
Arka benar merasa hati nya benar sakit Nara berbuat seperti itu bahkan ia rela selalu bertengkar dengan mama nya hanya demi Nara tapi nyatanya Arka di khianati bahkan lebih membuat Arka murka adik nya sendiri tau tapi tidak memberi tau nya Arka pergi ke hotel memanggil wanita malam dan memesan minuman termahal untuk menemani nya Arka sudah sangat sempoyongan dengan botol berhamburan
"Kenapa kamu mengkhianati aku"teriak Arka mengungkung wanita itu lalu mulai dengan aktivitas nya Arka melampiaskan kemarahannya pada wanita di bawahnya sampai membuat wanita itu berteriak kesakitan karna Arka benar kasar
"Huh mas Arka kok belum pulang udah pagi gini"gumam Syifa menghembus nafasnya kasar dia semalaman menunggu Arka tapi tidak kunjung pulang , Syifa sholat subuh pun Arka belum kelihatan di telpon juga tidak bisa
Sedangkan Arka setelah membayar wanita itu dengan harga mahal dia pergi menuju rumah Karten tentu dengan kilatan amara Arka berdiri di tangga menunggu Arkan dia tau Arkan selalu sholat subuh di masjid
Bugh
"Apaan sih tiba-tiba datang menonjok ku"kesal Arkan saat dia datang langsung di tonjok Arka
"Bedebah berani nya kamu membohongi ku"teriak Arka memukul Arkan habis habisan karna Arka tidak main memukul nya Arkan dengan terpaksa membalas mereka baku hantam
"Nyonya"teriak pembantu melihat anak anak majikan nya baku hantam sampai bergelinding di tangga
"Ada apa "ujar Maya dan melihat anak nya baku hantam Maya mengambil campuk nya
Tar
"Berhenti"teriak Maya mencambuk kedua nya
"Kenapa mama memukul ku harus nya mama memukul adik tidak tau diri ini"teriak Arka menunjuk Arkan dengan emosi
"Udah ngak waras ya jelas jelas kamu yg tiba tiba datang memukul ku"ucap Arkan membela diri
"Cambukan itu pantas Kalian dapatkan"ujar Maya
"Katakan ada apa"ujar Maya lagi
"Dia membohongi ku dia tau Nara mengkhianati ku dan dia hanya diam"teriak Arka mencengkram baju Arkan
"Kamu tau ngak rasanya lebih sakit adik ku sendiri diam saja melihat kekasih kakak nya berselingkuh"ucap Arka kecewa rasanya lebih sakit dari pada Nara mengkhianati nya
"Jadi cuman karna itu mama juga tau"ujar Maya santai Arka berdecih
"Kenapa kalian lakukan"lirih Arka kecewa
"Sekarang mama tanya jika Arkan mengatakan jika Nara mengkhianati mu apa kamu akan percaya"ujar Maya sinis
"Kamu tidak akan percaya Arka karna kamu bodoh mencintai wanita seperti Nara itu kenapa mama menikah kan kamu dengan Syifa karna hanya Syifa yg pantas untuk mu"ujar Maya
"Jika itu menurut mama aku akan menghancurkan semua nya"teriak Arka
"Aku akan mendua kan Syifa aku akan mempunyai istri 5"teriak Arka meluapkan amarahnya Maya hanya menatap sinis
"Lakukan saja jika berani"ujar Maya
"Kenapa"teriak Arka mengacak rambutnya stres
"Pulang saja Syifa menunggu mu"ujar Maya meski Syifa tidak mengatakan nya tapi Maya tau sekarang ini Syifa tengah menunggu anak bodoh nya ini
"Aku ngak mau aku ingin menikah lagi"ujar Arka tertawa getir
"Masih mabuk nih anak"ucap Maya menepuk wajah Arka lalu memukul kepala Arka
"Mama tega"ucap Arka memeluk mama nya erat
"Dengar kan mama"ucap Maya menangkup wajah Arka
"Meski mama terlihat kejam dan keras tapi nyatanya mama sangat menyayangi kamu harta mama bukan lah yg kita nikmati harta dan kekuatan mama kalian berdua"ucap Maya memeluk kedua nya
"Mama hanya melakukan terbaik buat kalian"ucap Maya menahan Isak nya
"Sekarang pulang Arkan akan mengantar mu"ujar Maya mengusap wajah kedua nya
"Ayo ngak tau wajah tampan ku ini akan rusak pakai di tonjok"ujar Arkan menyeret kakak nya
Syifa melamun di meja makan menunggu Arka dia mengudak kopi yg dia siap kan untuk Arka.Syifa melihat pesan di ponsel nya dari Zahra yg dia suruh menghendel pekerjaan nya membangun tokoh baru lalu Syifa mendengar suara mobil dengan cepat Syifa keluar dia terdiam melihat wajah Arka dan Arkan
"Mas Arka"ucap Syifa kaget
"Kakak mau tau kenapa aku tidak punya pasangan karna mengurus dia sangat menjengkelkan"ketus Arkan melepaskan Arka
"Arkan"ucap Syifa memeluk Arka lalu memampa Arka
"Hari ini biarkan dia istirahat bila perlu kasih dia obat tidur"ucap Arkan
"Makasih ya Arkan nanti aku bantuin cari kan jodoh untuk mu"ucap Syifa tersenyum
"Wah ini baru kakak ipar idaman"ucap Arkan tersenyum
"Aku pulang dulu kak"ucap Arkan lalu pergi Syifa memampa Arka dengan susah payah ke lantai atas membaringkan Arka ke kasur nya
__ADS_1
"Huh berat sekali"gumam Syifa dia ikut Arka terbaring lalu Syifa berajak melepaskan sepatu Arka dengan pelan melepaskan baju Arka dan mengelap tubuh Arka
"Apa semalam mas Arka tidur dengan wanita apa dengan Nara"gumam Syifa melihat tanda merah di sekujur tubuh Arka
"Sabar Syifa yakin lah Allah akan memberi kan mu kebahagiaan jika sudah waktunya tiba"ucap Syifa berusaha tersenyum meski hati nya sakit . Syifa mengobati luka Arka dengan lembut dan meniupnya Syifa tersenyum menatap wajah Arka
Syifa membuat kan Arka sup biar saat Arka bangun nanti bisa makan sup nya setelah selesai Syifa sarapan sebentar setelah itu dia menunggu Arka bangun dengan membuat rancangan tokoh yg akan dia bangun nanti.Arka membuka matanya memijit kepala nya lalu duduk Arka melirik jam 3 sore lalu Arka keluar dari kamar dia sangat lapar
"Syifa"panggil Arka
"Syifa"teriak Arka mulai jengkel lalu Arka menuju kamar Syifa dan ternyata Syifa baru selesai sholat
"Iya mas kenapa maaf tadi aku sholat"ucap Syifa membuka mukenanya dan mendekati Arka
"Aku mau makan"ucap Arka
"Aku tadi buatin mas Arka sup mau makan apa aku masakin lain"tanya Syifa tersenyum Arka hanya mencibir melihat Syifa berubah-rubah
"Aku mau makan sup aja"ucap Arka menuju meja makan Syifa segera menyiapkan untuk Arka
"Silahkan di makan mas Arka"ucap Syifa tersenyum meletakkan sup nya Arka segera melahap nya
"Mas semalam itu mas Arka "ucap Syifa ragu memutar gelas jus nya
"Apa"ucap Arka singkat
"Tidur dengan wanita ya"ucap Syifa hati hati Arka hanya menikmati sup itu
"Aku mau nikah lagi"ucap Arka santai Syifa terdiam dia menunduk hati nya sakit
"Apa dengan Nara"lirih Syifa dengan dada yg sesak
"Aku mau punya istri 5"ujar Arka dengan emosi Syifa mengeryit bingung lalu tersenyum
"Kok hanya 5 mas ngak mau punya istri selusin"ucap Syifa tersenyum
"Jangan mengejek ku aku tidak suka"kesal Arka
"Mas berantem sama Arkan ya"tanya Syifa menyeduh jus nya
"Iya mama dan Arkan membuat aku kecewa"ujar Arka penuh kekecewaan Syifa memberi kan Arka air putih
"Kenapa"tanya Syifa penasaran Arka menatap Syifa serius
"Mas mereka pasti punya alasan apa ngak bisa tanya dengan baik"ucap Syifa tersenyum duduk di samping Arka
"Ngak bisa"ketus Arka
"Mas besok aku pergi ke tokoh ya mau lihat perkembangan tokoh"ujar Syifa izin
"Terserah"ucap Arka beranjak kembali ke kamar Syifa terdiam menyentuh dada nya yg sesak tapi dia tidak bisa melepaskan Arka rasa cinta mulai tumbuh dengan sendirinya Syifa tidak mengerti dengan dirinya kenapa rasa itu bisa tumbuh padahal Arka selalu kasar pada nya
Arka memainkan ponselnya meski ada Nara menelpon tapi Arka mengacuhkan nya Arka memeriksa email nya saja dia tidak mood bicara dengan Nara.
"Mas Arka"ujar Syifa masuk dengan tersenyum
"Ngapain lagi sih"kesal Arka melihat Syifa
"Tidak aku hanya membawa kan mas Arka kopi saja"ucap Syifa meletakkan kopi nya
"Udah kamu pergi sana"ketus Arka
"Ya udah aku ke kamar ya mas"ucap Syifa tersenyum lalu mengambil laptop yg dia tinggalkan tadi dan pergi
####
3 bulan sudah usia pernikahan Syifa dan Arka.Arka tidak berubah dia tetap kasar pada Syifa meski kesalahan kecil Syifa selalu jadi amukan Arka tapi aneh nya perasaan Syifa semakin lama semakin mendalam meski dia takut dengan Arka saat di tatap Arka jantung nya tidak menentu,dan soal Nara yg selalu membujuk Arka dan meminta maaf tapi Arka belum bisa berdamai tapi akhir-akhir ini Arka mulai melunak pekerjaan juga Syifa sudah menyelesaikan bangunan nya sekarang dia mulai mengatur tokoh nya bersama teman-teman nya tapi Syifa sering kurang nyaman karena Bara selalu di sana dan juga sesekali ada pria bernama Gio yg mengejar Syifa
"Bagaimana kita memperkerjakan tukang jahit biar kita bisa membuat model sendiri"ucap Syifa memberi saran
"Tidak buruk tapi di mana kita mencari pekerja itu"ujar Zenap
"Kita tempel aja di surat kabar gitu mencari pekerja"ujar Aulia
"Nanti akan ku pikirkan yg penting kita rame kan dulu tokoh kita ini jika udah sedikit maju baru kita bisa mencari pekerja biar gimanapun kita harus mengatur keuangan kita dulu dan kita harus membayar setiap bulan nya pada tuan Fikram"ucap Syifa
"Iya sih kita harus semangat"ucap Zahra
"Ya semangat"ucap Bara masuk dan tersenyum
"Hai aku menganggu kalian meeting ya"ujar Bara duduk
"Tidak kok iya kan"ujar Aulia
__ADS_1
"Apa kalian sudah makan"tanya Bara tidak lupa senyum tampan nya terukir
"Hanya Syifa yg belum makan"ujar Zahra
"Nah kebetulan kita makan yuk Syifa"ujar Gio tiba tiba datang
"Apaan sih aku yg duluan mengajak Syifa makan"ucap Bara
"Kalian kenapa bertengkar aku belum lapar"ucap Syifa berajak mengecek barang nya Bara dan Gio mendekati Syifa membuat semua hanya mengeleng melihat mereka rebutan
Arka tadi habis jalan dengan Nara akhirnya Arka memaafkan Nara dengan berjanji tidak akan mengulangi nya Arka masuk ke ruangan nya melihat bekal nya karna tadi dia minta Syifa menyiapkan nya Arka sekarang betah dengan masakan Syifa sesekali membawa bekal ke kantor
"Lapar lagi jadi nya"ujar Arka mengelus perut nya lalu duduk membuka bekal nya tapi saat di buka isi nya kosong
"Siapa yg udah makan makanan ku"geram Arka lalu mengambil ponselnya
"Ke ruangan ku sekarang"ucap Arka
"Yuhui ada apa tuan Presdir"ucap Arkan masuk
"Sebelum aku pergi tadi aku meninggalkan bekal ku sekarang aku lapar ingin makan kenapa isi nya kosong"ucap Arka
"Oh itu tadi aku lapar melihat bekal ini jadi aku makan deh"ucap Arkan santai
"Apa"ucap arka
"Kamu tau ini"ucap Arka kesal ucapan nya terhenti
"Enak banget tau makanannya kak Syifa ya bikin"ujar Arkan menggoda
"Masak iya aku bawa bekal dari dia ini bekal dari mama kamu benar benar ya orang dia menyuruh aku yg makan nya kenapa malah kamu yg makan"kesal Arka
"Ya mana ku tau kak gitu aja marah nanti aku akan menyuruh mama masak lagi "ketus Arkan
"Dasar pelit "ucap Arkan lagi lalu pergi
"Huh menjengkelkan"ujar Arka
Dret dret
"Iya hallo"jawab Arka mengangkat telpon lalu mereka bicara hal serius
"Apa sekarang waktunya"gumam Arka setelah panggilan terputus
"Seperti nya iya"ujar Arka tersenyum duduk di kursi kebesaran nya untuk menyiapkan rencana nya
"Kak Arka mau ke Bandung besok"gumam Arkan berfikir lalu menelpon seseorang setelah mendapat informasi Arkan pergi untuk menjemput Syifa
Arkan turun dari mobil dengan setelah rapi tentu nya dan masuk ke tokoh itu melihat kakak ipar nya di perebut kan dua pria tampan itu Arkan jadi kesal siapa itu
"Aduh susah ya jagain kakak ipar yg selalu jadi idaman semua orang"ujar Arkan menghela nafas
"Berhenti"teriak Arkan lalu mendekat
"Arkan jangan teriak"ucap Syifa
"Hei hei kalian siapa yg berani mendekati kakak ipar saya"ujar Arkan
"Wah lihat lah siapa ini "ucap Bara melipat tangannya
"Dia itu istri ku"ujar Bara semua menatap nya
"Enak saja dia yg calon istri ku"ujar Gio tersenyum pada Syifa
"Cukup"ucap Syifa
"Bara kamu jangan mengatakan seperti itu kamu membuat orang salah paham"ucap Syifa
"Tuh dengar asal kamu tau ya Syifa ini hanya untuk kakak ku yg tidak lain suami nya"ucap Arkan membuat Gio terkejut
"Kamu udah nikah Syifa"tanya nya
"Iya tapi sayang suami nya tidak mencintai nya jadi kita punya kesempatan"ucap Bara
"Berhenti Bara kamu tidak berhak mengatakan itu mau suami ku mencintai ku atau pun tidak itu bukan urusan mu jangan ikut campur urusan rumah tangah ku"ujar Syifa dia kesal dengan Bara yg selalu mengatakan buruk tentang Arka
"Rasain "ujar Arkan tertawa
"Kamu kenapa kesini Arkan"ucap Syifa
"Ohh besok kak Arka mau berangkat untuk memeriksa proyek di Bandung jadi mama mau kakak pulang menyiapkan keperluan kak Arka"ucap Arkan
"Zenap titip tokoh ya aku pulang kalian urus semua nya "ucap Syifa mengambil tas nya
__ADS_1
"Iya ngak papa kami bisa atasi"ucap Zenap tersenyum lalu Syifa pulang bersama Arkan yg mengajaknya pulang padahal Maya tidak sama sekali memerintah kan Syifa pulang itu hanya inisiatif Arkan saja yang mau Syifa tau jika Arka mau pergi