Jodohku Seorang Presdir

Jodohku Seorang Presdir
Sedih mantan nya jadi milik orang


__ADS_3

"Ngak juga aku yakin tuan Arka akan mencintai mu kelak jika kamu berusaha membuat tuan Arka jatuh cinta dan sabar menunggu hari itu tiba hanya saja kamu dan Nara lebih dulu Nara mengenal tuan Arka itu kenapa tuan Arka mencintai Nara kamu harus hargai tuan Arka yg mau memulai semua nya tidak mudah lho melupakan orang tercinta melupakan itu tidak segampang memasak mie instan"jelas Zahra membuat Syifa terkekeh pelan dengan perkataan terakhir Zahra


"Ngak sekalian ngak seinstan merebus air"ucap Syifa tersenyum


"Aku serius"ucap Zahra mengerucutkan bibirnya


"Iya iya aku ngerti kok hanya becanda"ucap Syifa tersenyum pada Zahra


"Ehh ada sahabat lama"ucap nya duduk di samping Syifa dan Syifa mempertajam pendengaran nya


"Kalian siapa"tanya Syifa berusaha mengingat suara nya seperti tidak asing


"Ya ampun Wanda lihat Syifa yg dulu populer dan cantik lihat dia benar buta seperti yg di kabarkan"ucap nya melambaikan tangannya di depan Syifa


"Shopi"ucap Syifa baru mengenal suara itu


"Syif siapa di samping lho babu lho ya"tanya Wanda membuat Zahra menilai diri nya sendiri


"Ohh bukan dia sahabat ku nama nya Zahra"ucap Syifa meraba tangan Zhara untuk dia pegang


"What sahabat"ucap kedua nya kaget


"Kayak nya lho emang cocok berteman dengan orang kucel seperti ini secara lho kan udah buta permanen"ucap Shopi


"Ehh Syif kok lho mau berteman dengan orang kucel seperti ini sih"ucap Wanda


"Kucel apa nya kalian menghina ku jika kalian menghina nya"kesal Syifa


"Syifa sabar jangan membuat keributan"bisik Zahra menenangkan


"Kami bicara fakta lho nemu teman lho di tempat sampah mana"ucap Shopi tertawa mengejek Syifa benar marah rasanya dia ingin berteriak pada Shopi tapi Syifa berusaha menahan amarahnya


"Menilai seseorang bukan lah dari penampilan tapi dari hati seperti nya bukan teman ku seperti sampah tapi kalian"ucap Syifa kesal


"Wah berani dia mengatakan kita sampah"ucap Shopi menyeringai lalu menepuk bahu Syifa


"Ingat ngak sih berita viral nya tuan Arka yg selalu di cyduk dengan Nara bayangkan saja saat lho bisa melihat saja tuan Arka berani mendua kan lho apa lagi dengan keadaan lho buta total yg tidak bisa melihat aku yakin lho hanya jadi beban dan lama lama tuan Arka akan berpaling"ucap Shopi


"Apa lagi tuan Arka mapan dan tampan masak iya mau punya istri yg buta yg ada akan jadi beban nya"ucap Shopi


"Kasihan ya Syifa lho bisa kayak gini lho bisa lihat aja tuan Arka bermain sama wanita apa lagi lho buta atau dia mau bersama lho karna rasa tanggung jawab atau rasa bersalah"ucap Wanda


"Tepat nya merasa kasihan sih"ucap Shopi tertawa Shopi melihat Arka menatap nya tajam membuat Shopi berdiri dan berlalu


"Syifa kamu jangan bersedih"ucap Zahra melihat Syifa terdiam


"Iya aku ngak papa"ucap Syifa berusaha tersenyum


"Wanita itu yg membantu ku membunuh Syifa mau ngapain dia mendekati Syifa"ucap Arka datar bicara dengan Devil


"Dia ngak akan berani ini tempat keramaian"ucap Devil lalu mereka lanjut mengobrol


Karna sudah larut Devil mengajak Zahra pulang apa lagi melihat Zahra seperti sudah mengantuk jadi Devil pulang duluan bersama Zahra


"Apa kamu mau tidur"tanya Devil pokus dengan jalan


"Iya pak tapi"ucap Zahra dia tidak mungkin tidur sedang kan di mobil hanya ada dia dan Devil


"Kamu kira saya mau macam macam"ucap Devil sinis


"Saya tidak akan melakukan nya kamu kira saya pria breksek"ucap Devil lagi


"Emang pak Devil bisa menahan godaan setan"ucap Zahra membuat devil menoleh sebentar ya emang Devil sering tidur dengan wanita tapi dia tidak akan menyentuh Zahra


"Hei pria breksek itu yg hanya main main dan saya tidak akan main main terhadap kamu jadi jangan kamu kira saya ajak kamu datang ke acara ini saya mau macam macam"ucap Devil dan mempercepat kendaraan nya Zahra masih mempertahankan mata nya meski sangat mengantuk


"Terimakasih pak udah mau mengantar saya"ucap Zahra tersenyum keluar dari mobil Devil tapi Devil acuh melaju kan mobilnya


Syifa dan Arka hanya diam di dalam mobil Arka yg merasa cinta nya hilang biar gimanapun impian ini yg di inginkan Arka dan Nara dan sekarang dia harus melihat Nara bersanding dengan pria lain tentu ada rasa sakit di hati nya sedangkan Syifa dia terdiam memikirkan perkataan Shopi dan Wanda tadi apa benar Arka tetap di sisi nya karna rasa bersalah atau kasihan


"Mas boleh aku bertanya"ucap Syifa memecah keheningan


"Apa"ucap Arka singkat


"Ngak papa mas "ucap Syifa mengurung kan niat nya bertanya Arka menoleh pada Syifa lalu melingkar kan tangannya ke pinggang Syifa


"Ada yg ingin kamu tanyakan"ucap Arka menatap Syifa


"Mas Arka sedih ya Nara bertunangan dengan pria lain"ucap Syifa serius


"Tentu ada rasa sedih Syifa "ucap Arka tersenyum getir


"Cinta tidak bisa memiliki itu hal yg menyakitkan"ujar Arka lagi


"Nanti aku obatin"ucap Syifa tersenyum memeluk Arka dia harus tetap di samping Arka


"Sekarang udah malem kamu tidur aja nanti aku bangunan saat sampai"ucap Arka mengelus kepala Syifa


"Makasih mas"ucap Syifa lalu menyenderkan kepalanya di bahu Arka dia mulai memejamkan mata apa lagi Arka mengelus kepalanya membuat Syifa semakin ngantuk


☀️☀️☀️


Arka memasang kamera tersembunyi di kamar tanpa memberi tau Syifa dia lakukan karna Arka penasaran siapa yg masuk ke kamar itu dan ada niat apa meski sudah Arka pekerjaan beberapa orang tapi tetap Arka merasa penasaran siapa orang itu setelah selesai Arka menyambung kan ke ponselnya lalu Arka menoleh melihat Syifa masuk


"Mas mereka yg masak"ucap Syifa

__ADS_1


"Biarkan saja"ucap Arka melipat lengan kemejanya lalu mendekati Syifa


"Hari ini kamu ngak papa kan ngak usah ikut aku"ujar Arka


"Iya mas kan udah ada beberapa orang"ucap Syifa tersenyum


"Harus nya kamu memberi aku jatah karna memberi mu teman"ucap Arka maju mendekati Syifa lebih otomatis Syifa mundur


"Maksud mas Arka itu apa"ucap Syifa sampai dia tersandung ke belakang replek meraih Arka sampai kedua nya terjatuh ke kasur


"Waw seperti nya ilmu menggoda mu bagus juga"ucap Arka tersenyum kecil


"Iss mas Arka"ucap Syifa memukul pelan tubuh Arka


"Apa "ujar Arka melepaskan hijab Syifa


"Mas Arka mau ngapain"ucap Syifa salah tingkah


"Mau apa ya emm mau mau cup cup"ujar Arka tertawa geli melihat ekspresi Syifa yg tegang


"Mas Arka godain aku mulu"ujar Syifa cemberut


"Siapa yg godain kamu"ucap Arka tersenyum lalu mendekat kan bibirnya menyatukan bibir mereka Syifa malah terdiam menganga membuat Arka menurunkan bibir nya ke leher Syifa replek sendiri Syifa malah mendongak Arka mengelus bibir Syifa lalu mencium nya kembali


"Emang ngak pernah ciuman ya"tanya Arka mengusap bibir Syifa yg basah


"Ngak"ucap Syifa tersenyum malu


"Saat sama Bara"tanya Arka karna dia banyak mendengar tentang Syifa dan Bara bahkan mereka pernah ingin menikah tentu Arka memikirkan apa yg sering dia lakukan dengan Nara di lakukan juga oleh Bara dan Syifa


"Ngak mas, Bara ngak pernah mencium ku lebih"ucap Syifa


"Jika mas Arka"tanya Syifa balik


"Ya sering dong aku ini pria normal bahkan mencium wanita hal yg sering aku lakukan "ucap Arka cepat


"Apa"ucap Syifa lalu mendorong Arka


"Kamu berani ya"ucap Arka memeluk Syifa lagi


"Udah aku ngak suka ya jika mulut mas Arka pernah di cium cewek lain mas Arka harus kumur dengan air panas"ucap Syifa berdiri


"Yang benar saja"ucap Arka


"Itu semua kuman sama jika mas Arka berhubungan sama wanita harus mandi dengan air panas itu semua kuman aku ngak mau menerima kuman dari mulut mas Arka jika mau cium kumur dulu dengan air panas"ketus Syifa


"Emang kamu bisa mengatur ku"sebal Arka berdiri


"Terserah mas Arka"kesal Syifa meninggalkan Arka yg masih tidak percaya tentu Syifa cemburu itu dia bukan lah wanita satu satunya yg di cium Arka tentu Syifa cemburu karna Syifa mencintai Arka


Seperti biasa setiap bulan Syifa akan menyumbang kan uang nya ke panti asuhan panti jompo bahkan ke tempat penampungan hari ini Syifa akan keluar tapi Arka tidak bisa menemani nya Syifa sudah memohon pada Arka tapi emang Arka banyak pekerjaan yg menunggu jadi Arka hanya pergi ke kantor


"Iss mas Arka nyebelin"ujar Syifa lalu dia meminta pembantu nya menemani nya sebelum itu Syifa ke kantor Arka dulu


"Mas ayo temani aku"ucap Syifa mendekati Arka


"Aku sibuk Syifa "ujar Arka pokus dengan laptop nya


"Hanya sebentar mas"ucap Syifa memelas


"Ck bisa ngak sih jangan ganggu aku"kesal Arka


"Kamu bisa sendiri kan jangan nyusahin aku mulu udah ku beri pembantu dan supir kan lalu untuk apa mereka jika tidak menemani mu"kesal Arka


"Maaf mas nyusahin mas"ucap Syifa tersadar Syifa berbalik keluar di bantu pembantu nya dia jadi teringat ucapan Shopi dan Wanda lagi apa benar kali ini Arka benar merasa terbebani dengan kehadiran nya


Syifa menuju tempat biasa dia kunjungi untuk memberi sumbangan setelah berbincang Syifa memberikan uang nya dan mengambil uang dari ATM nya Syifa menyuruh pembantu yg menemaninya


"Akhirnya selesai juga"gumam Syifa tersenyum


"Niar kamu ambil lagi uang ku di ATM aku mau kasih anak jalanan"ucap Syifa menyerah kan kartu ATM nya


"Lumayan nih"gumam nya tersenyum lalu pergi setelah 30 menit dia kembali lagi


"Buk tunggu sebentar ya saya ada pekerjaan"ucap nya tersenyum


"Ya cepatan"ucap Syifa lalu duduk di bangku tidak jauh dari ATM


"Mana mungkin nona Syifa tau jika uang nya aku pakai sebentar dia kan buta aku tinggal sebentar ahh mumpung ada kesempatan"gumam nya masuk mobil lalu melaju Syifa menunggu di sana tapi sudah 1 jam belum juga Niar kembali


"Kemana Niar"gumam Syifa


"Aku harus sabar "gumam Syifa lagi menunggu dengan lama tapi 2 jam menunggu belum juga kembali akhirnya Syifa berajak berusaha keluar dari area ATM itu


Syifa jalan sendiri karna lama menunggu pembantu nya kembali tapi Syifa tidak tau jalan pulang sampai dia benar tersesat saat ini Syifa beristirahatkan sebenar di halte bus karna ada suara bus dan bangku tentu itu tempat halte bus Syifa merenung sesaat sampai Syifa mendengar suara mobil membuat Syifa berdiri dia yakin itu pembantu nya Syifa berdiri dengan tersenyum


"Hahah apa Syifa di buang"tawa nya membuat senyum Syifa pudar itu Shopi lagi


"Kamu mau ngapain"ucap Syifa ketus


"Gue kasihan deh sama lho pasti tuan Arka ngak mau nemanin lho ya karna dia ada pertemuan dengan wanita jauh lebih sempurna dari lho kasihan ya"ucap Shopi duduk di samping Syifa


"Tidak mas Arka banyak pekerjaan jadi kamu pergi saja"ketus Syifa


"Mau aja di kibuli ya sudah tentu tuan Arka mencari wanita lain karna lho nyusahin dan beban kasihan ya"ucap Shopi mengelus kepala Syifa

__ADS_1


"Gini deh gue beri solusi"ucap Shopi lalu menarik tangan Syifa


"Lepas kan aku "kesal Syifa tapi dia di dorong di jalan lalu Shopi melempar kan wadah


"Lho ngemis aja deh lebih pantas"ucap Shopi lalu mengambil tongkat Syifa


"Dari pada nanti lho nangis tuan Arka poligami ya mending lho kayak gini tadi aja gue lihat tuan Arka jalan sama cewek lain mesra lagi"ucap Shopi tertawa


"Shopi tunggu kembali kan tongkat ku"teriak Syifa


"Selamat mengemis Syifa"ucap Shopi tertawa lalu pergi Syifa tidak bisa jalan tanpa tongkat nya menerima kenyataan itu membuat Syifa menangis pilu


"Ya Allah kenapa engkau memberi hamba cobaan ini"lirih Syifa menangis sesenggukan


"Apa benar mas Arka merasa terbebani dengan ku yg selalu menyusah kan nya"lirih Syifa


"Kenapa Syifa belum ada memberi tau ku jika dia udah pulang"gumam Arka melihat ponselnya karna biasanya Arka di telpon Syifa pakai telpon rumah jika dia izin dan sudah kembali meski Arka sangat sibuk tapi Arka tetap memantau Syifa


"Ck mungkin dia marah ya karna aku ngak nemanin dia"ujar Arka meletakkan ponselnya lagi lalu menatap laptop nya tapi Arka gelisah jika belum mendengar kabar dari Syifa


Dret dret


"Hallo"ucap Arka menerima telpon


"Maaf dengan tuan Arka"ucap nya


"Iya saya sendiri"ucap Arka serius


"Maaf pak menganggu waktu anda kami dari pusat perbelanjaan tadi seorang wanita memakai kartu ATM nona Syifa pak saya takut ada yg menyalahkan gunakan nya"jelas nya


"Saya akan ke sana"ucap Arka segera meluncur karna dia akan mengantar Syifa pulang untuk menembus rasa bersalah nya karna tidak menemani Syifa


Wajah Arka datar saat melihat wanita itu berbelanja dan tanpa ada nya Syifa dari jauh Arka memantau Niar yg memakai ATM Syifa banyak barang yg dia beli dia foyah kan lalu dengan langkah lebar Arka mendekati Niar


"Istri saya mana"tanya Arka membuat Niar kaget sampai menjatuhkan barang nya


"B...Bu Syifa"ucap nya tergagap


"Jawab istri saya mana"teriak Arka murka dia benar tidak suka orang seperti Niar ini


"Maaf kan saya pak saya khilaf memakai uang nona Syifa"ucap nya takut


"Saya menanyakan istri saya"Arka mulai kehilangan kesabaran


"Maaf, nona Syifa saya tinggal di jalan K"ucap nya takut


"Kurang ajar kamu meninggalkan istri saya dan uang nya kamu pakai"geram Arka


"Urusan kita belum selesai"ucap Arka datar lalu pergi Arka segera mengendarai mobilnya menuju jalan yg di katakan Niar


"Syifa"teriak Arka memanggil Syifa dia area ATM lalu Arka berlari berkeliling ke area ATM itu tapi semua sepi


"Syifa"teriak Arka mulai panik


"Sialan pembantu itu sangat lancang meninggalkan Syifa"kesal Arka kembali masuk ke mobil nya untuk mencari Syifa


Sedangkan Syifa merasa sangat lapar karna sudah sore tapi tidak ada yg menolong nya atau membantu nya Syifa hanya jalan kaki melusuri jalan raya itu entah kemana langkah nya bahkan Syifa tersandung dan terjatuh karna jalan nya


"Aww sstt"keluh Syifa saat dia terjatuh Syifa mengelus kaki dan kepalanya yg ke bentur karna tidak hati hati lalu Syifa mendengar suara mobil


"Permisi nona"ucap nya membuka jendela Syifa mendengar suara itu


"Iya siapa"ucap Syifa mempertajam pendengaran nya


"Apa ada yg bisa saya bantu saya lihat anda kesusahan"ucap nya menyapa


"Ahh tidak tidak"ucap Syifa lalu orang itu keluar


"Jangan khawatir nona saya bukan orang jahat"ujar nya tersenyum


"Saya tidak mau merepotkan"ucap Syifa


"Ohh tidak saya bisa mengantar nona karna saya kenal"ucap nya lagi


"Kenal sama saya"ujar Syifa


"Iya nona "ucap nya


"Maaf saya tidak kenal karna saya buta tidak bisa melihat anda"ucap ucap Syifa


"Jika begitu ayo"ujar nya mengengam tangan Syifa tapi cengkalan itu berbeda terasa memaksa


"Maaf saya tidak mau"ujar Syifa berusaha lepas


"Mau saja ayo ayo"ucap nya mendorong Syifa masuk ke mobil tapi Syifa menolak nya


"Lepas saya tidak mau"ujar Syifa


Bugh


Orang itu memukul kepala Syifa sampai pingsan lalu dia melirik kanan kiri tersenyum dengan rekan kerja nya


"Wah kita mendapatkan mangsa baru kita bisa kaya jika kita meminta tebusan"ucap nya tertawa


"Ayo cepat bawa sebelum ada yg lihat"ujar teman nya pria itu mengendong Syifa yg pingsan dan membawa nya ke mobil mereka bersorak bahagia bisa meminta tebusan mobil mereka segera melaju dengan mereka tertawa bahagia

__ADS_1


__ADS_2