Jodohku Seorang Presdir

Jodohku Seorang Presdir
Jalan


__ADS_3

Arka dan yg lain pulang pukul 10 malam karna Fikram mengajak mereka mendengar kan pengajian jadi mereka ikut Fikram sekarang mereka lagi menuju kamar masing-masing Devil masuk ke kamarnya dia sangat merindukan Zahra baru tidak bertemu beberapa jam Devil duduk lalu mengecup kening Zhara dengan lembut Devil mengelus wajah sayu Zhara


"Ponsel ku mana"gumam Devil baru teringat sesuatu tadi ada Aril menelpon nya sebelum dia berangkat sholat Devil berajak mengambil ponselnya di laci lalu melihat pesan dari Aril


"Aku pergi dulu"bisik Devil mengecup kepala Zhara lalu melepaskan baju nya menganti baju nya segera bergegas pergi


Arka perlahan membuka pintu kamar nya meletakkan peci nya lalu menoleh pada Syifa yg tertidur Arka tersenyum kecil melihat wajah Syifa ,Arka mengelus kepala Syifa lalu mengecup mata Syifa merasakan kecupan itu membuat Syifa terbangun


"Mas"gumam Syifa memeluk lengan Arka


"Katanya janji mau kasih jatah aku"ucap Arka cemberut


"Ngantuk mas"ucap Syifa pelan


"Ya udah tidur nya peluk aku ya"ucap Arka tersenyum mengelus wajah Syifa


"Emm "ucap Syifa mengeliat lalu melingkar kan tangannya di leher Arka meletakkan kepala nya di lekuk leher Arka kembali tertidur Arka mengelus pelan punggung Syifa dengan tangannya melihat ponselnya ada kiriman email Arka memeriksa nya dengan terus mengelus punggung Syifa


"Sehat selalu Istri ku"bisik Arka lalu mengecup pipi Syifa dengan lembut dia memeluk tubuh Syifa ikut memejamkan mata nya


☀️☀️☀️


Devil baru pulang dari markas nya yg di serang bersyukur Devil datang tepat waktu bisa membantu anak buah nya ada yg ingin menguasai mafia yg di pimpin Devil karna aset mafia di pegang Devil sangat besar.Devil berpapasan dengan Arka saat dia ingin naik ke lantai atas Arka menatap Devil lalu memasukkan ponselnya di saku celananya


"Aku saran kan kamu tinggalkan apa yg kamu lakukan sekarang ini takut nya akan berdampak pada keluarga mu"ucap Arka serius


"Cih urus saja urusan mu"ucap Devil sinis lalu berlalu


"Dia pasti habis membantai semua musuh nya"gumam Arka lalu berlalu


"Zahra"ucap Devil mengagetkan Zahra yg lagi membereskan kamar


"Iya mas"ucap Zahra menoleh


"Aku mau istirahat"ucap Devil lalu berbaring ke kasur Zahra ingin tau Devil dari mana dia penasaran


"Mas aku pijitin ya kayak nya capek"ucap Zahra duduk di samping Devil


"Boleh"ucap Devil lalu berdiri melepaskan jaketnya dan duduk di lantai Zahra mengambil minyak trapi lalu duduk di sofa mulai memijit kepala Devil tangan nya terus mengetuk ke paha nya semakin cepat


"Mas kok baru pulang habis dari mana"tanya Zhara pelan


"Bukan urusan mu"ketus Devil membuat Zhara terdiam jemari Devil perlahan terhenti seiring nafasnya teratur karna pijitan Zahra


"Mas"Zahra memberanikan diri melingkar kan tangannya ke leher Devil itu sukses membuat Devil kaget sampai berdiri


"Ehh"ucap Devil kaget entah lah setiap Zhara menyentuh nya seakan mengandung listrik yg mampu mengejutkan Devil


"Kamu jangan sembarangan memegang tubuh ku"ucap Devil datar Zhara berdiri menatap Devil lalu memeluk Devil


"Kenapa mas boleh memegang ku"lirih Zhara menahan malu nya karna ini untuk kesembuhan suaminya juga tapi Zahra mengeryit binggun saat mendengar detak jantung Devil yg berdetak cepat


"Zahra"suara Devil terdengar santai dengan cepat Zhara mengankat wajah nya lalu mencium pipi Devil dan berlalu Devil membeku menyentuh pipinya lalu tersenyum sempurna


"Zahra mau kemana"tanya Syifa saat melihat Zhara menunduk malu melangkah melewati Syifa


"Ahh itu itu emm apa "ucap Zhara salah tingkah


"Ke dapur"ujar Zahra tersenyum lalu berlalu


"Aneh"ucap Syifa heran tapi dia kembali membaca bukunya tidak lama Devil berjalan dengan santai lalu mendekati Zhara yg di dapur


"Bisa kah kamu ikut saya keluar nanti"ucap Devil di samping Zahra


"Boleh"ucap Zhara tersenyum Devil melipat tangannya ke belakang lalu berbisik pada Zhara


"Kita akan jalan jalan"bisik Devil


"Iya aku ikut aja mas ohh ya mas Devil mau sarapan"tanya Zahra tersenyum


"Iya jadi nya lapar"ucap Devil lalu duduk


"Mas kok ngak kerja"tanya Syifa saat melihat Arka mendekati nya


"Aku malas kerja nya mau menghabiskan waktu bersama mu"ucap Arka duduk di samping Syifa


"Jalan yuk bosan deh"ucap Arka serius


"Kemana"ucap Syifa melepaskan kacamata nya


"Kemana aja"ucap Arka tersenyum


"Baik lah ayo kita siap"ucap Syifa berdiri Arka semangat berdiri dengan cepat


"Ayo"ucap Arka tersenyum lalu mereka ke kamar untuk bersiap


Syifa menuruni tangga dia memakai gamis berwarna coklat dengan hijab senanda Syifa melihat isi tas nya apa semua sudah ada Arka menatap istri nya itu kenapa kali ini berbeda Syifa sangat terlihat cantik wajahnya lebih berseri Arka memandang tanpa berkedip


"Ayo mas"ucap Syifa melewati Arka masih memeriksa tas nya tapi Arka masih bengong


"Mas"ucap Syifa menghentikan langkahnya merasakan Arka tidak mengikuti nya

__ADS_1


"Iya"ucap Arka tersenyum lalu mendekati Syifa lalu menyatukan jemari mereka dan mengecup nya hangat


"Dasar"ucap Syifa tersenyum memeluk lengan Arka mereka segera menuju mobil


"Emang kita mau kemana mas"tanya Syifa


"Kemana aja"ujar Arka tersenyum lalu mereka masuk mobil Rindi segera melaju kan mobilnya


"Hari ini aku ingin kamu menjadi milik ku"bisik Arka tepat di telinga Syifa


"Bukan nya aku selalu jadi milik mas Arka"ucap Syifa tersenyum Arka mengaruk kepalanya dia tidak ingin Syifa tau jika sekarang ini dia mengagumi kecantikan Syifa


"Emm gimana kita ke mall aja "ujar Syifa memberi ide


"Terserah aku akan menemani mu hari ini"ucap Arka tersenyum Syifa memberi tau Rindi ke tempat tujuan


"Syifa kok cantik banget ya"batin Arka menatap wajah Syifa yg bicara pada Rindi


"Kamu ngak izin cuti Rindi"tanya Syifa


"Ngak nona jadwal saya banyak "ujar Rindi


"Udah kamu hari ini libur aja sempatin pulang ketemu keluarga"ucap Syifa


"Ngak papa nona saat sore pun saya pulang"ucap Rindi tersenyum


"Mas boleh kan Rindi cuti"ucap Syifa menoleh pada Syifa


"Mas"ucap Syifa melihat Arka bengong menatap nya


"I... iya kenapa"Arka kelagapan sendiri


"Mas Arka punya masalah"ujar Syifa santai


"Tidak"ucap Arka melingkar kan tangannya di perut Syifa


"Mas"ujar Syifa memegang lengan Arka


"Kenapa kamu risih ada Rindi"bisik Arka dan Syifa hanya mengangguk


"Hari ini ku bebaskan kamu"ucap Arka mengecup pipi Syifa


"Mas Arka aneh deh"ujar Syifa mengeleng


Arka dan Syifa berkeliling di sekitar mall mereka hanya berkeliling bahkan tidak membeli apa apa setiap Arka ingin membeli kan Syifa pasti Syifa berkata nanti aja di rumah masih bagus membuat Arka kebingungan jadi nya mereka juga mampir di beberapa permainan kadang mereka ikut bermain sepanjang mereka jalan Arka hanya mampu menatap istrinya dengan tersenyum


"Mas aku mau main itu dari remaja aku pingin banget jadi juara basket"ucap Syifa semangat


"Emang kamu suka basket"tanya Arka serius


"Kamu pendek makan nya ngak bisa masuk sini aku ajari"ucap Arka tersenyum sekalian dia modus pada istri nya Arka berada di belakang Istri nya memegang tangan Syifa siap melempar


"Pokus ke arah yg akan kamu lempar"bisik Arka dan Syifa serius mengambil ancang-ancang siap melempar


"Siap"ucap Arka di angguki Syifa


"Bola nya pegang dengan erat ya"ucap Arka


"Siap mas"ucap Syifa serius


"1 2 3"ucap Arka lalu mengangkat tubuh Syifa membuat Syifa terpekik


"Mas"teriak Syifa kaget


"Lempar"ucap Arka saat tubuh Syifa berada di depan ring basket Syifa melempar nya tentu masuk karna jarak nya dekat Syifa hanya tertawa geli dengan ide Arka dengan masih di gendong Arka Syifa tertawa geli menyatukan kening mereka dengan Syifa memegang wajah Arka tentu Arka kaget dengan tingkah Syifa yg mendadak seperti itu


"Kamu menggodaku"ucap Arka pelan menatap mata Syifa dengan jarak dekat menyadari tingkah nya yg sedikit agresif Syifa tersadar pipi nya memanas


"Ngak"ucap Syifa pelan lalu turun dari gendongan Arka


"Ayo mas kita lihat yg lain"ucap Syifa tidak ingin menatap wajah Arka


"Syifa"ujar Arka lalu menarik tangan Syifa membuat tubuh mereka bertubrukan lalu Arka memegang tengkuk Syifa mencium bibir Syifa tentu reaksi Syifa kaget dan menolak tapi merasakan tangan Arka memeluk pinggang nya dan bibir Arka perlahan bergerak menjamah bibir Syifa merasakan itu Syifa terbawa suasana dengan pelan Syifa melingkar kan tangannya ke leher Arka dan membalas ciuman Arka bahkan mereka melupakan jika berada di tempat umum saling membalas ciuman


"Hu hu"semua orang bersorak dan bertepuk tangan mengagetkan kedua nya lalu mereka melepaskan ciuman mereka saling memandang


"Ternyata kamu punya jiwa menggoda"ucap Arka mengusap bibir Syifa yg basah


"Mas aku malu banyak orang"ucap Syifa mata nya berlinang air mata sangking malu nya lalu menyembunyikan wajahnya di dada Arka


"Aku siap melindungi mu istri ku"ucap Arka terkekeh lalu memeluk bahu Syifa tersenyum pada yg melihat mereka ada juga yg mengabadikan momen mereka


"Pertunjukan yg menyenangkan"ucap Arka tersenyum mengecup kepala Syifa yg terus menunduk mereka berjalan keluar


"Ihh mas aku kan malu kok di goda mulu"ucap Syifa cemberut


"Ngomong-ngomong ciuman mu hebat juga"goda Arka lalu tertawa


"Ihh mas Arka aku pulang nih jika mas goda mulu"ucap Syifa sebal


"Iya iya"ucap Arka tersenyum mengelus wajah Syifa yg merah

__ADS_1


"Mas mau makan eskrim"tunjuk Syifa pada eskrim


"Mau rasa apa"tanya Arka lalu mereka mendekati penjual eskrim


"Coklat sama vanilla ,mas mah juga"ujar Syifa


"Ngak kamu aja"ucap Arka


"Eskrim nya sa6yu rasa nya di satukan aja coklat sama vanila"ujar Arka pada penjual eskrim


"Bukan mas tapi dua rasa coklat sama vanilla"ujar Syifa tersenyum


"Dua emang bisa habisin"ujar Arka di angguki Syifa


"Beri kan apa yg istri saya pinta"ucap Arka


"Di tunggu ya pak"ujar nya mengambil kan pesanan Syifa


"Selamat menikmati nya"ucap nya memberi kan eskrim nya pada Syifa


"Hhmm enak nya"ucap Syifa menghirup aroma eskrim nya


"Makasih pak"ucap nya saat Arka membayar nya mereka segera pergi


"Mas pegangin satu aku mau makan ini"ucap Syifa menyerah kan tas dan juga eskrim nya


"Dasar cewek ribet amat"gumam Arka memegang tas Syifa dan memegang eskrim Syifa mereka duduk di bangku Syifa menikmati eskrim nya dengan semangat sudah lama dia tidak menikmati ini semua Arka hanya memegang eskrim menatap Syifa makan dengan lahap sampai dia jadi pingin memakan sedikit eskrim yg di pegang nya


"Ihh mas kata nya ngak mau"ucap Syifa lalu mengambil eskrim yg di pegang Arka


"Ternyata kamu rakus"ucap Arka tersenyum mengelus kepala Syifa


"Jangan kan suami eskrim aja aku ngak mau berbagi"ucap Syifa menyengir Arka hanya tersenyum mengecup kepala Syifa yg menikmati eskrim nya


"Mas beli nasi goreng bang Ujang ya aku pingin sekalian kita pulang ke rumah kita aja"ucap Syifa di sela makan es krim


"Iya"ujar Arka mengeluarkan ponselnya dengan diam mengabadikan momen Syifa yg memakan eskrim dengan lahap dan memposting nya


"Istri kecil ku"Arka mengetik nya di ponsel lalu memposting nya Syifa tidak menyadarinya dia lahap memakan nya apa lagi rasa haus yg dia alami tapi bukan membuat tengkorakan nya legah tapi makin haus


"Sekalian mampir beli air dingin mas haus"ucap Syifa mengambil tisu di tas nya mengelap tangan dan juga mulut nya


"Aku merasa kamu banyak memerintah ku ya"ujar Arka mengandeng tangan Syifa mereka segera keluar dari mall itu


"Itu wajar mas aku minta sesuatu mas kan suami aku dari pada aku minta sama orang lain"ujar Syifa


"Ehh awas berani ya aku akan menghukum mu"ujar Arka dengan ancaman Syifa tersenyum memeluk pinggang Arka mereka segera mausk ke mobil


Arka dan Syifa membereskan barang mereka yg akan pulang setelah itu mereka pamit pada Fatma karna Fikram lagi kerja dan juga Devil dan Zhara lagi tidak ada di rumah jadi mereka hanya pamit pada Fatma setelah itu mereka segera pulang


"Kenapa capek ya"guamm Syifa duduk di sofa rumah mereka


"Bik bawakan minuman dingin"teriak Arka lalu duduk


"Mas bisa ambil sendiri kan"ujar Syifa berjarak


"Sini aja biarin bibik yg ambilin"ucap Arka tapi Syifa tetap melangkah mengambil air dingin lalu meletakkan nya di depan Arka Syifa juga meneguk minuman dingin


"Alhamdulillah lega juga"ucap Syifa mengecap lidah nya merasa kan adem di tenggorokan nya Arka juga memainkan ponselnya dengan meneguk air dingin


"Dia emang cantik"gumam Arka melihat banyak komentar dari orang yg memuji Istri nya


"Sialan"teriak Arka tiba-tiba dengan memukul kan ponsel ke sofa dengan kesal ada Bara mengomentari postingan Arka dia mengatakan jika Syifa memang seperti anak kecil apa lagi dia sering manja dan dia juga sangat cantik tentu Arka tidak rela Bara memuji istri nya dengan kesal Arka menghapus postingan nya


"Mas Arka kenapa"tanya Stifa keheranan


"Tidak ada"ketus Arka melempar ponselnya sembarang arah Syifa meraih ponsel itu lalu melihat sosmed Arka


"Kok sosmed mas Arka kosong ngak ada postingan"tanya Syifa


"Ya aku hapus lah masak iya hubungan aku udah berakhir masih mau menyimpan postingan mantan lagian kamu ngak suka kan"ujar Arka santai meneguk lagi minuan nya Syifa tangannya lincah melihat sosmed Arka mata nya serius menatap


"Mas kasihan ya Nara"ujar Syifa tiba-tiba membuat Arka menoleh


"Kenapa"ucap Arka lalu mendekat pada Syifa yg menatap ponselnya


"Gara-gara masalah itu dia di komentari hal yg tidak bagus keluarga nya juga mereka di beri perkataan pedas sampai ada yg menghina nya dulu dia di puja ehh karna masalah ini banyak yg tidak menyukainya"ucap Syifa melihat berita Nara dan keluarga Adirata yg tidak di sukai netizen


"Itu kesalahan nya sendiri siapa suruh menfitna aku sekeji itu"ucap Arka merangkul bahu Syifa


"Ya kasihan lho mas Nara nya"ucap Syifa mengeser lagi foto yg dia lihat tiba-tiba otak Arka memikirkan sesuatu


"Apa kamu bukan kasihan pada Nara tapi kamu lebih sedih karna Bara di hina"ujar Arka tajam Syifa menoleh pada Arka yg mengatakan hal itu


"Mas kok ngomong kayak gitu"ucap Syifa


"Ya jelas aku bertanya tidak ada salah nya apa kalian masih berhubungan"ketus Arka kesal


"Tidak mas aku sungguh kasihan pada Nara"ujar Syifa


"Alah ngak usah ngeles deh bilang aja perasaan mu masih ada untuk Bara apa lagi Bara terus mengejar mu sudah pasti hubungan kalian berlanjut"geram Arka

__ADS_1


"Mas"ucap Syifa terpotong


"Jika kamu berani kembali pada nya aku benar akan melenyapkan kalian berdua mengerti"ucap Arka dinding lalu mengambil ponselnya dan berlalu Syifa hanya menghembus kan nafasnya kasar melihat kemarahan suami nya


__ADS_2