
"Apa sih yg kamu katakan aku tidak mempunyai kalung itu"kesal Nara lalu menarik Arka menjauh
"Tidak mungkin bukankah teman mas Arka yg mau membunuh ku saat itu Nara tapi kalung itu kenapa Shopi yg memakai ngak mungkin yg membantu mas Arka adalah Shopi"batin Syifa dulu Syifa mengira yg membantu Arka adalah Nara sebelum melihat wajah pelaku nya Syifa melihat kalung liontin apel perempuan yg membantu Arka
"Arka aku ngak suka ya lihat kamu terlalu dekat dengan Syifa"ketus Nara menarik Arka menuju toilet biar tidak ada yg melihat mereka
"Ck sudah lah Nara terserah aku mau dekat dengan siapa lagian kamu tidak mau kan menikah dengan ku"ujar Arka malas
"Ohh apa Syifa sudah membuat kamu berpaling"kesal Nara
"Apaan sih kamu yg tidak mendengar kan aku coba kamu mengikuti rencana ku mungkin sekarang ini kita sudah menikah"ucap Arka
"Emang kamu bisa melawan mama mu"ucap Nara
"Aku memang tidak bisa melawan nya tapi Nara jika kita mengatakan pada media jika kita tidak di restui dan Syifa hanya korban oleh kebencian mama ku maka semua mungkin akan mendesak mama menikah kan kita dan mama akan merestui kita tapi apa yg kamu lakukan kamu menghancurkan rencana ku "kesal Arka
"Sudah lah kamu juga yg membuat aku selalu menunggu tapi tidak ada kepastian"ucap Nara
"Sudah aku malas untuk bertengkar"ucap Arka ingin pergi tapi Nara tidak mudah melepaskan Arka
"Aku merindukan mu Arka"ucap Nara memeluk Arka lalu memegang tengkuk Arka mencium bibir Arka dengan ganas Arka jadi mengikuti alur ciuman nya memeluk pinggang Nara biar gimanapun yg mencium nya ini wanita yg di cintai nya Arka mengecup leher Nara membuat Nara bersuara Nara melepaskan kancing jas Arka lalu mengecupi dada Arka setelah kancing kemeja nya terlepas Arka semakin bersemangat dia menciumi Nara
Brak
Bugh
"Jangan melewati batas"ucap Arkan memukul wajah Arka lalu mencengkram baju Arka
"Menjijikkan"ucap Arkan melihat dada Arka yg membekas merah lalu menarik kakak nya dari toilet itu
"Apaan sih"ujar Arka mendorong Arkan lalu mengenakan kancing kemeja nya dan pergi
"Ehh Syifa lho datang juga ternyata"ujar Shopi mencegat Syifa yg akan ke toilet
"Iya kamu sama siapa"tanya Syifa santai
"Ck sebenarnya gue muak bicara dengan orang munafik seperti lho"ucap Shopi sinis seperti nya Syifa menemukan jawaban nya
"Apa sebenarnya salah ku selama kita bersahabat aku tidak pernah menyakiti mu sama sekali"ujar Syifa serius
"Apa lho tau gue sangat benci melihat wajah lho rasanya gue mau lho musnah"ucap Shopi geram
"Maaf jika perkataan ku kali ini menyinggung mu apa yg membantu mas Arka membunuh ku 2 tahun yg lalu adalah kamu"ucap Syifa langsung Shopi terdiam dia mulai menunjukkan kepanikan Syifa bisa membaca mimik wajah Shopi
"Hah Shopi apa salah ku dulu aku selalu membantu mu tapi kenapa kamu membalas ku seperti ini disaat orang yg aku sakiti dulu memaafkan aku kenapa teman ku sendiri malah memusuhi ku"ujar Syifa menghembus kan nafas nya kasar
"Karna gue muak melihat wajah lho'"teriak Shopi memegang lengan Syifa wajah nya terlihat merah padam karna marah lalu Shopi mendorong Syifa dengan kuat ke dinding
Bugh
Dengan sigap Bara menghalangi tubuh Syifa yg akan terbentur ke dinding sampai Syifa memeluk Bara yg menatap nya
Bugh
"Berani nya kamu menyentuh istri saya"teriak Arka memukul wajah Bara membuat Syifa kaget
"Ehh sialan kamu pikir aku ngak bisa membalas mu hah"ucap Bara berdiri melayang kan satu pukulan ke wajah Arka
Bugh
"Mas mas hentikan mas"ucap Syifa memegang tangan Arka
"Ayo kita pulang"ucap Arka menyeret tangan Syifa
"Arkan urus dia"teriak Arka dengan membawa Syifa pergi
__ADS_1
"Ngak ada kapoknya"ujar Arkan melepaskan jas nya
"Kamu pikir aku takut"ucap Bara langsung memukul wajah Arkan tapi Arkan tidak tinggal diam dia membalas Bara baku hantam terjadi Nara dan Shopi hanya bisa berteriak minta berhenti tapi kedua lelaki itu berkelahi
🚘🚘🚘
Arka dan Syifa duduk di belakang supir tadi Arka membawa supir karna dia sering mabuk jadi dia tidak mau kecelakaan terjadi Arka masih memegang tangan Syifa dengan erat sampai Syifa meringis tapi Syifa tidak mau bicara terlalu takut dengan mimik wajah Arka menakutkan rahangnya mengeras mata nya merah di penuhi amara Syifa hanya menunduk takut saat sampai rumah Arka segera menarik tangan Syifa untuk masuk ke dalam rumah menyeret Syifa
Brak
"Kamu pikir kamu siapa"teriak Arka membanting pintu kamar menghempas kan tangan Syifa sampai Syifa mengelus tangan yg memar akibat cengkraman Arka
"Maaf mas tapi tadi itu ngak sengaja aku di dorong Shopi dan Bara berusaha menolong ku"ucap Syifa menjelaskan dia tau niat Bara ingin menolong nya tadi jika tidak mungkin Syifa sudah ada di rumah sakit
"Nolongin ohh ya nolongin karna kamu butuh sentuhan kan"ucap Arka sinis jelas jelas tadi dia melihat Syifa memeluk Bara tentu harga diri Arka sebagai suami tergores
"Mas hanya salah paham"ucap Syifa
"Salah paham apa"bentak Arka
"Apa kamu itu sangat suka dia sentuh pria tapi menangis saat suami kamu menyentuh mu"teriak Arka
"Ngak"lirih Syifa menunduk takut
"Apa kamu memang perempuan penggoda hah"ucap Arka mulai marah lagi Syifa tidak terima Arka mengatakan hal seperti itu tentang diri nya Syifa menatap Arka dengan berani
"Kenapa mas Arka mengatakan hal itu apa aku ini terlihat wanita murahan apa mas tidak sadar mas sendiri yg merengut kehormatan ku bahkan tidak ada kelembutan sama sekali"ucap Syifa
"Mas pernah tidak memikirkan perasaan aku apa aku sakit apa aku tersakiti dan apa aku terluka "ucap Syifa
Plak
"Kamu nyesal aku merenggut kehormatan mu hah"bentak Arka menampar Syifa
"Sudah berani melawan suami ya kamu"geram Arka mencekik Syifa
"M....mas"ucap Syifa terbatuk memegang tangan Arka
"Kamu perlu di beri pelajaran lagi biar mengerti"ucap Arka mendorong Syifa ke meja rias sampai benda yg ada di meja rias semua nya terjatuh Arka melepaskan ikat pinggang nya
"Mas Arka mau apa"ucap Syifa takut
"Bukan untuk memberi mu kenikmatan tapi memberi mu hukuman"ucap Arka tajam
Ceter
"Aghhh sakit mas"teriak Syifa saat ikat pinggang itu menempel dengan kuat ke punggung nya sampai Syifa terjatuh merasa pingang nya sakit ,Arka mengayunkan kembali ikat pinggang nya
Cetar
"Aghh hiks hiks sakit mas "teriak Syifa mulai menangis merasakan sakit kembali
"Aku tau itu sakit tapi itu hukuman untuk mu"ucap Arka menepuk wajah Syifa,Arka membuang sembarang arah ikat pinggang itu dan memegang bahu Syifa dengan erat melempar Syifa kekasur
"Mas maafkan aku tidak sekali pun aku mau mengkhianati mas Arka"lirih Syifa
"Aku berusaha memaafkan mu saat Bara memegang bahu ini dengan menatap mu dan apa yg terjadi kamu malah memeluk nya istri macam apa kamu ini hah"teriak Arka melepaskan celananya Syifa mengeleng takut
"Tidak mas Arka hanya salah paham"ucap Syifa takut Arka hanya mencibir menarik gaun Syifa dengan kuat
Grek
"Kamu suka di sentuh pria kan oke aku akan memberi mu kenikmatan"ucap Arka penuh penekanan melepaskan celana boxer lalu menarik ****** ***** Syifa sekali tarik dan
"Aghhh sakit mas Arka aghh"teriak Syifa merasakan sakit sama seperti Arka pertama kali memasuki nya kali ini sama bahkan Arka tanpa pemanasan
__ADS_1
"Hai bukan nya kamu menyukai nya"ucap Arka tertawa geli menghentak kan lagi dengan kuat
"Aghh sakit mas sakit"teriak Syifa sampai dia mencengkram kemeja Arka sampai kancing nya putus karna lampiasan Syifa yg kesakitan.Arka menahan tubuhnya yg belum sempurna masuk lalu dengan sekali hentak lagi membuat Arka bisa memasuki Syifa
"Mas sakit"lirih Syifa melepaskan pegangan nya merasakan tidak punya tenaga.Arka mengkumkum tubuh Syifa
"Penyiksaan di mulai"bisik Arka menyeringai lalu dengan gerakan cepat menyentuh Syifa yg tidak mampu meluapkan rasa sakit nya hanya ekspresi meringis yg mampu terlihat jika Syifa merasakan sakit Syifa sayu ingin pingsan
Bugh
"Hei siapa yg mengizinkan mu untuk pingsan"ujar Arka menepuk kuat wajah Syifa
3 jam kemudian
"Sstt hu hu"Arka mengatur nafasnya terengah-engah di atas tubuh Syifa yg sudah sangat menyedihkan sudah 3 jam Arka menggauli istri nya tanpa ada pemanasan hanya kenikmatan tersendiri keringat Arka menetas hanya sebentar memberi Syifa jeda setelah itu melanjutkan keinginannya sampai dia benar puas
"Jangan pernah mengulang kesalahan mu atau tau akibat nya"ucap Arka sinis lalu berdiri membuka laci Syifa hanya menatap nya sayu dengan keras Arka mencengkram mulut Syifa sampai terbuka lalu memasukkan pil pencegah kehamilan itu dengan keras
"Kamu pikir aku sudih anak ku lahir dari rahim mu"ucap Arka sinis menuang kan air nya ke dalam mulut Syifa yg hanya air matanya mengalir
"Hhmm lain kali jangan di ulang"ujar Arka dingin menyunggarkan rambut nya lalu berbaring di sebelah Syifa tidak butuh lama Arka sudah tertidur karna lelahnya pergulatan nya tentu hanya dengan pemaksaan Syifa menangis dalam diam berusaha sabar dan tabah Syifa menghapus air mata nya saat mendengar azan subuh dengan pelan Syifa turun dia rasa tulang punggung nya patah karna merasakan sangat sakit Syifa menahan punggung nya karna sakit sampai dia mengigit bibirnya merasakan sakit Syifa menuju kamar mandi
###
"Yaa Allah ampuni dosa hamba di masa lalu dan masa sekarang maafkan kesalahan hamba beri kebaikan pada suami hamba "ucap Syifa berdoa
"Hamba tidak menginginkan apa apa hamba hanya ingin di cintai oleh nya tidak ada yg mustahil bagi mu ya Allah"Syifa tidak bisa melanjutkan kata kata nya karna tersedu menangis merasa hati nya sangat sakit hancur dan sesak
####
Samar-samar Arka mendengar suara ponsel membuat Arka memaksa untuk membuka mata melirik ke samping tidak ada kehadiran Syifa membuat wajah Arka datar Arka melirik jam 7 pagi
"Mau aku hukum lagi dia"gumam Arka menurunkan kakinya tapi ternyata Syifa tertidur di tempat sajadahnya tangannya masih memegang tasbih mungkin kelelahan Arka berdiri lalu ke kamar mandi.Setelah mandi Arka segera bersiap ke kantor dia melihat tadi ponsel Syifa berdering Arka melihat ponsel Syifa ada pesan dari Zahra mengatakan apa hari ini jadi pembukaan tokohnya lalu dengan membalas pesan itu Arka bilang buka saja Syifa tidak akan datang karna ada urusan lain Arka melipat baju lengan nya sampai ke siku lalu mengendong Syifa
"Tuan ini kompresan yg anda minta"ucap pembantu itu Arka meletakkan Syifa ke kasur
"Bereskan kamar ini"ucap Arka datar
"Baik tuan"ucap nya Arka membuka dengan pelan mukenan Syifa melihat memar di wajah leher dan pergelangan tangan Syifa lalu Arka mengambil kompresan itu dan mulai mengompres dengan pelan Arka melepas gamis Syifa dengan pelan lalu dia masuk ke selimut bersama Syifa menyelimuti Syifa dengan tangan nya mengompres badan Syifa yg memar.Syifa merasakan sakit membuka matanya dan wajah Arka di depan wajahnya Syifa terdiam menatap mata Arka sungguh keberuntungan bagi Syifa bisa sedekat ini dengan Arka
"Jika mata mu melirik ke sini saya akan membuta kan mata mu"ucap Arka dingin membuat Syifa memejamkan mata nya
"M.... maafkan saya tuan"ucap nya berkeringat saat mendengar suara Arka dan saat itu Syifa sadar bukan dia yg di bilang Arka tapi yg membereskan kamarnya
"Jika sudah selesai cepat pergi"ucap Arka datar Syifa ingin bicara tapi melihat tatapan Arka yg tajam dia jadi hanya diam mata Syifa tidak lepas dari wajah Arka
"Sudah selesai tuan saya permisi"ucap nya segera pergi
"M....mas aku bisa sendiri"ujar Syifa pelan
"Berbalik"ucap Arka
"T.. tapi"bantah Syifa dia merasa kan jika gamis nya sudah hilang karna dia bisa merasakan lengan Arka yg menyentuh perut nya langsung
"Berbalik"ucap Arka dingin akhirnya Syifa berbalik mengikuti kemauan Arka dengan pelan Arka menyentuh punggung Syifa yg memar dan mengoleskan salap nya Syifa merintih pelan menahan sakit Arka bisa mendengar nya tapi dia hanya datar
"Duduk saja biar luka nya cepat sembuh"ucap Arka
"Kamu ngak usah kemana-mana istirahat di rumah jika berani membantah aku akan menghukum mu"ucap Arka mengambil gamis Syifa lalu memberi pada Syifa
"Mas Arka mau sarapan"tanya Syifa memakai gamis nya
"Bukan urusan mu"ucap Arka mengambil nampan lalu meletakkan di samping Syifa
"Aku kerja dulu ingat pesan ku tadi hanya di kamar"ucap Arka mengambil ponselnya lalu segera pergi Syifa menghembus nafasnya kasar menangis hanya hal sia sia jadi dia menahan nya Syifa makan sarapan itu dengan lahap karna memang sangat lapar
__ADS_1