Jodohku Seorang Presdir

Jodohku Seorang Presdir
Berjuang untuk kebenaran nya


__ADS_3

Di rumah Karten Maya sudah menunggu di ruang tamu calon mantu kedua nya dia bingung harus bagaimana jika mengutamakan ego nya sudah lama Maya menentang kehamilan Nara tapi Maya tidak mau Arka menjadi pria tidak bertanggung jawab karna dia cukup tau kisah cinta kedua nya tapi kali ini Maya salah dengan dugaannya karna anak Nara itu bukan lah anak Arka melainkan anak pria lain.Maya steres keluarga nya harus bersatu dengan keluarga Adirata dia tidak rela tapi apa bisa di kata


"Apa kabar besan ku"ucap nyonya Adirata menghampiri Maya yg melamun


"Apa -apaan ini"ucap Maya berdiri melihat para wartawan


"Besan aku hanya ingin memberi tau semua jika Arka dan Nara akan menikah"ucap nya tersenyum dia tau Maya tidak akan bisa apa apa jika dia menentang sudah pasti semua orang akan tau jika Arka menghamili Nara dan jika Maya diam semua orang masih berfikir jika Arka tidak puas dengan satu wanita


"Nyonya katakan apa benar berita yg ada"tanya wartawan itu Maya mengepalkan tangan nya marah menatap nyonya Adirata


"Jawab saja besan"ucap nya tersenyum


"Ada apa"ucap Arka datang bersama Arkan melihat Arka datang Nara segera memeluk lengan Arka


"Tuan kami meminta kejelasan soal pernikahan kalian lalu bagaimana dengan nona Syifa"tanya nya Arka hanya diam berfikir harus jawab apa


"Syifa tetap istri saya"ucap Arka tegas


"Lalu kenapa anda mau menikah lagi apa anda egois tidak memikirkan perasaan nona Syifa yg di madu"tanya nya kesal dengan Arka yg ingin menikah lagi


"Saya harus adil bukan jadi jika Nara menjadi istri saya dia harus adil seperti Syifa rasakan maka saya akan memadu Nara lagi"ucap Arka tersenyum


"Apa"semua melongo dengan perkataan Arka


"Kamu akan menikah lagi"kesal Nara tidak percaya


"Aku kan harus adil sayang kasihan Syifa jika aku ngak adil bukan kah jika punya Istri lebih dari satu harus adil bukan"ucap Arka tersenyum santai


"Tuan apa Anda ini tipe pria hidung belang mau banyak punya Istri"ucap nya geram dengan Arka


"Tidak awal nya saya hanya ingin Syifa menjadi Istri saya satu satu nya tapi ya gitu deh mama saya ingin menyudahi permusuhan keluarga jadi dia mau menikah kan saya dengan Nara tapi masalah nya Syifa tidak akan merestui jika aku nikah yg kedua aku harus izin dengan Syifa dia Istri pertama ku tapi dia bilang dia tidak akan merestui jika aku menikah lagi kecuali aku memiliki Istri 5"jelas Arka menunjuk kan kelima jari nya terkekeh pelan


"Tuan Arka kami Ini serius bertanya nya jangan bercanda"kesal nya


"Jika tidak percaya tanya saja dengan Syifa tapi sayang nya dia tidak ada di sini karna harus operasi mata"ucap Arka


"Ohh ya pesan untuk Istri pertama ku cepat pulang aku merindukan nya calon istri kedua tidak setuju jika aku punya 5 istri jadi kamu harus bilang pada nya jika kamu mau punya Istri 5 cepat pulang Syifa"ucap Arka tersenyum tampan


"Tuan Arka melantur mana ada istri mau suaminya punya istri 5"ucap nya


"Aku tidak terima Arka"kesal Nara


"Sudah cukup ya menggali informasi nya besok kalian datang saja di sini oke"ucap Arkan tersenyum lalu mengusir semua wartawan


"Lepas"ketus Arka melepaskan pelukan Nara


"Ayo silakan duduk"ucap Maya datar lalu mereka semua duduk


"Arka kamu tidak serius kan dengan perkataan mu"tanya Nara menyakinkan


"Aku serius jika aku mau nikah lagi maka aku harus menikah lagi dan lagi sampai punya istri 5"ucap Arka santai


"Aku tidak setuju Arka"kesal Nara


"Kenapa Syifa aja setuju kenapa kamu tidak itu sudah jadi resiko mu menjadi istri kedua yg mengambil keputusan itu Syifa dalam bentuk segi apa pun karna dia Istri pertama ku "jelas Arka dia kesal Nara mengajak wartawan mengumumkan pernikahannya


"Jika begitu jadi kan aku Istri pertama mu"ucap Nara


"Nara kamu pikir kamu siapa"ucap Arka santai


"Kamu sudah keterlaluan menjatuhkan harga diri keluarga ku,aku akan memberi mu pelajaran"ucap Arka tajam


"Apa kamu akan membunuh ku"ucap Nara mengalungkan kan tangannya di leher Arka


"Tidak"ucap Arkae mendekat kan wajah Nara memejamkan matanya menerima ciuman Arka


"Tapi aku akan memberi mu kejutan sayang"ucap Arka tersenyum aneh


"Mama urus saja pernikahan ini aku punya pekerjaan penting nanti Arkan akan membantu mama"ucap Arka berdiri


"Silahkan"ucap Maya serius


"Aku pergi ma assalamualaikum"ucap Arka mencium punggung tangan Maya lalu mencium pipi mama nya dan pergi


"Waalaikum salam"ucap Maya tersenyum sudah lama Arka tidak melakukan itu semua


"Langsung saja acara pernikahan nya"ucap Maya serius


"Kami mau semua orang tau jika Nara dan Arka akan menikah"ucap nyonya Adirata


"Itu tidak mungkin" bantah Maya karna itu akan memalukan keluarganya menjatuhkan nama keluarganya


"Ma kak Arka bilang juga tidak apa jika besok ada wartawan"ucap Arkan serius


"Apa kamu setuju"kesal Maya pada anak nya


"Ya ma dengan kak Arka bilang jika alasan mereka menikah karna perdamaian keluarga itu akan baik baik saja"jelas Arkan


"Aku yakin keputusan kak Arka kali ini tepat"ucap Arkan lagi

__ADS_1


"Baik lah jika itu kemauan kalian mama setuju"ucap Maya sebenarnya dia tidak iklas


"Oke jadi rencana akan siap dalam waktu sebentar kami mau semua nya terlihat mewah"ucap nyonya Adirata


"Apa pun permintaan kalian kami akan menyiapkan nya"ucap Arkan datar Maya melirik Arkan seperti nya ada yg anak anak nya rencana kan sebenarnya Arkan kesal nyonya Adirata berusaha mempermalukan keluarga nya tapi Arka berjanji tadi jika dia akan mempermalukan keluarga Adirata balik Arka akan berusaha semampu nya mengungkap kebenaran nya


"Jadi bagaimana tuan apa yg kita lakukan"tanya anak buah Arka mereka meeting untuk menyusup lagi


"Kita ubah strategi karna kemampuan mereka dalam berkelahi tidak bisa di remehkan apa lagi mereka sangat banyak kita bisa mati jika memaksa masuk"ucap Arka serius


"Kita akan membuat kekacauan kita akan membakar di samping markas ini usahakan ada asap jika keamanan di luar memeriksa ke tempat yg kita bakar kita akan memberi gas asap ke dalam baru kita masuk mencari orang yg kita cari"jelas Arka


"Kami mengerti tuan "ucap mereka serentak


"Laksanakan rencana nya"ucap Arka memberi perintah


"Baik tuan"ucap mereka segera menyiapkan rencana nya Arka mengawasi mengambil ancang-ancang anak buah nya mulai mengumpulkan sampah di sekitar setelah aman mereka membakar nya Arka memakai masker untuk masuk biar dia tidak tekena gas bius Arka melihat separuh dari mereka memeriksa anak buah Arka yg lain mulai melemparkan gas itu sampai penjaga di depan pingsan


"Ayo"perintah Arka mereka segera mengintip untuk masuk melemparkan gas itu Arka segera masuk


Dor Dor


Arka tidak menyangka jika dia di sambut peluru orang di dalam sudah mengetahui kekacauan jadi mereka bersiap menembak sembarang arah dan sesuai yg mereka lihat dia tembak Arka tiarap bersama anak buah yg lain sampai gas itu menghilang


"Ternyata kalian lagi"ucap pimpinan mereka sinis


"Kalian pikir saya menyerah begitu saja"ucap Arka berdiri lalu mengeluarkan senjatanya yg tadi dia bawa


"Serah kan orang yg saya cari"tegas Arka


"Waw tuan ini seperti nya mau bermain tidak takut kah dengan saya yg di juluki tuan kematian"ucap nya tertawa geli


"Saya tidak peduli siapa kamu yg saya butuhkan menemukan dua orang saksi jika anda tidak mengizinkan saya bisa memaksa"ucap Arka


"Oke kita bermain"ucap nya tersenyum licik menyimpan senjata nya Arka pun begitu


"Mari kita bicara"ucap nya mempersilahkan mereka duduk dengan anak buah di belakang mereka masing-masing


"Minum"ucap nya menuangkan anggur lalu berbisik pada anak buah nya setelah anak buahnya pergi Arka di sunguh kan dengan wanita seksi nan cantik


"Langsung saja bagaimana saya bisa bertemu dengan orang yg saya cari"ucap Arka serius


"Temanin saya dulu bersenang senang"ucap nya tersenyum tipis menarik wanita itu di pelukannya menciumi wanita itu yg memang nampak menggoda jemari nya sudah pasih membelai menggoda pria Arka tertawa geli


"Asal anda tau saya ini sudah beristri"ketus Arka sinis


"Ini gratis coba lah"ucap nya tersenyum


"Apa anda tau wanita ini kalah dengan Istri saya dia jauh lebih seksi dan sangat cantik"ucap Arka mengejek


"Apa istri anda pandai menggoda seperti wanita ini lakukan"ucap nya santai


"Tentu saja jika saya memerintah kan nya dia akan menggoda dengan cara nya sendiri membuat saya mabuk "ketus Arka dia benar kesal dengan pria di depannya


"Wah jika begitu nanti pertemu kan saya pada istri Anda"ucap nya semangat


"Buat apa"tanya Arka curiga


"Untuk bersenang dengan saya"ucap nya tersenyum


"Kurang ajar kamu berani merendahkan Istri saya berarti kamu merendahkan saya asal kamu tau Istri saya itu hanya mau menggoda suami nya yg tidak lain adalah saya"geram Arka tidak terima


"Tidak masalah anda jangan emosi tuan"ujar nya santai


"Katakan saja bagaimana saya ketemu dengan dua pria yg saya cari"kesal Arka


"Oke jika tidak sabaran bagaimana kita duel"ucap nya santai


"Maksud nya"ucap Arka heran dengan perkataan nya


"Jika saya menang anda harus pergi dengan tangan kosong dari sini dan jangan kembali tapi jika anda yg menang saya akan memberi kan apa yg anda ingin kan bagaimana"tantang nya


"Oke saya setuju"ujar Arka tegas


"Oke mari ikut saya"ucap nya berdiri Arka segera mengikuti orang itu


"Apa kita harus melakukan nya"ucap Arka kurang yakin


"Tentu saja ini pertandingan secara real"ucap nya santai Arka hanya memakai celana seperti bertinju sesungguhnya begitu pun dengan lawan nya


"Peraturan nya"tanya Arka tanpa basa basi


"Bebas hanya saja jika terjatuh dalam hitungan 10 detik tidak bangkit dia di nyatakan kalah"ucap nya


"Oke "ucap Arka mengambil ancang-ancang sama hal nya dengan lawan nya ada juga wasit nya kedua nya mulai memukul satu sama lain tapi lawan Arka terlalu gesit sampai dia beberapa kali terkena pukulan


Bugh bugh Brak


Arka terjatuh saat dia terkena pukulan berkali kali dan di tendang secara kuat Arka bangkit dia menggeleng menetralkan pandangan nya lawan nya memberi kan jempol entah kode apa itu

__ADS_1


"Hei apa kemampuan mu hanya segitu"ujar nya mengejek


"Ayo bos habisi saja"teriak anak buah nya


"Tuan Arka apa tidak kami saja yg menganti kan"ucap anak buah Arka merasa cemas


"Jangan cemas saya bisa mengatasinya"ucap Arka


"Mulai"ucap wasit nya Arka mulai menyerang tapi lawan nya menghindar Arka berkali kali memukul tetap dia bisa menghindar lawan nya memukul tengkuk Arka lalu memegang punggung Arka memukul dada Arka dengan bagian kaki nya berkali kali lalu memukul wajah Arka berkali kali setelah itu menendang wajah dan dada Arka


Bruk


Arka terjatuh dia meringis kesakitan menahan dada dan wajah nya sakit sampai Arka memuntahkan air dia terkulai tidak berdaya Arka lemah kesadaran nya mulai hilang wasit itu mulai menghitung dalam benak Arka dia tidak mampu bangkit tapi dia tidak boleh menyerah saat mengingat tuduhan yg Nara berikan dan hubungan nya dengan Syifa


1 2 3 4 5


Arka mengankat tangan supaya wasit itu berhenti menghitung Arka bangkit lagi dia tidak boleh menyerah sedang kan lawan nya hanya tertawa mengejek pada Arka yg menatap nya membunuh mengusap darah di bibirnya


"Hei bilang saja jika kamu tidak mampu"ejek nya


"Tutup mulut mu seperti nya kamu perlu di hajar mulut mu itu sudah berani merendahkan Istri ku"ucap Arka tajam dia mulai menggeser kaki nya dan mengerak kan kaki nya mengeluarkan jurus nya melihat Arka mengeluarkan jurus nya lawan nya mulai memasang kuda kuda mereka berdua saling menyerang Arka terus menghindar mengerak kan tangan nya memutar tubuh lawan nya lalu menendang wajah pria itu Arka memundurkan kaki nya lalu menendang terbang pria itu dengan kuat sampai terpental


"Kenapa kemampuan nya menikat"ucap pria itu berdiri lagi


"Pukulan terakhir"ucap Arka mengeluarkan jurus nya pria itu mulai menyerang Arka tapi Arka menghidari nya dengan gesit lalu Arka dengan gerakan cepat menekan punggung pria itu berguling dan berbalik Arka memukul perut pria itu dengan bertubi-tubi lalu kembali ke dada memukul pria itu berkali-kali memundurkan kaki nya menendang bagian utama pria itu


"Aghh"teriak nya kesaktian


Bruk


"Ya"anak buah Arka bersorak gembira Arka tersenyum karna dia menendang kebanggaan pria itu yg kesakitan bagian dada wajah perut dan kebanggaan nya


"Kita hitung"ucap wasit


1 2 3 4 5 6 7 8 9 10


Anak buah Arka bersorak melihat pria itu terkulai tidak berdaya dengan pukulan Arka dan Arka jauh lebih senang karna dia bisa mengalahkan pimpinan songgong ini dia tersenyum bahagia


"Oke kamu menang"ujar nya di pampa anak buah nya menyeka darah di hidung dan mulut nya


"Tepati janjinya"ucap Arka mengambil baju dan segera memakai nya


"Ikut saya"ucap nya berjalan tertatih di bantu anak buah nya suatu ruangan Arka mengikuti ke sebuah ruangan rahasia


"Itu mereka lagi bekerja"ucap nya menunjuk pria yg lagi merakit senjata lalu memanggil kedua nya


"Apa benar kalian pernah bekerja dengan John"tanya Arka langsung


"Ya benar tuan"jawab nya Arka mengambil ponselnya menunjuk kan foto John


"Ya benar tuan"ucap nya


"Apa kalian pernah mengawal John ketemu dengan wanita ini menunggu di depan toilet yg rekaman ini"ucap Arka memutar video rekaman


"Ohh ya tuan saat itu kami di perintah kan tuan John untuk berjaga biar tidak ada yg masuk karna dia mau bersenang-senang dengan wanita ini "jelas nya


"Berarti selama di dalam toilet itu tengah terjadi sesuatu"ucap Arka berfikir


"Benar tuan sebenarnya tuan John mencintai wanita itu karna dia tidak sanggup hidup tanpa wanita itu dia kecewa anak nya terus di buang sampai dia melakukan rencana itu dia juga bilang wanita itu sangat suka berhubungan dengan nya dia menyimpan semua kebersamaan nya dia meminta kepada kami jika nanti dia tiada dia mau di kubur bersama kenangan itu saat di toilet juga sebenarnya di rekam tuan John untuk mengingat semua nya dan supaya wanita itu tau betapa John mencintai nya"jelas nya


"Oke besok kamu ikut saya"ujar Arka serius


"Tapi tuan saya bekerja dengan tuan Ardiardo"ucap nya


"Pergi saja setelah urusan mu selesai dengan nya kamu boleh kembali"ucap pria bule itu


"Baik bos"ucap nya


"Besok saja jemput kamu di depan markas ini"ucap Arka


"Iya tuan"ucap nya patuh Arka tersenyum puas sekarang dia punya bukti yg kuat untuk membalas Nara,Arka berbalik tapi di hentikan pria bule itu


"Tunggu"ucap nya membuat Arka menoleh


"Ada apa"ucap Arka datar


"Ada sesuatu untuk mu karna kamu sudah mengalah kan saya"ucap nya lalu mengambil remote menyalahkan layar lebar di depan mereka


"Hai Arka"ucap nya


"Jika kamu melihat video ku berarti selamat kamu mengalahkan tangan kanan ku jika kamu melihat Video ku ini berarti real atas usaha dan kerja keras mu sekali lagi selamat aku tau kemarin kamu menyelinap masuk ke markas ku dan aku tau orang yg kamu cari adalah salah satu anak buah ku jadi aku memerintah kan Aril menantang mu dengan tantangan yg ada tapi jika kamu menang ku akui kamu sungguh sungguh terhadap Syifa sorry kamu pasti babak belur aku hanya ingin melihat kesungguhan mu meski kamu kalah maka aku akan tetap mengirimkan bukti pada mu"ucap nya lalu mengarahkan kamera nya pada Syifa yg terlelap di bahu nya


"Maksud nya"ujar Arka masih tidak mengerti


"Dialah sesungguhnya tuan Ardiardo big bos kami tuan Devil Ardiardo setelah kemarin saya memberi tau nya jika anda menyelinap dan dia mencari tau siapa yg menyusup ke markas nya dan dia mengatakan anda harus kerja keras dan dia mau melihat kesungguhan anda sesungguhnya saya memberi jempol tadi karna tuan Ardiardo menonton dari CCTV yg tersembunyi di sini pun ada CCTV nya"jelas nya


"Apa"teriak Arka sudah mengetahui jika Devil adalah pimpinan menakutkan itu


"Sialan kamu Devil aku babak belur menahan sakit"teriak Arka kesal

__ADS_1


"Lihat aku akan membalas mu"kesal Arka dia benar kesal dengan devil jika tau Devil adalah pimpinan nya Arka tidak perlu repot bertarung habis habisan sampai membuat tubuhnya remuk tinggal dia meminta pada Devil dan semua kelar Arka benar kesal dengan Devil


__ADS_2