak aku mau ketemu sama Nara lagian kamu ngak bisa melarang aku"ujar Arka menenteng tangannya Syifa benar kesal
"Mas Arka ngak boleh bawa wanita lagi ke rumah"ucap Syifa lalu mencubit pinggang Arka
"Jika sampai mas Arka bawa wanita lagi aku benar akan membunuh wanita itu"ancam Syifa
"Aghhhh heh Syifa sakit kamu menyakiti ku"ujar Arka menahan perut nya
__ADS_1
"Itu aja sakit"cibir Syifa
"Kamu berani ya"geram Arka
"Udah udah udah berisik mas Arka aku kesal cepat sadar mas sebelum terlambat yg mas lakukan itu salah aku hanya mengingat kan mumpung aku punya kesempatan"ujar Syifa
"Apa mas Arka tau hukum berselingkuh dan berzina itu"ujar Syifa
"Tau"ucap Arka santai
"Lalu kenapa mas lakukan"kesal Syifa jadi jengkel dengan jawaban Arka
"Ya karna aku mencintainya kamu tuh yg selalu menghalangi kebahagiaan ku pokoknya aku akan tetap menikahi Nara salah kamu yg ngak mau pergi dari ku jadi jangan salah kan aku jika kamu menderita merasa tidak adil"ucap Arka mengambil kunci kamar dan membuka nya Nara langsung memeluk Arka
"Aku cemburu tau"kesal Nara mengusap wajah Arka
"Iya sayang aku akan tetap menikahi mu"ujar Arka tersenyum
"Benarkah"ucap Nara senang di angguki Arka lalu Nara mencium bibir Arka begitu pun Arka membalas ciuman nya di depan Syifa melihat Arka nampak menikmati itu membuat air mata Syifa jatuh Syifa menghapus air mata nya lalu pergi
Syifa mengendarai motornya dengan berurai air mata sepanjang jalan Syifa menangis bahkan dia tidak memberitahu Arka jika dia pergi karna sakit hati yg di alami nya tujuan Syifa ke rumah Karten karna jika dia pulang dan mengatakan semua nya yg ada dia akan menghancurkan rumah tangganya sendiri jadi Syifa hanya butuh pelukan
"Mama"lirih Syifa berurai air mata memeluk Maya yg di kamar Maya kaget kedatangan Syifa apa lagi menangis
"Lho Syifa kok di sini"ujar Maya membalas pelukan Syifa
"Mas Arka jahat"ucap Syifa menangis tersedu Maya menghembuskan nafas nya kasar mengelus punggung Syifa
"Syifa "ucap Maya menghapus air mata Syifa
"Apa Arka menyakiti mu"tanya Maya
"Mas Arka bawa wanita lain dia mau menikah dengan Nara aku ngak mau ma hiks hiks"ucap Syifa menangis tersedu Maya menghapus air mata Syifa
"Mama tau tapi kamu ngak boleh menyerah kamu terus berjuang mengambil hati Arka yg kamu hadapi ini adalah peperangan bukan soal menang kalah Syifa kamu jangan kayak mama menyerah kamu mau Arka milik orang lain"ujar Maya membuat Syifa menggeleng
"Mama tau kamu kuat Syifa menghadapi Arka kamu jangan pernah menyerah mama ngak bisa apa apa karna mama ngak akan ikut campur masalah kamu dan Arka"ucap Maya lalu menyambung kan telpon kamar sebelah
"Ada apa ma"ucap Arkan datang
"Arkan hubungan kakak kamu dan Nara makin tidak bisa di anggap enteng kamu temani kakak ipar kamu mencari solusi antar dia pulang kakak kamu mengajak Nara ke rumah"ucap Maya
"Tapi ma aku mau sama mama"ucap Syifa
"Jangan pernah memberi kesempatan pada pelakor"tegas Maya
"Baik lah aku akan tetap semangat dan akan melawan mas Arka"ucap Syifa berusaha kuat
"Maafkan mama membuat mu menderita"ucap Maya memeluk Syifa dia benar tepat memilih kan Arka istri tapi Maya sedih dia harus mengorbankan Syifa demi Arka
"Mama ngak usah khawatir aku akan terus berjuang"ucap Syifa berusaha kuat
"Sekarang pulang"ucap Maya mereka segera pamit
πππ
"Kak Arka bawa Nara pulang"tanya Arkan serius
"Iya menurut kamu aku harus bagaimana biar kedua nya tidak selalu bersama"ucap Syifa menatap Arkan yg pokus dengan jalanan
"Kakak harus menganggu pertemuan mereka aku tau kapan mereka ketemu nanti aku akan ajak kakak untuk menggangu mereka kakak harus buktikan kekuatan seorang istri"ujar Arkan tersenyum menoleh pada Syifa
"Baik lah aku akan ikuti saran kamu"ujar Syifa lalu kembali menatap jendela
Arka duduk di sofa bersama Nara mereka merencanakan pernikahan mereka Nara tersenyum memilih semua nya tapi dengan sesekali mencium wajah Arka.Syifa yg sudah datang jadi kembali bersedih tapi dia teringat belum sholat magrib jadi dia izin dengan Arkan naik ke lantai atas
"Ehhm"dehem Arkan duduk
"Kamu sadar tidak apa yg kamu lakukan"ujar Arkan datar
"Udah lah Arkan jangan ikut campur masalah aku lagi"ucap Arka
"Hah aku ngak mau lihat kakak menyesal seumur hidup meninggal kan kak Syifa demi wanita ini kak Syifa jauh lebih baik dari pada dia lihat ini"ujar Arkan mengeluarkan ponselnya
__ADS_1
"Apa pernah kak Syifa mempoyah kan uang yg kakak berikan dia menyumbang kan 150 juta uang dari yg kakak kasih 200 juta itu dia sumbang kan pada panti asuhan rumah sakit dan panti jompo dan kak Syifa membangun tokoh kecil bersama sahabatnya dan dari yg aku amati sekarang ini kak Syifa berubah 180 Β°dari yg dulu"ujar Arkan menjelaskan semua nya
"Aku ngak peduli itu semua kamu ngak mengerti Arkan jika aku mencintai Nara"ujar Arka jadi kesal
"Hah susah ya bicara dengan kak Arka ini oke baiklah jika kakak menyesali semua nya aku orang pertama yg akan menertawakan kakak "ucap Arkan santai
"Aku tidak akan menyesali wanita itu karna aku hanya mencintai Nara"ujar Arkan tegas
"Ya ya ya cinta yg buta dan penuh kemurkaan"ujar Arkan
"Makasih sayang memilih aku"ucap Nara memeluk Arka senang Arka hanya tersenyum mencium kening Nara
Setelah sholat menenangkan pikirannya Syifa turun ke bawah melihat Arka bahkan Arkan sudah pulang di sini Arka sudah di atas tubuh Nara mereka bercumbu melihat itu hati Syifa kembali sesak air mata nya jatuh lagi Syifa menghapus air mata nya lalu dia teringat pada Maya yg menyuruh nya tetap semangat bersama Arka,Syifa mempunyai ide dia naik ke lantai atas membuka tas tadi siang lalu mengambil tikus mainan dengan pelan Syifa melemparkan tikus mainan itu ke arah Arka dan Nara
"Aghhh"teriak Nara saat benda itu menempel di dada nya mendorong Arka dengan keras
Brak
Punggung Arka sampai membentur meja sedang kan Nara sudah lari terbirit-birit karna takut berusaha melepaskan benda itu yg tadi Syifa terkikik dia jadi cemas melihat Arka kesakitan
"Mas Arka"ujar Syifa segera turun
"Aghh Nara apaan sih kok dorong aku"ucap Arka meringis
"Mas kenapa"ucap Syifa cemas
"Lihat punggung ku sakit banget Nara mendorong ku"ucap Arka duduk Syifa segera melihat punggung Arka yg ternyata berdarah
"Berdarah mas"ucap Syifa jadi bersalah
"Aku obati ya"ujar Syifa pergi mengambil obat setelah itu kembali
"Bentar mas"ucap Syifa menuangkan obat merah Arka menarik baju nya keatas lalu Syifa menempel kan ke luka Arka dengan meniup lembut punggung Arka
"Ihh Arka kok aku tinggal sebentar malah mesraan sama Syifa"teriak Nara sebal
"Gara gara kamu juga mendorong ku"ujar Arka menurunkan baju nya karna sudah selesai
"Pokoknya aku ngak rela"kesal Nara cemberut
"Aku benarin baju nya dulu mas"ujar Syifa mengancing kan baju Arka dengan kesal Nara melangkah mendekati Arka tapi dengan sebal nya Syifa menghalangi langkah Nara dengan kaki nya sampai
cyut
Bibir Nara menempel di meja sampai berselancar Arka kaget melihat itu melihat Nara seperti itu lalu kedua nya terkikik melihat Nara
"Ehh ngak ada suami orang meja pun jadi sasaran dari bibir kamu"ucap Syifa terkikik
"Nara kamu ngapain mengosok kan bibir kamu ke meja"ucap Arka terkikik
"Ini semua karna Syifa"teriak Nara kesal menarik tangan Syifa ingin menampar Syifa tapi Arka menarik tangan Syifa
"Udah jangan menyakiti nya lagi"ujar Arka datar Syifa tersenyum bersembunyi di punggung Arka dan menjulurkan lidahnya pada Nara membuat Nara makin kesal
"Kamu pilih aku atau dia"geram Nara
"Kamu ini apaan sih sekarang pulang besok kita lanjutkan rencana nya"ujar Arka
"Arka"kesal Nara lalu menghentak kan kaki nya kesal dan pergi Syifa mulai serius
"Kamu jadi mas mau menikahi Nara"ucap Syifa
"Iya lah sekarang kamu ku beri pilihan kamu mau izinin aku menikah atau kamu menanda tangani surat gugatan"ucap Arka serius Syifa tidak percaya dengan pilihan yg di berikan Arka
"Mas Arka tidak pernah sama sekali memikirkan perasaan ku apa mas tau aku udah janji dengan mama Maya bahwa aku ngak akan meninggalkan mas Arka karna apa mama ngak mau mas menikah dengan Nara aku pun begitu aku sebagai istri tidak mengizinkan mas Arka menikah dengan Nara"tegas Syifa
"Mas udah lah mending mas terima aja takdir jika hanya aku yg Allah takdir kan untuk mas Arka jangan memaksa takdir mas"ujar Syifa
"Kamu tidak bisa menentukan takdir siapa pun dan apa kamu tau kamu itu hanya benalu di kehidupan ku kamu hanya duri di kebahagiaan ku"ujar Arka sinis
"Aku tidak berharap semua berakhir aku berharap kamu sadar jika aku ngak bisa kamu miliki kecuali aku sendiri menyerah kan semua nya untuk mu tapi itu hal yg tidak bisa di lakukan karna aku hanya mencintai Nara dan kebahagiaan ku pada Nara"ucap Arka
"Oke jika mas Arka berfikir seperti itu akan ku buktikan kan dengan doa dan usaha maka aku akan membuat mas Arka menerima pernikahan kita menerima aku sebagai istri mas Arka aku berharap nanti nya mas Arka tidak menyesali semua perbuatan mas Arka jika mas Arka memutuskan Nara maka aku orang pertama yg akan tersenyum dan saat itu aku berharap mas masih bisa bicara padaku sebelum semua terlambat"ujar Syifa lalu pergi meninggalkan Arka untuk menyiapkan makan malam nya dia tau Arka belum makan meski mereka bertengkar Syifa masih melayani Arka dengan baik
__ADS_1