Jodohku Seorang Presdir

Jodohku Seorang Presdir
Di dorong


__ADS_3

Syifa termenung di meja makan memikirkan kehamilan Zhara tanpa sadar air mata nya menetes dia ingin menjadi seorang ibu tapi Arka tidak mau dia mengandung anak nya Syifa tidak mau hubungan nya dan Arka menjadi renggang.Syifa merasakan kecupan di pipinya membuat Syifa kaget


"Hei kok nangis kenapa"ujar Arka menghapus air mata Syifa


"Ehh mas , tidak kok aku merindukan mama dan juga ingin ketemu sama Zhara melihat kehamilan nya"ucap Syifa tersenyum


"Emm gimana habis ini aku menemani mu karna ngak sibuk juga sih Arkan bisa mangatasi nya"ucap Arka duduk lalu melahap masakan Istri nya


"Serius mas mau nemanin aku ketemu sama Zhara"ucap Syifa senang


"Tentu "ucap Arka mengusap bibir Syifa yg tersenyum


"Setelah kita sarapan oke"ucap Arka


"Iya mas makasih"ucap Syifa tersenyum pada suaminya


####


"Papa tidak mau Zahra melahirkan anak nya Devil"ujar Firman duduk di kamar nya bersama anak dan istrinya


"Papa tenang saja mama akan membuat Devil sangat membenci Zhara dan mama akan membuat Devil jauh dari Zhara seperti Aleksa dulu"ucap nya mengusap bahu Firman


"Iya mama benar pa aku yg akan membuat Zhara pergi yg jauh setelah itu aku akan menikah dengan kak Devil ujar Karin tersenyum


"Lakukan papa hanya ingin melihat Zhara meninggalkan Devil"ucap Firman santai Karin sudah mempunyai rencana yg bagus


"Kamu istirahat saja di kamar"ucap Devil menyelimuti Zhara


"Mas Devil aku hanya hamil bukan sakit aku akan hati-hati"ucap Zhara tersenyum menatap Devil yg perhatian


"Iya iya"ucap Devil mengusap perut Zhara lalu mencium nya


"Aku pergi"ucap Devil mengusap wajah Zahra


"Iya mas"ucap Zhara tersenyum


"Mas Devil beliin aku rujak ya enak kayak nya makan asem-asem"ujar Zahra mengalungkan tangannya di leher Devil


"Mas boleh kan"ucap Zhara memasang wajah anak kecil


"Ya ampun dia minta menara epel akan beri kan jika dia kayak gini bermanja pada ku"batin Devil berusaha tidak ingin menatap wajah Zhara yg bergelayut di lehernya


"Mas Devil"ucap Zhara menarik rambut Devil pelan


"Iya aku beliin"ucap Devil cepat


"Abang Abang yg sering pakai gerobak beli nya ya mas"ucap Zhara tersenyum


"Aku belikan sekalian gerobak nya"ujar Devil


"Makasih mas ku"ucap Zhara tersenyum mengecup pipi Devil dengan lembut


"Jika kayak gini Zhara dan anak nya jadi sayang"bisik Zahra tersenyum Devil menatap Zhara serius membuat Zhara menunduk takut karna raut wajah Devil


"Aku berangkat dulu"ujar Devil melepaskan pelukan Zhara dan segera pergi


"Duh aku pasti salah mengatakan hal tadi duh Zhara"ucap Zhara memukul kepalanya menyesali ucapan nya


"Tapi kamu senang kan nak perlakuan papa mu"ucap Zhara mengelus perutnya dan tertawa kecil suasana hati sangat baik hari ini


"Yes"teriak"Devil saat dia menutup pintunya dia sangat senang dengan ucapan Zhara tadi


"Akan ku buat kamu yg membenci ku akan mencintai ku kamu akan membalas cinta ku"gumam Devil kegirangan sampai dia loncat loncat di depan kamar nya sangking senang nya


"Devil"ujar mama nya membuat Devil menoleh


"Hhm ada apa"ucap Devil datar


"Kamu mau kerja"ujar mama nya


"Iya itu pun bukan urusan mu"ketus Devil lalu berlalu


"Karin ini waktunya"ucap mama nya pada Karin membuat Karin mengangguk mengerti


Devil sangat senang membuat senyum itu terukir sempurna Devil mencari penjual rujak untuk memenuhi keinginan anak dan istrinya tentu ingin membuat istri nya sangat bahagia lalu Devil melihat menjual rujak yg duduk di depan perumahan komplek nya Devil menghentikan mobilnya segera turun


"Jual rujak"tanya Devil datar


"Iya pak mau beli"ucap nya Devil mendekat melihat rujak nya masih banyak


"Saya beli semua tapi saya hanya butuh dua bungkus selebihnya kamu bagikan saja pada yg lewat"ujar Devil


"Serius pak wah terimakasih pak"ujar nya senang segera membuat kan Devil rujak


"Kak Devil"panggil Syifa menurun kan kaca mobil


"Syifa"ujar Devil lalu Arka dan Syifa keluar dari mobil


"Kakak ngapain di sini"tanya Syifa


"Beliin Zhara rujak kata nya dia mau rujak"ujar Devil


"Wah calon ayah yg baik"ucap Arka tersenyum

__ADS_1


"Selamat kawan"ujar Arka mengulur kan tangan nya memberi Devil selamat


"Siapa kawan mu"ketus Devil membuat Syifa tersenyum melihat suaminya kesal


"Pasti ngidam nih bang rujak nya pedasin ya"ucap Syifa antusias


"Jangan nanti anak ku diare"ucap Devil membuat Arka tertawa


"Emang anak yg di dalam perut bisa diare jika makan pedas"ujar Arka tertawa


"Mas"ujar Syifa mengeleng dengan suaminya


"Bilang aja iri"ketus Devil


"Ya ya nanti diare ngak usah pedas bang"ujar Arka cekikikan


"Aku yg pesan terserah aku"ketus Devil acuh


"Pak stop"ujar Aleksa dari dalam mobil supir itu segera berhenti lalu Aleksa keluar


"Devil"ucap Aleksa mendekat Devil melihat nya


"Waw apa sekarang kamu memoroti pria tua sampai bisa pakai mobil"ejek Devil


"Tidak itu mobil majikan ku"ujar Aleksa


"Kamu di sini beli rujak"tanya Aleksa


"Aleksa"ujar Syifa menyapa


"Bukan urusan mu"ucap Devil


"Jawab Devil"ucap Aleksa penasaran


"Iya Aleksa kak Devil beliin istri nya rujak karna Istri nya tengah hamil"ucap Syifa tersenyum karna Devil engan menjawab Aleksa


"Syifa maaf jika aku ikut campur tapi semua kepergian ku karna ulah keluarga Devil mereka tidak setuju jika wanita miski seperti ku akan menikahi Devil apa lagi akan melahirkan anak Devil "jelas Aleksa


"Devil kamu harus percaya pada ku sebaiknya kamu ajak istri mu pergi dari rumah sebelum hal yg tidak di inginkan terjadi"ucap Aleksa


"Heh hubungan kita sudah berakhir dan aku harap kamu tidak ikut campur urusan ku"kesal Devil


"Syifa aku harap kamu bisa percaya pada ku jaga istri nya Devil baik baik aku pergi"ucap Aleksa lalu pamit pergi


"Kayak nya dia serius deh"ucap Arka menatap Aleksa yg berlalu


"Udah dia itu bohong bukti nya sekarang Zhara baik baik saja"ujar Devil acuh


"Kak Aleksa itu wanita baik aku rasa ngak mungkin juga dia berbohong"ucap Syifa


"Kak tunggu aku mau menjenguk Syifa juga"ujar Syifa


"Ayo mas"ucap Syifa mengajak Arka naik ke mobilnya


Zahra berbaring di kasur sedang membaca kan anak nya sholawat Zahra mengelus terus perut nya yg masih rata sungguh dia sangat bahagia saat ini tapi Zhara terdiam sejenak kenapa Karin belum menganggu nya tapi Zahra acuh saja siapa tau Devil sudah memperingati nya


"Zahra"teriak Karin


"Ternyata aku salah dia masih ingin membuat aku pergi dari samping mas Devil membuat aku menderita"gumam Zahra menurunkan kaki nya


"Zahrajra"teriak Karin lagii


"Ya ada apa"ucap Zharara berjalan mendekati Karin


"Cepat masakan untuk ku"ujar Karin santai berjalan menuruni tangga


"Harus sekarang"tanya Zahra


"Iya kapan lagi aku lapar"ujar Karin menghentikan langkahnya baru separuh tangga


"Baik lah aku akan masakan"ucap Zhara menghembuskan nafasnya kasar menuruni tangga


"Tunggu"ujar Karin saat Zahra melewatinya


"Ada apa"ucap Zhara menoleh


"Aku ingin bertanya satu hal"ucap Karin melipat tangannya di dada


"Apa kamu merasa sudah pantas dengan kak Devil apa kamu merasa sudah pantas melahirkan anak kak Devil"ujar Karin santai


*Maksud kamu"ucap Zahra serius


"Jika aku rasa sih kamu belum pantas buat kak Devil apa lagi melahir anak kak Devil kamu hanya memenuhiihi kebutuhan kak Devil"bisik Karin santai


"Meski aku tidak pantas buat mas Devil tapi aku akan tetap bertahan dengan nya"ucap Zahra yakin sepenuh hati


"Jika aku bilang ngak pantas berarti kamu harus pergi"ucap Karin santai memegang bahu Zhara


"Aku tidak akan pergi"ucap Zhara yakin sepenuh hati


"Jika iya kamu masih hidup"ucap Karin santai lalu mendorong Zhara, tubuh Zhara terdorong kebelakang dia berusaha meraih tangan Karin tapi tidak mampu


"Zahra"teriak Devil lalu berlari sekuat tenaga untuk meraih tubuh Zahra tapi sayang jarak di depan pintu dan tangga cukup jauh karna besarnya rumah itu Devil terlambat ke buru tubuh Zhara terjauh dan bergelinding di tangga

__ADS_1


Bugh bugh


"Aghh"lirih Zhara tergeletak dia menahan perut nya


"Zahra "ucap Devil mendekati Zhara menyentuh wajah Zhara


"M...mas anak kita selamat kan"lirih Zahra mengengam erat tangan Devil lalu kehilangan kesadaran Devil melihat tangannya yg basah dan ternyata Zhara pendarahan membuat Devil memundurkan sedikit tubuh nya


"Tidak"gumam Devil menggeleng pelan dia melihat cerminan mama nya saat berjuang membuat dia tetap hidup Devil kembali frutasi linglung


"Mas ,Zhara"ujar Syifa sedikit berlari bersama Arka


"Kita bawa ke rumah sakit"ujar Arka ikut panik mengendong Zhara


"Kak kak Devil"ucap Syifa menepuk pelan wajah Devil


"Ayo kak"ujar Syifa


"Tidak tidak Zhara baik baik saja"ucap Devil terkikik


"Kak Zahra sekarang membutuhkan kak Devil ayo"ujar Syifa menarik baju Devil untuk ikut bersama nya


"Semoga dia cepat mati"doa Karin dia tidak panik jika nanti Devil akan mengamuk karna mendorong istri nya


Zhara segera di tangani dokter Devil duduk dengan tegap di bangku tunggu tangannya terus mengetuk sedang kan Arka tidak ingin mati sia sia karna menyapa Devil saja sudah ingin di tembak oleh Devil hati Devil benar gelisah sekarang ini otak nya menemani Zahra di ruang itu


"Devil"ujar Fatma datang segera mendekati Devil di sentuh nya pundak Devil


"Tidak"ucap Devil menarik rambut nya frutasi dia terduduk di lantai


"Aku ngak mau kehilangan Zhara"teriak Devil frutasi dia mengankat wajahnya penuh air mata


"Mama katakan Zhara tidak akan bernasib sama dengan mama kandung ku kan"ucap Devil menangis


"Tidak Zhara akan baik baik saja"ucap Fatma menyentuh wajah Devil lalu memeluk nya erat


"Zhara ma Zahra"lirih Devil memeluk Fatma erat lalu isakan Devil berhenti menangkup wajah Fatma


"Mama tau kan aku mencintai nya mama yakin kan"ucap Devil serius


"Aku hanya mencintai nya hihihi"ucap Devil tertawa


"Sstt Devil tenang "ujar Fatma menenangkan


"Ya benar aku harus tenang"ucap Devil berdiri mengusap air mata nya berusaha tenang lalu dia mengingat sesuatu mencengkram baju Arka


"Kamu ingin mengambil istri ku kan ngaku kamu "geram Devil marah


"Kamu berani mencemari kulit istri ku kamu mengendong nya"ucap Devil ingin memukul Arka


"Hei siapa juga yg suka menyentuh Istri jelek mu lihat aku punya istri jauh lebih cantik"ketus Arka menepis tangan Devil


"Lihat aku lebih suka memeluk Istri ku"ujar Arka memeluk Syifa


"Devil kamu harus tenang Zhara membutuhkan mu"ucap Fatma membuat Devil melangkah kan kaki nya mendekati pintu itu


"Hu selamat dasar tidak waras"gumam Arka lega


"Dasar mas Arka"ucap Syifa memeluk suaminya dia juga cemas dengan keadaan Zhara


"Sayang ku"lirih Devil menyentuh pintu kaca itu yg hanya melihat kan wajah Zhara yg pucat Devil sangat terpukul melihat keadaan Zhara seperti itu jiwa nya terguncang


Cklek


Devil memundurkan tubuhnya saat dokter itu keluar dan membuka masker nya Devil menunggu kabar baik nya sedangkan yg lain menunggu berita dengan cemas


"Dok gimana dengan menantu saya"ucap Fatma cemas


"Keadaan pasien baik baik saja tapi maaf nyonya akibat benturan itu apa lagi usia kandungan nya masih sangat lemaj bayi nya tidak tertolong "ucap nya menyesal


"Apa"ucap Syifa dan Fatma kaget


"Maksud dokter Zahra keguguran"ucap Syifa


"Iya benar nona "ucap dokter itu menyesal


"Ya Allah kami baru sebentar menikmati kebahagiaan ini"ucap Fatma


"Tapi menantu saya baik kan dok"ucap Fatma


"Alhamdulillah keadaan pasien baik baik saja"ucap dokter nya


"Kami akan memindahkan pasien nya"ujar dokter membuka lebar pintunya karna Zahra akan di pindah kan


"Zahra"gumam Devil pelan mendekati Zhara mencium tangan Zhara yg terbaring lemah sampai Devil ingin ikut berbaring


"Ehh tuan mau ngapain"ucap suster itu mencegah Devil


"Dasar gila dia pria gila"gumam Arka mencibir Devil


"Tapi "ucap Devil


"Devil biarkan Zhara istirahat"ucap Fatma mengingat kan Devil mencium kening Zhara dengan lembut

__ADS_1


"Cepat bangun aku merindukan mu"ucap Devil mencium lagi tangan Zhara


"Kami permisi"ujar dokter mendorong brandar Zahra untuk memindahkan ke kamar VVIP yg di sediakan


__ADS_2