
Arkan bersiul menuju meja makan hari libur dia akan mengajak Zenap makan siang nanti nya setelah bekerja di tokoh Syifa. Arkan duduk mengoles kan selai roti melirik kakak nya yg menyuapi bayi kecil nya yg manja iya Syifa mau makan dari tangan Arka sangat manja tapi Arka senang memenuhi permintaan itu bahkan Syifa makan dengan lahap tapi Arkan acuh karna yg dia tunggu adalah mama nya.Lalu Maya bergabung untuk sarapan
"Pagi ma"sapa Syifa tersenyum
"Pagi"ucap Maya tersenyum lalu mengambil sarapan nya
"Arkan ada yg ingin mama bicarakan pada mu"ucap Maya serius
"Sama dong aku juga mau mengatakan hal yg penting"ujar Arkan tersenyum karna dia akan meminta Maya melamar Zenap untuk nya
"Mama duluan aja mengatakan nya"ucap Arkan tersenyum senang
"Baik lah mama sudah mengatur perjodohan mu karna nyonya Margareta membatalkan perjodohan itu jadi mama mau menjodohkan kamu pada anak rekan bisnis kita "ujar Maya serius Arkan mengigit roti nya pelan
"Apa harus ma"ucap Arkan pelan
"Iya Arkan lihat kakak mu saja udah mau punya anak masak kamu belum ada rencana menikah umur mu sudah tidak lagi muda"ucap Maya meneguk air putih lanjut sarapan Arkan terdiam dia mencintai Zenap tapi dia juga sangat menyayangi mama nya Arkan tidak mau membantah mama nya takut membuat mama nya kecewa Arkan tidak mau jadi anak durhaka
"Iya ma"ucap Arkan pelan
"Emang dari keluarga mana ma"tanya Arka ikut menyimak
"Dia setara dengan kita selama ini mereka tinggal di Singapura dari keluarga Wiston"jelas Maya santai
"Ohh Wiston"ucap Arka yg juga kenal dengan keluarga itu
"Wiston siapa mas"tanya Syifa meneguk susu nya
"Itu pengusaha batu bara di Singapura"jelas Arka mengusap bibir Syifa yg belepotan susu
"Jadi nanti mereka akan datang ke sini untuk membuat rencana pertunangan Arkan dan anak mereka"jelas Maya
"Ya Allah apa yg harus aku lakukan"batin Arkan makan dengan santai
"Mas kita berkunjung ke rumah Margareta ya aku penasaran sama kejadian semalam"ujar Syifa yg ingin menunggu kabar baik nya
"Iya nanti aku temanin"ujar Arka tersenyum mengusap kepala Syifa
"Hati hati jika mau berpergian"ujar Maya mengigat kan
"Iya ma"ujar Arka tersenyum lanjut menyuapi istri manja nya
###
"Jadi perjodohan itu tidak pernah ada"tanya Devil mereka tengah sarapan
"Ada karna mama yang janjikan perjodohan itu tapi karena Zhara sudah menikah masak iya mama maksa perjodohan itu terlalu egois"ucap Zea tersenyum menikmati sarapannya
"Makasih ma"ucap Zhara tersenyum menatap mama nya yg tidak seburuk dia banyangkan
"Rencana ini juga mama yg lakukan karna rumah tangga itu harus ada cinta meski terpaksa harus baik memperlakukan pasangan"ucap Zea tersenyum
"Iya ma"ucap Devil lalu tangannya memeluk pinggang Zhara dengan pelan tangan nya merayap liar
"Ehh"Zahra tersentak dengan perlakuan Devil
"Tidak"ucap Zhara menyengir pada mama nya Zea hanya menggeleng pelan
"Tangannya mas"bisik Zahra merapatkan gigi nya di balas Devil dengan wajah datar
"Ehm ehm pokus saja pada sarapan"dehem Zea dia sudah menebak apa yg di lakukan Devil karna dia pernah muda juga
"Aku sudah selesai"ujar Devil santai meneguk air putih tangannya mengengam tangan Zhara di bawah meja mengusap pelan Zhara risih dia ingin menepis tapi dia tidak mau kelakuan suaminya ini di ketahui mama nya sungguh Zahra malu
"Assalamualaikum"salam Arka dan Syifa
"Waalaikum salam"ucap mereka
"Ehh Arka ayo ikut makan"ucap Zea tersenyum
"Tidak nyonya kami udah sarapan"ucap Arka duduk
"Nyonya boleh aku memanggil nyonya dengan mama karna Zhara memanggil mama ku dengan sebutan mama jadi aku juga mau memanggil mama Zhara dengan sebutan mama"ucap Syifa duduk
"Iya boleh"ucap Zea tersenyum
"Ohh ya Arka kamu bisa mengajari Zahra soal bisnis nya saya"ucap Zea santai
"Maaf nyonya bukan saya menolak tapi Syifa setelah hamil sangat manja bahkan dia sering menelepon saya untuk pulang jika saya keluar untuk segera menemani nya saya tidak punya waktu tapi jika nyonya ingin Zahra memahami semua nya Devil bisa karna Devil juga mengerti bisnis yg anda jalankan"jelas Arka tentu dia tidak mau mendapat ancaman dari Devil dan juga dia pasti akan pusing sendiri membagi waktu pada istri manja nya ini
"Baik lah"ucap Zea santai
"Kalian lanjut saja saya ada pekerjaan"ujar Zea berdiri lalu pergi
"Waw keren banget Zahra jadi milyarder"ucap Syifa tersenyum
__ADS_1
"Biasa aja"ucap Zahra santai
"Ohh iya bagaimana semalam berhasil kan"ucap Arka santai Devil hanya acuh dan bercerita
"Ha ha ha hanya kamu yg bisa mengeprank kak Devil"ucap Syifa tertawa
"Ya aku penasaran dengan perasaannya bersyukur mama punya rencana itu dan rencana itu berhasil"ucap Zhara tersenyum
"Keren"ucap Syifa
"Hari libur kita jalan yuk"ucap Syifa lagi
"Syifa ingat kamu lagi hamil"ucap Arka mengigat kan
"Hanya jalan dan belanja mas masak ngak boleh"ucap Syifa cemberut
"Ya ngak boleh lah"ucap Arka santai
"Ngak papa Syifa kalian habis kan waktu di rumah saja sama seperti kami juga mau menghabis waktu berdua "ujar Devil memeluk pinggang Zhara
"Iss kalian nyebelin masak iya kami ngak boleh keluar "ucap Syifa cemberut
"Ya ngak boleh lah emang kamu bisa bermanja-manja aku juga mau menjamah seluruh tubuh istri ku"ucap Devil santai mengusap bahu Zhara
"Mas Arka mau juga "ucap Syifa manja
"Mau apa"ucap Arka santai
"Mas Arka semenjak aku hamil ngak pernah negokin anak kita apa aku udah jelek'"ucap Syifa duduk di pangkuan Arka memeluk bergelayut di leher Arka
"Mas ayo negokin anak kita"ucap Syifa menggembung kan pipinya
"Emang bisa"tanya Zhara mencerna ucapan Syifa
"Ayo mas"ujar Syifa memaksa
"Sial aku juga mau"ujar Devil santai
"Baik lah istri ku aku benar tidak akan melepaskan mu"ucap Arka lalu berajak segera pergi bersama istri nya
"Syifa jadi manja ya mas semenjak hamil"ucap Zhara menatap kepergian suami istri itu
"Iya kayak kamu dulu"ucap Devil
"Apa kamu mau hamil"tanya Devil mengelus pipi Zahra
Arka jengah jika istri nya memaksa seperti ini memang Arka bukan tidak suka dengan tubuh istri nya hanya saja dia mengambil pelajaran dari Devil jika dia harus lebih dan lebih perhatian dengan istri nya tidak hanya untuk memenuhi hasrat nya Arka tidak ingin kehilangan anak pertama nya meski dokter mengatakan tidak apa apa tapi dia tau jika dia berhubungan dengan Syifa itu seperti apa ,apa lagi dengan rasa yg telah berbeda saling mengetahui perasaan saling mencintai Arka setiap malam menahan hasrat nya agar istri nya baik baik saja tapi kini istri nya yg maksa
"Mas ini cinta ngak sih sama aku"ketus Syifa dalam mode ngambek Arka berdecak sebal dengan ocehan istrinya
"Syifa aku bukan ngak suka berhubungan dengan mu tapi pikirkan anak kita"ucap Arka memberi penjelasan
"Apa mas, ngak usah bohong apa mas kembali pada Nara atau seketaris mas sudah membuat mas Arka berpaling "ketus Syifa dengan kesal
"Hah aku berusaha ya menahan kesabaran ku"ucap Arka pelan tapi penuh penekanan
"Mas Arka jahat jahat jahat"ucap Syifa memukul dada Arka dengan kuat Arka biarkan Syifa melampiaskan kekesalannya
"Benci mas Arka "ucap Syifa mulai menangis Arka menghembuskan nafasnya kasar memeluk Syifa
"Syifa aku hanya tidak mau anak kita kenapa-kenapa"ucap Arka mengelus kepala Syifa lembut
"Aku mau mas negokin anak kita atau aku benar pergi bawa anak kita pergi"cap Syifa menatap Arka
"Aghh istri ku mulai bisa mengancam ku"batin Arka frutasi
"Mas kok diam"ketus Syifa menatap Arka sebal
"Kamu benar membuat aku kesal ya"ujar Arka memeluk pinggang Syifa dia akan berusaha bermain selembut dan senyaman mungkin
"Mas Arka "ujar Syifa manja bergelayut manja di leher suaminya tangan halus dan lembut itu menyapu dada nya membuat Arka menegang jika seperti ini dia tidak bisa menahan diri menerkam Syifa sesuai keinginannya
"Kok mas Arka bengong"ucap Syifa jari nya berpindah ke rehang Arka
"Aghh maaf aku jika menyakiti mu"ucap Arka langsung berdiri dan membaringkan istri nya di kasur Arka mencabik cabik baju Syifa sampai benar tubuh itu polos memang Syifa sangat manja bahkan dia tersenyum saat Arka memulai aksinya Arka mulai mencumbu nya dengan ganas melepas kan pakaiannya dengan bibir menyatu Arka menyeringai tapi tidak di lihat Syifa yg menikmati semua nya
"Aghh mas" pekik Syifa saat Arka memasuki nya dengan membungkam bibir Syifa merasakan sakit sampai dia mencakar yg bisa dia gapai
"M...mffffff"Syifa tidak bisa menjerit karna mulut nya di bungkam Arka dengan cepat
####
Arka menghembuskan nafasnya pelan menatap istri nya di rawat di kamar inap itu karna keganasan nya dan keperkasaan nya membuat Syifa mengalami pendarahan ringan dan pingsan membuat Arka yg separuh perjalanan menjadi panik bergegas membawanya ke rumah sakit bersyukur anak mereka baik baik saja Arka memang sangat ganas dalam berhubungan
"Kamu ini gimana sih Arka kamu ini punya perasaan ngak istri kamu itu lagi hamil maksa aja kerjaan nya"omel Maya melipat tangannya di dada
__ADS_1
"Maaf ma"ucap Arka menunduk
"Mama ingat kan Syifa itu tengah hamil jika dia tidak mampu melayani mu harus nya kamu pahami dia jangan memaksa nya makan nya otak itu jangan mesum"omel Maya dia benar kesal dengan Arka saat tau pendarahan itu terjadi
"Mending kamu puasa sana biar bisa menahan diri mu biar bisa menguasai diri"ketus Maya meninggal kan Arka
"Hah maafkan aku Syifa"ucap Arka memandang Syifa yg di infus Arka benar menyesal tidak bisa mengendalikan dirinya sampai membuat istri nya seperti itu
###
🌙🌙🌙
Syifa seharian istirahat pingsan karna ulah suaminya sepenuhnya bukan juga salah Arka tapi Syifa juga ikut salah memaksa Arka yg sudah di ingatkan Arka tapi tetap memaksa.Syifa perlahan membuka matanya pelan menatap sekitar dinding putih dan mama nya tengah duduk di sofa
"Mama"panggil Syifa membuat Fatma telonjak kaget menoleh segera mendekati Syifa
*Sayang kamu sudah sadar udah baikan"tanya Fatma mengelus kepala Syifa
"Masih sedikit pusing ma"ucap Syifa memegang kepalanya mengigat kenapa dia sampai berada si sini
"Syifa sudah sadar"ucap Maya masuk sekarang dia merasa lega melihat Syifa sudah sadar
"Iya ma"ucap Syifa lalu ada yg kurang dia melirik sekitar
"Ma mas Arka mana"tanya Syifa karna memang dia tidak bisa jauh dari Arka semenjak hamil
"Apa Arka belum kembali"tanya Maya pada Fatma
"Arka tidak ke sini"jawab Fatma semenjak Syifa di periksa dokter Arka tidak kelihatan
"Anak itu benar benar tidak becus"kesal Maya sedikit menjauh menelpon Arka
"Ma mau ketemu sama mas Arka"ucap Syifa memeluk mama nya
"Iya sabar"ucap Fatma mencium kepala Syifa
Cklek
"Kamu ini gimana sih Arka istri sakit juga kamu kelayapan istri kamu sakit juga karna kamu"omel Maya kesal dengan anak nya
"Jika kamu membuat cucu mama kenapa-kenapa mama akan benar membunuh ku"kesal Maya geram
"Hah ma dia Istri ku wanita yg aku cintai melihat dia dirawat di rumah sakit membuat aku jauh lebih sakit yg di kandung nya itu anak aku darah daging ku melihat dia terluka juga menyakiti ku"jelas Arka
"Bagus itu jangan membuat kesalahan lagi"ketus Maya lalu duduk di sofa Fatma hanya tersenyum dengan sahabatnya
"Banyak bersabar Arka mama mu cemas karena ini cucu pertama nya"ucap Fatma menepuk bahu Arka lalu ikut Maya duduk di sofa
"Mas kok pergi aku merindukan mas tau"ucap Syifa memeluk Arka
"Maaf kan aku menyakiti mu"ujar Arka mengecupi wajah Syifa
"Mama pasti marahin mas ya mama Maya tuh memang galak kenapa mas bisa punya mama galak mas pasti habis nangis"ucap Syifa mengusap wajah Arka
"Sembarangan mengatakan mama galak masih ada orang nya"kesal Maya tidak terima
"Tidak kok ini memang kesalahan ku membuat kamu mengalami pendarahan ringan Alhamdulillah anak kita baik baik saja"ucap Arka tersenyum mengelus perut Syifa
"Ngak kok ini juga kesalahan ku yg memaksa mas Arka"ucap Syifa tersenyum memeluk lengan Arka
"Mas lapar"ucap Syifa bergelayut di lengan Arka
"Mau makan apa"tanya Arka mengelus kepala Syifa
"Emm mau soto jawa ingat ya soto Jawa dan juga martabak duren"ujar Syifa tersenyum manis
"Soto jawa dari Jawa kan tapi bagaimana dengan mertabak duren"ucap Arka bingung
"Mas gampang cari aja yg jual itu asal Jawa tapi rasa nya soto Jawa dan martabat itu aku minta duren berarti yg menjual nya duda keren"ucap Syifa tersenyum manis
"Apa"Arka melotot mendengar nya mencari soto gampang saja tapi mencari orang jual martabak yg duda keren itu sangat lah sulit
"Mas kok ngak mau sih"ucap Syifa cemberut
"Kata siapa aku akan mengabulkan permintaan anak kita"ucap Arka tersenyum terpaksa
"Makasih mas Arka"ucap Syifa mencium pipi Arka
"Ya udah aku berangkat"ucap Arka mencium kening Syifa lalu melangkah
"Mas sambil nunggu mas Arka suruh Arkan beliin aku steak untuk mengganjal perut ku"ujar Syifa tersenyum
"Iya"ucap Arka hanya mampu pasrah
"Arka yg semangat mengabulkan calon anak kamu"ujar Fatma tersenyum
__ADS_1
"Iya ma jagain Syifa sebentar"ucap Arka tersenyum lalu pergi untuk memenuhi permintaan istri nya yg lagi mengidam aneh itu tapi itu permintaan calon anak nya mau tak mau Arka harus mencari duda keren yg menjual martabat meski sulit Arka akan mencari kan nya meski di ujung dunia