
Seperti hari biasanya Zahra mulai hari dengan beraktivitas seperti biasa berberes memasak serta menyiram bunga selama ini Zahra dan Devil masih tinggal di rumah Margareta karna Zea yg meminta karna dia sudah tua semua aset dan harta Margareta Zahra lah yg kelola Devil hanya membantu jika Zahra bertanya hal yg tidak dia mengerti Devil pun sibuk dengan perusahaan nya meski sangat sibuk tapi Zahra menjadi ibu yg siap siaga dan menjadi istri yg baik untuk Devil.Zea juga sudah lama tidak tinggal bersama Zhara karna Zea menghabiskan masa tua nya di tempat tanah kelahirannya dulu menikmati masa tua nya jika Zea rindu maka Devil dan keluarga nya segera menemui Zea
"Sayang"panggil Devil malas berajak melirik tidak ada keberadaan Zahra malah menemukan baju kerja nya di dekat dia berbaring
"Pasti buat sarapan"gumam Devil mulai kesal saat Zahra tidak ada di samping nya Devil beranjak dan segera mandi
"Semua sudah beres ehh ya ampun aku lupa Adam"gumam Zahra lalu lari kecil menuju kamar Adam ketahuilah Adam sangat lah mirip dengan Devil datar
"Ehh sayang maaf ya mama tadi buat sarapan"ujar Zahra masuk ke kamar Adam
"Biasanya juga gitu mama lupain Adam mulu"ucap Adam mengambil buku nya
"Lho kok gitu mama jadi sedih"ujar Zahra duduk di kasur Adam memasukkan buku nya di tas lalu mendekati Zahra lalu bersipu di kaki Zahra
"Papa banyak uang kenapa mama harus sibuk Adam ngak mau lihat mama sakit terlalu sibuk makan nya Adam belajar mandiri mengurangi beban mama"ujar Asma menatap Zahra
"Sayang dengar mama hanya melakukan tugas sebagai istri dan ibu mama senang melakukan ini semua"ujar Zhara tersenyum
"Iya tetap Adam ngak suka"ujar Adam berdiri dengan sebal lalu duduk di dekat mama nya
"Jika mama sakit Adam akan memukul papa"ujar Adam geram
"Lho kok malah mukul papa"kekeh Zhara mengecup wajah Adam
"Iya lah banyak uang tapi masih suruh mama kerja"ujar Adam membuat Zhara tersenyum
"Ini mama yg mau sayang"ujar Zahra tersenyum
"Ayo kita sarapan"ujar Zhara berdiri
"Ya Allah"ucap Zhara pelan memegang kepalanya yg terasa berdenyut
"Mama"ujar Adam berdiri
"Mama ngak papa sayang"ucap Zhara tersenyum Adam berjalan bersama Zhara
"Mama tunggu di meja makan dulu Adam lupa ambil buku pr Adam"ujar Adam melupakan tugasnya
"Ya udah yg cepat ya"ujar Zahra tersenyum mencium pipi Adam lalu berlalu
"Astaghfirullah kenapa akhir-akhir ini aku sering lemah dan sakit kepala"gumam Zhara menuruni tangga
"Apa aku hamil tapi tidak ada tanda kehamilan apa lagi dengan mas Devil"gumam Zhara bingung semakin lama pengelihatan Zhara semakin kabur Zhara melihat ada sesuatu menetes di tangan nya menghentikan langkah Zhara
"Astaghfirullah aku mimisan"gumam Zahra
Bruk
"Pelupa"gumam Adam mengambil buku nya lalu segera menemui Zhara di lantai bawah Adam tidak membiarkan mama nya menunggu lama jadi Adam sedikit berlari kecil pada saat dia akan melangkah Adam melihat Zhara tergeletak
"MAMA"teriak Adam menjatuhkan buku nya lalu berlari
"Mama bangun"teriak Adam memangku kepala Zhara membersihkan darah di hidung mama nya
"TIDAK MAMA"teriak Adam dengan kuat.Devil yg lagi mengenakan kancing kemeja nya mendengar teriakkan Adam
"Ada apa Adam berteriak"ujar Devil lalu segera berlalu
"Zahra"ucap Devil panik segera mendekati Adam
"Pergi"teriak Adam menatap Devil tajam
"Diam"sentak Devil emosi kedua nya memang sering bertengkar serius hanya karba Zahra tapi sesungguhnya mereka berdua saling menyayangi tapi sifat keras kepala mereka lah yg sering membuat mereka bertengkar
"Aku bilang pergi"ucap Adam mendorong Devil
"Ini semua karna papa"teriak Adam lagi
"Hei dia itu istri ku jika istri ku terluka aku akan mengusir mu"kesal Devil
"Dia mama ku "ujar Adam berdiri mencengkram baju Devil yg duduk di dekat Zahra
"Dia istri ku"kesal Devil memegang bahu Adam mereka saling menatap dengan tajam
"Nyonya Zhara"ujar pembantu itu masuk lalu mendekati Zahra
"Tuan aden"panggil nya tapi kedua nya asik saling mendorong
"Ya ampun sama sama keras kepala"ujar nya lalu memampa Zahra
"Pak bantuin"ujar nya memanggil supir
"Ya ya"ujar nya lalu membuka pintu mobil pembantu itu memasukkan Zhara
"Hei berhenti"teriak Devil lalu masuk mobil di ikuti Adam
"Mama"panggil Adam cemas mengengam tangan Zahra di sebelah kanan
"Zahra Sayang bangun jangan membuat aku cemas"ujar Devil mencium tangan Zahra di sebelah kiri
__ADS_1
"Ehh tunggu apa ayo jalan "kesal Devil pada supir nya
"Iya tuan"ujar nya melajukan mobilnya dia hanya geleng kepala anak dan ayah itu selalu bertengkar dari hal kecil sampai hal besar demi mendapatkan perhatian Zhara bahkan jika mereka bersama Zhara akan jadi seperti ratu mereka bersaing mewujudkan keinginan Zahra
####
"Tuan saya ingin bicara hal serius"ujar dokter keluar dari memeriksa Zhara
"Baik dok"ujar Devil serius
"Hei aku juga mau ikut"ujar Adam menarik baju dokter itu
"Anak kecil seperti mu harus banyak berdoa tunggu di sini ya"ucap nya menepuk kepala Adam
"Hei aku akan menampar mu berani mengacuhkan aku tidak memberi tau ku keadaan mama ku"teriak Adam emosi
"Dasar keras kepala kamu itu masih bocah"ujar Devil sebal
"Aku mau ikut"ujar Adam sebal
"Iya iya"ujar Devil lalu mengedong Adam mereka segera menuju ruangan dokter duduk di depan dokter
"Gimana dok dengan istri saya"ujar Devil serius
"Iya mama ku akan sembuh kan"ujar Adam Devil memberi tatapan mencibir pada Adam di balas Adam dengan tatapan tajam
"Begini pak"ujar dokter lalu menbaca laporan hasil tes nya
"Dari pemeriksaan nyonya Zhara mengidap kanker stadium awal"ucap nya serius
"Apa"ucap Devil wajahnya berubah suram
"Papa apa penyakit itu kenapa papa cemas"ujar Adam khawatir
"Apa Istri saya akan sembuh"ujar Devil dingin
"Tuan kanker itu sudah stadium awal sudah menyebar memasuki stadium 2 jika seperti ini dengan pengobatan nyonya tidak sembuh dia akan meninggal"ujar nya
"Hei"teriak keduanya Adam sudah naik ke meja
"Tutup mulut mu mengatakan mama ku akan meninggal"kesal Adam emosi
"Dokter jangan macam-macam"ucap Devil datar
"Tuan tenang kami akan berusaha menyembuhkan nyonya tapi bisa kah suruh tuan muda turun "ujar nya ngeri
"Sama papa juga tapi"ujar Devil tidak berdaya mereka saling berpelukan tidak mau kehilangan ratu mereka
###
Zahra harus di rawat inap karena keadaannya padahal Zahra tidak mengeluh kesakitan atau melihat Zhara sakit dan menunjuk kan gejalanya Devil tidak percaya Zahra bisa mengidap penyakit itu Devil tidak bisa melihat Zahra menderita karna penyakit itu tapi Devil tidak bisa apa apa hanya doa yg bisa Devil panjat kan.Perlahan Zahra membuka mata nya pelan merasakan ada yg mengelus pipinya Zahra tersenyum melihat raut wajah Devil dia yakin semua pekerjaan Devil hari ini tertunda karna cemas memikirkan nya Zahra menoleh lagi ke samping melihat Adam memeluk tangannya dengan wajah datar
"Sayang jangan banyak gerak"ujar Devil
"Mama haus"lirih Zahra pelan
"Papa aja ambilin itu minum nya"ucap Adam menunjuk gelas berisi air di samping Devil
"Minum sayang"ujar Devil membantu Zhara minum ,Zahra heran dengan keduanya tumben sekali akur
"Sayang aku mau nanya"ujar Devil serius
"Hhmm apa kamu tidak memberi tau ku soal penyakit mu itu"tanya Devil berdehem
"Penyakit"ujar Zahra heran
"Penyakit apa papa tau kan mama ngak pernah bohong sama papa"ucap Zahra
"Kamu mengidap penyakit kanker memasuki stadium 2"ujar Devil datar
"Innalilahi"ucap Zahra kaget
"Mama apa penyakit itu sangat berbahaya kenapa mama kaget mama ngak akan ninggalin Adam sama papa kan"ujar Adam serius
"Sayang setiap manusia itu akan mati sebagai manusia yg mencintai dan menyayangi sesama manusia harus di hadirkan rasa ikhlas supaya di saat kehilangan kita udah siap untuk mengiklaskan nya"ujar Zhara mengelus kepala Adam
"Adam ngak mau kehilangan mama "ujar Adam merengkuh tubuh Zahra
"Adam ngak mau mama meninggal hiks hiks Adam janji ngak akan lagi bertengkar dengan papa Adam janji akan mengikuti semua perkataan mama"ujar Adam menangis dia sangat cengeng jika menyangkut tentang Zahra
"Mama akan baik baik saja"ujar Zahra mencium kepala Adam menatap Devil yg juga meneteskan air mata ketahui lah keduanya menangis jika menyangkut Zahra kenya sama hal nya dengan Devil dia akan meneteskan air mata jika melihat Zahra kesakitan
"Bayi bayi ku mulai menangis"ujar Zhara mencium pipi Devil yg berair
"Ngapain papa ikutin Adam nangis"ujar Adam menyeka air matanya
"Emang kamu saja takut mama pergi papa juga begitu"ujar Devil memeluk Zhara
"Allah akan memberi mama kesehatan"ujar Zahra tersenyum mencium tangan Devil
__ADS_1
"Pa kok biarin Adam ngak ganti baju masih pakai baju sekolah"ujar Zahra mengalihkan pembicaraan
"Adam sama papa sepakat nemanin mama sampai mama sadar papa juga ngak kerja begitu pun Adam ngak sekolah"ujar Adam
"Kok kalian gitu sih"ujar Zahra
"Karna wanita yg kami sayang sakit"celetuk Devil lalu duduk di samping Zahra menyender kan kepala Zahra di dadanya Adam tidak kalah saing dia memeluk perut Zahra
"Tuh kan kenapa ada jarum menusuk tangan mama"kesal Adam melihat selang infus di tangan Zhara
"Ini selang infus sayang"ucap Zahra tersenyum
"Adam ngak suka mama"kesal Adam
"Jangan kayak gitu ahh"ucap Zahra tersenyum mengelus pipi Adam mendongak menatap Devil wajahnya terlihat cemas
"Adam ganti baju gih sana "ucap Zahra
"Ya udah Adam pulang sama pak Udin"ucap Adam turun dari brandar dan keluar
"Mas"ucap Zahra menoleh
"Apa kamu merasa sakit"tanya Devil serius
"Mas jangan khawatir aku akan sembuh"ujar Zahra memegang wajah Devil lalu mencium kening Devil
"Iya tapi saat kamu di rawat proses penyembuhan itu akan terasa sakit cukup aku mau mati mendengar kamu lahiran dulu aku ngak mau lagi melihat mu tersakiti"ujar Devil mengengam tangan Zhara
"Mas kesembuhan itu milik Allah banyak doa kan aku biar cepat sembuh"ujar Zhara tersenyum
"Emm atau aku cariin kamu istri baru aja untuk jaga jaga jika aku mati nya cepat"canda Zahra tapi dia melakukan kesalahan
"Sekalian saja kamu cepat mati"bentak Devil emosi lalu berlalu
"Mas maaf kamu mau kemana"ujar Zahra
"Cari istri baru"kesal Devil berlalu
"Maaf mas"lirih Zhara berbaring tidak terasa air matanya menetes bukan Zahra mengambil hati ucapan Devil dia sudah biasa mendengar ucapan Devil di saat emosi bahkan mungkin bentar lagi Devil akan kembali memeluk nya yg Zahra sedih kan adalah dia mengidap penyakit kanker Zhara tidak takut mati tapi Zahra membayangkan bagaimana nanti nya nasip Adam dan Devil tanpa Zahra karna semua nya Zhara lah yg mengurus kedua nya
"Ya Allah hamba ikhlas apa yg engkau berikan pada hamba "ujar Zahra menangis tersedu berzikir berusaha tabah lalu dia merasakan pelukan seseorang serta kecupan lembut di bahu nya
"Maaf"lirih Devil lalu Zhara berbalik
"Itu bukan kesalahan mas Devil tapi aku maafkan aku mas aku hanya mencair suasana jangan tegang"lirih Zahra menangis
"Kamu sakit hati ku bentak tadi"ujar Devil
"Tidak sama sekali"ujar Zahra
"Aku sedih dengan ini semua aku ikhlas apa yg Allah berikan pada ku tapi aku tidak bisa membayangkan jika aku meninggal nanti siapa yg akan mengurus mas dan Adam aku tidak sanggup melihat kalian tidak ada yg mengurus aku sedih mas"ujar Zahra menangis sesenggukan Devil memeluk Zahra dengan erat
"Kamu akan sembuh sayang"ujar Devil serak mencium kening Zahra yg semakin erat memeluk Devil menangis di pelukan Devil meski Zahra terlihat kuat dan tetap tersenyum nyatanya dia rapuh selama ini bahu Devil yg bisa Zahra sandar kan di saat dia merasa rapuh dia berusaha menguatkan dirinya
####
Mengenai berita Zahra mengidap penyakit kanker menyebar begitu saja ke media entah dari televisi atau pun dari medsos semua membicarakan Zahra menyayangkan Zahra yg baru anak satu itu bisa mengidap penyakit itu entah siapa yg membocorkan berita itu
"Ini tidak bisa kenapa kan Devil dan Zahra tidak memberi tau ku masak aku tau dari televisi"ujar Syifa cemas menelpon Zhara
"Assalamualaikum"ucap Syifa di telpon
"Waalaikum salam"ucap Zahra di telepon
"Apa ini"ujar Syifa
"Apa nya apa"ujar Zahra bingung
"Ck jangan bersandiwara ini apa"kesal Syifa
"Mana ku tau apa nya apa"ujar Zhara
"Zahra berita mengenai kamu itu sudah menyebar nona Margareta atau nyonya Devil lagi sakit mengidap penyakit kanker masak iya kamu tidak memberi tau ku malah televisi yg memberi tau ku"oceh Syifa
"Serius berita nya menyebar"ujar Zhara kaget
"Benar benar ya"kesal Syifa
"Ya maaf mana sempat aku aja baru tau jika mengidap penyakit itu ini aja baru dua hari di rawat mau di periksa lebih lanjut tapi tenang aku baik baik saja"ujar Zahra
"Bagaimana aku bisa tenang tidak ada yg memberi tau ku apa aja sih kerjaan kak Devil"oceh Syifa
"Syifa jangan ngomong kayak gitu di sini mas Devil lah yg paling bersedih atas apa yg menimpa ku mungkin dia tidak sempat mengabari mu dia sudah menjadi suami terbaik untuk ku"ujar Zharaea
"Ya udah nanti aku ke sana bersama mas Arka sekalian sama Zenap kamu sakit ngak kasih tau aku"ujar Syifa menghembuskan nafasnya kasar
"Iya aku tunggu assalamualaikum"ujar Zahra
"Waalaikum salam"ucap Syifa mematikan sambungan telpon nya menatap ponselnya Syifa masih tidak percaya Zahra bisa mengidap penyakit serius
__ADS_1