
Karna Arka tidak kerja jadi dia mengajak Syifa jalan jalan sekitar tidak lupa dia memasang kan Syifa kaca mata nya karna mereka duduk di danau dengan tikar dan makanan Syifa sangat menikmati itu apa lagi tadi Arka yg menyiapkan semua makanannya dia harus memastikan kesehatan istri nya itu.Diam Diam Arka tersenyum memandang Syifa yg mengambil makanan nya memindah di dalam piring Syifa nampak serius dengan kacamata nya Arka hanya menopang tubuhnya mengunakan siku nya lalu memotret Syifa
Ckret
Mendengar kamera Arka membuat Syifa mengankat wajah nya mendapatkan Arka yg menyengir para nya Syifa hanya tersenyum dan menggeleng
"Nih mas makan dulu"ucap Syifa menyerah kan mangkuknya Arka duduk dengan benar mengambil mangkuk itu
"Semenjak aku menempuh hidup kayak gini aku ngak pernah tampil depan kamera meski itu kamera ponsel"ucap Syifa memakan kue coklat
"Kenapa"tanya Arka menyuap kan makanan itu ke mulut nya
"Udah malu mas jika dulu aku ngak malu mengumbar aurat ku tapi sekarang menampakkan wajah ku saja malu apa lagi jika di pandang lama lama sama orang lain termasuk mas juga"ucap Syifa tersenyum getir
"Seiring imam mu bertambah maka semakin rasa pemalu itu besar"ucap Arka tersenyum mengerti yg di maksud Syifa
"Aku aneh deh dengan mas Arka ini agama cukup tapi kenapa mas ngak melaksanakan apa yg di perintah kan Allah"ucap Syifa heran
"Dulu saat kecil aku sering belajar bersama Arkan sama guru kami sama tapi saat aku selesai kuliah aku mulai sibuk melupakan itu semua apa lagi aku menjalin cinta dengan Nara membuat aku tidak ada waktu untuk melakukan itu semua"jelas Arka
"Sesibuk apa pun kita harus sempat kan mas sekarang kan mas ngak melakukan kesalahan itu karna sudah bersama ku kenapa ngak kembali aja"ujar Syifa menatap Arka
"Udah malas"ucap Arka santai
"Di ilangin dong mas males nya"ujar Syifa tersenyum
"Ya akan ku coba"ujar Arka menyuapi Syifa lalu mengeser tubuhnya mendekati Syifa
"Aku lagi malas makan mas"ucap Syifa membuat Arka meletakkan mangkuknya
"Kenapa"tanya Arka
"Aku udah banyak makan mas udah kenyang"ujar Syifa
"Ya udah aku aja yg makan"ucap Arka melanjutkan makan nya
"Pinjem ponselnya mas "ujar Syifa ,Arka menyerah kan ponselnya karna dia menikmati makan nya
"Kamu mau menelpon seseorang"tanya Arka santai
"Tidak aku hanya ingin lihat isi ponsel mas Arka"ucap Syifa membuat Arka keselek
Huuk huuk
"Minun mas jika keselak"ucap Syifa santai tanpa melihat Arka
"Duh gawat"gumam Arka menyadari jika dia belum menghapus foto nya bersama Nara
"Wah kayaknya bagus ya wallpaper foto mantan"ucap Syifa santai
"Tidak juga aku lupa menganti nya sini aku ganti"ucap Arka memegang ponselnya
"Aku belum selesai"ketus Syifa
"Yg cepat aku mau menelpon Arkan"ucap Arka dia jadi gelisah apa lagi melihat raut wajah Syifa yg datar
"Waw kayak nya cinta mati sampai album foto mas Arka penuh oleh foto Nara"ketus Syifa
"Ngak juga itu karna aku lupa menghapus nya"ucap Arka santai dia meneguk air putih mata nya melirik Syifa dia penasaran apa yg di lihat Syifa
"Cih menyebalkan sok romantis"ketus Syifa saat melihat Arka memberi bunga pada Nara lalu tatapan setajam silat Syifa layang kan pada suaminya
"Mas Arka ini meniduri siapa"ucap Syifa menunjuk kan foto Arka yg di kasur ada wanita memeluk nya Arka mencium kepala nya mereka seperti habis melakukan sesuatu karna Arka hanya telanjang dada dengan wanita di tutupi selimut
"Kenapa kamu ribet dengan foto itu"ujar Arka datar
"Aku ngak suka suami ku tidur dengan wanita lain"ketud Syifa geram
"Ya kita kan baru memulai hubungan udah ku bilang aku dan Nara hanya batas cumbu mencumbu paling jika aku ingin aku lampiaskan pada wanita lain"ucap Arka santai
"Keterlaluan aku mau pulang aja"ketus Syifa melempar ponsel Arka dan berdiri semakin lama dia melihat foto Arka semakin rasa cemburu itu menguasai nya
"Hei mau kemana"ujar Arka
__ADS_1
"Pulang"ketus Syifa berlalu Arka berajak mengambil ponsel menelpon Rindi supir nya untuk membereskan semua nya
"Hei Syifa tunggu kenapa kamu marah kamu cemburu"ujar Arka meraih tangan Syifa
"Tentu aku cemburu aku ini istri mas Arka mas seenak nya meniduri ku mencium ku mencumbu ku nyata nya aku bukan wanita satu satunya yg mas perlakukan kayak gitu"kesal Syifa
"Iya aku tau tapi aku janji kamu wanita terakhir"ucap Arka
"Tau ahh kesal"ucap Syifa berlalu
"Kok malah kayak gini"ucap Arka mengacak rambut nya dia bingung bagaimana caranya membujuk Syifa
"Benar dia masih menyimpan foto mantan nya menyebalkan"kesal Syifa berjalan menuju mobil
"Nona Syifa"cegat wartawan mengelilingi Syifa membuat Syifa kaget
"Kami meminta pendapat anda nona"ujar nya
"Saya tidak tertarik sorry"ucap Syifa ingin melangkah tapi di tahan
"Ayo lah nona"tahan nya
"Menyebalkan aku harus tampil lagi di media"gumam Syifa melepaskan kacamata nya menghilang kan lelah nya lalu memakainya lagi
"Nona bagaimana pendapat anda soal pernikahan tuan Arka dan nona Nara yg sempat gagal apa lagi dengan adanya nona Nara mengandung apa anda percaya jika itu bukan anak nya tuan Arka"tanya nya semua menyorot Syifa
"Saya percaya apa yg suami saya katakan jika dia bilang itu bukan anak nya maka bukan anak nya saya hanya heran kenapa semua orang sibuk dengan rumah tangga kami padahal belum tentu kami suka masalah rumah tangga kami di umbar"ucap Syifa santai
"Resiko karna keluarga anda di kenal nona"ucap nya
"Lalu nona apa hubungan tuan Arka benar sudah berakhir dengan nona Nara"tanya nya
"Apa anda merasa sakit hati tuan Arka mendua kan anda"tanya nya
"Saya tegas kan suami saya tidak pernah selingkuh dari saya itu hanya salah paham selama ini hubungan kami baik baik saja"ujar Syifa
"Hubungan mereka berakhir pada saat mas Arka sudah menjadi suami saya"tegas Syifa
"Sial kehamilan itu saya tidak tau mungkin saja itu bohong anda nya karna motif Nara hanya ingin menikah dengan mas Arka mungkin kehamilan itu hanya omong kosong kita tidak tau itu semua"ucap Syifa
"Anda berusaha melindungi suami anda"ujar nya lalu menurun kan kameranya
"Sungguh beruntung tuan Arka memiliki istri yg berusaha menutupi kesalahan suaminya"ucap nya tersenyum
"Tidak saya yg bangga menjadi istrinya Arka Karten dia sungguh suami yg hebat untuk saya dan juga suami yg sempurna"ucap Syifa tersenyum
"Terimakasih nona semoga hubungan anda dan tuan Arka berjalan baik baik saja maaf kami menganggu kenyamanan anda"ucap nya tersenyum
"Ya "ujar Syifa santai lalu mereka semua berlalu melihat raut wajah Syifa kurang nyaman
"Apa benar kamu bangga memiliki suami seperti ku"bisik Arka memeluk Syifa dari belakang
"Itu hanya omong kosong"ketus Syifa berlalu
"Hei kamu masih marah pada ku"ujar Arka mengikuti Syifa yg masuk mobil lalu Arka ikut masuk dan mengunci nya
"Kenapa di kunci"ujar Syifa kesal
"Biar Rindi tau jika kita tidak bisa di ganggu"ucap Arka santai mengeluarkan ponselnya
"Maaf aku lupa menghapus semua kenangan buruk itu"ucap Arka menyesal lalu melihat kan pada Syifa
"Udah aku hapus semua nya"ucap Arka tersenyum melihat kan album foto nya kosong lalu mencium pipi Syifa
Ckrek
"Tuh"ujar Arka dan mencium bibir Syifa lagi mengambil foto
"Ngak usah hapus aja aku jelek"ketus Syifa mengambil ponsel Arka lalu menghapus nya Arka mengaruk kepalanya ternyata jika Syifa ngambek susah untuk di bujuk
"Syifa kamu kok marah aku kan hanya lupa"ucap Arka
"Ya ya aku mengerti mas tuh masih mencintai Nara ngak bisa lupa cinta mati banget dengan Nara"ketus Syifa melipat tangannya membelakangi Arka
__ADS_1
"Jika cewek cemburu urusan bakal ribet"gumam Arka mengaruk kepalanya
"Kemana Rindi kenapa lama sekali"kesal Syifa melihat tidak ada kehadiran Rindi
"Hei sini"ucap Arka meraih bahu Syifa tapi Syifa acuh
"Syifa ayo sini tatap aku"ucap Arka memegang bahu Syifa untuk menghadap nya
"Maaf ya istri ku aku lupa menghapus nya mulai sekarang aku bakal menghapus semua tentang Nara"ujar Arka mengusap pipi Syifa dengan lembut
"Yang benar"ucap Syifa serius
"Iya serius"ucap Arka tersenyum melihat Syifa memasang wajah gemes nya
"Sok cantik"kekeh Arka
"Menyebalkan"ketus Syifa mengerucut kan bibirnya sebal Arka menatap bibir mungil itu wajahnya perlahan mendekat tau jika Arka akan mencium nya Syifa gugup jantung nya mulai tidak normal saat bibir mereka menyatu membuat jantung Syifa semakin berdetak cepat Arka menekan tengkuk Syifa memperdalam ciuman mereka perlahan tangan Syifa melingkar di leher Arka dan membalas ciuman itu merasa itu membuat Arka sangat senang
"Kamu tidak akan lolos berani membalas ciuman ku kamu sengaja menggoda ku"ucap Arka menyeringai dan menindih Syifa
"Apa"ucap Arka lalu memukul bibir suami nya
"Aku ngak mau"kerus Syifa tapi mata nya melebar saat Arka mencium nya tangan Arka mulai menyusup ke gamis Syifa membuat Syifa panik apa lagi ini di mobil Syifa tidak mau melakukan nya di mobil semakin Syifa menolak pergerakan Arka semakin liar bahkan ciuman nya semakin ganas menuntut
"Aduh tuan Arka ngapain di dalam bersama nona mana mobil nya goyang otak ku kan jadi ngeres"gumam Rindi melihat dari jauh mobilnya yg sedikit bergoyang
"Mas"kesal Syifa mendorong Arka dan berdiri alhasil kepala nya ke bentur
Bruk
"Awww sstt"ringis Syifa menahan kepalanya Arka hanya tertawa puas
"Di kira kepala nya batu apa ya"ujar Arka tertawa
"Iss mas Arka sakit tau"kesal Syifa
"Sakit ya sini"ucap Arka memegang kepala Syifa lalu meniup nya dan mengusap nya dan mencium nya lembut sungguh hati Syifa berbunga dengan perlakuan Arka
"Makasih suami ku"ucap Syifa tersenyum memeluk Arka
"Iya istri ku pulang kita lanjut"ucap Arka melingkar kan tangannya di bahu Syifa dan mengecup pipi itu
"Ya ya ya aku mana bisa menolak mas Arka karna mas Arka selalu semena mena"ucap Syifa jengah memeluk pinggang Arka lalu Arka menurunkan kaca mobilnya memberi kode pada Rindi untuk masuk melihat kode dari Arka Rindi segera masuk mobil
"Kita pulang"ucap Arka santai
"Siap tuan"ucap nya memasang sabuk pengaman lalu meluncur
"Rindi apa kamu punya pacar"tanya Syifa penasaran Rindi hanya tersenyum ramah
"Saya sudah menikah nona punya anak dua"ujar nya tersenyum
"Apa"ucap Syifa tidak percaya
"Saya dari keluarga kurang mampu jadi di usia saya 18 tahun saya menikah suami saya bekerja sebagai bodyguard pengawal para orang penting kami menikah sudah hampir 10 tahun anak saya pertama usia nya hampir 10 tahun dan yg kedua umur 5 tahun"jelas Rindi tersenyum
"Lalu jika kamu bekerja mereka sama siapa suami mu pasti kerja kan"ucap Syifa penasaran
"Iya nona suami saya bekerja karna kami butuh dana jadi saya ikut mencari uang kadang menjadi supir pribadi kadang menjadi pengawal dan juga jadi pembantu karna orang tua suami saya yg ada menjaga anak anak saya"jelas Rindi membuat Syifa mangut mangut mengerti
"Wah kamu hebat ya Rindi ikut membantu keuangan suami tapi meski begitu jangan lupa kasih sayang mu juga di butuh kan anak anak mu"ucap Syifa tersenyum
"Iya nona saya selalu mengajarkan kedua anak saya biar hidup mandiri"ucap nya ramah
"Selain jadi supir apa mas Arka tidak menyuruh mu menjaga saya"tanya Syifa penasaran melirik Arka yg hanya santai menyimak obrolan Syifa
"Tidak nona karna tugas saya hanya menemani Tuan Arka jika nona ikut bersama nya karna meski tuan Arka mesra bersama nona aurat nona tidak di lihat pria lain"ucap Rindi tersenyum
"Ihh mas Arka mah"ucap Syifa cemberut Arka hanya mengangkat bahu acuh mengecup sudut bibir Syifa yg cemberut
"Ingat ya suami ku apa pun ada di antara kita mau pertengkaran kemesraan kita atau apa pun jangan bicara pada siapa pun hanya cukup kita saja"ucap Syifa
"Terserah aku lah kamu kan Istri ku"ucap Arka santai membuat Syifa sebal dengan nya Arka tetep lah Arka yg selalu bertingkah semau nya yg dia mau meski orang lain tidak suka
__ADS_1