Jodohku Seorang Presdir

Jodohku Seorang Presdir
Terungkap nya kebenaran


__ADS_3

Di rumah Karten semua sudah siap untuk melaksanakan pernikahan Arka dan Nara dari dekorasi saksi dan penghulu termasuk media karna keluarga Adirata yg menggundang media.Maya menghela nafasnya lalu turun mendekati Arkan yg memantau semua nya Maya mengusap kepala Arkan dengan lembut berdiri di samping Arkan


"Mama tidak menyangka keluarga kita seperti ini"ucap Maya bersedih Arkan menoleh sebentar meraih tangan mama nya


"Ma percaya saja dengan kak Arka dia akan memberi kita kejutan hari ini dan membalas keluarga Adirata karna mempermalukan kita"ucap Arkan mengecup tangan Maya


"Jika begitu jemput kakak mu"ucap Maya cepat


"Tidak perlu di jemput ma kak Arka dalam perjalanan ini aja aku menunggu nya"ucap Arkan tersenyum


"Apa mempelai pria sudah sampai"tanya penghulu itu


"Bentar lagi"ucap Arkan datar


"Jika Arka berusaha lari dari tanggung jawab saya akan melenyapkan nya"ucap Bara mendekati Arkan


"Tidak perlu khawatir yg mendidik kami adalah wanita sempurna jadi kak Arka akan datang"geram Arkan


"Aku sudah siap"ucap Arka masuk dengan beberapa bodyguard nya lalu berbisik pada Arkan setelah itu Arkan berlalu


"Jika begitu mari kita mulai"ucap penghulu para wartawan mulai menayang kan secara live pernikahan Arka dan Nara


"Aku akan memberi kalian pelajaran telah menggundang wartawan tapi tidak apa biar Istri ku tau apa yg aku lakukan"ucap Arka menyungging kan senyum kecil nya


"Aku merasa kamu bukan lah pria baik sudah menghamili adik ku kamu malah menyangkal semua perbuatan nya aku menyesal membiarkan Syifa menikah dengan orang seperti mu "ujar Bara sinis


"Kita lihat nanti"ujar Arka santai


"Apa bisa kita mulai"ucap penghulu melihat semua sudah siap


"Ayo Arka segera lah ucap kan ijab kabul nya"ucap Nara tersenyum Arka berjalan mendekati mama nya


"Tunggu sebentar"ujar Arka dengan suara tegas nya


"Sebelum aku mengucap kan ijab kabul aku ingin menjelaskan sesuatu"ucap Arka serius


"Apa lagi Arka segera lah langsung kan pernikahan mu"ucap nyonya Adirata


"Tidak aku akan menjelaskan sesuatu"ucap Arka


"Kita tau sendiri jika aku sudah mempunyai istri semua orang tau tapi aku tidak menyangkal mempunyai hubungan dengan Nara"ucap Arka


"Tapi kita semua tau permusuhan kedua keluarga mama ku tidak senang jika anak dari Adirata menjadi menantu nya"jelas Arka mereka masih menyimak ucapan Arka


"Tapi pernikahan ini terjadi bukan lah perdamaian keluarga yg pernah aku ucapkan kemarin pernikahan aku dan Nara terjadi karna Nara menggaku hamil anak ku"jelas Arka lantang


"Arka apa yang kamu lakukan"kesal Maya


"Ma tenang"ujar Arkan menenangkan


"Ya benar saya hamil anak nya Arka"ujar Nara bangga


"Aku ingin semua orang tau jika anak yg di kandung Nara itu bukan lah anak ku"ucap Arka semua masih menyimak


"Apa yg kamu katakan Arka"geram Bara


"Kebenaran Bara aku mengatakan kebenaran kamu lihat wajah ku aku mempertaruhkan mencari kebenarannya"ucap Arka serius


"Kamu emang pria breksek Arka"ucap Nara mulai cemas jika Arka mempunyai buktinya


"Aku tidak peduli yg kamu katakan aku hanya ingin memperjelas semua nya agar tidak salah paham terhadap ku"ucap Arka lalu memberi Arkan kode untuk mematikan lampu nya dan menyalah kan layar lebar memutar foto nya bersama Nara tidak segan Arka menampilkan foto nya saat bersama Nara saat mereka di atas kasur


"Ya aku akui itu adalah aku kami sering bersama bahkan di saat Syifa sudah menjadi istri ku aku tetap menjalin hubungan aku hanya pria pecundang memiliki istri yg sangat baik seperti Syifa"ucap Arka menjeda


"Tapi kalian semua tidak bisa menyalah kan aku karna apa aku di paksa menikah dengan Syifa di saat aku menjalin hubungan dengan Nara karna permusuhan keluarga aku juga mengakui jika aku sering menyakiti Syifa "jelas Arka dan menggeser lagi foto nya saat Syifa tengah bersenang-senang dengan Devil dia mengambil foto Syifa


"Di saat kecelakaan itu terjadi aku sadar aku terlalu banyak menyakiti Syifa terlalu banyak mengores penderitaan sampai aku memutuskan menerima nya dan memutuskan hubungan ku bersama Nara tapi kemarin dia mendatangi mama ku mengatakan hamil anak ku"ujar Arka menunjuk Nara


"Arka kamu emang breksek apa maksud mu"teriak Bara murka


"Kebenaran Bara kamu harus mengetahui apa yg adik kamu lakukan terhadap ku "ucap Arka


"Dia itu bukan lah hamil anak ku tapi anak nya Jhon kamu ingat John Bara bahkan Nara mengkhianati aku dengan John dia juga hamil anak John beberapa kali"ucap Arka tegas


"Arka"geram Bara memukul Arka

__ADS_1


"Kurang ajar"Arkan tersulut emosi ingin memukul Bara tapi Arka menahan nya


"Jika kita ribut nanti sekarang kebenaran harus tuntas terungkap"ucap Arka


"Aku terima pukulan ini"ucap Arka


"Kenapa kamu mau menyangkal kebenaran nya Bara"ujar Arka dan memutar kan foto yg dia ambil dari bukti yg di kumpul kan John


"Kamu mengingat ini Nara"ujar Arka serius lalu menggeser foto nya banyak foto Nara dan John apa lagi saat di ranjang ada juga beberapa video intim mereka


"Ya ini di masa lalu tidak ada hubungannya dengan kehamilan mu sekarang tapi aku punya bukti jika anak yg Nara kandung bukan lah anak ku"jelas Arka semua media menyorot layarnya tidak ingin ketinggalan informasi


"Usia kandungan mu 2 minggu dan selama sebulan atau lebih aku tidak pernah menemui mu karna aku selalu bersama Syifa dan ini Video yg membuktikan jika anak itu anak John kamu berusaha menjebak ku"ucap Arka menjelaskan setiap inci video


"Tapi buktinya tidak lah lengkap"ujar Nara menyangkal lalu Arka mengklik video saat di kamar mandi baru separuh Vidio Arka menjeda nya


"Dan"ucap Arka memberi isyarat anak buah John mendekat


"Lihat saat pria yg menjaga di depan toilet sama bukan"ujar Arka menepuk bahu pria itu


"Jelas kan"ujar Arka serius


"Saat kami bekerja dengan tuan John saat itu kami di tugas kan menunggu di depan toilet itu agar tidak ada yg masuk karna dia akan bersenang-senang dengan nona yg ada di video itu"jelas nya


"Kalian jangan berbohong"geram Bara mencengkram baju pria itu


"Saya berkata jujur tuan "ucap nya


"Saya akan membunuh mu"teriak Bara mengayun kan pukulan nya tapi Arka menahan nya


"Kenapa kamu ingin membunuh mereka harus nya tanya kebenaran nya pada adik mu"ujar Arka serius Bara terdiam lalu mendekati Nara


"Jawab dengan Jujur"ucap Bara pelan tapi Nara terdiam dia syok Arka bisa membuktikan nya


"Semua pergi"teriak Bara


"Pergi"bentak nya Arkan mulai mengusir pada wartawan dan orang orang yg melihat pernikahan itu hanya tersisa keluarga


"Jawab aku Nara"teriak Bara tajam


"Kamu"ujar Bara geram rasanya dia ingin mencekik adik nya


"Harus nya kamu katakan pada ku jika anak ini bukan anak Arka bukan malah membuat keluarga kita malu aku memperjuangkan hak kamu pada Arka bukan membela mu tapi apa yg kamu lakukan kamu membuat semua orang tau kejelekan kamu sendiri"teriak Bara menggelegar


"Bara kenapa kamu berteriak pada adik kamu"ujar nyonya Adirata menghentikan anak nya


"Apa mama tau kebenaran nya"tajam Bara


"Ya mama tau mama hanya ingin adik mu bahagia hidup bersama Arka"ujar nya santai


"Keterlaluan"geram Bara mengcengkal tangan Nara


"Pulang"ucap Bara dingin menyeret mama dan adik nya wartawan mulai menyerbu keluarga Adirata tapi dengan langkah lebar Bara mengajak adik dan mama nya masuk mobil segera melajukan mobilnya


"Kali ini mama akui mama salah"ujar Maya tersenyum


"Jangan tersenyum"ejek Arka membuat Maya mengusap kepala Arka


"Mama bangga"ujar Maya memeluk Arka lalu meraih tubuh Arkan untuk dia peluk


"Udah aku katakan itu bukan anak ku"ucap Arka cemberut Maya mengangguk


"Ya mama ngak bisa menyangkal kamu sering melakukan kesalahan"ujar Maya santai


"Sebenarnya aku tidak mau mengumbar kejelekan ku tapi aku terlalu marah mereka ingin menjatuhkan harga diri mama dan berusaha mempermalukan mama"ucap Arka tersenyum


"Usaha kak Arka ngak sia sia ma dia babak belur tapi menemukan kebenaran nya"ucap Arkan tersenyum senang


"Ya benar kebenaran nya tuntas"ucap Maya memeluk anak anak nya


"Kenapa kamu lakukan Nara"teriak Bara saat sampai di rumah


"Kak aku sangat mencintai Arka aku ingin bahagia bersama nya "tutur Nara dia syok dengan apa yang terjadi


"Tapi tidak harus seperti itu Nara oke jika kamu ingin menjebak Arka tapi tidak harus menggundang media agar jika semua tau mereka tidak tau kebenaran nya"teriak Bara murka

__ADS_1


"Itu karna rencana mama aku sudah ngak mau memberi tau media tapi mama ngotot"jelas Nara menangis


"Ya ampun aku bisa gila seperti ini"ujar Bara mengusap wajahnya kasar


"Lihat semua hancur bahkan nama baik kita semua hancur"ujar Bara kecewa


"Ya bereskan semua nya gampang kan"ucap mama nya santai Bara menggeleng tidak percaya lalu berlalu dari pada dia emosi memukul adik nya mending dia pergi


Maya berberes akan segera berangkat untuk menemui Syifa dia akan melihat keadaan Syifa karna masalah sudah selesai kedua anak nya sudah sibuk untuk memberi kejelasan dan membereskan kekacauan yg ada Maya menyeret kopernya menuju mobilnya lalu dia melihat ada Arka yg bersender di mobilnya


"Kenapa"ucap Maya memasukkan koper nya


"Ma"ucap Arka


"Emm aku mau ikut melihat Syifa aku mau mengabulkan permintaan Syifa saat dia membuka mata aku ada di sisi nya melihat ku"ucap Arka serius Maya hanya santai


"Urus dulu kekacauan di sini"ucap Maya menepuk wajah Arka pelan


"Tapi ma"ucap Arka dia jadi tidak semangat dengan tugas yg mama nya beri kan


"Setelah sampai Syifa akan di periksa setelah itu dia akan melakukan operasi yg dalam tiga hari perban nya di buka mama sudah telpon mama Fatma operasi nya berjalan lancar tapi Syifa belum sadar jadi kamu punya waktu 2 hari menyelesaikan semua nya karna satu hari ini di perjalanan ingin jangan telat"ucap Maya lalu masuk mobil Arka cemberut di buat mama nya


"Jaga kesehatan mu"ucap Maya tersenyum lalu menyuruh supir melaju kan mobil


"Iss masih sama aja masalah Nara kelar aku masih belum bisa ketemu Syfi"ucap Arka tidak semangat masuk mobil nya


###


Arka tengah meeting bersama karyawan nya yg lain membahas proyek nya terhenti karna ada genjala Arkan juga ikut membantu menjelaskan ada juga beberapa klien Arka yg ikut mereka ingin komplen atas yg di lakukan Arka soal hubungan nya dengan Nara semua tidak mau bergabung dengan perusahaan yg Presdir nya suka main wanita


"Kenapa kalian repot dengan berita yg ada kita di sini hanya soal uang dan bisnis masalah pribadi kita ya masing masing kenapa kalian tidak senang setiap manusia itu memiliki kesalahan termasuk saya salah satu nya ya ini"jelas Arka


"Kami tidak setuju tuan Arka bergabung dengan perusahaan yg Presdir nya tidak bisa setia dengan Istri nya"ucap nya membantah Arka paham apa yg tengah dia hadapi


"Gini pak apa jika saya melihat kesalahan kalian yg tidak saya sukai saya akan komplen jika itu benar ada nya maka kita bukan bisnis nama nya tapi Chanel TV karna kita masih memikirkan pribadi orang lain kita ini bukan pemilik Chanel TV yg memikirkan hubungan lawan kerja sama kita "ucap Arka terjeda


"Kita ini bisnis selain uang dan binnis itu tidak ada sangkutan sama sekali yg penting kita sama sama menguntungkan apa kalian senang jika semua orang mengurus urusan kita"lanjut Arka lagi


"Benar apa yg di katakan tuan Arka urusan pribadi nya tidak ada sangkutan dengan kita yg kita harapkan hanya hasil dari kerja sama kita"ucap salah atau mereka


"Baik lah jika begitu asal privasi tuan Arka tidak menganggu kerja sama kita"ucap nya


"Saya tetap proposional saya akan menjamin jika yg terjadi tidak akan mempengaruhi pekerjaan saya"tegas Arka


"Oke kami berusaha percaya dengan tuan Arka"ucap nya setuju Arka lega mendengar nya


"Karna kami masih ada pekerjaan kami permisi"ucap Arkan berdiri bersama Arka lalu menjabat tangan semua yg ada di sana dan mereka segera pergi


"Kak kita perlu melanjutkan proyek kita"ucap Arkan serius


"Ya nanti aku akan selesai kan kamu atur pertemuan dengan para media aku harus segera menyelesaikan masalah ini"ucap Arka


"Harus sekarang ngak besok aja"ucap Arka


"Ngak bisa aku harus segera pergi menemui Syifa "ucap Arka serius


"Akan ku usahakan kak mengatur jadwal kak Arka"ucap Arkan lalu mereka melanjutkan perjalanan mereka


###


Arka benar di landa rasa kesepian padahal hari ini dia menyakini jika semua urusan nya selesai nyata nya tidak banyak jadwal meeting dan harus mengadakan beberapa pertemuan bahkan proyek nya belum selesai di buat sketsa nya Arka memangku laptopnya dia sekarang sudah pulang karna sudah larut malam .Arka gelisah meletakkan laptop nya lalu ke kamar mandi mencuci wajah


"Mas Arka cepatan"


"Syifa"ucap Arka semangat lalu keluar dari kamar mandi senyum Arka sangat tampan di lihat


"Akhir nya kamu pulang"ucap Arka tersenyum berlari memeluk Syifa


Bugh


"Awww"keluh Arka saat tubuhnya yg tadi memeluk Stifa tiba-tiba terjatuh ke kasur melewati banyangan Syifa yg seketika menghilang


"Sial sial sial"kesal Arka memukul kasur nya lalu berguling memeluk guling


"Ahh rasa nya ngak enak di tinggal Istri"ucap Arka frutasi dia kembali duduk memukul kasur nya

__ADS_1


__ADS_2