Jodohku Seorang Presdir

Jodohku Seorang Presdir
Anak-anak


__ADS_3

Bara mondar-mandir menunggu ruang UGD itu bersama Shopi dan mama nya orang yg membawa Bobi menjelaskan saat Bobi main bola dan mau mengambil bola ada mobil melaju sedikit kencang sampai menabrak Bobi itu membuat Bara semakin cemas Shopi juga menunggu dengan duduk dengan tenang hanya Bara yg terlihat gelisah


"Dok gimana anak saya"ujar Bara melihat dokter itu keluar


"Anak anda banyak kehilangan darah jadi butuh donor darah"ujar dokter itu


"Gawat"gumam Shopi


"Saya papa nya dok ambil darah saya atau jika ngak cocok ambil darah istri saya"ujar Bara


"Golongan darah pasien B jadi jika ada salah satu dari kalian memiliki nya ikut dengan suster saya"ujar dokter


"B"ujar Bara karna golongan darah nya A+


"Shopi golongan darah mu pasti B kan"ujar Bara


"Tapi golongan darah Shoping A karna saat itu dia pernah kecelakaan dan butuh darah"ujar Sunanda mengigat ,wajah Shopi memucat Bara menatap nya intens


"Dok jika masih di rumah sakit ini golongan darah anak saya segera donor kan saya akan bayar berapa pun itu"ujar Bara serius


"Baik pak"ujar nya dokter itu lalu memerintah kan susuter mengambil stok darah


"Shopi katakan kenapa bisa beda golongan darah kita sama Bobi"ujar Bara datar


"Iya Shopi jelas kan"kesal Sunanda


"Maaf kan aku sebenarnya Bobi bukan lah anak Bara karna Bara engan menyentuh ku dan mama terus menuntut keturunan nya jadi aku tidur dengan pria lain berbohong mengatakan Bara meniduri aku pada saat dia mabuk"jelas Shopi


"Apa"ucap Suannda dan Bara kaget


"Kamu"teriak Bara emosi yg tertahan


"Ini bukan kesalahan ku tapi kesalahan mama mu yg tidak sabar menanti cucu"ucap Shopi menunduk


"Kamu benar keterlaluan"geram Bara memukul tembok dengan marah lalu berlalu menenangkan amarahnya


" Sialan Shopi bisa bisa nya menipu ku "geram Bara


"Om"panggil nya menghentikan langkah Bara


"Om ngak sadar ya tangan Om terluka"ujar nya lalu mendekati Bara


"Leon"gumam Bara pelan


"Papa bilang jika terluka itu harus di obati sini om Leon bantuin"ujar Leon menarik tangan Bara dan duduk Leon membuka tas nya mengeluarkan kotak kecil mengambil perban


"Jika ngak di obati nanti luka nya semakin dalam nanti om tidur nya tidak nyaman jika luka nya sudah terlalu dalam"ujar Leon tersenyum lalu melilit kan perban itu di tangan Bara


"Anak seumuran kamu lumayan perban nya"ujar Bara tersenyum


"Iya om karna papa ku seorang dokter di sini jadi aku sering lihat papa ku mengajari mama ku merawat luka ingat ya om jangan terkena air nanti perih dan lama membaiknya"jelas Leon dengan tersenyum manis


"Kamu sangat baik Leon terimakasih"ujar Bara tersenyum


"Iya om kan sesama ciptaan Allah itu harus saling menolong"ujar Leon Bara hanya menganguk pelan menatap wajah Leon yg nampak tidak asing di mata nya


####


Setelah selesai bekerja Asma menemani Leon yg ingin melihat acara ulang tahun si kembar di temenin Gio yg sangat lengket dengan Leon bahkan mereka jika bersama nampak keluarga kecil Gio juga sering mengajak Asma menikah hanya sekedar memperbaiki luka sama sama tapi Asma menolak mau pokus dengan Leon


"Assalamualaikum"


"Waalaikum salam"


"Gimana persiapan nya"tanya Asma mendekati Syifa


"Lumayan lah kamu tau kan sih Arsyif itu susah sekali di ajak mewah"ucap Syifa tersenyum memang anak nya satu itu berbeda dia orang penyanyang rendah hati bicara yg lembut dan orang yg sederhana


"Datang berdua mulu"ujar Arka mendekat


"Di halalin kek"goda Arka


"Ngak tau aja aku udah 99 kali melamar nya tapi di tolak mungkin masih cinta tuh sama ayah nya Leon"kekeh Gio


"Ngak lucu"ujar Asma tersenyum kecil


"Ehh tapi Leon nya mana"ujar Syifa tidak melihat Leon


"Tadi sih mau jenguk Arsyip"ujar Asma melihat dan menemukan Leon dan Arsyif yg masuk


"Heh bocah udah di bilangin juga jangan mendekati Arsyif maupun Nur bandel ya di bilangin"ujar Maya sedikit berteriak Leon menunduk pelan


"Pergi sana"ujar Maya mendorong Leon pelan


"Oma"ujar Arka mengingat kan dari jauh melihat Arka Maya segera berlalu dengan kesal


"Maafin Oma Arsyif ya Leon Oma memang seperti itu Allah menciptakan volume suara Oma sedikit kuat jadi meski Oma menunjukkan kasih sayang tetap terlihat galak"ujar Arsyif dengan tersenyum lembut


"Makasih"ujar Leon tersenyum lalu merangkul Arsyif


"Aduh anak itu "ucap Syifa tersenyum dengan anak laki-laki nya

__ADS_1


"Arsyif Leon main sana sama Adam dan Nur di belakang rumah"ucap Arka


"Yuk ikut main"ajak Arsyif lalu mereka berlalu


"Anak kamu memang mengemas kan tapi Arsyif meniru pribadi siapa ya secara kan tuan Arka kayak gini"ujar Asma menilai


"Apa kamu bilang kayak gini bagaimana"kesal Arka membuat Asma tersenyum


"Gampang emosian ngak kayak Arsyif yg tenang"ujar Syifa mencibir suaminya


"Aku ini sama hanya saja Allah menciptakan emosi ku terlalu banyak jadi kayak pemarah padahal aku penyayang kok"ujar Arka meniru anak nya lalu mereka tertawa mendengar ucapan Arka


"Leon apa nanti bawa kado untuk Nur"ujar Nur tersenyum manis pada Leon


"Leon akan kasih kado untuk Nur dan Arsyif"ucap Leon semangat


"Kado yg bagus itu jika Leon mau kasih terbaik untuk Nur dan Arsyif lebih baik doa kan saja"ujar Zenap berjongkok


"Aunty Leon akan mendoakan minta sama Allah tapi apa doa nya aunty Nur dan Arsyif sudah punya semua nya"ujar Leon membuat Zenap tersenyum


"Pinta apa yg Leon ingin berikan karna yg terlihat belum tentu yg terbaik untuk Nur dan Arsyif"ucap Zenap mengusap kepala Leon


"Leon banyak tanya"ucap Nur mengerucut kan bibirnya Zenap terkekeh melihat anak anak


"Ayo kita main"ucap Aina anak nya Arkan dan Zenap


"Iya kalian main saja "ujar Zenap tersenyum lalu duduk di bangku taman bermian memperhatikan anak anak bermain


####


Bobi sudah di izinkan pulang keadaan nya sudah membaik meski Bara sudah tau Bobi bukan lah anak nya tapi dia tetap menyayangi Bobi seperti anak nya sendiri Shopi juga bisa bernafas lega Bara tidak menceraikan nya


"Sayang istirahat ya biar cepat sembuh"ucap Bara mengusap kepala Bobi


"Iya pa"ujar nya lalu memejamkan mata nya merasa Bobi sudah tertidur Bara beranjak meninggalkan Bobi yg tertidur


"Bara mama mau bicara sebentar"ujar Sunanda serius mereka segera menuju ruangan kerja Bara


"Ada apa ma"ucap Bara serius lalu duduk


"Bobi bukan la anak kandung kamu"ujar Sunanda serius


"Ya terus ma meski Bobi bukan anak ku tapi aku sudah menyayangi nya seperti anak ku sendiri"jelas Bara


"Bara kita butuh keturunan yg hasil dari darah daging kamu sendiri lagian Shopi itu istri mu kamu harus punya anak dari nya"ucap Sunanda,Bara terdiam jujur dia tidak punya nafsu menyentuh Shopi sedikit pun


"Aku tidak bisa ma hati ku selalu bertolak"ucap Bara


"Mama juga mau mengatakan sesuatu jika anak yg Asma kandung dulu itu anak kamu"ucap Sunanda serius


"Dulu Asma pernah mengatakan pada mama dia hamil tapi dia bingung menjelaskan nya karna saat itu kamu mabuk menyentuh nya yg dia katakan semuanya benar "jelas Sunanda


"Apa mama bilang kenapa baru sekarang"ujar Bara geram


"Ya mama tidak suka dengan Asma mama tidak mau Asma menjadi menantu mama tapi mama tidak yakin anak itu masih hidup karna dulu mama menyuruh Asma mengugurkan nya"jelas Sunanda lagi


"Mama keterlaluan dia itu cucu mama kenapa mama lakukan kenapa mama selalu menghalangi kebahagiaan ku dulu saat sama Syifa mama menghancurkan dengan dendam ini dan di saat aku mulai menerima Asma mama juga hancur kan kebahagiaan bahkan darah daging ku mama bunuh jadi untuk apa aku jadi anak mama sekalian mama bunuh saja aku"teriak Bara murka


"Ini bukan waktu yg tepat untuk menyalahkan"ujar Sunanda


"Kamu selidiki Asma"ucap Sunanda


"Mama tidak usah ikut campur urusan ku aku bisa sendiri mengatur kehidupan ku dan aku tau harus apa"ucap Bara lalu berlalu


###


Di kediaman Karten lagi di adakan syukuran kecil kecilan untuk merayakan ulangtahun sih kembar mereka mengadakan acara mengudang panti asuhan anak jalanan serta kerabat dan juga keluarga


"Karna hari ini hari spesial jadi Nur dan Arsyif bebas mau minta apa dari ayah"ucap Arka tersenyum merangkul anak anak nya


"Ye jadi boleh minta apa saja kan ayah"seru Nur


"Iya tentu"ucap Arka tersenyum


"Nur mau beli mainan sama jalan jalan"seru Nur kegirangan


"Samanoma aja ya"ucap Fatma gemes dengan Nur


"Ngak mau Nur mau sama ayah Bunda dan Arsyif"ucap Nur semangat


"Arsyif nggak mau ikut liburan"ucap Arsyif


"Terus Arsyif mau apa"ucap Syifa tersenyum


"Arsyif hanya mau sekolah yg benar aja"ucap Arsyif membuat Arka tersenyum


"Iya permintaan kalian akan ayah penuhi"ucap Arka tersenyum


"Abang Arsyif Aina mau kasih abang kado sama untuk kak Nur juga"ucap Aina memberi kado


"Iya Leon juga"ucap Leon memberi hadiah termasuk Adam anak dari Zahra dan Devil

__ADS_1


"Ye Nur banyak hadia"ucap Nur kegirangan


"Jadi kalian boleh main ayah mau ngurus yg lain"ujar Arka mengecup anak anak nya lalu dia mengurus para tamu yg dia undang


"Kita main lagi ya"ucap Aina berlari ke belakang rumah termasuk anak anak yg lain


"Senang ya lihat mereka"ucap Zenap tersenyum


"Iya yuk temanin mereka"ucap Syifa mereka segera menemani anak anak nya


"Maaf tuan ada tamu"ucap pembantu itu mendekati Arka


"Siapa"ujar Arka


"Pak Bara"ujar nya


"Devil Arkan bisa urus semua"ucap Arka


"Iya"ucap kedua nya Arka segera keluar


"Ada apa"ucap Arka


"Di mana Asma"tanya Bara serius


"Nanya sama saya di kira Asma itu istri saya"ujar Arka sinis


"Asma itu sahabat Syifa bukan jadi tentu kamu tau di mana dia"kesal Bara


"Mana saya tau di mana Asma saya terlalu sibuk menikmati kebahagiaan"ucap Arka santai


"Jangan memancing amara ku"geram Bara


"Lagian kamu ngapain nanya soal Asma bukan kah dia sudah jadi mantan istri jadi buat apa dan Ingat kamu sudah punya Istri"ujar Arka sinis


"Meski kamu tidak mengatakan keberadaan nya aku akan tetap mencari Asma"tegas Bara lalu berlalu karna dia tau Arka lagi ada acara


"Apa Bara sudah tau jika Asma mengandung anak nya dan apa dia tau jika Leon itu anak nya"gumam Arka menatap kepergian Bara sudah Arka pastikan jika benar Bara mencari Asma untuk mengetahui keberadaan anak nya sudah pasti Asma akan stres lagi


####


Setelah membantu Gio dan waktu nya istirahat Asma duduk di kantin rumah sakit untuk makan dia memesan makanan syukur nya Gio tidak ikut sudah Asma pasti kan jika nanti dia akan jadi gosipan seisi rumah sakit.Sambil menunggu pesanan Asma tidak sengaja melihat sosok Bara yg memasuki Kantin itu


"Mau ngapain dia apa ada keluarga nya yg sakit"gumam Asma berfikir mata mereka bertemu sesaat seketika Bara mendekati Asma


"Aku mau bicara"ujar Bara serius tapi Asma hanya acuh


"Aku mau bicara"ucap Bara sedikit membentak


"Apa"ucap Asma singkat


"Di mana anak ku"ucap Bara serius itu mampu membuat jantung Asma berhenti berdetak


"Maksud kamu"ujar Asma serius


"Mama sudah cerita semua nya"ujar Bara


"Asma"ucap Bara mengengam tangan Asma


"Maafkan aku tidak percaya pada mu ku mohon kembali lah pada ku mari kita rujuk kembali"ucap Bara serius Asma tidak percaya ini apa yg harus dia lakukan


"Maaf"ujar Asma menarik tangannya


"Kamu tanya pada mama mu dulu dia menyuruh aku mengugurkan bayi itu apa daya ku aku orang miskin hidup sebatang kara jadi aku gugur kan anak itu"ucap Asma serius


"Asma"ucap Bara mengengam tangan Asma lagi


"Aku tidak peduli dengan anak itu jika sudah mati mama sudah menjelaskan aku hanya memastikan saja tapi mau kah kamu rujuk pada ku lagi"ujar Bara


"Aku tidak bisa "ujar Asma lalu berdiri melihat Gio mendekatinya yg mengandeng Leon


"Karna aku adalah istri Gio"ucap Asma lalu memeluk lengan Gio


"Aku sudah bahagia dengan keluarga kecil ku"ucap Asma lagi


"Asma apa anak ini anak ku"ujar Bara berdiri


"Papa Leon kenal sama om ini Leon pernah membantu om ini"ucap Leon menatap Gio


"Ohh ya"ucap Gio tersenyum entah lah Bara merasa gelisah saat Leon memanggil nya Om dan Gio papa


"Ini teman mama ya"ujar Leon tersenyum


"Ngak sayang ngak sengaja aja ketemu dia kan pasean nya papa"ujar Asma tersenyum lembut Gio tersenyum kecil baru pertama kali Asma mengucapkan di depan Leon dengan papa


"Ya sayang"ujar Gio merangkul bahu Asma dengan tersenyum menggoda


"Kita pergi saja ya"ucap Asma lalu melangkah


"Asma aku akan tes DNA anak itu jika dia anak ku aku akan mengambil nya itu pelajaran untuk mu memisahkan aku sama anak ku dan menikah dengan Gio"tegas Bara lalu berlalu pergi dengan marah


"Mama kok om itu marah marah"ujar Leon bertanya

__ADS_1


"Tidak kok "ujar Gio mengandeng Leon lalu berlalu saat dia menoleh Asma masih mematung


"Sayang ayo"ucap Gio dengan tersenyum Asma cemberut dengan ucapan Gio dia malah memanfaatkan nya


__ADS_2