
Arka mengecup kening istrinya dengan lembut menarik selimut sampai ke leher Syifa yg masih tertidur pulas Arka memangku kepalanya dengan tangan, menyikir kan rambut Syifa yg menutupi wajah Syifa meski Syifa terlihat berisi tapi di mata Arka istri nya sangat cantik dan seksi.Arka mencium pipi Syifa lembut lalu beranjak semalam mama nya sudah mengirim pesan sudah waktunya mereka pulang jadi Arka harus bersiap Arka membereskan pakaian mereka yg akan mereka bawa ke rumah Karten
"Emm mas lagi ngapain"ujar Syifa terbangun
"Berberes hari ini kita akan pulang ke rumah Karten"jawab Arka
"Ngak usah mas biar aku aja"ucap Syifa dengan pelan menurunkan kaki nya mendekati Arka
"Istirahat saja nanti kamu capek"ujar Arka tersenyum menoleh ke arah Syifa yg memeluk nya
"Mas "ucap Syifa malah bermanja
"Mau dengus ketiak mas Arka"ucap Syifa cemberut
"Ulu istri ku ini ngidam lagi"ucap Arka tersenyum mencium mata Syifa
"Mas baju nya di lepas mau dengus nih"ucap Syifa bermanja
"Iya"ucap Arka tersenyum lalu melepaskan bajunya
"Hhmm harum nya"ujar Syifa mencium tubuh Arka
"Lakukan semau mu"ucap Arka lalu kembali menurunkan baju nya Syifa terus menciumi tubuh Arka bahkan dia menyembunyikan wajahnya di ketiak Arka
####
"Selamat datang kembali"ucap Maya menyambut Syifa dan Arka masuk ke rumah Karten
"Makasih ma"ucap Syifa memeluk mama nya manja
"Ma cucu nya pingin om nya cepat nikah"ujar Syifa bergelayut dengan Maya
"Kak kok malah ke sana sih nanti juga nikah"ucap Arkan Syifa selalu menggoda nya
"Harus cepat Arkan biar aku ada temannya"ucap Syifa
"Iya nanti juga dia nikah "ujar Mata tersenyum mengusap perut Syifa
"Syifa istirahat nanti capek"ucap Arka mendekat
"Iya sayang harus banyak istirahat"ucap Maya
"Yuk mama antar ke kamar"ucap Maya mengajak Syifa ke kamar
"Kapan Lily dan keluarga nya ke sini"tanya Arka duduk di sofa
"Ngak tau"jawab Arkan dengan santai
"Kok ngak tau jika kamu tidak menyukai nya berusaha lah untuk menerima nya"ujar Arka
"Ya aku ngerti kak malah aku berusaha dekat dengan nya tapi dia sadis banget masak aku nanya dia lagi ngapain malah dia pap foto dia sama kekasih nya di ranjang mau di taro di mana muka ku aku kan calon suaminya"keluh Arkan mengaduh Arka terkekeh pelan
"Kamu juga ngak mementingkan itu kan jadi buat apa protes"ucap Arka santai
"Ini soal harga diri"kesal Arkan menendang kaki kakaknya
"Banyak bersabar kamu bilang lah sama dia"ucap Arka tersenyum
"Kak jika aku batalin pernikahan ini bagaimana"ucap Arkan serius
"Hus ! ngaur kamu"ucap Arka memukul kepala Arkan melirik sekitar
"Kamu tau mama kan dia sangat keras kepala"bisik Arka
"Iya kak aku akan mengabulkan permintaan mama"ucap Arkan tersenyum dia harus memendam perasaannya untuk Zenap dan berusaha berjuang menerima Lily untuk kebahagiaan mama nya
####
Keluarga Wiston sudah datang ke kota untuk merencanakan pernikahan Lily dengan Arkan bahkan mereka akan tinggal di sana rencana pernikahan sudah di mulai Arkan juga memendam perasaan nya dia menerima Lili menjadi istri nya
"Arkan kamu ajak Lily untuk memilih baju pengantin"ucap Maya
"Iya ma aku ajak Lily dulu"ucap Arkan lalu pergi untuk menjenguk Lily sedang kan yg lain menyiapkan persiapan pernikahan
Tok tok
"Lily"pangil Arkan
Cklek
"What"ucap Lily jutek dengan wajah masam
"Siap sana ayo kita pilih baju pengantin"ucap Arkan serius
"Bagaimana caranya agar pria ini membatalkan pernikahan"batin Lily lalu dia mempunyai ide
"Baik lah ayo tunggu aku bersiap"ucap Lily menarik tangan Arkan masuk ke kamar
"Tunggu sebentar"ucap Lili lalu ke kamar mandi
"Jika aku jadi cewek penggoda pria ini tidak akan mau punya istri yg sudah pernah tidur dengan pria lain"ucap Lily tersenyum lalu mengambil baju lingerie nya dan keluar Arkan yg tadi memainkan ponselnya menatap Lily dengan datar
"Kamu tau kan kekasihku selalu memberi ku ke puasaan jadi kita coba dulu kamu bisa apa tidak menyamai nya"ucap Lili tersenyum manis membelai wajah Arkan
"Cepat bersiap jangan aneh"ucap Arkan datar Lily tidak menyerah dia mengusap dada Arkan
"Ayo kita coba"ucap Lily lalu duduk di pangkuan Arkan tapi dia tidak merasakan apa apa terhadap Arkan
"Cepat Lily"ucap Arkan santai Lily kesal kenapa Arkan biasa saja
"Heh apa kamu ini tidak perkasa hah tidak tergiur dengan tubuh seksi ku"kesal Lily
"Jangan membuang waktu"ucap Arkan lalu berlalu
"Ihhh pakai cara apa lagi sih"kesal Lily sebal lalu kembali ke kamar mandi
"Aku harus berani"ucap Lily bertekad dia tidak mau nikah dengan Arkan karna dia punya kekasih
"Bodoh amat sama Arkan"ucap Lily turun
"Ayo"ucap Arkan berdiri karna dia tadi duduk
__ADS_1
"Ded aku ngak mau nikah sama Arkan"ucap Lily mengeluh pada Dedy nya
"Lily kamu harus nikah sama Arkan dia pria yg baik mapan dan terpelajar"ucap nya
"Tapi aku tidak mencintai nya Ded aku punya pilihan sendiri"ucap Lily
"Lily jangan bikin malu"tegur momy nya
"Nyonya Karten ini gimana sih memaksa anak nya"ucap Lily
"Di mana hati nyonya aku ngak cinta sama anak nyonya apa lagi anak nyonya ini mencintai orang lain malah di paksa mau ke depannya hubungan kami tidak baik"ujar Lily
"Lily jangan kurang ajar"ucap momy nya
"Aku bicara yg sebenarnya mom jika nyonya Karten ini hanya butuh kekuasaan Ingin anak nya menikah dengan keluarga kita setara dengan nya padahal Arkan juga punya wanita yg dia cintai sama seperti ku"ucap Lily
"Anak saya tidak pernah mencintai siapa siapa"tegas Maya dia tau penolakan Lily
"Tidak punya hallo nyonya Arkan sendiri mengatakan jika di berusaha menerima pernikahan ini karna nyonya padahal dia juga mencintai seseorang"kesal Lily
"Stop Lily"ucap dedy nya
"Cepat pergi bersama Arkan"ujar nya lagi
"Ihh nyebelin"kesal Lily
"Ayo"ucap Arkan mendekati Lily
"Tunggu"ucap Maya serius
"Apa benar Arkan yg di katakan Lily"ujar Maya serius Arkan hanya diam
"Mama bertanya pada mu"ujar Maya lagi
"Itu tidak penting ma yg penting kebahagiaan mama"ucap Arkan tersenyum Maya berdecih merasa aneh dengan anak nya
"Berarti benar kamu punya wanita yg kamu cinta"ucap Maya
"Maaf ma"ucap Arkan pelan
"Katakan siapa"tanya Maya baik baik Arkan diam saja
"Siapa Arka "geram Maya
"Zenap"ucap Arkan pelan
"Apa Zenap"ucap Arka dan mama nya kaget
"Kok bisa"ujar Arka kaget
"Ihh mas tunggu nanti bertanya itu belum waktunya"bisik Syifa
"Zenap teman Syifa itu"ujar Maya
"Iya ma tapi aku akan melanjutkan pernikahan ini"ujar Arkan serius
"Kalian tunggu di sini saya akan membawa penyebab ini semua"ucap Maya serius lalu pergi
"Tunggu di sini"ucap Maya datar lalu pergi
"Kamu maluin aja Lily"ujar momy nya
"Orang aku tidak mencintai nya mom ,Dedy yg maksa aku nikah sana Arkan"ucap Lily sebal
Maya datang ke rumah Zenap dia turun dari mobil melihat sekeliling tempat itu yg sedikit kotor lalu Maya berjalan menuju depan pintu rumah Zenap mengetuk nya sedikit keras
"Ya sebentar"teriak Zenap dari dalam rumah lalu membuka pintu
"N.... nyonya"ucap Zenap kaget
"Silahkan masuk nyonya"ucap Zenap berdegup
Hasim
"Maaf"ucap Zenap menutup mulut nya dia sedikit tekena flu itu kenapa dia tidak bekerja di suruh temannya istirahat
"Tidak perlu"ucap Maya datar
"N.... nyonya ke rumah saya ada apa"ucap Zenap gugup
"Kamu yg menyebeb ini semua"ucap Maya datar
"Kesalahan saya apa"ucap Zenap heran
"Karena kamu membuat anak saya mencintai mu kamu harus bertanggung jawab"ucap Maya datar memegang tangan Zenap
"Ikut saya"ucap Maya
"Tapi nyonya ibu saya"ujar Zenap panik
"Jangan membantah"ucap Maya lalu menyeret Zenap menuju mobil
"Kamu jaga ibu nya"perintah Maya pada supir nya
"Ayo masuk"ucap Maya pada Zenap yg tahu akhirnya dia mereka masuk dan Maya segera melaju kan mobilnya
"Nyonya maaf kan saya sungguh saya tidak melakukan apa apa"ucap Zenap cemas
"Kamu diam kamu akan menerima akibatnya"ujar Maya serius
"Tapi saya tidak bersalah"ujar Zenap
Hasim
"He he maaf"ujar Zenap nyengir tidak enak Maya menoleh lalu mengurangi volume AC mobil nya melihat Zenap seperti sedikit demam
"Ayo turun"ucap Maya saat mobil mereka sampai Zenap menoleh dia meneguk ludahnya kasar melihat mimik wajah Maya
"Tunggu apa ayo"bentak Maya membuat Zenap kaget
"I...iya nyonya"ucap Zenap membuka pintu mobil lalu keluar
__ADS_1
"Mati aku"gumam Zenap mengikuti Maya
"Mama"ucap Arkan berdiri melihat mama nya masuk
"Mama ngapain ngajak Zenap ke sini"ucap Arkan jadi panik
"Kenapa kamu tidak suka"ketus Maya melipat tangannya
"Mas kita nonton drama nya sambil elus perut aku"ucap Syifa memeluk lengan Arka tersenyum manis
"Dih anggap drama"kekeh Arka mencium kening istrinya yg manja
"Bukan begitu ma Zenap tidak salah apa apa"ujar Arkan cemas
"Tidak salah apa nya kamu sampai tidak bisa hidup dengan tenang bersama Lily"ucap Maya
"Ehh nyonya anak nyonya ini bukan tipe saya"ucap Lily protes
"Ma lepas kan Zenap aku akan menikah dengan liliy tolong lah ma jangan mempersulit Zenap"ucap Arkan membujuk
"Mama hanya ingin mendengar dari mulut mu apa benar kamu mencintai wanita ini"ucap Maya serius menepuk bahu Zenap membuat Zenap mengigit bibirnya takut
"Jawab Arkan "kesal Maya
"Iya aku mencintai nya"ucap Arkan menatap mama nya
"Lepaskan dia ma"ucap Arkan memelas
"Mama tidak akan lepaskan wanita ini"tegas Maya
"Nurut saja Arkan jangan membuat mama kecewa"ucap Arka santai
"Tau kan bagaimana rasanya jika mau di pisahkan orang tercinta"ejek Arka
"Mas masih mengharap kan Nara"kesal Syifa menatap Arka yg mengaga
"Mas jangan tinggalkan kami hiks hiks"ucap Syifa memeluk leher Arka
"Tidak istri ku aku tetap bersama mu"ucap Arka tersenyum mengusap kepala Syifa
"Ngak mau di tinggal mas Arka"ucap Syifa memeluk suaminya posesif Arka hanya tersenyum senang dengan tingkah istri nya
"Ma tolong lah"ujar Arkan
"Mama bilang tidak ya tidak"ketus Maya lalu mendekati keluarga Wiston
"Tuan Wiston seperti nya kita tidak bisa melanjutkan perjodohan ini mengingat anak anak tidak setuju dengan ini semua"ucap Maya
"Baik lah jika begitu nyonya Karten kami tidak mau memaksa dan juga egois"ucap tuan Wiston
"Kami permisi sebentar nanti kami akan kembali lagi ada urusan dengan anak kami"ujar tuan Wiston lalu menarik anak nya keluar dari rumah itu
"Kenapa mama batalkan"ucap Arkan
"Kamu ngak mau nikah sama Zenap"tanya Maya santai
"Hah maksud mama"ucap Arkan tidak percaya
"Jika Zenap mau mama akan menikah kan kalian"ucap Maya mengangkat bahu acuh
"Mama serius"ucap Arkan tersenyum lebar
Bugh
"Harus nya kamu bilang dari awal jika mencintai wanita lain ngak membuat mama ribet kayak gini"ucap Maya memukul kepala Arkan
"Makasih ma"ucap Arkan memeluk mama nya bahagia
"Aku hanya tidak mau membuat mama kecewa"ucap Arkan mencium tangan mama nya
"Mama kok setuju seharusnya mama siksa dulu Arkan nya"ucap Arka
"Ini hal berbeda jika dulu kamu mau menikah dengan wanita yg kamu cintai karna wanita nya tidak baik berbeda kali ini Zenap baik beda dengan Nara"jelas Maya santai
"Zenap mau kan nikah sama aku"ujar Arkan tersenyum
"Emmm emm aku tidak tau"ucap Zenap menunduk dia gugup mau jawab apa
"Kok ngak tau"ucap Arkan cemberut Arka tertawa puas
"Itu beda nya kita kamu itu ada wajah nya kurang menarik berbeda dengan ku yg semua wanita tertarik"ucap Arka tersenyum bangga
"Lihat kak Syifa dengan dia mengatakan itu artinya kak Arka mau kembali pada Nara"ucap Arkan sebal
"Ahh tidak dia hanya becanda"ucap Arka
"Jika mas kembali pada Nara aku akan benci mas Arka dan rawat anak kita sendiri"ucap Syifa melipat tangan di dada
"Ngomong apa sih aku akan tetap di samping mu selalu mencintaimu"ucap Arka lalu memeluk istrinya menatap Arkan tajam
"Kenapa ngak mau menerima lamaran Arkan"ucap Maya menyipitkan mata tatapan Maya membuat Zenap tersudut
"S...saya bukan menolak nyonya"ucap Zenap gugup
"Lalu"ujar maya
"Saya kan hanya wanita miskin lagian saya masih punya ibu yg harus saya rawat saya tidak bisa meninggalkan nya"ucap Zenap
"Itu hal yg gampang"ucap Maya
"Arkan akan mengurus semua nya tenang saja"ucap Maya
"Tapi apa kamu mencintai Arkan"tanya Maya
"Saya mana berani mencintai pak Arkan nyonya saya takut tersakiti buktikan beberapa bulan lalu saat pak Arkan melamar saya sebenarnya saya sudah sangat bahagia tapi di saat saya berusaha mencintai nya dia malah membatalkan itu semua karna ingin nikah dengan wanita pilihan nyonya"jelas Zenap menunduk
"Sekarang kamu berhak mencintai Arkan saya akan merestui kalian berdua"ucap Maya tersenyum
"Terimakasih ma"ucap Arkan memeluk mama nya bahagia
"Mama akan selalu membuat anak anak mama bahagia"ucap Maya membalas pelukan Arkan dia tidak mempermasalahkan status Zenap yg penting anak nya bahagia karna Maya sudah banyak harta ngapain mau nikah kan anak nya dengan wanita kaya jika dia menjodohkan kan Arkan dan Lily karna itu dari keluarga baik baik dia tidak mempermasalahkan status Zenap
__ADS_1