Jodohku Seorang Presdir

Jodohku Seorang Presdir
Membujuk membebaskan Bara


__ADS_3

Menjelang makan siang Arka mengajak Syifa menuju restoran karna dia akan melakukan meeting bersama mereka juga sudah sering bertemu dan kali ini mereka kembali bertemu membicarakan soal pekerjaan, di jalan Arka teringat perkataan nya dulu saat klien nya membawa istri nya dan Arka mengucap kan jika dia tidak akan membawa istri kemana mana dan kali ini Arka menjilat ucapan nya sendiri


"Aku baru ingat yg ada aku akan di ejek tapi jika aku tinggal kan Syifa di kantor Arkan pasti aneh -aneh dengan Syifa jika aku tinggal kan di rumah takut kejadian kemarin terulang dan jika aku tinggal kan di mobil malah kasihan Syifa tapi jika aku bawa Syifa yg ada aku akan di ejek"batin Arka berdebar dia bingung harus melakukan apa


"Sudah sampai tuan"ucap supir membuat Arka tersadar


"Ayo mas"ujar Syifa keluar Arka segera keluar dan mendekati Syifa mereka segera masuk


"Ada yg mas Arka pikir kan"tanya Syifa mempertajam pendengaran nya


"Tidak"ucap Arka lalu memeluk bahu Syifa menduduk kan Syifa


"Apa kabar tuan Arka"ujar nya menjabat tangan Arka


"Baik sangat baik"ucap Arka


"Ayo duduk"ucap Arka ramah lalu dia duduk


"Wah kayak ada perubahan sedikit ya dengan pertemuan kali ini"ucap nya tersenyum


"Hah iya emm saya merasa kasihan dengan istri anda pak Kar karna dia sering diam di saat kita bicara jadi saya ajak istri saya"ucap Arka tersenyum


"Ohh ya wah keberuntungan bisa kenal dengan nona Syifa Emilia Sandoso"ucap nya mengulur kan tangan


"Salah dia sekarang istri saya Syifa Arka Karten"ucap Arka menepuk tangan Syifa


"Salam kenal mbak"ucap Syifa tersenyum wanita itu nampak bingung melihat tangannya tidak di jabat Syifa


"Ohh jangan tersinggung istri saya buta jadi itu kenapa dia ngak menjabat tangan anda"jelas Arka melihat raut wajah istri kliennya


"Buta"ucap keduanya


"Udah ngak papa"bisik Arka mengusap bahu Syifa lalu mencium kepala Syifa menenangkan Syifa


"Ohh maaf kan kami membuat nona Syifa bersedih"ucap nya tidak enak


"Tidak apa mbak saya udah terbiasa dengan ini semua tapi dulu nya saya takut gelap dan merasa ada bahaya tapi saat di samping suami saya semua menghilang"ucap Syifa tersenyum


"Cinta banget nona"ujar nya terkekeh


"Mari kita mulai meeting nya"ucap Arka tentu dia tidak akan percaya jika Syifa mencintai nya


"Iya tuan Arka"ucap nya lalu mereka memulai pembicaraan dengan makan meski Arka sibuk menyimak kelien nya tapi sesekali dia melirik Syifa yg makan


"Senang kerja sama dengan anda tuan Arka"ucap nya tersenyum


"Ya saya juga senang"ucap Arka meneguk air putih lalu memberi kan pada Syifa


"Tuan Arka boleh saya bertanya soal privasi anda"tanya istri nya


"Ya "ucap Arka singkat


"Kita tau sendiri jika nona Syifa buta lalu apa yg membuat anda mempertahankan nya sedang kan anda tampan mapan hampir sempurna"ujar nya tersenyum Syifa juga penasaran dengan jawaban Arka


"Emm apa ya"ujar Arka berfikir melirik Syifa


"Sebenarnya hubungan kami ini tidak semudah yg di lihat"ucap Arka tersenyum Syifa kurang puas dengan jawaban Arka


"Ya tuan Arka saya pernah dengar tentang hubungan anda dan nona Nara "ucap tuan Kar


"Soal itu saya tidak bisa menjawab"ucap Arka datar


"Baik lah jika begitu"ucap nya lagi


"Kami permisi ya tuan Arka karna kami masih ada pekerjaan"ucap nya lagi


"Ya baik lah"ucap Arka berdiri menjabat tangan klien nya dan mereka permisi pergi


"Mas aku juga penasaran dengan jawaban mu benar apa yg di katakan istri tuan Kar aku ini buta lalu apa yg membuat kamu mempertahankan aku"ucap Syifa penasaran


"Ya karna kamu istri ku"ucap Arka santai


"Aku masih kurang puas jawaban nya mas"ucap Syifa penasaran


"Syifa kamu tau kan hubungan kita tidak mudah berada di titik ini aku sudah ingin memulai semua nya dari awal bersama mu aku belajar menerima mu tapi hati tak bisa di bohongi Syifa jika aku masih mencintai wanita lain jadi stop menyinggung aku soal hubungan aku dengan orang lain"jelas Arka


"Maaf mas"ucap Syifa dia benar sedih Arka belum bisa mencintai nya apa emang tidak akan pernah bisa Syifa mendapatkan hati Arka

__ADS_1


"Balik kantor yuk"ucap Arka memeluk pinggang Syifa mereka keluar


"Tuan Arka berikan kejelasan anda soal anda mempenjara kan tuan Bara"ucap wartawan mendekati nya


"Itu sudah ke keputusan yg tepat"ucap Arka berusaha melindungi Syifa


"Tuan Arka jelas kan sedikit persoalan ini karna keluarga Adirata sangat marah anda tidak mau berdamai membebaskan tuan Bara"tanya nya


"Stop"teriak seseorang lalu mendekati Arka


"Heh Arka apa maksud mu mempenjara kan anak saya"ucap nya geram dengan Arka


"Apa kamu tidak mampu bersaing dengan anak saya atau mama mu itu tidak sanggup lagi melawan keluarga kami sampai pengurus semua harta kami kalian penjara kan mama mu itu emang tidak ada harga dirinya"ucap nya sinis


"Cukup"teriak Arka marah


"Jaga bicara anda nyonya "tegas Arka dia tidak terima ada yg menghina mama nya


"Emang kenyataan benar kan"ucap nya


"Yg saya lakukan pada anak anda itu sudah tepat sekarang saya tanya apa pantas seorang pria masuk ke kamar istri orang Bara sudah tidak sopan masuk ke kamar istri saya di saat saya pergi apa pantas seharusnya anda bisa menjaga anak anda biar dia tidak mengejar istri orang lain"tegas Arka wartawan mulai berbisik menilai keluarga Adirata


"Jaga ucapan mu"ucap nya kesal


"Itu fakta ada nya saya punya bukti jika Bara lah yg masuk ke kamar Syifa saat itu"ucap Arka


"Dan satu lagi saya peringatkan buat Bara jangan menganggu istri saya lagi kita memang tau dulu mereka punya hubungan tapi sekarang berbeda Syifa sudah menjadi istri saya jadi jangan mengharapkan istri orang"ucap Arka lalu membuka pintu mobil memasukkan Syifa ke mobil lalu dia masuk


"Nyonya Adirata apa benar tuan Bara masih mengejar nona Syifa"tanya nya


"Semua itu tidak benar"ucap nya lalu pergi


"Mas Arka"ucap Syifa


"Jalan pak"perintah Arka supir segera melaju kan mobilnya


"Jadi pelaku nya itu Bara dan mas Arka udah laporkan Bara ke polisi"tanya Syifa


"Iya kenapa marah kekasih nya aku penjara kan"ketus Arka


"Mas Arka jangan marah marah nanti tampan nya hilang"ucap Syifa tersenyum malu menyender kan kepalanya di dada Arka yg hanya diam


"Kesal aja wanita itu menghina mama"ucap Arka setelah sekian lama terdiam


"Dia marah juga karna mas melaporkan Bara kepolisi sebaik nya mas Arka bebasin aja Bara"ucap Syifa bukan tanpa sebab karna Syifa tidak merasa di rugikan


"Ho ho aku lupa jika Bara itu kekasih mu itu kenapa kamu membela nya"sindir Arka menepis tangan Syifa di bahu nya


"Ngak gitu mas kita tidak di rugikan di sini mas bebasin aja Bara dengan syarat dia jangan menganggu kita lagi"ucap Syifa membujuk


"Cih kamu itu istri ku tapi masih memikirkan pria lain"ucap Arka sinis Syifa jadi terdiam Arka masih tidak mau mendengar kan nya padahal Syifa hanya ingin kedua keluarga itu berdamai


Karna mama nya gagal membujuk Arka dengan terpaksa Nara yg akan membujuk Arka tentu dengan berbagai alasan lain supaya dia bisa mengambil Arka lagi dari Syifa.Nara datang ke rumah Arka tidak sendiri karna Gio memaksa ingin ikut


"Ada apa kalian kemari"tanya Arka dengan memeluk bahu Syifa lalu mereka duduk


"Bebas kan kak Bara"ujar Nara


"Lagian apa untungnya kamu memenjarakan kak Bara"ujar Nara santai


"Bara harus mengerti jika Syifa itu istri orang tapi dia terus aja gangguin Syifa"ketus Arka


"Kamu tidak sadar diri Arka"ucap Nara sinis


"Tuan Arka bebas kan Bara "ujar Gio ikut membujuk


"Saya tidak akan membebaskan Bara"tegas Arka kesal


"Mas jangan marah mulu"ujar Syifa menahan Arka


"Oke jika kamu ngak mau bebasin kak Bara akan ku tunjukkan apa yg akan aku lakukan"ucap Nara berdiri


"Gio kamu tunggu di sini"ujar Nara lalu menarik Arka ke dapur


"Apa lagi"kesal Arka menepis tangan Nara


"Aku merindukan mu"ucap Nara memeluk Arka dengan senang

__ADS_1


"Lepaskan aku Nara kamu apaan sih"kesal Arka melepaskan Nara


"Arka ku mohon bebaskan kak Bara"ujar Nara mendekat


"Tidak"ujar Arka teguh pada pendiriannya Nara hanya tersenyum lalu mengalungkan tangannya di leher Arka


"Aku akan melakukan apa saja untuk mu termasuk"ucap Nara menyentuh wajah Arka dengan menggoda


"Heh kamu pikir Syifa tidak akan melarang aku melakukan itu kamu salah besar Syifa memenuhi kebutuhan aku"ujar Arka sinis


"Sekarang aku mulai berfikir seperti nya benar Syifa jauh lebih baik dari pada kamu seperti nya bukan aku sadar diri tapi kamu"ucap Arka santai


"Kurang ajar kamu Arka kamu emang pria breksek setelah aku berikan semua nya pada mu kamu malah membanding kan aku dengan wanita buta itu"kesal Nara menggebu


"Dia istriku kamu jangan pernah menghina nya atau"geram Arka mengepalkan tangan


"Atau apa atau kamu mau mencumbu ku atau mau merayu aku dengan sifat tidak tau diri mu itu"kesal Nara


"Kamu membuat kesabaran aku habis"ujar Arka kesal


"Aku sangat merindukanmu Arka mengertilah diri ku"kesal Nara mengalungkan tangannya di leher Arka lalu mencium bibir Arka


"Gio bisa kamu antar aku ke tempat mas Arka"ujar Syifa berdiri


"Iya"ucap Gio tersenyum senang mendekati Syifa


"Gio jangan menyentuh kulit ku suamiku bisa marah besar"ucap Syifa merasa tangan Gio akan menempel di bahu nya


"Baik lah ayo"ucap Gio tersenyum lalu menyuruh Syifa memegang jas nya mereka menuju dapur


"Mas Arka"panggil Syifa tapi di dapur seperti ada keributan


"Mas Arka"pangil Syifa lagi dan Gio hanya terdiam menyaksikan di kursi itu Arka terduduk dengan memegang pundak Nara sedang kan Nara baju bagian dadanya berantakan dan dia tepat nya mereka tengah berciuman mereka juga sangat intem


"Astaghfirullah"Gio refleks sendiri berbalik dan menutupi wajah Syifa dia tidak sadar jika Syifa tidak akan melihat itu semua


"Gio"ucap Syifa mendorong Gio


"Maaf aku tidak sengaja"ujar Gio


"Sialan kamu''ujar Arka berdiri langsung menonjok Gio


"Mas"ucap Syifa mendengar suara ribut


"Berani kamu menyentuh istri ku kelar hidup mu"kesal Arka mencengkram baju Gio


"Tuan yg egois tuan bisa berhubungan dengan Nara tapi tuan tidak mengizinkan Syifa bersama pria lain tuan Arka egois"ucap Gio menggebu lalu mendorong Arka


"Kurang ajar kamu"kesal Arka menggebu


"Mas Arka"ujar Syifa mengulur kan tangan nya


"Kalian pergi sebelum saya mengusir dengan tidak hormat"geram Arka


"Thanks sayang"ucap Nara lalu mengecup pipi Arka dan bisa di dengar oleh Syifa


"Kamu tidak akan bisa melihat apa yg kami lakukan karna kamu buta"bisik Nara di telinga Syifa lalu dia pergi Gio hanya menatap Syifa sendu sebelum dia benar pergi Gio juga ikut Nara karna ingin mengetahui keadaan Syifa yg sesungguhnya


"Aku duluan mas ke kamar"ucap Syifa berbalik dengan pelan lalu berlalu


"Sialan Nara dia sangat nekat"gumam Arka mengusap bibirnya yg basah karna ciuman Nara yg memaksa tadi Nara sangat berani duduk di pangkuan Arka memanfaatkan kursi di samping Arka dan Arka berusaha lepas tapi Nara seperti orang gila saja mengacak rambut nya dan membuka baju nya Arka sudah berusaha menolak tapi Nara sangat agresif saat dia ingin melakukan tenaga penuh Gio sudah datang


"Apa mereka masih berhubungan di belakang ku"gumam Syifa berada di kamar mandi Syifa terduduk air mata nya menetes lagi


"Ya Allah hamba ingin bisa melihat tapi jika ini sudah kehendak mu hamba hanya ingin hidup bersama mas Arka karna mas Arka sangat hamba cintai"gumam Syifa menangis


Tok tok


"Syifa"panggil Arka mengetuk kamar mandi


"Iya mas"ucap Syifa mencuci wajahnya setelah itu dia keluar


"Kamu tidak apa apa"tanya Arka memastikan


"Tidak mas"ucap Syifa tersenyum


"Aku mau istirahat mas capek"ucap Syifa meninggalkan Arka lalu dia menuju kasur berbaring Syifa sangat takut jika Arka akan berpaling atau Syifa berfikir jika benar mereka masih berhubungan memikirkan itu membuat air mata Syifa kembali mengalir dia sangat sakit hati suami nya tidak mampu dia curi selama nya Arka tidak bisa mencintai nya hanya bisa mencintai Nara saja

__ADS_1


__ADS_2