Jodohku Seorang Presdir

Jodohku Seorang Presdir
Ngambek


__ADS_3

"Udah ngak mood"ketus Syifa lalu menepis tangan Arka segera pergi


"Ada apa dengan bumil ku"ujar Arka lalu membayar makanannya dia segera mengikuti istri nya yg marah tanpa dia ketahui marah nya kenapa Syifa juga entah kenapa melihat Bara sangat ingin marah seperti nya anak anak nya tidak menyukai Bara bahkan Syifa kerjaannya ingin marah mulu bahkan saat keluar dari restoran itu orang yg tersenyum pada nya juga dia omeli sangking dia kesal nya


"Syifa kamu kenapa"ucap Arka mendekati Syifa berdiri di mobil mereka


"Mas itu ketoilet apa ke hotel lama"kesal Syifa melipat tangannya ke dada


"Ya ketoilet dong"ucap Arka datar ya meski dia mencintai Syifa tapi tidak merubah Arka tidak gampang minta maaf pada istri nya apa lagi bisa mengalah


"Lama aku pulang naik taksi aja"ketus Syifa membuka tas nya ingin memesan taksi


"Ayo masuk"ucap Arka datar membuka pintu mobil


"Aku ngak mau"geram Syifa


"Masuk Syifa"ucap Arka dingin


"Di bilang ngak mau juga"ucap Syifa memukul atap mobil


"Aww kenapa bisa atap mobil nya keras sih"teriak Syifa kesal Arka memijit kening nya sudah tau itu atap mobil sudah pasti keras


"Ayo masuk siapa tau Zenap sudah selesai"ucap Arka mengajak Syifa masuk mobil dan Syifa hanya menurut karna tangannya sakit karna memukul benda keras itu


"Kamu kenapa hah "ucap Arka meniup tangan Syifa


"Ngak mood"ketus Syifa tidak mau menatap Arka merasa kemarahan Syifa sudah tidak bisa di bujuk segera Arka melajukan mobil nya menuju arah tempat salon


"Kok kak Arka hanya sendiri"tanya Zenap yg sudah duduk di kursi tunggu


"Tuh di mobil"ujar Arka


"Udah selesai"ucap Arka di angguki Zenap


"Pantas wajahnya lebih bening tapi penampilan masih kurang sih"ucap Arka menilai Zenap


"Udah ngak papa kak ini aja aku harus meluangkan waktu tidak kerja di tokoh"ucap Zenap tersenyum tidak enak Arka tersenyum


"Itu tidak perlu tugas mu hanya melayani Arkan dengan baik soal keperluan jangan khawatir bukan kah jika seorang suami mampu tidak di perbolehkan untuk istri bekerja"ujar Arka


"Iya sih"ucap Zenap


"Yuk nanti kita kesorean "ujar Arka karna dia juga membayar semua nya mereka segera menuju mobil


"Hallo iya saya tuan Arka Karten saya pesan baju baju keluaran terbaru masalah ukuran bisa tanya pada tuan Arkan bilang itu perintah saya karna itu semua untuk istri nya"ucap Arka di telpon setelah mereka mengerti Arka mematikan sambungan telpon lalu masuk ke mobil


"Jelek amat muka di tekuk"ucap Zenap heran melihat Syifa bermuka masam


"Ngambek tuh"ujar Arka melaju kan mobil nya


"Bagaimana aku ngak marah masak Istri nya di rayu pria suami nya malah kembali nya lama "kesal Syifa


"Mana dia bilang jika suami ku sering jalan sama mantan terindah nya"ketus Syifa dengan lirikan tajam


"Pasti Bara lagi"ucap Zenap tersenyum


"Ehh jangan mengucapkan nama nya aku jadi mual"kesal Syifa


"Apa dia macam macam"ketus Arka pokus dengan jalanan


"Ngak usah sok marah balik deh di sini aku yg kesal kelamaan balik apa di toilet itu ada mantan mas"omel Syifa


"Cukup aku jadi benar akan marah jika seperti ini"kesal Arka pusing


"Ohh mas ngak suka dengan omelan ku hah atau mas udah bosan padaku bilang aja"ucap Syifa tajam


"Kamu bisa diam bicara nya ngelantur mulu"ucap Arka sebal


"Pulang aja deh aku juga kesal pada mas"ucap Syifa sinis Arka benar kesal rasanya dia ingin menabrak kan mobil itu


"Udah kok malah ribut sih mending kita pulang udah mau masuk zhuhur"ucap Zenap menengahi


"Tuh teman mu ingat ya Zenap jika nanti kamu hamil jangan pernah menguji kesabaran suami"sindir Arka


"Mas keberatan gitu memenuhi keinginan ku"kesal Syifa


"Berantem lagi"ucap Zenap menyender kan tubuhnya ke jop mobil mendengar perkataan Arka apa nanti dia bisa hamil dengan Arkan secara Arkan kan Gay mengingat itu Zenap sedih dia lupa membaca buku itu masak iya dia harus membaca buku panduan cara menyenangkan suami masak iya Zenap harus menggoda suami nya


###


Setelah sholat Zenap duduk dengan berbaring di kasur dia membuka buku yg di berikan Maya tadi membaca dengan serius tapi semakin lama dia membaca semakin pipi nya terasa panas sampai dia guling guling memikirkan Arkan akan mencium nya membaca buku itu membuat otak Zenap tercemar memikirkan hal aneh aneh


Sedangkan pasangan satu yg bertengkar nya di lanjut lagi Syifa masih geram dengan Arka yg terus tidak mau kalah apa nya yg mau kalah Syifa meributkan hal yg tidak ada membuat Arka benar pusing di buat Istri nya Ini


"Mas tau ngak aku kayak gini juga ulah mas Arka yg menghamili aku jika aku jelek itu karna mas Arka atau sekalian mas Arka selingkuh lagi depan ku "ucap Syifa menggebu

__ADS_1


"Apaan sih apa kamu tidak iklas mengandung anak ku aku senang kamu hamil anak ku"ucap Arka sebal


"Jangan tanyakan ke iklasan dalam mengandung anak ku ya mas aku sangat bersyukur bisa hamil menjadi wanita sempurna"ucap Syifa


"Jika begitu untuk apa kita ribut kan sih"kesal Arka


"Mas yg mulai"geram Syifa


"Udah ahh mas Arka hanya bikin aku stres jika kayak gini"ucap Syifa lalu pergi


"Bukan nya dia yg membuat masalah hanya karna mantan nya itu kenapa malah dia marah pada ku"ucap Arka pusing


"Mas Arka"teriak Syifa sudah ada di separuh tangga karna kamar nya di lantai bawah dan Syifa mau menjenguk Zenap di lantai atas


"Mas Arka"teriak Syifa lagi


"Apa"ketus Arka keluar dari kamar


"Bantuin aku capek naik tangga"ucap Syifa


"Masih butuh aku kan"ujar Arka sebal mendekati Syifa


"Mau kemana lagi kamu"ujar Arka


"Mau jenguk Zenap dong mas mau curhat jika betapa kesal nya aku hari ini karna mas Arka"ketus Syifa Arka jadi kesal istri nya ini benar benar tapi Arka tetap mengedong Syifa untuk menuju kamar Zenap


"Udah sampai tangga aja keenakan gendong ku jangan harap"ketus Syifa


"Apa"ujar Arka melongo mentap Syifa menurun kan Syifa dengan pelan


"Dasar jelek"ucap Syifa lalu meninggalkan Arka


"Jika kamu bukan wanita yg ku cinta sudah pasti aku akan membunuhmu"geram Arka lalu berlalu


###


Zenap melirik jam di dinding Arka bilang Arkan akan pulang pukul 8 malam jadi Zenap harus berusaha untuk pertama kali nya jadi tadi Arka membeli kan nya baju yg membuat Zenap mengagga karna itu baru pertama kali dia melihat nya baju bolong bolong yg tidak lain lingerie.Zenap sudah memakai nya tapi dia melapisi baju itu dengan kimono baju mandi dan menunggu Arkan yg sebentar lagi tiba


Cklek


"Assalamualaikum"ucap Arkan masuk ke kamar membuat Zenap dengan cepat berdiri


"Waalaikum salam"ucap Zenap mendekat mencium punggung tangan Arkan


"Ngak hanya gerah aja"jawab Zenap mengambil tas Arkan


"Udah makan pak"tanya Zenap


"Udah"ujar Arkan


"Bisa tidak jangan memanggil ku bapak"ucap Arkan


"Ngak bisa udah nyaman manggil dengan sebutan bapak"ujar Zenap tersenyum


"Aku mandi dulu udah gerah"ucap Arkan melepaskan sepatu nya


"Ehh tunggu"ujar Zenap menahan tangan Arkan


"Emm bentar"ucap Zenap dia benar gugup setengah mati jantung nya berdetak tidak karuan dengan pelan Zenap membuka ikatan tali kimono nya lalu baju kimono itu terjatuh membuat bagian tertentu yg terlihat Zenap menutup mata nya menahan rasa malu nya


"Bisa kah"ucap Zenap tertahan membuka mata nya melihat wajah Arkan yg biasa saja


"Yg benar saja menurut buku yg ku baca jika seorang pria melihat tubuh telanjang wanita maka dia akan aktif wajahnya akan menahan sesuatu yg menyiksanya tapi ini kenapa biasa aja oke rencana kedua"batin Zenap melihat eskpresi Arkan biasa saja


"Pak Arkan"ucap Zenap maju satu langkah lalu tangannya berada di dada Arkan


"Mau aku bantu lepaskan kemeja"ucap Zenap gugup


"Boleh"ujar Arkan tersenyum lalu dengan gemetar Zenap melepaskan baju Arkan sampai bidang dada Arkan terlihat jelas


"Pak Arkan"panggil Zenap meneguk ludah nya dengan kasar dia sudah mulai berkeringat


"Bagaimana dengan penampilan ku"tanya Zenap siapa tau Arkan tidak memperhatikan penampilan nya


"Makin cantik"ucap Arkan tersenyum


"Hanya itu"ucap Zenap menyakinkan


"Iya makin cantik"ucap Arkan


"Kamu kok keringatan"ucap Arkan lalu menyeka keringat Zenap yg sudah bercucuran Zenap menahan sesuatu dari sentuhan Arkan apa lagi Arkan menyeka keringatnya dengan lembut


"Jangan ragu mengatakan pada ku jika kamu sakit"ucap Arkan tersenyum


"Katanya mau mandi"ucap Zenap dengan cepat

__ADS_1


"Ohh iya"ujar Arkan lalu berlalu ke kamar mandi


"Aku kan mau menggdoa dia kok malah aku yg tergoda mana jadi basah"gumam Zenap merasa sangat malu


"Oke rencana terakhir untuk malam ini"ucap Zenap menyemangati dirinya dia tidur dengan baju yg sangat seksi itu menunggu Arkan sampai selesai


"Capek banget"ucap Arkan sudah memakai baju piyama lalu berbaring di sebelah Zenap yg memejamkan mata padahal Zenap hanya pura pura tidur setelah mengusap kepala Zenap Arkan segera memejamkan mata nya dengan rencana yg di ajarkan Arka Zenap memeluk leher Arkan lalu kaki nya dia naik kan di atas perut Arkan bahkan sengaja bergerak gerak nafas nya dia sengaja menghembus di leher Arkan tapi pria itu hanya mengusap punggung Zenap membuat Zenap tidak percaya padahal Arka bilang posisi ini sudah sangat menggoda tapi Arkan tergoda sedikit pun tidak membuat Zenap harus menekan rasa pahit nya jika suami nya tetap lah Gay menyukai sesama jenis bahkan tidak tertarik dengan tubuhnya sama sekali


###


Zenap menatap kesal pada Arka yg tergelak tertawa mendengar cerita Zenap soal semalam Zenap kesal dengan kakak ipar nya itu seakan dia mengejek nya saja padahal yg gay itu juga adik nya ,mereka tengah sarapan di meja makan


"Kak Arka serius tidak sih"kesal Zenap


"Zenap gagal dalam usaha pertama itu hal yg biasa jika gagal kamu coba lagi terus mencoba sampai berhasil"ucap Arka


"Syifa coba deh kamu ikuti Zenap goda aku seperti Zenap menggoda suaminya"ucap Arka


"Maka aku akan membuat 5 ronde "bisik Arka


"Apaan sih"ucap Syifa tersipu


"Ada solusi lain masak iya aku kayak apa ya menggoda tapi di acuh kan itu menyakitkan"ucap Zenap mengaduh


"Sabar Zenap anggap ini ujian pernikahan kalian"ucap Syifa tersenyum


"Jika kamu kesepian selingkuh aja"ujar Arka lalu tertawa


"Ngaur mas Arka ini"ucap Syifa mengeleng pelan


"Udah Arkan bentar lagi pulang"ucap Maya menengahi mereka sarapan lagi


"Jika Arkan pulang suruh dia menemui mama"ujar Maya lalu beranjak pergi ke kamar akan bicara pada Arkan


###


Setelah pulang dari masjid Arkan di beri tau Zenap jika Maya ingin bicara jadi setelah bersiap ke kantor dan sarapan Arkan segera menuju kamar mama nya mungkin ada perintah penting di pikir Arkan


"Mama mau bicara"ucap Arkan masuk melihat Maya lagi membaca buku duduk di sofa


"Duduk"ucap Maya tanpa ekspresi


"Kok mama diam tanpa ekspresi sih apa aku buat salah"batin Arkan menatap mama nya yg hanya diam membaca buku itu dengan serius


"Apa kamu merasa penyakit mu masih ada"ucap Maya santai tanpa menatap Arkan


"Maksud mama"ucap Arkan serius


"Zenap itu seorang wanita dia butuh cinta dan perhatian apa kamu sudah memberikan nya"ucap Maya menutup buku itu lalu menyeduh teh nya


"Atau kamu menikahi nya hanya sebagai status"ucap Maya sinis


"Jika hanya status aku ngak mungkin memilih menikah ma Lily pun ada aku benar mencintai nya"ucap Arkan gusar


"Mencintai seperti apa yg kamu maksud Arkan"ucap Maya


"Coba mama tanya apa kamu sudah menyentuh Zenap atau hanya sekedar mencium nya"tanya Maya


"Kami baru menikah ma aku emang mencintai Zenap tapi aku butuh waktu membiasakan diri bersama nya"ucap Arkan


"Jangan menunggu waktu siap Arkan kamu mau Zenap berselingkuh karna merasa kesepian karna suami nya seorang gay"ujar Maya tajam


"Zenap bukan wanita seperti itu ma tolong lah mengerti aku"ujar Arkan memelas


"Mama tidak mau tau hari ini kamu tidak usah bekerja penuhi hak mu sebagai suami"ucap Maya berdiri memegang bukunya


"Buktikan jika kamu sembuh dan seorang pria sejati"ucap Maya lalu meletekkan bukunya mengambil buku yg lain


"Kamu tunggu apa ayo pergi"ucap Maya jadi kesal


"Iya ma"ujar Arkan lalu berajak keluar kamar menemui Arka di luar


"Kak ngak jadi ngantor"ucap Arkan pada Arka


"Masalah hak suami ya"ucap Arka lalu menepuk pundak Arkan


"Jangan jebak Zenap dia wanita yg baik jika kamu tidak mampu cerai kan saja dia tidak ada yg memaksa mu hidup bersama nya"ucap Arka lalu memakai kaca matanya segera pergi Arkan menghembuskan nafasnya kasar lalu berlalu


"Ngak kerja pak"tanya Zenap melihat Arkan kembali ke kamar


"Ngak"jawab Arkan melepaskan jas nya


"Aku mau tiduran aja"ujar Arkan lalu berbaring


"Ya udah aku keluar sebentar pak mau lihat kak Syifa "ucap Zenapa tersenyum lalu mencari jilbabnya segera keluar bahkan Arkan tidak mencegah Zenap pergi untuk menemani nya melaksanakan tugas nya sesuai yg di katakan Maya

__ADS_1


__ADS_2