Jodohku Seorang Presdir

Jodohku Seorang Presdir
Suaminya kembali gay


__ADS_3

Arkan memasuki rumah lalu menemukan Zenap yg menunggu nya melihat Arkan pulang Zenap berdiri mendekati keduanya menatap Arkan dengan serius lalu memeluk Arkan tanpa berkata Zenap hanya diam memeluk dengan erat dia tidak tau apa yg terjadi tapi Zenap hanya ingin memeluk suaminya melihat wajah Arkan yg kacau


"Mas dari mana "ujar Zenap pelan menatap Arkan


"Maafkan aku membuat mu cemas"ujar Arkan mengusap wajah Zenap lalu berlalu


"Zenap"pangil Arka menghentikan Zenap yg ingin mengejar


"Syifa kemana"tanya Arka


"Mengantar anak anak kak"jawab Zenap


"Zenap aku mau mengatakan seperti nya Arkan semalam tidur dengan Ari dia malu ketemu sama kamu makan nya dia ngak pulang semalam"jelas Arka


"Kakak serius"ujar Zenap tidak percaya


"Iya kamunu cari cara supaya Ari jangan mendekati Arkan lagi itu tidak baik untuk Arkan"ujar Arka lalu berlalu untuk memeriksa Arysif


"Hah kenapa jadi kayak gini"ucap Zenap menghembuskan nafasnya lalu naik ke lantai atas


"Mas"ucap Zenap lalu melingkar kan tangan di dada Arkan memeluk nya dari belakang


"Aku mau mandi"ujar Arkan pelan Zenap memutar tubuh Arkan untuk menghadap nya


"Aku tau yg mas lakukan ini salah tapi aku bisa maafkan dan menerima mas Arkan tapi aku mohon ini yg terakhir"ujar Zenap serius


"Maafkan aku membuat mu kecewa"lirih Arkan pelan


"Bisa di perbaiki mas"ujar Zenap tersenyum


"Aku janji ini yg terakhir jangan tinggalkan aku"ujar Arkan mencium tangan Zenap


"Iya kita mulai sama sama aku akan bantu mas Arkan"ujar Zenap tersenyum lalu memeluk suaminya dengan erat


"Terimakasih sayang"ucap Arkan mencium kepala Zenap


"Aku bantuin mas gosok badan mas Arkan"ucap Zenap tersenyum lalu menarik tangan Arkan untuk ke kamar mandi


Setelah mengantar Aina dan Nur ke sekolah Syifa kembali pulang tapi di perjalanan pulang Syifa merasa ada mobil putih yg mengikuti mobil nya bahkan dia selalu mepet ke mobil Syifa membuat Syifa menghentikan mobilnya


"itu pasti mobil ayah"gumam Syifa lalu keluar dari mobil


"Syifa"ujar Reno tersenyum melipat tangannya di dada


"Ada apa ayah"ujar Syifa santai


"Emm kamu pergi nya mau cara bahagia sakit atau tidak"ujar nya mendekat Syifa santai saja dia tidak takut sama sekali bahkan sekarang ini dia malas menatap wajah ayah mertua nya sampai membuat anak nya menderita


"Bagaimana aku tusuk"ujar nya menyeringai lalu mengeluarkan pisau mendekati Syifa


Plak plak


"Cukup"teriak Syifa setelah menampar ayah mertuanya


"Aku cukup bersabar ya ayah selama ini aku memaklumi ayah tapi tidak soal Arysif darah ku mendidih mengigat ayah membuat anak ku menderita"kesal Syifa


"Dan ingat ya ayah aku diam karna menghormati ayah mertua ku tapi ayah sudah membuat anak ku teluka aku tidak tinggal diam jangan ayah pikir aku tidak berani dan takut dengan ayah tidak sama sekali aku adalah istri dari Arka Karten selama ini aku terdidik menjadi kuat jadi jangan pikir aku takut apa yg akan ayah lakukan aku cuman mengigat kan saja mas Arka tidak akan tinggal diam atas apa yg ayah lakukan pada ku dan Arsyif"ujar Syifa membara lalu kembali ke mobil pergi begitu saja Reno sampai tidak bisa berkata hanya mampu terdiam apa yg Syifa lakukan


"Syifa"teriak nya geram memegang pipinya dia tidak menyangka Syifa akan menampar nya bukan tanpa sebab Syifa menampar ayah mertuanya dia kesal sendiri melihat mobil dan ayah mertua nya tanpa dosa itu darah Syifa mendidih mengigat kesakitan Arsyif


"Dia kira aku akan diam begitu saja melihat anak ku menderita aku ini ibu nya tentu akan memberi nya pelajaran"gerutu Syifa pokus dengan jalanan


"Syifa kok lama sih"ujar Arka sudah menunggu Syifa sudah lama


"Emang kenapa mas aku kan mengantar anak anak ke sekolah"ujar Syifa melangkah dengan santai


"Aku cemas jika kamu kenapa-kenapa"ujar Arka membututi Syifa masuk


"Ya memang tadi aku ketemu ayah tapi aku ngak tinggal diam aku langsung menampar nya"ujar Syifa masih kesal


"Lah kenapa kamu menampar nya"ujar Arka heran dengan istri nya biasa Syifa paling sabar


"Ya aku kesal la melihat wajahnya tanpa dosa sedangkan anak ku menderita kesakitan"ketus Syifa membuat Arka tersenyum lalu mengengam tangan Syifa


"Memang istri ku ini sangat hebat"ujar Arka tersenyum memeluk istrinya


"Ihh apaan sih mas"ujar Syifa cemberut

__ADS_1


"Ambilin sarapan lapar nih"ujar Arka tersenyum


"Mas belum sarapan"ujar Syifa


"Iya mau nungguin kamu"ucap Arka tersenyum mencium pipi Syifa lalu merangkul bahu Syifa menuju meja makan


"Bentar ya aku ambilin sarapan mas Arka dulu"ujar Syifa lalu menuju dapur Arka duduk bergabung dengan Arkan dan Zenap


"Lain kali jika punya masalah itu jangan ngak pulang kasihan istri kamu"ujar Arka meneguk air putih


"Iya"ujar Arkan menikmati makanannya


"Silahkan suami ku"ujar Syifa meletakkan nasi goreng nya lalu duduk


"Ohh ya Zenap udha lama ngak dengar kabar Aulia"ujat Syifa menuangkan air putih


"Iya dia masih di Bandung kata nya"ujar Zenap karna semenjak tokoh Syifa di tutup Aulia tidak lagi bekerja karna dia sendirian mengurus nya jadi sedikit kesulitan jadi Aulia merantau ke Bandung


"Ohh ya mas siangan aku mau ke kantor ayah dia mau bicara soal kantor gitu"ujar Syifa meneguk air putih


"Iya tapi hati hati"uaje Arka menikmati makan nya wajahnya serius


"Emang kenapa sih jika aku kenapa-kenapa kan misal nih aku mati kan mas tinggal nikah lagi mas kan tampan kaya pasti banyak yg mau sama mas Arka"ucap Syifa tersenyum menopang kepalanya dengan tangannya menatap Arka


"Tidak ada yg membuat ku senyaman ini kecuali kamu misal pun kamu tiada aku tetap menjaga kesetiaan dan hati ku untuk mu dan juga tidak ada yg bisa mengurus aku dan anak anak sebaik kamu"ujar Arka tersenyum menciumi wajah Syifa


"Ish mas ini malu tau"ujar Syifa tersenyum memeluk lengan suaminya


"Ulu ulu so sweet nya"ujar Zenap terkekeh


"Pokoknya harus ikut aku nanti"ucap Syifa tersenyum pada Zenap


"Wah ngak bisa aku pun ada kesibuk kan tersendiri apa lagi mau jemput Aina"ujar Zenap


"Ya ngak jadi deh menghabiskan uang suami"ujar Syifa


"Biarin aja Zenap punya urusan sendiri kamu jangan mengajak nya terus"ucap Arka menikmati makan nya lagi


"Iya mas "ujar Syifa tersenyum Zenap hanya tersenyum kecil dia bisa aja ikut Syifa urusan Aina gampang sudah dia pulang sekolah biasanya Aina akan main sana Oma nya dan itu memakan waktu tapi Zenap ada urusan lain nanti mau menjenguk Arkan biar dia tidak di dekati lagi sama pria gila itu Zenap tidak mau itu terjadi


###


"Sayang"ucap Zenap memeluk anak nya


"Mama tinggal dulu ya mama mau antar makan siang untuk papa"ujar Zenap tersenyum


"Iya ma nanti Aina main sama Oma aja"ujar Aina mencium pipi Zenap


"Anak pintar jangan nakal ya nak"ujar Zenap tersenyum menciumi wajah Aina


"Ma aku pamit ke kantor mas Arkan dulu"ujar Zenap membawa bekal nya


"Iya"ujar Maya


"Assalamualaikum"ucap Zenap mencium tangan Maya lalu berlalu


"Waalaikum salam"ujar Maya lalu kembali melanjutkan menemani cucu nya belajar


"Hah aku harus siap siaga"gumam Zenap masuk mobil supir nya segera melaju kan mobil nya karna Zenap sudah memberi tau jika dia akan ke kantor


"Arkan"ujar Ari masuk ke ruangan Arkan


"Kamu ngapain lagi"ujar Arkan pusing


"Hanya ingin menjenguk mu"ujar nya tersenyum duduk di depan Arkan


"Emm ngomong ngomong kemarin kok kamu langsung pergi"ujar Ari menatap Arkan


"Hentikan Ari aku sudah berkeluarga aku tau apa mau mu"ujar Arkan lelah dengan semua nya


"Aku hanya ingin ketemu dengan mu"ujar Ari santai


"Aku sibuk jadi boleh kamu pergi sekarang"ujar Arkan datar


"Aku akan menemani mu"ujar Ari berdiri


Cklek

__ADS_1


"Assalamualaikum mas"ucap Zenap masuk


"Waalaikum salam"ujar Arkan berdiri Zenap segera mencium tangan Arkan


"Ada temannya ya"ujar Zenap tersenyum dia tau itu Ari tapi Zenap harus tenang menghadapi pria gila di depan nya ini


"Iya kamu kesini ada apa"ujar Arkan dia merasa gelisah jika Ari dan Zenap bertemu


"Bawain mas Arkan makan siang"ucap Zenap meletekkan bekal nya


"Emm Arkan"ujar Ari ingin mendekat


"Mas aku kangen lho mas kok sibuk mulu"ujar Zenap tersenyum


"Emm ngak juga"ujar Arkan


"Mas ini harus banyak rileks"ujar Zenap lalu mengajak Arkan duduk


"Aku pijitin deh biar ngak ganggu mas Arkan kerja"ujar Zenap mulai memijit Arkan


"Ohh ya Ari ke sini ada keperluan apa ingat ya Ari jika mas Arkan itu punya istri jangan ngajak nya macam macam"ujar Zenap tersenyum


"Kamu menuduh ku macam macam pada Arkan"ujar Ari kesal


"Ngak gitu kan kamu jomblo jadi jika kamu ngajak mas Arkan bertemu cewek atau wanita seksi kan bahaya mas Arkan kan udah punya istri dan sangat cinta sama istri nya itu iya kan mas"ujar Zenap tersenyum menatap Arkan


"Iya"ujar Arkan mengelus tangan Zenap di bahu nya


"Iya aku tau"ketus Ari


"Ohh ya Ari mau ngak aku cariin jodoh"ujar Zenap tersenyum


"Semua nya cantik lho teman ku"ujar Zenap


"Tidak perlu"ujar Ari


"Jangan begitu nanti aku berfikir jika kamu gay kan ngak mungkin"ujar Zenap tertawa renyah Arkan melirik Zenap sebentar


"Kamu"ujar Ari kesal


"Kenapa marah "ujar Zenap sedih


"Aku kan hanya becanda lagian kamu ngak mungkin gay kan"ujar Zenap santai


"Arkan aku permisi pulang"ujar Ari permisi pergi dia merasa tersinggung dengan ucapan Zenap


"Kamu sengaja"ujar Arkan mencium tangan Zenapp


"Kan harus gitu mas "ucap Zenap mencium pipi Arkan


"Emm karna dia udah pergi aku pulang ya"ujar Zenap mengambil tas nya


"Tunggu kamu kan udah ke sini"ujar Arkan berdiri


"Lalu"ujar Zenap menatap Arkan


"Temanin aku "ujar Arkan tersenyum mengelus tangan Zenap


"Tapi Aina nanti cariin aku"ujar Zenap tersenyum lalu mengelus pipi Arkan


"Besok deh janji akan temenin mas Arkan"ujar Zenap tersenyum lalu melangkah Arkan dengan cepat memeluk istrinya dari belakang


"Menghidari ku"bisik Arkan


"Kamu membuat jarak di hubungi kita padahal kamu sendiri yg ingin merubah aku"bisik Arkan


"Hah mas merubah itu bukan dari orang lain tapi dari diri kita sendiri"ujar Zenap menghadap Arkan


"Aku selalu ada di samping mas Arkan jangan khawatir tapi aku mohon jangan sesekali mengulang itu semua"ujar Zenap serius


"Iya maafkan aku"ujar Arkan


"Aku mau merasakan kenikmatan bersama mu agar rasa gelisah di hati ku hilang"ujar Arkan serius Zenap terdiam dia merasa ragu jika Arkan menyentuh nya


"Zenap"ujar Arkan menatap Zenap serius


"Tidak ada kata menolak"ujar Zenap tersenyum lalu berjinjit mencium pipi Arkan merasakan itu Arkan memeluk pinggang Zenap lalu mencium bibir istri nya Zenap hanya memeluk leher Arkan dia berusaha menenangkan hati nya

__ADS_1


"Mas masak di sini"lirih Zenap


"Tidak tahan"bisik Arkan lalu menarik istri nya ke dekapan nya Zenap hanya menerima karna mereka juga sering melakukan itu di ruangan Arkan semenjak Arkan menikah ruangan itu yg dia pasang cctv dia lepas Arkan mempersiapkan semua nya jika nanti dia berhubungan dengan istri nya


__ADS_2