
Meski terlihat baik baik saya tapi sebenarnya Syifa sangat butuh pegangan dia berusaha melawan rasa takut nya karna gelap tapi percuma setiap sentuhan dia merasa itu sesuatu sangat bahaya Syifa juga butuh mama nya setiap akan tidur dan bangun tidur mama nya harus ada di samping nya karna jika tidak Syifa akan mengalami rasa takut lagi seakan ada hal yg menakutkan.Syifa duduk di bangku taman nya menikmati sinar mentari yg tidak mampu dia lihat lagi di temani pembantu nya
"Kamu pergi saja"ucap Devil datar mendekati Syifa
"Kak Devil"ucap Syifa tersenyum
"Iya tuan"ucap nya berlalu pergi
"Iya Syifa"ucap Devil duduk di samping Syifa
"Kakak kok baru datang"ujar Syifa memeluk lengan Devil sebenarnya itu bukan lah Devil sebenarnya itu Arka tapi Devil berdiri di depan Arka yg lengan nya di peluk Syifa mengingat itu membuat Devil kesal dengan Arka
Flashback
Semalam Arka mengikuti nya untuk mengancam Devil setelah mengikuti Devil yg ternyata ke Bar Arka punya kesempatan untuk memantau Devil Arka memantau dari jauh Devil yg duduk di meja dan minum lalu ada beberapa wanita mendekati nya menggoda nya malah Devil menyewa 3 perempuan sewaan untuk dia tiduri Arka terus memantau dengan mengambil beberapa bukti dan foto Devil bersama wanita itu , setelah bersenang Devil kaget dengan Arka tiba tiba masuk ke kamar nya
"Wah sungguh menakjubkan menikmati 3 perempuan sekaligus"ucap Arka masuk
"Kamu"ujar Devil merah padam
"Ya aku tapi ngomong-ngomong bagaimana rasanya di layani 3 wanita"ejek Arka duduk
"Bukan urusan mu"ketus Devil mengambil baju nya
"Jika kamu tidak menganggu ku mungkin itu bukan urusan ku tapi kamu selalu menghalangi ku ketemu dengan Syifa jadi ini akan jadi urusan ku"ujar Arka menyeringai
"Apa maksudmu"ucap Devil sudah marah jika tidak mengingat Syifa mungkin Devil sudah membunuh Arka
"Jika ayah Fikram tau tingkah keponakan nya bagaimana ya yg sering bermain wanita tidak hanya satu"ujar Arka santai
"Sialan kamu akan ku bunuh berani mengancam ku"kesal Devil marah
"Kita setimpal aku akan tutup mulut dan kamu membantu ku ketemu dengan Syifa"ucap Arka tersenyum puas
"Aku tidak akan melakukan nya"ketus Devil sangat kesal
"Tidak masalah video ini akan segera terkirim pada tuan Fikram"ucap Arka santai menunjukkan video yg dia ambil tadi
"Sial"kesal Devil mengumpat berfikir
"Baik lah aku akan membantu mu tapi dengan syarat kamu ngak boleh bicara sedikit pun jika kamu melanggar syarat ku maka aku akan langsung mengusir mu"ucap Devil memberi syarat
"Tidak masalah deal"ucap Arka menjabat tangan Devil setuju
Flashback and
"Kak kok diam"ujar Syifa melihat Devil diam Arka menendang kaki Devil membuat Devil tersadar dengan lamunannya
"Iya kenapa"ujar Devil
"Kakak punya masalah"tanya Syifa menghadap Arka
"Tidak"ucap Devil
"Kak kenapa kakak ragu bercerita"ucap Syifa mengengam tangan Arka
"Syifa meski aku tidak bisa mengatakan apa apa dengan ada di samping mu aku sudah belajar menerima mu aku tidak akan menyerah terus berjuang untuk hubungan kita"batin Arka bertekad
"Tidak ada Syifa aku hanya kepikiran sama papa aja"ujar Devil berbohong tapi dia mencibir Arka tapi Arka hanya membalas dengan tatapan sinis
"Kakak jangan khawatir papa akan baik kok"ucap Syifa dan Devil tersenyum menunjuk kan Arka jika dia harus mengelus wajah Syifa tentu Arka akan melakukan itu
"Kakak lagi ngak lagi mempermainkan aku"tanya Syifa serius
"Maksud kamu"ucap Devil merasa heran
"Tidak aku merasa berbeda kali ini dari sentuhan kak Devil pegangan ngak Devil semua nampak berbeda kayak mas Arka gitu aku bisa merasakan nya"ucap Syifa membuat kedua pria itu terkejut Syifa sangat peka terhadap orang di sekitar nya
"Arka lagi Arka lagi aku bosan mendengar nama nya aku ngak suka jika ada orang menyebut nama orang yg pernah menyakiti mu lagian untuk apa masih mengingat nya dia aja udah mau nikah"ucap Devil membalas Arka sungguh Arka tidak terima tapi dia sudah menerima syarat dari Devil jadi hanya menerima
"Iya aku ngerti"ucap Syifa bersedih
"Emm Syifa kita jalan yuk bosan aku"ucap Devil
"Tapi"ujar Syifa ragu
"Ngak papa aku akan selalu memegang tangan mu"ujar Devil tersenyum menepuk kepala Syifa pelan
"Iya deh"ujar Syifa berdiri dia merasa aman jika seperti itu
"Kita langsung jalan aja yuk nanti aku kirim pesan sama mama"ujar Devil berjalan mendahului kedua nya
"Emang kita mau jalan kemana kak"tanya Syifa berjalan
"Belum tau"ucap Devil sedikit jauh suaranya Syifa terdiam
"Kak Devil"panggil Syifa cemas mendengar suara Devil jauh tapi ada yg memegang tangan nya
"Hahah kamu takut ya"ujar Devil menyadari nya dia segera mendekat
"ihh kak Devil nyebelin"kesal Syifa ngambek
"Jangan ngambek nona manis aku hanya becanda"ujar Devil mencubit pipi Syifa
"Ayo kita jalan"ujar Devil memberi isyarat pada Arka jika mereka menuju mobil nya
🚘🚘🚘
Di mobil Devil memakai supir pribadi sedang kan dia duduk di samping Arka yg mana tangan Arka selalu ada di genggaman Syifa yg menyenderkan kepalanya di dada Arka yg menemukan kenyamanan nya
__ADS_1
"Aku merasa nyaman kak bukan aman"lirih Syifa mendongak pada Arka
"Hati hati lho nanti suka"ujar Devil santai
"Iss aku serius juga"ucap Syifa cemberut
"Aku lebih serius jika kamu menyukai ku bahaya kita kan mahram"ucap Devil terkekeh
"Iya iya"ucap Syifa cemberut Devil hanya tersenyum kecil mengelus kepala Syifa
"Kak Devil ngak mau nikah"tanya Syifa
"Mau sih tapi ngak ada calon nya"ucap Devil santai Syifa tertawa tepat nya mengejek Devil
"Masak ngak ada yg mau kak kan kak Devil tampan mampan kok ngak laku"ejek Syifa tertawa
"Sembarangan , aku bukan ngak laku hanya merasa ngak ada yg cocok "ujar Devil merasa tersinggung
"Mau aku tawarin jodoh kak, mau Zahra Zenap Asma atau Aulia mereka cantik semua baik lagi"ujar Syifa mulai menjodohkan Devil
"Tidak ada yg menarik sih hanya sedikit tertantang dengan teman kamu nama nya Zahra"ujar Devil santai
"Wah bagus itu kak tapi masa lalu Zahra kurang baik kak "ujar Syifa
"Ahh sudah lah yg aku butuhkan hanya seorang istri biar adik tiri ku itu tidak selalu menggoda ku"ucap Devil santai Arka hanya menyimak saja percakapan keduanya
"Apa pernah kakak menidurinya"tanya Syifa serius
"Enak saja mana mau aku lihat saja dia sangat menjijikkan sama kayak mama nya "ketus Devil
"Ngak boleh kayak gitu kak biar gimanapun dia adalah mama sambung kak Devil"ujar Syifa mencubit lengan Arka dan Devil hanya mengejek melihat wajah Arka kesakitan
"Iya aku mengerti tapi cubitan nya ngak sakit tuh"ujar Devil membuat Syifa menambah cubitan nya Arka memukul kepala Devil karena rasanya cubitan Syifa terasa sampai ke tulang
"Sakit Syifa"ucap Devil santai tapi dia mengejek Arka
"Makan nya jangan ngomong kayak gitu lagi"ujar Syifa tersenyum menyenderkan kepalanya di dada Arka yg meringis kesakitan
"Sudah sampai tuan"ujar supir
"Ya udah ayo"ucap Devil keluar Arka ingin menuntun Syifa keluar tapi malah hijab Syifa nyangkut sampai dia harus memeluk pinggang Arka karna takut aurat nya kelihatan Arka hanya menatap Syifa yg mengerjab kan mata nya
"Nyangkut kak"ujar Syifa menahan hijab nya Arka mengambil hijab Syifa yg dia duduki dengan memperhatikan wajah Syifa
"Ayo kak"ujar Syifa membuat Arka tersadar mereka segera turun
"Kak emang aku di ajak kak Devil kemana sih"ucap Syifa penasaran
"Kamu ingat saat kita kecil"ucap Devil tersenyum
"Taman bermain"ujar Syifa semangat
"Wah udah lama aku ngak main nanti mau ajak Zahra dan teman yg lain sekalian mau ajak mas Arka"ujar Syifa semangat
"Ayo duduk"ucap Devil menyiapkan ayunan untuk Syifa duduki
"Pelan aja ya kak nanti aku jatuh"ujar Syifa tersenyum lalu duduk Arka hanya menatap Syifa yg di ayun oleh Devil dengan diam Arka mengabadikan momen itu
"Jadi gimana kak Zahra cocok lho bersama kak Devil"ucap Syifa tersenyum Devil hanya acuh saja
"Ya nanti lah jika takdir ku memang dia ada aja nanti jalan nya"ujar Devil santai mereka seharian jalan jalan Arka sedikit lebih mengenal kebiasaan Syifa saat bersama Devil begitu pun Devil kelihatan dia jahat dan keras tapi dia tipe pria penyayang.Mereka lagi menuju restoran ingin makan
"Ada telpon"ucap Devil lalu menjauh tapi Syifa terdiam saat pegangan tangannya itu masih ada tapi suara Devil menjauh Arka juga hanya diam karna tadi dia ingin lepas tapi takut meninggal Syifa
"Kamu siapa"ujar Syifa serius Arka terdiam lalu menangkup wajah Syifa
"Jangan memegang ku"ucap Syifa waspada
"Ini aku"ujar Arka tapi Syifa belum yakin
"Jawab dengan Jujur"ucap Syifa menurun kan tangan Arka
"Aku"ucap Arka lalu dia merasakan tarikan seseorang
"Sialan kamu ngapain megang Syifa"ucap nya membuat Arka menjauh
"Apa urusan mu dia itu istri ku"tegas Arka dia kesal saat Bara berusaha ikut campur masalah nya
"Kamu masih berani mendekati Syifa"ujar Fikram mencekram baju Arka mendengar keributan Devil memutuskan sambungan telpon lalu mendekat
"Om hentikan ini bukan kesalahan Arka"ujar Devil
"Apa maksudmu"ucap Fikram bingung
"Arka ingin ketemu sama Syifa jadi aku hanya membantu nya"ucap Devil
"Ohh jadi dari tadi yg aku genggam itu mas Arka"ujar Syifa tersenyum
"Udah selesai kan ini pertemuan terakhir kalian"ujar Fikram
"Ayah ayah tunggu kenapa ayah izinin Bara ketemu sama Syifa sedang kan aku sebagai suami Syifa ayah larang"ujar Arka mencegah Fikram pergi
"Karna kamu tidak becus menjadi suaminya Syifa sadar diri dong"ucap Bara mengejek
"Ayah biarkan aku bicara sama mas Arka"ujar Syifa memohon
"Syifa emang kamu mau di madu Arka udah mau menikah lho ayah hanya tidak mau kamu menangis karena mempunyai suami yg mau nikah lagi"ujar Fikram memeluk bahu Syifa
"Devil kami duluan"ujar Fikram lalu mengajak Syifa pergi
__ADS_1
"Kenapa om Fikram tau jika kita di sini"ujar Devil heran
"Aku yg memberi tau tadi aku melihat kalian jadi aku memberi tau om Fikram"ucap Bara tersenyum puas Arka mengepalkan tangannya menahan amara nya
"Ternyata kamu masih mengharap kan Syifa tapi sayang sampai kapan pun Syifa akan tetap menjadi istri ku"ucap Arka santai
"Emang kamu mau melawan om Fikram kamu bisa menentang Devil tapi tidak dengan ayah nya"ucap Bara mengejek
"Kamu tidak tau apa yg aku lakukan"ujar Arka menyungging kan senyum nya lalu berlalu
"Aku tidak akan menyerah"gumam Arka dia akan memikirkan rencana yg lain untuk bicara dengan Syifa
"Syifa berapa kali ayah bilang jangan ketemu sama Arka"ucap Fikram menegur Syifa
"Kenapa sih ayah mas Arka itu suami aku lalu kenapa aku ngak boleh ketemu sama mas Arka"ucap Syifa
"Karna kalian akan berpisah Syifa"ujar Fikram
"Apa ayah dulu ngak pernah mencintai mama"ucap Syifa serius
"Ya tentu ayah mencintai mama mu"ucap Fikram cepat
"Tapi kenapa ayah ngak bisa ngertiin perasaan aku"ucap Syifa
"Aku itu cinta sama mas Arka yah mas Arka juga pria terbaik dia suami sempurna untuk ku"ucap Syifa lagi
"Aku tau keadaan aku sekarang ini aku hanya wanita buta yg bisa di tipu siapa pun karna aku ngak bisa lihat"ucap Syifa bersedih
"Aku mengerti"lirih Syifa lalu berlalu dengan mengerak kan tongkat nya untuk naik ke lantai atas Fikram hanya mampu menatap Syifa yg nampak bersedih dengan keadaan nya
####
Setelah pulang bekerja Arka memarkirkan mobilnya di depan gerbang rumah Sandoso hujan turun karna memang musim penghujan .Arka melihat setiap lampu masih menyalah itu berarti yg di dalam rumah belum tidur Arka melihat kamar Syifa gelap mungkin sudah tidur Arka melihat ada bayangan di kamar Fikram berarti mereka belum tidur
"Aku harus sabar menunggu aku harus memanfaatkan ini semua aku harus bicara pada Syifa"gumam Arka terus memantau tidak lama lampu kamar ayah nya mati Arka bersiap dia melepaskan jas nya melihat sekitar ada beberapa penjaga Arka keluar dari mobilnya tubuhnya di guyur hujan Arka mengendap gendap di semak saat para bodyguard lengah Arka segera menuju kamar Syifa
"Tidak ada jalan lain aku harus manjat"gumam Arka lalu dia manjat dari bawah ke lantai dua tidak mudah bagi Arka untuk manjat apa lagi keadaan hujan tembok nya licin Arka tapi tetap memanjat memeluk tiang itu manjat dengan pelan sampai tangannya memerah Arka memegang pagar balkon kamar Syifa dia merasa lelah
"Aku tidak boleh menyerah"ujar Arka menekan tangannya naik ke balkon Arka ngos-ngosan merasa lelah setelah mengambil nafas sedikit Arka mengintip dari jendela ke kamar Syifa tapi kamar itu gelap
Tok tok
Tok Tok
"Siapa"Syifa terbangun mendengar suara ketukan Syifa merasa sangat takut Syifa memegang tongkat nya dengan erat yg selalu ada di dekat nya
"Syifa"ucap Arka seperti bisikin Syifa mengumpulkan keberanian mendekati jendela itu
"S....siapa"ujar Syifa lagi takut mempertajam pendengaran nya
"Syifa bukain dulu pintu nya"ucap Arka pelan mendengar suara Arka membuat Syifa lega
"Mas Arka"ujar Syifa lalu meraba kunci balkon membukanya Arka segera masuk
"Mas Arka ngapain"ucap Syifa meraba tubuh dan wajah Arka berusaha mengenali nya
"Mas Arka main hujan"ucap Syifa merasakan tubuh Arka basah
"Ya kali aku main hujan aku naik manjat sampai ke sini"ucap Arka
"Ohh ya lalu mas ke sini ngapain nanti ayah tau dan marah lagi"ucap Syifa
"Aku mau bicara pada mu"ucap Arka menggenggam tangan Syifa
"Mau bicara soal perceraian kita"ucap Syifa serius
"Sebenernya ngak kayak gitu"ucap Arka
"Aku tidak sama sekali setuju soal perceraian itu karna kesalahan ku ayah menghalangi ku ketemu sama kamu bahkan dia ingin menceraikan kita"ucap Arka
"Syifa jangan pernah menyetujui perceraian itu"ucap Arka lagi
"Mas serius"ucap Syifa tersenyum meraba wajah Arka biar dia tau ekspresi Arka seperti apa
"Iya"ucap Arka
"Syifa aku tau kesalahan ku maafkan aku bisa kah kita memulai semuanya dari awal"ucap Arka serius Syifa tersenyum lebar dan mengangguk
"Kita akan mulai semua nya dari awal"ucap Syifa tersenyum
"Tapi bagaimana dengan Nara"ucap Syifa lagi
"Jangan pikirkan itu semua masalah akan ku singkirkan tugas mu hanya perlu ada di samping ku"ucap Arka mengusap tangan Syifa
"Ngomong-ngomong aku sangat kedinginan karna basah aku juga ngak ada baju ganti bisa kah aku tidur bersama mu"ucap Arka menatap Syifa
"T... tentu mas boleh"ucap Syifa sungguh dia sangat senang sekarang ini
"Baju mas Arka basah di lepas aja mas nanti aku keringin"ucap Syifa tersenyum
"Iya bentar"ucap Arka lalu membuka kancing baju nya melepaskan baju nya dan memberi kan pada Syifa
"Mas ngak malu apa buka di depan ku meski aku ngak bisa lihat setidaknya ada rasa malu gitu"ucap Syifa tersenyum
"Ngak tuh apa sekalian kamu mau menyentuh nya aku lagi baik lho kamu boleh menyentuh nya"ucap Arka mengarah kan tangan Syifa ke dada nya
"Iss mas Arka apaan sih aku malu"ucap Syifa tersenyum malu
"Kita akan mulai semua nya dari awal "ucap Arka mengusap bahu Syifa lalu mengecup kening Syifa dengan lembut sungguh Syifa sangat bahagia Arka bisa memperlakukan nya selembut itu
__ADS_1
"Aku selalu percaya dengan mas Arka terimakasih mas"ucap Syifa tersenyum Arka menyungging kan senyum nya memegang tengkuk Syifa perlahan wajahnya mendekat Syifa tidak tau apa yg akan Arka lakukan sampai dia menyadari bibir Arka menempel ke bibirnya perlahan Arka menarik pingang Syifa sampai tubuh mereka menempel Arka mulai mengerak kan bibirnya untuk mencium bibir Syifa lebih liar itu ciuman pertama mereka tentu Syifa tidak menolak malah Syifa menikmati nya dengan rasa hati yg haru suaminya kini mau menerima nya Syifa memejamkan matanya merasa ciuman Arka yg terus liar di bibirnya