Jodohku Seorang Presdir

Jodohku Seorang Presdir
Takut gelap


__ADS_3

Hari libur Arka keluar untuk bertemu dengan Nara tapi dia berfikir Syifa akan menghalanginya mungkin saja akan memberi tau Arkan atau ibu nya jadi Arka mengunci semua pintu tanpa ada celah mengambil ponsel Syifa setelah itu dia pergi untuk ketemu Nara.Arka melepaskan kaca matanya saat melihat Nara di danau menguntai kan kaki nya danau itu tempat favorit mereka Arka menarik tangan Nara sampai jatuh ke pelukan nya


"Jangan pernah mengabaikan aku"ujar Arka membelai wajah Nara


"Udah Arka aku lagi ngak mood"ujar Nara lalu duduk


"Kamu masih marah karna aku membatalkan rencana kita"ucap Arka tidak percaya


"Kamu tau ngak aku udah capek dandan menunggu kamu tapi tiba-tiba kamu membatalkan rencana itu semua"ujar Nara jadi kesal saat mengingat


"Kan udah aku jelas kan Nara aku sibuk dengan pekerjaan ku perusahaan mengalami kerugian"ujar Arka berusaha menjelaskan


"Bilang saja kamu bersama Syifa ya kan kamu mulai tergoda dengan nya atau kemarin kamu menghabiskan hari yg panjang bersama nya"ujar Nara


"Yg benar saja kamu tidak mempermasalahkan jika aku tidak memberi mu kabar meski aku jalan dengan klien wanita kamu selalu percaya kenapa sekarang tidak"ujar Arka jengkel jika dia tidak di percayai


"Karna kali ini berbeda Arka"ujar Nara berdiri


"Berbeda apa nya "kesal Arka ikut berdiri


"Kamu itu pria normal aku cemburu karna Syifa tidak kala cantik dari ku"teriak Nara mengebu


"Bahkan aku merasakan hati mu mulai berpaling dari ku"lirih Nara kecewa


"Kenapa kamu berfikir seperti itu aku benar sibuk Nara kamu harus mengerti diri ku"ujar Arka


"Sudah lah aku tidak mau bertengkar dengan mu"ujar Nara berlalu Arka sangat kesal dia meninggalkan Nara begitu saja


###


Syifa baru selesai sholat isya dia ingin melihat Arka sudah pulang apa belum tapi saat melihat kamar Arka kosong sebenarnya Syifa selama ini mematuhi Arka bahkan Syifa tidak sama sekali keluar rumah nya bahkan di halaman saja Syifa tidak pernah


"Mas Arka belum pulang apa dia udah makan "gumam Syifa kembali ke kamar nya mencari ponsel nya


"Kemana ponsel ku"gumam Syifa mencari ponselnya tapi tidak kunjung ketemu Syifa terus mencari tapi tetap tidak ketemu


"Kok bisa hilang"gumam Syifa bingung mencari ponsel nya


"Astaghfirullah"tiba-tiba jantung Syifa berdetak cepat saat mendapat kan semua gelap karna mati listrik Syifa menuju jendela membuka gorden ternyata lampu semua mati


"Ya Allah lindungilah hamba"gumam syifa berusaha memberanikan diri sebenarnya Syifa sangat takut gelap karna dulu saat kecil dia pernah di jahili sepupu nya menjadi hantu mematikan lampu membuat Syifa takut sampai terjatuh saat itu Syifa sangat takut saat gelap.Syifa menoleh ke belakang dia sangat takut di dalam hati Syifa mulai berzikir


"Siapa"ucap Syifa melihat bayangan lalu dia berlari karna takut sampai


Aghhh


Arka baru pulang tadi dia hanya menghilangkan amara nya karna Nara dia ke kantor karna sekarang Nara sudah memaafkan nya dan ingin mengajak nya keluar jadi Arka harus pulang dulu untuk mengganti baju nya


"Ck kok listrik bisa mati"gumam Arka menyalah kan sentar ponselnya lalu membuka pintu samar-samar Arka melihat tubuh yg duduk di bawa tangga Arka mendekati itu


"Hei"ujar Arka menyengol kaki itu membuat wajah mereka bersitatap


"Mas Arka"ucap Syifa langsung memeluk Arka dengan erat


"Lepaskan aku"kesal Arka berusaha lepas


"Mas aku sangat takut jangan tinggalkan aku mas"lirih Syifa memeluk erat


"Lepas "geram Arka memegang bahu Syifa dengan erat berniat mau mendorong Syifa tapi seketika Arka terdiam melihat darah yg mengalir di kening Syifa


"Aku takut"lirih Syifa memeluk leher Arka seakan berlindung Arka berfikir jika Arkan menemui Syifa besok dengan terluka yg ada mama nya akan mengajak mereka tinggal di rumah nya lagi dan Arka tidak bisa bebas


"Apa kamu merasa tersiksa sampai mau bunuh diri"teriak Arka kesal


"Tadi aku melihat hantu dan jatuh"jawab Syifa gemetar masih memeluk Arka


"Gadis nakal kamu membuat aku jengkel"kesal Arka mengeluarkan ponsel nya dengan memeluk Syifa membawa nya ke kamar Syifa yg terus memeluk nya erat


"Aku akan menunggu dokter kamu tunggu di sini saja"ujar Arka menduduk kan Syifa di kasur


"Mas aku mohon jangan tinggalkan aku"ujar Syifa gemetar semakin erat memeluk Arka


"Aghh kamu benar membuat aku kesal"ujar Arka karna dia tidak bisa meninggalkan istrinya jika Syifa bilang dia meninggal kan nya saat terluka pada mama nya itu akan mempersulit Arka jadi Arka menemani Syifa


Lampu sudah hidup kembali dokter juga sudah datang tapi Syifa tidak mau melepaskan pegangan nya dari tangan Arka karna masih takut dokter itu hanya tersenyum melihat kedua nya apa lagi Syifa terus memohon jangan meninggalkan nya


"Kepala nya hanya terbentur sedikit"ujar dokter memperban kepala Syifa


"Iya dok tadi aku terjatuh dari tangga"ucap Syifa menatap kepala nya yg mulai merasakan nyeri


"Ini nanti akan sembuh nona jangan khawatir"ujar nya tersenyum


"Iya terima kasih dok"ujar Syifa


"Jika begitu saya permisi nona tuan"ujar nya lalu pergi Arka menatap kesal Syifa karna Nara sudah terus menelpon nya


"Udah kan jadi lepaskan aku mau pergi"ujar Arka


"Mas ku mohon temenin aku tidur aku benar takut"mohon Syifa memelas


"Kamu ini ngak bisa di baikin"kesal Arka

__ADS_1


"Aku mohon mas aku benar takut aku takut pada kegelapan jadi masih terasa takut nya aku mohon"ujar Syifa


"Ayo cepat tidur"ujar Arka datar bersender di kepala ranjang Syifa menarik selimut berbaring memeluk lengan Arka seakan tidak mau di tinggal dalam hati Syifa jantung nya tidak karuan sebenarnya ada rasa mengelitik di perut Syifa membuat bibir nya terukir senyuman tapi jantung nya berdetak tidak biasa Syifa sangat senang tapi dia malu juga karna memeluk lengan Arka merasakan hal sangat membuatnya bahagia Syifa akhirnya tertidur pulas masih memeluk lengan Arka


.


"Huh akhirnya dia udah tidur"ujar Arka lega lalu melepaskan tangan Syifa dengan pelan lalu ke kamar


"Udah jam sebelas malam aku berharap Nara tidak marah lagi"ucap Arka menganti baju nya lalu bergegas pergi


Nara tidak bisa menahan amarahnya karna Arka tidak mengangkat telpon nya Nara benar kesal dengan Arka padahal Nara sudah susah payah bersiap tapi Arka melupakannya lagi Nara melempar tas nya kesal duduk di sofa menonton televisi


"Sayang maaf kan aku"ujar Arka datang


"Seperti nya sejak mempunyai istri kamu udah berubah"sindir Nara sinis


"Sayang kamu harus mengerti posisi ku tadi Syifa terluka jika aku tinggal dan dia bilang sama mama aku ngak bisa bebas lagi ketemu kamu lagian aku menemaninya karna hubungan kita"ujar Arka menjelaskan


"Syifa Syifa Syifa terus yg jadikan alasan oke jika kemarin karna pekerjaan tapi sekarang kamu mulai peduli pada nya bahkan kamu melupakan aku karna dia"kesal Nara setelah tau kenapa Arka datang telat


"Sayang jika aku meninggalkan nya dalam keadaan terluka mama bisa marah besar pada ku kamu harus mengerti kenapa kita selalu bertengkar hanya karna Syifa"kesal Arka


"Iya hari ini kita bertengkar karna Syifa bisa aja suatu hari nanti hubungan kita berakhir juga karna Syifa"teriak Nara kesal


"Kamu ini ngomong apa sih ya maaf aku salah lalu apa masalah nya"ujar Arka menahan emosi nya


"Masalah ini tidak biasa Arka kamu menemani nya apa kamu memeluk nya mencium nya atau kamu menyentuh nya"ucap Nara berdiri


"Kamu meragu kan aku asal kamu tau ya aku ini tipe pria yg setia aku paling tidak suka jika ada yg meragukan kesetiaan ku aku sama sekali tidak melirik nya sama sekali apa kamu mau aku membuat nya hamil "teriak Arka geram


"Ohh ternyata kamu udah ada niatan menyentuh nya dasar pria breksek itu yg kamu katakan setia"ucap Nara sinis


"Kenapa malah bertengkar hah aku mau minta maaf ayo kita keluar''ucap Arka


"Aku ngak mau"ketus Nara


"Sekarang aku mulai memikirkan hubungan kita yg tidak ada ujungnya mau sampai kapan kita seperti ini"ujar Nara menatap Arka


"Kamu sabar aku masih mencari waktu yg tepat mama masih memantau aku jika aku menikahi mu secara sirih sekarang ini yg ada mama akan tau"ujar Arka karna mereka akan menikah siri


"Itu terus alasan mu apa kamu pengecut untuk melawan mama mu"kesal Nara mulai muak


"Cukup"bentak Arka


"Apa kamu tau hah mama sangat berarti untuk ku aku bukan pengecut tapi aku menyayangi mama ku dan aku menghormati nya jangan pernah mengatakan aku pengecut"ucap Arka tersingung


"Buktikan jika kamu bukan orang pengecut"ucap Nara sinis lalu memukul dada Arka lalu menuju kasur


"Aghh"teriak Arka kesal menendang sofa lalu pergi Arka benar kesal dengan perkataan Nara kali ini meragu kan nya menghina nya


☀️☀️☀️


Sejak bangun tidur tadi senyum Syifa terus terukir bahkan dia bersenandung ria Syifa menuju kamar Arka dan masuk begitu saja Syifa tersenyum melihat Arka tidur dengan lelap


"Mas bangun nanti mas mau kerja"ujar Syifa mengelus bahu Arka dengan lembut


"Mas ayo bangun"ucap Syifa tersenyum malu Arka malah menarik selimut nya


"Ayo mas nanti kesiangan lho"ujar Syifa


"Kamu ngapain masuk ke kamar ku"ujar Arka serak membuka matanya


"Bangunin mas Arka maaf deh"ujar Syifa tersenyum membuka gorden


"Aku bisa sendiri"ujar Arka datar lalu ke kamar mandi Syifa mengemasi pakaian kotor Arka untuk di cuci dia juga sudah membuat sarapan dan berberes


###


"Mas ayo sarapan"ucap Syifa melihat Arka turun karna sudah rapi


"Aku ngak mau makan masakan kamu yg kotor itu"ketus Arka meletakkan tas nya di meja makan membuat kopi nya sendiri


"Biar aku aja mas"ucap Syifa ingin mengambil ahli


"Udah aku bilang aku bisa sendiri"bentak Arka kesal


"Tapi mas"ucap Syifa


"Udah"ujar Arka dingin kesetika Syifa diam dan menunduk dia benar takut membuat suaminya marah tapi Syifa memperhatikan Arka membuat kopi favorit nya agar Syifa bisa nanti membuat kan Arka kopi


"Wah makanan enak nih"ucap Arkan duduk mencium bau makanannya


"Apa udah bawa proposal nya"ujar Arka meletakkan kopi nya


"Iya dong"ucap Arkan memberikan map yg dia bawa Arka membaca nya dengan baik


"Kamu belum sarapan Arkan"tanya Syifa mendekat


"Belum ka...."ujar Arkan tersenyum menatap Syifa seketika senyum nya datar


"Ya ampun kak jidat nya kenapa di perban"ujar Arkan cemas mendekati Syifa

__ADS_1


"Aku ngak papa semalam listrik mati aku sangat takut gelap sampai aku seperti melihat hantu lari dan akhirnya jatuh"ujar Syifa menjelaskan


"Apa sudah ke dokter"ucap Arkan


"Iya mas Arka udah memanggil dokter semalam"ujar Syifa tersenyum malu mengigat nya


"Kelamaan ayo kita kerja"ujar Arka menarik Arkan yg masih mau bicara


"Kakak apaan sih aku masih mau bicara sama kakak ipar"ujar Arkan


"Ayo masuk kita akan telat"ucap Arka ingin masuk mobil


"Sampai lupa tas ku"ujar Arka kembali tapi ternyata Syifa sudah tersenyum manis menentang tas Arka


"Mau cari ini"ucap Syifa tersenyum


"Berikan pada ku"ucap Arka mengambil paksa tas nya


"Assalamualaikum mas Arka"ujar Syifa tersenyum setelah mencium tangan Arka


"Sok cantik"ujar Arka sinis berlalu


"Mas salam itu di jawab waalaikum salam bukan sok cantik"ucap Syifa mengikuti Arka ke mobil


"Terserah aku lah"ucap Arka masuk mobil


"Assalamualaikum mas Arka"ulang Syifa lagi dengan tersenyum


"Waalaikum salam kakak ipar"jawab Arkan tersenyum


"Wah kakak ipar senyum nya sangat dahsyat"ujar Arkan terkekeh


"Jagain mas Arka ya Arkan"ujar Syifa


"Siap komandan"ucap Arkan hormat Syifa tersenyum melihat tingkah Arkan tapi Arka tidak peduli melaju kan mobilnya


"Kak berangkat dulu ya hati hati jangan sampai terluka"ucap Arkan masuk mobil


"Iya"ucap Syifa tersenyum Arkan melambaikan tangan lalu pergi untuk bekerja


Arka mengendarai mobilnya berfikir bagaimana caranya dia menikah siri dengan Nara jika Arkan selalu memantau nya Arka harus mencari kesempatan dia tidak mau terus bertengkar dengan Nara apa lagi harus debat terus hanya sekedar berdebat soal Syifa


"Bagaimana caranya ya"gumam Arka berfikir lalu mobil nya sampai kantor Arka memakai kacamata nya lalu turun langsung menuju ruangannya Arka langsung bekerja biar pekerjaan nya segera selesai


Fikram berkunjung ke rumah Arka bersama istri dan Maya tentunya Maya sengaja meluangkan waktunya biar dia sangat sibuk mereka menekan bel berkali-kali tapi belum ada jawaban karna Syifa baru selesai sholat Dhuha Syifa dengan cepat memakai jilbab nya


"Siapa yg bertamu" gumam Syifa membuka pintu saat membuka semua melotot


"Syifa kenapa kening nya"ujar Maya menatap kening Syifa


"Mama ayah"ucap Syifa mencium tangan mertua dan orang tua nya


"Kamu kenapa bisa terluka"tanya Fikram


"Apa Arka menyakiti mu"ucap Maya datar


"Ngak ma mas Arka baik pada ku semalam itu mati listrik jadi aku takut dan lari sampai terjatuh tapi mas Arka udah panggil dokter kok kata dokter hanya terbentur sedikit"ucap Syifa menjelaskan dengan mengajak orang tua nya duduk


"Apa Arka memberi mu pelukan"ucap Fikram serius takut rasa takut itu belum hilang dari hati Syifa karna dia tau banget anak nya itu takut pada kegelapan


"Ayah kok nanya kayak gitu"ucap Syifa menunduk dia malu harus menjawab nya


"Kenapa kamu malah menunduk"kesal Maya mengangkat dagu Syifa


"Memerah tuh muka Syifa"ucap Fatma tersenyum


"Aku malu menjawab nya ma"ucap Syifa mengaruk kepala nya yg tidak gatal semua merasa lega termasuk Fikram yg sudah tau dengan jawaban nya melihat ekspresi Syifa


"Syukur Arka tidak menyakiti mu"ujar Maya lega


"Kalian mau aku buat kan minum"ucap Syifa ingin beranjak


"Ngak usah biar mama aja"ucap Fatma lalu berdiri menuju dapur


"Kalian kesini kok barengan ngak ada yg serius kan"ucap Syifa


"Ngak ada juga"ucap Maya


"Ayah dengar dari mama kamu jika tokoh kamu kebakaran"tanya Fikram serius


"Iya yah"jawab Syifa


"Emm baik lah ayah akan menginfentasi kan dana untuk tokoh nya untung nya kamu bisa bagi ke ayah bagaimana''ujar Fikram


"Wah ide bagus itu ayah aku juga sedikit bingung harus cari modal dari mana"ucap Syifa tersenyum senang


"Apa kamu sudah mulai membangun tokoh nya"ucap Fikram bertanya


"Emm belum ayah"ucap Syifa dia ragu mau bilang jika Arka tidak mengizinkan nya keluar


"Kenapa"tanya Maya heran

__ADS_1


"Mas Arka ngak izinin aku keluar"ucap Syifa ragu


"Ohh gitu"ucap Maya nampak berpikir dia aneh dengan anak nya kenapa tidak mengizinkan nya keluar dia bertanya apa tujuan Arka jika Arka mulai mencintai Syifa itu hal yg konyol karna Maya tau hati anak nya bagaimana tapi apa karna jika Arka mencintai wanita dia sangat posensif salah satunya mengurung orang yg di cintai nya


__ADS_2