Jodohku Seorang Presdir

Jodohku Seorang Presdir
Kehamilan nya tidak di akui


__ADS_3

Bara berniat mengajak Asma jalan setelah sekian lama Bara tidak peduli terhadap Asma melihat Asma sedikit berbeda kebanyakan diam membuat Bara tidak nyaman dengan sikap Asma kali ini jadi mereka jalan saat Bara makan siang.Bara melirik Asma yg hanya melihat lihat isi mall itu membuat Bara mengengam tangan Asma dan tersenyum


"Ngak mau gitu mengengam tangan ku"ujar Bara tersenyum Asma membalas nya dan memeluk lengan Bara,Asma hanya ingin Bara sedikit peduli terhadap nya


"Mau beli sesuatu"tanya Bara


"Emm ngak deh makan aja udah lapar"ujar Asma tersenyum


"Ya udah makan KFC aja"ucap Bara tersenyum menuju lantai atas dengan melihat barang mewah .Bara membawa napan lalu duduk di depan Asma yg memangku dagu nya


"Makan"ucap Bara mengambil bagiannya Asma mengambil sedikit KFC nya lalu memakan nya


"Kamu akhir akhir ini kebanyakan diam"tanya Bara mengunyah makanannya Asma menyeduh jus nya melirik Bara sekilas


"Biasa aja mas "ucap Asma tersenyum


"Kamu menutupi sesuatu dari ku"ujar Bara serius


"Aku juga merasa ada rahasia yg mas ngak mau jujur pada ku"ucap Asma serius membuat Bara terdiam Asma hanya tersenyum getir menikmati makanannya


"Aku bukan ngak mau jujur tapi aku menjaga perasaan mu biar tidak menyakiti mu"ucap Bara serius menatap Asma


"Hal yg menyakiti dari sebuah kejujuran itu lebih baik mas "ucap Asma santai masih menikmati makanan nya sampai habis tapi Bara hanya terdiam


"Aku udah selesai mas"ucap Asma mengambil tisu membersihkan tangannya


"Aku bayar dulu"ucap Bara lalu beranjak untuk membayar Asma menghembuskan nafasnya dengan kasar


###


Satu kemudian


Bara baru selesai mandi mengosok rambutnya dengan handuk kecil hari libur jadi dia tidak kerja ingin menghabiskan waktu di rumah dia melirik tidak ada kehadiran Asma di kamar membuat Bara sedikit berdecak biasanya Asma akan melayaninya tapi akhir akhir ini Asma sedikit mengabaikan nya


"Asma"panggil Bara menuruni anak tangga memegang handuknya


"Asma"panggil Bara lagi


"Ada apa Bara"ujar mama nya yg mengobrol dengan Nara


"Cari Asma ma"ucap Bara lalu bergegas keluar di mana biasanya Asma berada


"Asma"pangil Bara membuat Asma yg berdiri di depan bunga taman itu menoleh


"Mas ada apa"ucap Asma meletakkan gunting rumput lalu mendekati Bara


"Kok malah kamu bengong sih nih bantuin"ujar Bara menyerahkan handuknya


"Lagian kamu bukan nya bantuin malah pergi"ujar Bara lagi


"Maaf mas "ucap Asma mengambil handuk itu lalu Bara duduk di bangku taman itu Asma dengan lembut mengosok rambut Bara


"Kamu kenapa berusaha menghindari ku"tanya Bara


"Apa pantas mas aku menjawab perasaan ku yg mas tanya"ucap Asma santai


"Ada apa kamu Istri ku jadi pantas lah"ucap Bara melirik Asma sebentar


"Aku hanya wanita besar rasa cemburu mas pikir aku tidak cemburu mas mau memutus kan menikah dengan Shopi"ucap Asma menatap Bara


"Ya aku tau itu tapi kenapa harus kamu pikirkan kamu tau kan mama seperti apa jadi biarkan saja apa yg mama lakukan jangan di anggap serius"ucap Bara santai Asma tidak percaya yg di ucapkan Bara bagaimana mungkin Asma tidak menganggap masalah itu enteng jika mama nya mau menikah kan Bara lagi mana bisa Asma menerima di duakan suaminya


"Ohh ya nanti aku akan berangkat ke rumah teman ku dia baru sampai jadi aku akan mengunjungi nya sebentar nanti aku akan mengajak mu ketemu dengan nya"ucap Bara tersenyum


"Iya mas"ucap Asma menyerah kan handuknya ingin melanjutkan kegiatannya tapi Bara memegang tangan Asma


"Aku belum selesai"ujar Bara berdiri


"Ada apa mas"ucap Asma menoleh


"Nanti kamu ambil uang di bank ya seperti nya tidak sempat jika aku yg mengambil"ucap Bara


"Berapa"ujar Asma


"Emm 300 juta"ucap Bara mengingat


"Ya udah nanti aku ambil"ucap Asma tersenyum


"Boleh aku melanjutkan aktivitas ku"ucap Asma dengan melirik tangannya yg di gengam Bara


"Ohh ya silahkan aku ke kamar dulu"ujar Bara tersenyum lalu berlalu Asma hanya tersenyum memegang pergelangan tangannya yg di gengam Bara


"Gawat ma kak Bara sudah mulai percaya pada Asma yg ada Asma akan menguasai semua nya"bisik Nara yg mengintip bersama mama nya


"Iya kamu benar kita harus melakukan sesuatu"ujar mama nya lalu mereka berlalu untuk memikirkan cara menyingkirkan Asma

__ADS_1


Karna di suruh Bara mengambil uang untuk keperluan jadi Asma menarik uang di bank di bantu bodyguard nya takut nanti ada hal yg tidak di inginkan setelah selesai Asma segera pulang di supir oleh bodyguard nya.Di jalan di lampu merah Asma menatap ke samping jalan ada dua orang seperti nya istri nya tengah hamil besar suaminya sangat perhatian Asma tersenyum melihat itu dia menyentuh perut nya dan tiba tiba wajah nya berubah serius dia mengigat sesuatu


"Emm pak boleh kita mampir sebentar"ujar Asma


"Baik nona"ujar nya


"Ohh tidak pak bukan di sini maksud saya mampir ke rumah sakit saya mau memeriksa kesehatan"jelas Asma


"Baik nona"ucap nya melaju kan mobil Asma teringat sesuatu jika dia telat datang bulan dia hanya ingin memastikan meski ragu


"Tunggu sebentar pak"ujar Asma keluar dari mobil meninggalkan uang itu juga karna itu juga orang kepercayaan Bara


"Ada yg bisa saya bantu"ujar dokter wanita itu ramah


"Dok saya mau konsultasi saya telat datang bulan apa saya hamil saya hanya ingin memastikan saja dugaan saya benar apa salah"ujar Asma dia sangat gugup


"Baik bu anda isi data dulu"ujar nya menyerahkan kertas Asma segera mengisi nya dan menyerahkan pada dokter


"Anda istri dari tuan Bara"tanya nya di angguki Asma


"Baik lah mari"ujar nya mengajak Asma ke ruang tes nya untuk mengetes urine Asma dan melakukan pengecekan . Setelah selesai Asma menunggu hasil nya karna dokter itu sendiri mengambil tes nya


"Maaf menunggu lama nona"ujar nya duduk lalu membuka kertas putih itu membacanya dengan seksama


"Selamat nona anda sedang hamil 2 minggu"ucap dokter itu tersenyum


"Jadi benar dok apa dokter salah coba cek sekali lagi dok"ucap Asma cemas dokter itu memegang tangan Asma di atas meja


"Nona ini hasil nya sudah benar anda tenang kenapa anda panik ini berita bahagia"ucap Dokter itu Asma menghembuskan nafasnya kasar


"Kenapa cepat sekali tumbuh nya padahal cuman sekali"ucap Amsa mengusap wajahnya kasar


"Ada apa nona"ucap dokter itu bertanya


"Keluarga suami saya tidak menyukai saya dok bahkan suami saya mencintai wanita lain malam itu aja dia tidak ingat pernah meniduri saya karna saat itu dia mabuk"ujar Asma berusaha menguatkan hati nya


"Nona anak ini akan menjadi kekuatan anda coba anda bicara baik baik sama keluarga nona siapa tau mereka bisa menerima anda dengan kehamilan anda"ucap Dokter itu


"Terimakasih atas saran nya dok terimakasih"ucap Asma tersenyum mengusap perut nya lembut dia tidak menyangka ada nyawa di dalam perut nya Asma tidak menyangka saat malam itu janin nya segera tumbuh dia mengandung anak nya Bara tapi Asma bingung dari mana Asma menjelaskan pada Bara


Saat Asma pulang Bara belum pulang jadi dia meletekkan uang nya di dalam kamar lalu Asma memberanikan diri untuk bicara pada mertuanya siapa tau mertuanya bahagia dan bisa merubah sifat nya saat mengetahui Asma hamil jadi Asma akan bicara pada mamq mertuanya berusaha percaya pada mertuanya


"Emm ma"ucap Asma berdiri di depan mama mertua nya yg lagi minum teh


"Aku mau bicara"ujar Asma


"Aku hamil"ujar Asma setelah itu dia menunduk cemas


"Apa hamil"ucap nya kaget menatap Asma


"Iya ,aku hamil anak mas Bara"ucap Asma menatap mertuanya


"Bara sudah tau"tanya nya serius


"Belum ,baru tadi aku periksa ke rumah sakit"ujar Asma


"Masalah nya saat mas Bara menyentuh ku dia mabuk tidak mengingat nya jadi aku bingung mau menjelaskan apa"ujar Asma mengigit bibirnya takut tapi Asma salah mengatakan hal itu semua mama mertua nya seperti menemukan peluang untuk mengusir Asma dari kehidupan Bara dia menyeringai jahat


"Nanti aku yg akan jelaskan dan akan memberi tau Bara kamu jangan mengatakan nya"ujar nya menyeringai Asma hanya mengagguk patuh Asma tersenyum seperti nya mama nya menerima dengan baik kehamilan nya


Bara pulang dari rumah teman nya segera menuju kamar nya naik ke lantai atas saat masuk Bara melihat Asma menatap ponselnya segera Bara mendekati nya


"Lagi apa"tanya Bara sudah di samping Asma


"Mau telpon Syifa tapi"ujar Asma ragu karna dia tau terakhir dia bertemu Syifa seperti apa ingin rasanya Asma menelpon Syifa mengatakan semua nya secara Syifa lebih banyak tau tentang keluarga Bara


"Telpon aja"ujar Bara berdiri


"Ngak jadi deh"ucap Asma meletakkan ponselnya


"Beberapa hari lagi teman ku mengadakan acara kamu ikut ya"ujar Bara


"Iya"ucap Asma ikut berdiri


"Aku mandi dulu"ujar Bara tersenyum lalu berlalu Asma kembali melirik ponselnya tapi setelah itu dia mengabaikan ponsel itu


###


Setelah Bara berangkat kerja Asma berberes di kamarnya dan uang yg dia ambil di bank masih ada Asma segera menyimpan nya Bara bilang itu untuk keperluan mendadak untuk di simpan jadi Asma menyimpan nya Asma melirik jam di tangannya nya dia merasa lapar tapi tanggung dia mau sholat Dhuha


"Mending sholat Dhuha dulu"gumam Asma beranjak


Cklek


"Kamu siapa"ucap Asma melihat seorang pria masuk pria itu hanya memakai kaos dan celana panjang melihat sekitar kamar

__ADS_1


"Kamu siapa jangan sembarangan masuk ke kamar saya"tegas Asma


"Lumayan"ucap nya melipat tangannya di dada


"Saya bilang keluar"ujar Asma geram tapi pria itu hanya tersenyum


"Nama saya Jake"ujar nya tersenyum


"Jake"ujar Asma karna dia tidak mengenal pria di depannya lalu ponsel Jake berdering Jake tersenyum memasukkan ponselnya di saku celananya dia tersenyum


"Tujuanku hanya ini"ujar Jake lalu mendorong Asma ke kasur Jake mengengam tangan Asma menindih nya menatap Asma dalam


"Menyikir"kesal Asma mendorong Jake


"Sstt suami mu kan udah kerja jadi ayo kita habiskan waktu bersama"ujar Jake tersenyum


"Wanita tidak tau diri"teriak Sunanda marah menarik Jake lalu Asma melihat ada Bara mereka saling menatap


"Apa yg kamu lakukan Asma"tanya Bara mengepalkan tangannya


"Tidak mas dia yg tiba-tiba datang"ujar Asma


"Aku ngak nyaka ya"ujar Bara tertahan lalu mendekati Jake


"Siapa kamu"tanya Bara


"Kekasihnya Asma dia juga telah memberi ku uang "uajr nya tersenyum mengeluarkan uang


"Apa kamu bilang dasar wanita tidak tau diri udah mama bilang Bara jika wanita ini hanya memanfaatkan kamu"ujar mama nya


"Asma apa ini"ucap Bara


"Yg lebih penting sekarang Asma mengandung anak ku"ujar Jake tersenyum bahagia


"Apa"ucap Bara kaget sekarang Asma tau itu semua rencana mama mertua nya


"Mas ngak mas semua itu fitna"ujar Asma


"Apa benar kamu hamil"tanya Bara menahan amarahnya


"I...iya aku hamil tapi ini anak kamu mas"ujar Asma memegang tangan Bara


"Anak ku"ucap Bara sinis


"Coba aku tanya kapan aku pernah meniduri mu Asma"ujar Bara


"Mas saat itu mas mabuk tidak Ingat"ujar Asma dia mulai cemas


"Itu hanya alasannya saja Bara"ujar mama nya


"Mama ini anak mas Bara aku udah pernah bilang sama mama kenapa mama tega tidak mengakui cucu mama sendiri"ujar Asma


"Cucuu ku ehh Asma yg ada itu anak kamu sama pria ini "ujar nya sinis


"Mas percaya sama aku"ucap Asma memelas


"Itu bukan anak ku Asma kamu orang munafik"triak Bara marah


"Aku menyesal menikah dengan wanita seperti mu"teriak Bara lagi


"Mas"ucap Asma tidak percaya


"Apa mas ingat siapa yg mengajak aku menikah"ujar Asma


"Ini semua rencana mama mu mas yg ingin aku pergi sebelum nya aku udah bicara pada mama jika aku hamil dan dia bilang nanti dia akan bicara pada mas Bara itu kenapa aku tidak memberi tau mas Bara tentang kehamilan ku"jelas Asma


"Sudah cukup Asma"ujar Bara kecewa


"Kamu jangan menuduh aku ya Asma"ujar mama nya


"Aku bisa buktikan mas jika pria ini suruhan mama mu"ujar Asma


"Ponsel mu berikan tadi mama mertua saya kan yg menelpon kamu"ucap Asma pria itu dengan santai memberi kan ponselnya tapi tidak ada panggilan


"Apa ada Asma"ujar mama mertua nya


"Sudah cukup Asma kamu menuduh mama ku dan lebih keji nya lagi kamu hamil bersama pria ini"ujar Bara


"Mas aku selalu menjaga cinta ku untuk mu aku juga selalu setia pada mu malam itu kamu mabuk dan menyentuh ku apa mas Bara tau malam itu sangat menyakiti ku mas tidak hanya merengut kehormatan ku tapi mas setiap menyentuh ku menyebutkan nama Syifa apa tidak menyakiti ku mas tapi aku memahami mas Bara tidak menuntut mas Bara untuk melupakan aku tapi ini benar anak kamu mas darah daging mu"jelas Asma memegang tangan Bara menyentuh perut nya


"Dia bohong Bara jelas jelas dia tidak memberi tau mama jika dia hamil dia hanya membuat alasan saja serah kamu mau percaya sama mama atau sama dia"ujar mama nya


"Mas percaya sama aku"ujar Asma


"Kamu wanita munafik Asma itu bukan anak ku aku tidak sama sekali merasa meniduri mu yg semua yg kamu katakan pada ku semua nya hanya omong kosong kamu keterlaluan"ujar Bara

__ADS_1


"Sekarang kamu aku talak"ujar Bara menggema di ruangan itu Asma menatap Bara dengan tatapan nanar Bara mengucap hal yg di larang dalam pernikahan


__ADS_2