Jodohku Seorang Presdir

Jodohku Seorang Presdir
Nginap di tokoh


__ADS_3

Devil duduk bersama Zahra di ruang tamu menghadap Fikram berbagai alasan Devil ucapkan untuk menyakinkan Fikram untuk mengizinkan Syifa ke tokoh itu juga rencana mereka malam ini mereka akan menginap di tokoh karna hanya itu bisa di lakukan mereka dengan meminta izin dengan Fikram dengan alasan ada beberapa pekerjaan yg harus Syifa bantu pada Zahra yg sedikit kesulitan


"Kenapa harus malam ini "ucap Fikram karna jam sudah menunjukkan pukul 11 malam


"Ya om karna besok akan di pajang kan soal desain nya Syifa yg bisa nanti dia tinggal arah kan om jangan khawatir aku akan ikut menemani mereka ada juga teman mereka di sana"ucap Devil menjelaskan


"Om pangil Syifa"ujar Fikram lalu beranjak menuju kamar Syifa


"Pak Devil kok berbohong"ucap Zahra pelan


"Lalu apa kamu mau mengatakan jika Arka mau ketemu gitu"kesal Devil


"Ya ngak gitu juga pak"ujar Zahra


"Syifa Syifa"ujar Fikram menggoyang kan bahu Syifa pelan


"Ehhh iya ayah"ujar Syifa duduk meraba wajah ayah nya


"Di bawah ada Devil dan Zahra dia bilang mau bicara soal desain"ujar Fikram


"Desain"ucap Syifa binggun


"Ya lihat dulu ayo"ucap Fikram memegang tangan Syifa mereka segera turun setelah Syifa memakai jilbab nya


"Kami pergi dulu ya om"ucap Devil berdiri


"Ngak di sini"tanya Syifa heran


"Kan harus di tokoh"ucap Devil cepat


"Om sekalian nanti kami nginap "ucap Devil lagi


"Iya hati hati jaga Syifa dengan baik"ucap Fikram


"Iya om kami pergi assalamualaikum"ucap Devil dengan cepat takut Fikram makin curiga


"Waalaikum salam"ucap Fikram mereka segera pergi


Syifa di tuntun Zahra keluar dari mobil menuju ke dalam tokoh Syifa masih belum banyak tanya karna dia berfikir benar jika Zahra mengajak nya memang untuk pekerjaan Devil saat masuk tokoh segera mengunci tokoh nya dia merasa lega


"Zahra kok malem banget kerja nya ngak besok aja"ucap Syifa heran


"Siapa yg kerja"ucap Zahra tersenyum lalu Arka melingkar kan tangan nya di perut Syifa


"Aku yg meminta mereka"bisik Arka mengecup pipi Syifa


"Mas Arka"ucap Syifa berbalik


"Ya ini semua ayah kamu yg ngak izinin aku padahal aku ngak salah juga"ucap Arka memeluk pinggang Syifa


"Terus ke sini ngapain"ucap Syifa heran


"Mau bicara aja ayo"ucap Arka memeluk pinggang Syifa mereka menuju lantai atas tempat ruangan Syifa


"Kenapa harus saya yg harus membantu kalian bukan kah ada teman Syifa yg lain"tanya Zahra


"Kamu yg memegang kunci tokoh ini lagian om Fikram akan izinin jika soal pekerjaan ini"jawab Devil duduk


"Sekalian mau bicara pada mu ayo duduk"ucap Devil serius Zahra segera duduk di depan Devil


"Mau bicara pada saya"ucap Zahra


"Soal cincin itu"ucap Devil menunjuk cincin yg melingkar di jari manis Zahra


"Ahh iya maafkan saya pak saat itu Zenap memasangkan nya dan ngak bisa lepas lagi"jelas Zahra memperlihatkan cincin nya


"Jadi maksud kamu ngak mau menerima pinangan saya"kesal Devil menatap Zahra


"Emm ngak seperti itu juga pak Devil"ucap Zahra jadi canggung dengan tatapan Devil


"Baik lah jika kamu setuju nanti saya akan kenalkan dengan papa saya kamu bersiap saja"ucap Devil pelan karna yg dia butuhkan hanya calon istri untuk mencegah keburukan yg akan terjadi


"Iya pak"ucap Zahra menunduk


"Mas mau bicara apa"ucap Syifa tersenyum


"Soal kehamilan Nara"ucap Arka lalu duduk di kursi yg sering Syifa duduki sedang kan Syifa duduk di pangkuan Arka itu juga keinginan Arka


"Kami lagi mencari bukti jangan khawatir"ucap Arka


"Mas"ucap Syifa berbalik menghadap Arka


"Jika nanti aku bisa melihat apa mas Arka akan meninggalkan aku"ucap Syifa serius


"Syifa aku ingin bersama mu bukan kamu buta tidak Syifa aku emang mau memulai nya dari awal bersama mu meski aku belum mencintai mu aku akan tetap mempertahankan mu"ucap Arka serius


"Terus bagaimana dengan Nara"ucap Syifa serius


"Tenang saja aku akan mencari bukti nya"ucap Arka memeluk pinggang Syifa


"Kamu hanya cukup percaya pada ku"ujar Arka tersenyum


"Iya mas aku akan berusaha mempercayai mas Arka"ucap Syifa tersenyum Arka mengarah kan tangan Syifa berada di leher nya


Cup


"Mas ini di tokoh lho ada Zahra dan kak Devil di bawah"ucap Syifa tersenyum malu saat Arka mengecup sudut bibirnya

__ADS_1


"Emang nya kenapa tubuh ku harus banyak melakukan pekerjaan jadi harus di urut dong"ucap Arka


"Iss mas Arka mulai genit"ucap Syifa tersenyum malu Arka hanya tersenyum kecil


"Ngak nyaman mas"ujar Syifa memalingkan wajahnya


"Mau di lantai ohh kamu ngak sabar ya menyentuh tubuh ku"ucap Arka tersenyum


"Iss mas Arka nyebelin"ucap Syifa tersenyum malu


"Kita akan tidur di sini"ucap Arka menurunkan Syifa lalu menuju arah kasur kecil yg tadi dia siap kan


"Mas capek ya mau aku pijitin"ucap Syifa duduk di kasur


"Belum sih"ucap Arka menatap Syifa perlahan tubuh nya mendekat merasakan nafas Arka membuat Syifa gugup


Cup


Arka mengecup kening Syifa sekilas lalu menatap bibir itu Arka memiring kepalanya menahan tengkuk Syifa sampai mereka berbaring Arka mencium bibir Syifa dengan lembut membuat Syifa replek sendiri memegang kemeja Arka semakin ciuman Arkan dalam pegangan Syifa semakin erat sampai kancing baju Arka putus


"Ngak sabar ya mencium dada ku yg kekar"bisik Arka melepaskan hijab Syifa


"Iss mas Arka malu tau"ucap Syifa pipi nya terasa panas Arka menahan tubuhnya dengan lengan nya dia memiring kan tubuhnya mencium Syifa lagi melepaskan resleting piyama Syifa yg di dada bibir Arka turun ke leher Syifa meninggalkan jejak Syifa replek sendiri memeluk bahu Arka


"Pak Devil kenapa pintu nya ngak bisa di buka"ucap Zahra terus mendorong pintu itu Devil melihat kelakuan Arka merasa cemburu saat dia menoleh ke arah Zahra


"Ehh mau ngapain"ucap Devil menutup mata Zhara yg ingin menatap keduanya


"Mau melihat kenapa ngak bisa di buka pak"ucap Zhara


"Kita tidur di sini"ucap Devil


"Di dalam ada Arka dan Syifa"ucap nya lagi


"Baik lah"ucap Zahra lalu duduk di depan pintu dia juga sangat mengantuk Zahra menyenderkan kepalanya di kaca bening itu segera terlelap Devil memperhatikan wajah Zhara yg terlelap kepala nya terus bergeser ingin terjatuh Devil segera menahan


"Mau kepala mu pecah karna kebentur"ucap Devil datar


"Ngantuk pak"ucap Zahra lalu berbaring di lantai yg dingin Zahra meringkuk kedinginan memejamkan matanya melihat itu Devil melepaskan jaket nya menyelimuti tubuh Zahra lalu memberi kan lengan nya tapi tubuh nya sedikit jauh ke arah Zahra


"Mas pegal"keluh Syifa berkeluh karna Arka tidak henti mencium bibirnya menjamah bibir itu sampai merah


"Aku suka sangat kenyal"bisik Arka mulai genit


"Iss mas Arka ini"ucap Syifa tersenyum malu Arka memberi kan lengan nya untuk Syifa lalu mengengam tangan Syifa


"Terlalu rumit dan banyak rintangan untuk kita"ucap Arka menatap wajah Syifa


"Apa pun itu kita harus kuat mas"ucap Syifa tersenyum lalu memeluk Arka


"Tidur udah malem"ucap Arka mengelus kepala Syifa


###


Syifa merasa udara nya semakin dingin meringkuk di dekapan Arka semakin dalam Arka bisa merasakan jika Syifa sangat kedinginan itu kenapa dia mendekap Syifa dengan erat.Zahra mengeliat pelan menutup mulut nya karna menguap dia merasakan ada sesuatu di tubuh nya menatap dengan malas yg ternyata jaket Devil menghirup aroma jaket itu


"Hhmm enak bau nya"gumam Zahra lalu dia menoleh ke samping tepat di telapak tangan Devil yg tidak sengaja menyentuh bibirnya


"Astaghfirullah"ucap Zhara berdiri dia jadi salah tingkah


"Kenapa lengan pak Devil jadi bantal ku bukan kah semalam aku mengunakan tangan ku sendiri"gumam Zahra bingung dia segera berlalu dengan terbirit-birit


"Hhmm dia cantik juga"gumam Devil memicing kan mata nya sebenarnya semalam dia tidak tertidur karna menjaga Zahra tertidur jadi semalaman Devil menatap wajah Zahra yg terlelap


"Mas"ucap Syifa menepuk wajah Arka pelan


"Eggg kenapa"ucap Arka mengerak kan tubuhnya memeluk Syifa


"Mau sholat subuh jam berapa"tanya Syifa ,Arka membuka mata nya melirik jam di pergelangan tangannya


"Kayak nya udah masuk"ucap Arka melirik Syifa


"Mau sholat mas"ujar Syifa duduk Arka merengang kan otot tubuh nya


"Biasanya di mana"ucap Arka santai


"Di ruang ini mas tapi mukenanya nya pasti ada di samping ruangan ini karna di situ tempat karyawan sholat kayak nya Zahra ambil juga mukenan di sini"ucap Syifa


"Aku ambilkan dulu"ujar Arka berdiri


"Jangan lama ya mas aku takut"ucap Syifa berdiri


"Iya"ujar Arka segera berlalu Syifa meraba kamar mandi di ruangan ini


"Kenapa kamu duduk di sini"tanya Arka saat membuka pintu mendapat kan Devil


"Kamu lah"ketus Devil berdiri dan berlalu


"Dasar aneh"ucap Arka bingung yg di ucap kan Devil


###


Setelah sholat subuh Syifa duduk di kursi tunggu bersama Arka mereka mengobrol tentang rencana ke depan nya Arka mengengam tangan Syifa karna dia mengingat di mana saat itu dia mencium aroma tubuh lelaki di badan Nara ,Syifa menyender kan kepala nya di bahu Arka dengan menyebutkan semua tempat biar Arka mengingat


"Ngak ingat aku"ucap Arka mengaruk kepalanya


"Nanti juga akan ingat mas pelan aja"ucap Syifa

__ADS_1


"Iya"ucap Arka menoleh mencium pipi Syifa dengan jahil nya mengigit bahu Syifa


"Aww mas sakit"keluh Syifa cemberut Arka terdiam sesaat


"Dasar lebay"sindir Devil duduk di depan Arka dan Syifa bersama Zahra


"Seperti nya aku mengingat tempat nya di butik"ujar Arka baru teringat


"Yakin itu tempat nya"ucap Devil serius


"Iya kita lihat dari cctv nya"ucap Arka serius


"Kita akan mencari nya"ucap Devil


"Mas"ucap Syifa meraba wajah Arka


"Mas Arka pergi saja pulang bersiap kerja aku nanti bisa di antar oleh kak Devil mas Arka selesai kan saja masalah nya aku akan menunggu mas Arka di rumah ayah"ucap Syifa


"Iya aku pulang lapar dari semalam belum makan"ucap Arka tersenyum


"Kita pulang aja"ujar Syifa


"Emm nanti aja ya"ujar Arka memeluk pinggang Syifa


"Mas ada Zahra lho"ujar Syifa tersipu


"Biarin aja"ucap Arka mengecup pipi Arka


"Ihh mas Arka mulai"ujar Syifa mencubit pinggang Arka


"Kayak semut"ucap Arka tersenyum


"Mesra mulu"kesal Devil dia merasa cemburu


"Kamu mencium sesuatu ngak"tanya Arka


"Apa mas"ucap Syifa menghirup udara


"Ohh kayak nya jantung Devil terbakar karna merasa iri"ucap Arka lalu terlalu mengejek Devil


"Sialan"kesal Devil menendang kaki Arka


"Dasar mas Arka"ucap Syifa tersenyum


"Zahra titip istri saya ya"ucap Arka berdiri


"Iya tuan"ucap Zahra tersenyum


"Syifa aku pulang ya"ucap Arka mengusap wajah Syifa


"Iya mas"ucap Syifa tersenyum


"Assalamualaikum"ucap Arka mencium kening Syifa dengan pelan Syifa mencium punggung tangan Arka


"Aku duluan"ucap Arka pada Devil dia segera pergi


"Mau pulang dulu atau gimana"tanya Devil berdiri


"Pulang aja kak aku mau di rumah aja mendoakan suami ku semoga cepat menemukan jalan keluar"ucap Syifa menghembuskan nafas nya kasar


"Aamiin"ucap Zahra tersenyum


"Ayo setelah ini aku mau kerja juga"ucap Devil mereka segera pulang apa lagi Syifa harus cepat pulang sebelum Fikram menelpon Devil begitu pun Zahra yg harus pulang membersihkan tubuhnya dan harus bekerja


###


Arka sudah rapi dengan setelah jas nya yg berwarna hitam rambut nya tertata rapi dengan kacamata nya membuat yg menatap nya pangling Arka memasuki butik itu menuju ruang cctv langsung dengan beberapa bodyguard nya


"Saya mau lihat hasil rekaman cctv sekitar satu bulan yg lalu''ucap Arka datar


"Maaf tuan kami tidak bisa memberikan sembarang orang"ucap nya sopan


"Ini darurat jika kalian tidak bisa memberi kan nya anak buah saya akan memaksa"ujar Arka serius


"Baik tuan"ujar nya takut tekena masalah lalu mengambil hasil rekaman beberapa bulan yg lalu melihat kan pada Arka


"Saya yg mau melihat secara langsung"ujar Arka mengambil kendali dan melihat sendiri.Sudah 30 menit Arka melihat nya tapi belum ada kepastian tapi Arka tidak menyerah sampai tangannya terhenti pada suatu rekaman


"Ini Nara"gumam Arka dan memperhatikan wajah itu baik baik memperbesar layar nya


"Tidak salah lagi mereka pernah bertemu"gumam Arka memperhatikan saat Nara bicara dengan John


"Apa ada rekeman di sekitar ruangan ini"tanya Arka saat Nara masuk ke lorong menuju toilet


"Itu area toilet tuan tidak pernah di pasang"ujar nya


"Sial"kesal Arka berfikir lagi melihat semua nya tidak lama Nara kembali


"Tapi tunggu tuan di depan toilet itu ada cctv "ucap nya mengingat


"Rekaman nya"ucap Arka cepat pria itu melihat seluruh area cctv lalu mengklik nya


"Nah ini tuan'"ucap nya lalu Arka memutar nya dari beberapa bulan yg lalu menatap nya tanpa berkedip sampai dia menemukan Nara yg masuk ke toilet itu tapi ada beberapa pria yg menjaga nya


"Jika mencari John itu tidak akan mendapatkan informasinya karna John sudah tiada aku akan mencari dua anak buah John ini"ucap Arka serius


"Kamu cari mengenai dua pria ini bila perlu bawa orang nya ke hadapan saya"perintah Arka

__ADS_1


"Baik tuan" ujar nya patuh mengambil gambar pria itu


"Di dalam sini pasti telah terjadi sesuatu jika tidak kenapa John menepatkan anak buah nya"gumam Arka pelan lalu mengambil ponselnya mengumpulkan semua bukti setelah itu Arka pergi biar anak buah nya mencari dua pria itu Arka harus menyelesaikan urusan nya yg lain


__ADS_2