Jodohku Seorang Presdir

Jodohku Seorang Presdir
Hanya ingin hidup berdua


__ADS_3

Arka berhasil mengajak istri nya pulang mendapatkan izin dari Fikram untuk bersama Syifa lagi tentu itu jadi hal yg baru untuk kedua nya kini mereka akan menjalankan hidup bersama membina rumah tangga .Arka menyuruh bawahan nya menyetir mobilnya sedang kan dia duduk bersama Syifa di kursi belakang Syifa hanya duduk dengan memegang tangan Arka yg memain kan ponsel


"Pelayan di rumah kita nanti mau kita kerja kan berapa orang"ucap Syifa berfikir


"Lho emang kenapa"ujar Arka memasukkan ponselnya ke saku celananya


"Ya aku kan ngak bisa kerja mas"ucap Syifa


"Ngak ngak aku ngak suka jika ada yg menganggu kita cukup kita berdua aja yg tinggal di rumah"ucap Arka cepat


"Lho emang kenapa mas lalu siapa yg mau bersihin rumah dan masak"ucap Syifa bingung


"Kamu lah"ujar Arka santai menatap wajah Syifa


"Aku"ucap Syifa bingung bagaimana dia mau bekerja jika dia tidak bisa melihat


"Tapi mas bagaimana aku mau bekerja aku kan ngak bisa lihat"ucap Syifa pelan Arka hanya tersenyum menepuk tangan Syifa


"Nanti aku urus sekalian juga aku bantuin"ucap Arka tersenyum


"Benar"ucap Syifa tersenyum


"Iya "ucap Arka tersenyum


"Terimakasih mas"ucap Syifa tersenyum senang lalu mobil masuk ke perkarangan rumah mereka segera turun Arka menuntun Syifa masuk ke rumah karna sebelum pergi Arka menyuruh orang membersihkan rumah nya


"Selamat datang"ujar Arkan semangat ingin memeluk Syifa


"Heh heh siapa yg izinin kamu masuk"ucap Arka mendorong Arkan


"Ehh orang bodoh bukan nya kamu menyuruh ku membersihkan rumah ini jadi aku melakukan nya dan mau menyapa kakak ipar"ucap Arkan santai


"Ngak boleh"ucap Arka mendorong Arkan


"Lagian aku menyuruh mu membersihkan rumah ini dengan pelayan bukan kamu"ucap Arka kesal


"Ya ya ya tapi itu udah selesai minggir aku mau bicara sama kakak ipar"ujar Arkan mendorong Arka


"Heh siapa yg izinin kamu sekarang kamu pergi"ucap Arka lalu mengajak Syifa naik ke lantai atas


"Biarin aja mas "ucap Syifa berhenti melangkah


"Apa kamu bilang"ucap Arka kesal


"Ya Arkan kan adik mu mungkin dia kangen bicara pada ku sebagai kakak ipar"ujar Syifa tersenyum


"Tuh dengar sendiri"ucap Arkan mengejek


"Kamu punya hubungan sama Arkan"ketus Arka


"Hah engak"ucap Syifa cepat


"Terserah deh"kesal Arka lalu berlalu pergi


"Mas Arka"panggil Syifa tapi Arka sudah berlalu


"Udah kak biarin aja emang kak Arka kayak gitu"ucap Arkan tersenyum


"Ya deh nanti aku akan membujuk nya tapi Arkan bagaimana aku mau masak dan berberes jika aku ngak bisa lihat kayak gini"ucap Syifa mengutarakan kebingungan nya


"Kak Arka larang orang tinggal di sini ya"tebak Arkan di iyakan Syifa


"Pantas sih karna kak Arka itu ngak suka jika di ganggu kak Arka itu sangat posensif terhadap milik nya jadi aku hanya ingin bilang selamat datang di kehidupan pria gila"ucap Arkan tertawa


"Arkan dia itu kakak kamu"ucap Syifa cemberut


"Bukan sih dia itu suami kakak ipar"ucap Arkan santai


"Sama aja Arkan jika dia suami kakak berarti kakak kamu"ucap Syifa


"Ohh iya ya"ucap Arkan lalu tertawa geli


"Kakak ipar tenang saja aku akan ajarkan setiap inci rumah ini tapi kakak boleh masak aja jika soal beres nanti aku suruh orang"ucap Arkan tersenyum


"Terimakasih ya Arkan"ucap Syifa tersenyum


"Iya kakak ipar"ucap Arkan tersenyum lalu menjelaskan semua isi ruangan ini dengan sesekali becanda dengan Syifa


Setelah Arkan pulang kini Syifa berjuang sendiri untuk sampai ke kamar nya dia mengingat dan meraba letak kamar nya di mana setelah berusaha dan menghitung pintu akhirnya Syifa membuka pintu kamar dengan pelan


"Mas Arka"panggil Syifa tapi kamar itu kosong


"Kok mas Arka ngak ada ya apa aku salah kamar tapi benar kok "ucap Syifa bingung lalu dia maju mencari lemari dan membuka siapa tau menemukan yg membuktikan jika itu memang benar kamar nya


Cklek


"Kamu ngapain"ujar Arka masuk


"Benar ini kamar kita"ucap Syifa tersenyum


"Udah selingkuh nya sama Arkan"ketus Arka meletakkan ponselnya


"Mas Arka ini apaan siapa juga yg selingkuh"ujar Syifa mendekati Arka


"Emang kenyataan nya kamu suka kan sama Arkan begitu pun Arkan"ujar Arka


"Ngak mas"ucap Syifa


"Orang aku sama Arkan itu hanya sebatas kakak ipar lagian ya mas apa ngak bisa seperti Arkan ngomong nya halus rajin sholat lagi"ujar Syifa tersenyum


"Sekalian kamu nikah sama dia"ketus Arka berlalu


"Ehh mas aku hanya becanda maaf ya maaf"ujar Syifa mengikuti suara langkah Arka

__ADS_1


bugh


"Awww sakit mas"ujar Syifa saat badan Arka tiba tiba berhenti dan menabrak


"Aku ngak suka ya jika istri ku memuji pria lain"ketus Arka menjewer Syifa


"Ya mas maaf ya maaf aku hanya becanda"ucap Syifa menahan telinga nya


"Lagian kamu belum kenal Arkan sebenarnya"ucap Arka mengelus telinga Syifa membuat Syifa tersenyum


"Emang seperti apa"tanya Syifa


"Nanti juga kamu tau"ujar Arka santai


"Aku mau kerja"ucap Arka melepaskan baju nya lalu duduk di kasur memangku laptop


"Ya udah aku mau ke kamar mandi dulu"ujar Syifa berbalik dengan pelan


"Mau kemana"ujar Arka menatap Syifa


"Ke kamar mandi"ucap Syifa


"Ngak usah"ujar Arka santai


"Lah kenapa mas"ucap Syifa heran


"Kamu temenin aku baringan"ucap Arka membuat Syifa tersenyum


"Baik lah"ujar Syifa tersenyum lalu menuju kasur


"Terus aku ngapain mas"ucap Syifa mempertajam pendengaran nya


"Kamu hanya diam"ujar Arka lalu mengarahkan tangan Syifa untuk memeluk pinggang nya dia bersender di kepala ranjang


"Bosan mas jika kayak gini"ujar Syifa tersenyum mendongak meski Syifa tidak tau ekspresi Arka saat ini


"Ck menyebalkan"ujar Arka melepaskan pelukan Syifa lalu dia pergi Syifa tidak tau apa yg Arka lakukan jadi Syifa melepaskan hijab nya menyisir rambut nya dengan tangannya lalu Syifa merasakan langkah mendekat


"Mas Arka"pangil Syifa


"Hhmm"dehem Arka membuat Syifa lega


"Mas kamu tau kan jika aku takut gelap jadi jangan membuat aku berfikir hal menakutkan"ucap Syifa


"Ya ya lain kali aku akan bersuara"ucap Arka lalu memasang kan Airphone ke telinga Syifa menyambung kan ke ponsel nya Arka membuka kajian untuk Syifa


"Wah ide mas Arka sangat jernih"ucap Syifa tersenyum meletakkan di leher nya


"Tentu saja ngak kayak kamu lelet berfikir nya"ujar Arka bangga Syifa mencibir dengan kesombongan Arka lalu dia merasakan tarikan tangan nya ke pinggang Arka lagi dan Arka membuka laptopnya dengan Syifa memeluk pinggang nya


Arka menoleh merasa getaran ponselnya lalu dia melihat Syifa sudah tidur siang Arka melihat lagi ponselnya yg ternyata dari Nara membuat Arka acuh saja tapi ponsel itu terus berdering Arka menghembuskan nafasnya menutup laptopnya melepaskan Airphone Syifa dan dia mengangkat telpon sedikit menjauh


"Hallo Arka aku mau ketemu sama kamu ada yg ingin aku bicara kan ini penting"ucap Nara serius


"Berapa kali aku bilang jangan hubungi aku lagi hubungan kita udah berakhir"ucap Arka pelan


"Aku lebih serius Nara"ucap Arka menoleh pada Syifa


"Aku udah mau di jodoh kan sama mama akan segera bertunangan"ucap Nara terdengar suara nya sedikit gemetar menahan tangis


"Lalu apa hubungan nya dengan ku"ucap Arka setelah lama terdiam


"Arka aku mencintaimu dan aku ngak mau menikah dengan orang lain selain kamu apa kamu mau aku menikah dengan orang lain kamu sendiri bilang ngak rela jika aku menikah dengan orang lain"ucap Nara mulai menangis


"Aku tau Nara aku ngerti tapi aku tetap pada keputusan ku sekarang ini aku memiliki Syifa"ucap Arka


"Jadi kamu harus menerima keputusan ku oke jangan hubungi aku lagi"ucap Arka lalu mematikan sambungan telpon nya Arka menatap ke depan dia sudah teguh pada pendirian nya jika hanya Syifa wanita yg akan dia pilih dan Arka akan belajar menerima Syifa meski tidak mencintai nya


Cup


Arka mencium kening Syifa lembut mengelus rambut Syifa dengan pelan tapi Syifa tidak terganggu sama sekali dia tertidur dengan nyenyak Arka menghembuskan nafasnya lalu beranjak melihat pekerjaan nya setelah selesai Arka berlalu untuk meletakkan laptop nya ke ruang kerja nya setelah itu dia kembali lagi ke kamar lalu memeluk Syifa dengan mengelus bahu Syifa


"Emm mas kenapa"ucap Syifa pelan masih memejamkan matanya tapi merasakan elusan Arka


"Aku bukan suami mu"bisik Arka menjahili Syifa membuat mata Syifa terbuka tapi tetap tidak bisa melihat


"Ihh mas Arka nyebelin"ucap Syifa memukul tubuh Arka


"Lah kamu ngapain masih merem"ucap Arka tersenyum


"Apa beda nya mas aku buka mata dan menutup mata sama sama gelap"ucap Syifa tersenyum sedih


"Maafkan aku ya"ucap Arka mengelus kepala Syifa


"Untuk mengingat kan aku jika aku buta"ujar Syifa


"Ngak karna masalah itu kamu jadi korbannya John"ucap Arka serius


"Ngak kok mas itu semua bukan kesalahan mu John hanya perantara untuk Allah memberi ku cobaan ini insyaallah aku bisa menjalankan nya dengan ikhlas dan sabar"ucap Syifa tersenyum


"Ya terserah kamu mau berfikir seperti apa"cap Arka santai


"Kita makan yuk "ucap Arka lagi


"Mau makan masakan ku"ucap Syifa


"Ngak aku kan udah suruh Arkan untuk menyiapkan juga makanan kita buat hari ini"ucap Arka


"Arkan yg masak"tanya Syifa


"Ck kamu sama Arkan sama saja"kesal Arka


"Ya bukan lah"ketus Arka

__ADS_1


"Ya ya maaf tapi udah masuk zhuhur belum"ucap Syifa


"Udah"ucap Arka melihat jam di pergelangan tangan nya


"Mas bisa tunggu sebentar ngak aku sholat dulu"ucap Syifa tersenyum


"Ya udah sini aku temani"ucap Arka mengengam tangan Syifa membantu Syifa ke kamar mandi


Sambil menunggu Syifa sholat Arka menyiapkan makanan mereka yg akan mereka makan setelah selesai Arka naik lagi ke lantai atas dan membuka pintu kamar yg ternyata Syifa masih berdoa dengan sabar Arka menunggu Syifa dia duduk di kasur


"Jika mau menunggu kenapa ngak sekalian sholat aja"ujar Syifa setelah selesai berdoa


"Ngak"ucap Arka singkat


"Ayo udah lapar"ujar Arka lalu mendekati Syifa setelah membantu Syifa memakai hijab mereka segera turun


"Maafkan aku ya mas jadi merepootin kamu seharusnya aku yg melayani mas Arka makan malah mas yg melayani aku makan"ujar Syifa


"Ngak papa"ucap Arka mengambil kan Syifa makan lalu memegang tangan Syifa mengarah kan pada sendok nya


"Ayo makan"ucap Arka duduk mereka segera makan dengan lahap tidak ada yg bicara apa lagi Arka memikirkan ucapan Nara tadi soal pertunangan nya


"Mas bisa nyuci"tanya Syifa setelah mereka makan


"Kenapa"tanya Arka


"Ngak papa mas sekarang aku akan mencuci bekas kita makan"ucap Syifa mengambil piring nya


"Nanti biar aku meletakkan nya"ucap Arka mengambil piring Syifa dan bekas meraka makan meletakkan ke tempat mencuci piring


"Ayo aku bantu"ucap Arka memegang bahu Syifa mengarah kan ke tempat mencuci Syifa menghapal langkah nya dan meraba tempat mencuci menyalah kan kran nya Arka tersenyum kecil dia tau tidak muda bagi Syifa melakukan semua nya


"Siapa yg mau kamu mencuci sendiri"ucap Arka


"Maksud mas Arka"ucap Syifa heran dengan perkataan Arka


"Aku yg akan membantu"ucap Arka lalu memeluk Syifa dari belakang memegang tangan Syifa mengarah kan pada piring nya tentu Syifa kaget


"Sstt mari kita mencuci bersama"bisik Arka melihat Syifa ingin menghindari nya


"M....mas aku malu"lirih Syifa tersipu


"Hei ngak ada orang"ucap Arka mulai mengerak kan tangan Syifa untuk mencuci piring nya Syifa tersipu dengan perlakuan Arka yg sosweet itu jantung Syifa sampai berdegup dengan perlakuan Arka


"Jadi mudah kan"ucap Arka


"Iya mas makasi"ucap Syifa tersenyum mereka membilas semua piring sampai selesai


"Mas Arka udah selesai"ucap Syifa berbalik menghadap Arka


"Udah ya"ucap Arka menatap Syifa perlahan wajahnya mendekat ke bibir Syifa


"Kamu mau ngapain Arka"suara itu mengagetkan Arka


"Mama Maya"ucap Syifa mendengar suara Maya


"Berzina"jawab Arka dengan kesal


"Mama mau bicara"ucap Maya lalu berlalu Arka memeluk bahu Syifa mereka menuju ruang tamu dan duduk


"Dasar tukang ngadu kamu yg bilang jika aku ajak Syifa pulang"kesal Arka pada Arkan yg duduk dengan santai


"Enak saja ya mama bertanya aku jawab yg jujur"ucap Arkan santai


"Kamu ngak izin mau ajak Syifa pulang"kesal Maya


"Lah ngapain kasih tau mama"ketus Arka


"Mas ngak boleh ngomong kayak gitu"ujar Syifa mengelus tangan Arka


"Mama sendiri yg ngak mau bantuin aku bicara sama ayah Fikram jika Syifa bersama ku sekarang ini karna itu usaha ku sendiri jadi mama ngak usah deh ngurusin hubungan aku sama Syifa"ujar Arka dia benar kesal dengan perlakuan mama nya tidak mau membantu nya malah mempermalukan nya saat itu


"Ohh kamu merasa hebat sekarang"ketus Maya sinis


"Lah emang aku hebat"ujar Arka


"Baik jika kamu seperti itu jika begitu mama akan nikah kan Syifa dengan Arkan saja"ucap Maya


"Ma mana bisa wanita mempunyai dua suami yg bisa itu pria memiliki dua Istri"celetuk Arkan


"Maksud mama Syifa dan Arka akan bercerai dan nikah sama kamu"ujar Maya


"Enak saja"ucap Arka kesal


"Sekarang kalian pergi aku mau hidup berdua sama Syifa lagian kalian ke sini mau ngapain sih"kesal Arka


"Mas kok ngomong kayak gitu sama mama"ucap Syifa


"Diem deh mau aku hukum"ketus Arka sebal


"Kamu ngusir mama"kesal Maya


"Aku ngak mengusir ma aku hanya mau hidup berdua dengan Syifa jadi jangan menganggu ku"ucap Arka


"Wah wah lihat Arkan apa yg kakak mu katakan"sindir Maya


"Mama merasa tersinggung di usir seperti ini ayo kita pergi"ucap Maya berdiri lalu pergi


"Ma tunggu maksud mas Arka ngak kayak gitu"ucap Syifa


"Ngak usah mama udah mengerti"ucap Maya datar lalu berlalu tapi dia tersenyum dengan melangkah pergi bersama Arkan


"Kok mas Arka ngomong kayak gitu sama mama"ucap Syifa

__ADS_1


"Aku kesal sama mama dia sama sekali tidak membantu ku pada saat ingin membujuk ayah aku sampai di permalukan"ketus Arka lalu berlalu


"Mas mas Arka tunggu"ucap Syifa mendengar langkah Arka menjauh semakin jauh Syifa hanya menghembuskan nafasnya dengan kasar meski Arka mau menerima nya tapi Arka tidak berubah sama sekali Syifa harus berjuang untuk sampai ke kamar nya lagi


__ADS_2