
Nara pulang masuk dengan pelan ke rumah berharap tidak ada yg tau jika dia melakukan kesalahan lagi Nara masuk dengan lega tidak menemukan kakak nya tapi dia salah saat dia melangkah lebih jauh ternyata Bara sudah menunggunya di ruang keluarga dengan kaki menyilang Bara benar sangat marah pada Nara
"Dari mana"tanya Bara
"Emm itu itu"ucap Nara kelagapan
"Dari mana"kesal Bara dia berdiri memegang bahu Nara dengan erat
"Kamu mencintai Arka kan tapi kenapa susah sekali menyimpan benih Arka hah karna kamu rencana yg aku susun berantakan"teriak Bara emosi Nara tercengang kenapa bisa Bara tau
"Kakak tau dari mana"ucap Nara menatap kakak nya
"Hari ini aku menemui Syifa"ucap Bara mengingat nya
Flashback
Bara berniat menemui Syifa yg masih di rumah sakit ya sekalian untuk menyadarkan Syifa jika suami nya berselingkuh dengan percaya diri Bara masuk ke kamar itu yg ternyata Syifa sudah bersiap akan pulang
"Syifa"pangil Bara ,Syifa hanya menoleh sebentar lalu menyusun lagi barang nya
"Mau apa lagi"ucap Syifa dan menutup resleting tas nya
"Mau ku antar"ujar Bara
"Hah pakai kata kata apa aku biar bisa menyadarkan mu jika aku adalah istri orang"ucap Syifa melipat tangannya menatap Bara tajam
"Aku ngak nyangka ya kamu tega berbuat seperti itu menjebak mas Arka bahkan kamu membiarkan adik mu terjerumus oleh kesalahan dan kamu hampir menghilangkan nyawa anak anak ku"ucap Syifa
"Aku melakukan itu karena aku sangat mencintai mu Syifa apa kamu pernah tau itu aku masih mencintai mu"ucap Bara
"Kamu itu terobsesi Bara jika cinta melihat aku bahagia maka kamu akan bahagia dan mengiklaskan aku tapi kamu tidak melakukan itu "ujar Syifa
"Oke terserah apa yg mau kamu katakan yg penting sekarang ini benih Arka sudah tertanam di rahim Nara mau tidak mau nanti Nara hamil anak nya Arka "ucap Bara tersenyum licik
"Aku senang hati menerima mu Syifa"ucap Bara tersenyum
"Hah kamu itu hanya manusia Bara"ujar Syifa menenteng tas nya
"Asal kamu tau setelah berhubungan dengan mas Arka kak Devil mengirim seseorang ke kamar hotel itu bersama Nara dan gampang nya dia berhubungan dengan pria anak buah kak Devil jadi mau tidak mau Nara akan mencegah kehamilan nya dia tidak akan hamil lagi aku yakin itu"ujar Syifa
"Stop mendekati ku Bara karna aku tidak akan kembali pada mu aku sudah bahagia bersama keluarga kecil ku aku juga sudah sangat mencintai mas Arka meski dia pergi dari kehidupan ku maka aku tidak akan menikah lagi bagi ku mas Arka sudah mengambil semua hati ku jadi tidak ada yg bisa mengantikan nya dari kehidupan ku"jelas Syifa
"Cari kebahagiaan mu karna kita bukan di takdir kan berjodoh assalamualaikum"ucap Syifa lalu melangkah pergi
Flashback and
"Dasar anak bodoh"ucap mama nya menampar Nara
"Ma"ucap Nara tertahan
"Dasar wanita murahan kamu tidak seperti mama"ujar nya marah
"Aku khilaf"ucap Nara
"Kamu itu sama seperti pe****** mama malu melahirkan mu"ucap mama nya
"Ini yg membuat aku mencari kepuasan tersendiri mama dan kakak tidak pernah peduli pada ku sedang kan mereka mampu memberi ku kepuasan kalian tidak pernah peduli sampai aku harus mencari lampiasan"teriak Nara lalu berlalu dia sudah muak dengan kehidupan nya kini dia akan hidup semuanya tidak peduli lagi dengan cinta dan kebahagiaan nya
"Huh dia mengacaukan semua nya"ujar Bara geram
"Bara jika begini kamu harus mencari penerus keluarga kita jika adik mu itu tidak akan terjadi"ucap mama nya cemas
"Baik lah aku akan menikah meski hati ku tetap mencintai Syifa"ucap Bara membenarkan dasi nya lalu berlalu
Arkan mencium bibir Zenap sekilas yg terlelap sangat nyenyak bagaimana tidak nyenyak dan merasa letih suami Zenap yg gay ini benar benar mesum dia memaksa Zenap melayaninya dan tidak sebentar dari setelah makan malam Arkan menjelajahi nirwana keindahan dunia sampai terbit fajar tepat nya dia berhenti saat mereka akan sholat subuh itu membuat Zenap benar kapok rasanya tidur bersama Arkan yg sangat mesum
"Bahkan dia tidak tau jika kak Syifa akan pulang"ujar Arkan tersenyum mengusap rambut Zenap yg terurai tidak ingin mengganggu Zenap tidur Arkan segera keluar dari kamar nya
"Assalamualaikum"ucap Syifa dan Arka dengan kedua bayi mereka
"Waalaikum salam"ucap semua menyambut kedatangan mereka
"Wah penyambutan yg sangat bagus"ucap Syifa tersenyum melihat dekorasi untuk menyambut anak anak nya
__ADS_1
"Iya tuh yg antuasias Zahra"ujar Fatma
"Selamat datang di kediaman Karten baby Nur dan baby Arsyif"ujar Zahra tersenyum manis
"Duh kok mengemas kan semua jadi bingung mau gendong"ucap Zahra bingung
"Buat sendiri Zahra kami mah mau menikmati masa tua dengan cucu kami"ucap Fatma mengendong baby Nur dan Maya mengendong baby Arsyif
"Ma aku juga mau"ucap Zahra cemberut
"Makan nya cepat hamil"ucap Syifa tersenyum
"Benar tuh apa Devil tidak perkasa tidak bisa menghamili mu"ucap Arka santai
"Bukan masalah mas Devil sih karna saat kehilangan anak pertama aku sedikit trauma jadi kami menundanya tapi sekarang melihat anak anak kalian jadi ke pengen cepat hamil"ucap Zhara tersenyum
"Ehh tapi Devil nya kemana"ucap Fikram tidak melihat Devil bahkan Zahra tadi di antar oleh Zea
"Ngambek"ucap Zhara
"Wah kenapa ngak di kasih jatas ya"ucap Arka lalu tertawa kecil
"Ngak"ucap Zhara tersenyum mengigat kejadian semalam
Flashback
Seperti kebiasaan Devil setiap malam tidak membiarkan istrinya beristirahat dia merayu Zahra karna Zahra istri yg baik dengan senang hati dia melayani suaminya Devil sangat semangat mencium istrinya dengan penuh kelembutan bahkan dia sudah menarik selimut untuk melepaskan piyama Zhara tapi ponselnya berdering
"Mas telpon nya di jawab dulu siapa tau penting"ucap Zhara mengigat kan
"Udah yg penting itu hanya kamu yg lain ngak penting jangan di pikirin"ucap Devil meninggalkan jejak bibir di leher Zhara tapi ponselnya terus berdering
"Siapa sih"triak Devil kesal lalu turun dari tubuh Zhara yg hanya mengeleng
"Papa"ucap Devil datar melihat nama di layar ponselnya Zahra ikut duduk di samping Devil melihat wajah Devil sudah lama mereka tidak kembali ke rumah itu semenjak kejadian itu Zahra juga tidak ingin memaksa Devil karna Devil sangat sensitif jika soal masalah itu
"Halo"ucap Devil menempelkan ponselnya di telinga Zahra yg tidak mau suami nya emsoi melingkar kan tangannya di bahu suami nya meletekkan kepalanya di bahu Devil ikut mendengar pembicaraan mereka
"Iya"ucap Devil singkat
"Papa minta kamu sama Zahra menginap malam ini ke rumah"ucap nya Devil rasanya ingin meneriaki papa nya
"Ngak bisa pa mama Zea ngak mau di tinggal Zahra"ujar Devil datar tidak lupa dengan suaranya yg dingin
"Meski ngak nginap malam ini ke sini deh ada yg papa ingin bicara kan"ucap Firman
"Aku mau menghabiskan waktu bersama Zahra tidak bisa"ucap Devil tangannya terkepal meliha itu Zhara mencium pipi Devil
"Jangan marah"bisik Zhara dengan tersenyum
"Ya pa bentar lagi kami akan ke sana"ucap Zhara
"Papa tunggu"ucap Firman lalu sambungan telpon terputus
"Kamu apaan sih"kesal Devil
"Mas kita harus perbaiki hubungan kita dengan papa"ucap Zahra
"Aku tidak mau"ucap Devil
"Mas apa salah nya sih mumpung papa mau kita kesama jarang jarang lho"bujuk Zhara
"Ya"ucap Devil singkat lalu berlalu Zhara tau jika suaminya itu tidak suka tapi jika permintaan Zhara selalu Devil wujudkan meski Devil tidak menyukainya.Setelah bersiap mereka segera berangkat menuju kediaman Wikran mereka di sambut dengan sangat baik dan Devil hanya melempar kan tatapan menjijikan
"Kenapa baik pada Zhara"ucap Devil akhirnya dia tidak tahan Devil hanya melempar kan ekspresi sinis
"Karna dia pewaris Margareta"lanjut Devil lagi
"Mas apa salah sih"ucap Zhara
"Karenana kamu yg mulai papa akan bicara hal serius"ucap Firman
"Kamu harus bekerja sama dengan perusahaan Margareta biar perusahaan kita makin besar atau sekalian kamu minta nyonya Zea menyalurkan dana"ucap Firman santai
__ADS_1
"Aku punya harga diri pa tidak seperti papa"ucap Devil
"Devil"ujar Firman marah
"Apa"tantang Devil
"Kamu"ucap Firman ingin memukul tapi Devil menepis nya
"Cukup pa apa papa sadar jika aku sudah menikah berarti aku sudah dewasa dan papa masih ingin memukul ku apa papa tau apa yg aku rasa"ucap Devil
"Dan satu lagi aku sudah dewasa dan bisa membalas papa"ucap Devil
"Dan soal perusahaan jika papa ingin aku mengelola nya papa biarkan aku mengurus perusahaan itu papa dan keluarga hanya menikmati hasilnya jika papa tidak setuju aku bisa keluar dan membantu mama Zea mengelola perusahaan itu gampang"ucap Devil mengengam tangan Zhara
"Aku hanya menuruti Zhara yg ingin datang ke sini hanya sebentar menurut ku waktu satu jam ke sini sudah sangat lama"ucap Devil lalu melangkah pergi bersama Zahra bahkan mereka semua hanya terdiam
"Dasar sombong itu pasti Zhara yg mengajar kan"ucap mama tiri
"Mas aku jadi kepikiran ucapan papa bagaimana jika aku memberi mas Devil dana"ucap Zahra tersenyum menghentikan langkahnya
"Ada syaratnya"ucap Devil serius
"Boleh tentu aku akan memenuhi nya"ucap Zhara tersenyum
"Kamu layani aku di sini seperti nya oke juga"ucap Devil datar menepuk kepala mobilnya
"Apa mas Devil gila ya itu mustahil"ucap Zhara kesal
"Begitu pun dengan rencana dana itu mustahil perusahaan itu hasil kerja keras ku sendiri jadi jangan mencampuri nya jika kamu berani aku benar marah pada mu"tegas Devil lalu masuk mobil
Flashback and
"Bahkan saat aku bangun tidur pun dia mengacuhkan aku masih marah tuh"ucap Zhara
"Keterlaluan sekalian Firman melakukankan itu"ucap Fikram
"Udah nanti kita bicara"ujar Fatma
"Lain kali ngak usah lagi ke sana Zahra memang Devil tidak menyukai itu bukan dengan anggota keluarga tapi dia tidak suka dengan cara mereka"ucap Fatma lagi
"Iya ma aku ngerti aku hanya ingin mas Devil bisa baik lagi dengan papa"ucap Zahra
"Itu tidak perlu sayang karna itu semua bisa membuat hubungan kalian rengang"ujar Fatma tersenyum mengusap kepala Zhara yg hanya diam
"Ehh Arkan apa kamu menyimpan istri mu di lemari panggil ke sini"ucap Arka
"Dia dia lagi istirahat kan baru keluar dari rumah sakit"ucap Arkan beralasan
"Awas jika kamu membuat nya sakit lagi"ancam Maya menepuk baby Arsyif pelan
"Ngak dong ma aku kan cinta sama Zenap"ucap Arkan tersenyum
"Bukan nya kamu gay ya"ucap Arka tertawa kecil
"Udah sembuh"ketus Arkan benar kesal dengan kakak nya ini selalu berbicara soal aib nya
"Apa kamu udah konsultasi sama dokter Zahra soal kamu mau hamil"tanya Fatma
"Emm belum sih mah cuman dulu saat aku mau ikut program KB itu dokter itu bilang jika itu aman jika aku berhenti ikut program KB dan datang bulan dia bilang insyaallah rahim ku subur "jelas Zhara
"Emang udah mantap pingin punya anak"ucap Fikram
"Emm mas Devil sih biasa aja yah dia bilang apa pun keinginan ku pasti dia setuju asal aku bahagia"ucap Zahra tersenyum
"Nanti jika belum ada hasil beberapa bulan kamu datang ke dokter lagi"ucap Fatma
"Iya ma"ucap Zahra mencium pipi baby Nur yg terlelap
"Syifa tiduri di kasur kasihan baby Nur dan baby Arsyif tidur nya pulas banget"ucap Zhara mengelus pipi baby Nur
"Benar itu Syifa kasihan nanti jika mereka udah bangun mama akan ajak main"ucap Maya
"Ya udah aku siapin dulu"ucap Syifa berdiri lalu naik ke lantai atas menyiapkan untuk anak anak nya tidur ya meski semua sudah siap di atur oleh Maya tapi Syifa akan memastikan kembali kenyamanan anak anak nya
__ADS_1