
Arka sedikit lega jika istri nya melawan jika ayah nya macam- macam tapi Arka juga mengirim penjaga dari jarak jauh siapa tau ayah nya memakai rencana lain untuk mencelakai Syifa mungkin membunuh dengan bersembunyi Arka tidak ingin itu terjadi,Syifa juga santai saja meski dia sering mendapatkan peringatan dari ayah mertua nya tapi santai menghadapi nya karna bagi Syifa maut itu sudah di atur meski dia waspada jika maut nya telah tiba maka dia tidak bisa menghindar begitu pun sebaliknya jika belum saat nya dia tiada sekeras apa pun ayahy mertuanya ingin membunuh tetap tidak bisa menyentuh Syifa
Arkan pulang dengan tidak semangat dia sangat lelah hari ini banyak pekerjaan nya dan Arka karna perusahaan mereka semakin meningkat membuat pekerjaan juga semakin banyak ,pada saat Arkan ingin membuka mobil ada yg mencegah nya
"Ari"ujar Arkan menoleh
"Aku mau ngomong sebentar"ujar Ari serius
"Mau ngomong apa"ujar Arkan capek dia benar lelah
"Arkan apa kamu tidak mencintai ku"ujar nya sedih
"Gila ya kamu"ujar Arkan menoleh
"Aku mencintai istri ku malam itu aku hanya melakukan kesalahan menuruti permintaan mu"ujar Arkan
"Arkan aku sangat mencintai mu "ujar Ari memeluk Arkan
"Hei lepaskan aku"ujar Arkan mendorong Ari
"Arkan ayo lah aku tidak menuntut apa apa"ujar Ari menatap Arkan
"Dengar ya Ari aku mencintai istri ku lagian ini penyakit Ari kamu harus lepas dari ini semua jika mau bahagia aku udah bahagia bersama keluarga ku jadi jangan ganggu aku lagi"ujar Arkan tegas lalu masuk mobil melajukan mobilnya.Sesampai di rumah Arkan segera menuju kamar membuka pintu kamar dengan pelan melihat Zenap yg sudah tertidur karna sudah larut malam Arkan meletakkan tas nya lalu merangkak ke arah istri nya lalu Arkan mencium bibir istri nya Zenap yg merasakan ciuman itu membuka matanya dia tidak menolak karna Zenap tau ke biasa Arkan saat merasa lelah Zenap malah memegang pinggang Arkan membalas ciuman itu
"Capek mas"ujar Zenap serak meletakkan tangannya di bahu Arkan yg menatap nya
"Banget tapi udah dapat vitamin"ucap Arkan tersenyum
"Jika capek istirahat nanti mas sakit"ujar Zenap tersenyum
"Di peluk sama kamu"ucap Arkan tersenyum
"Iya"ujar Zenap lalu memeluk Arkan mencium kepala Arkan dengan sayang kembali memejamkan mata Arkan membenamkan wajahnya di leher istri nya dia tidak mau kehilangan istri nya walau itu hanya dalam imajinasi nya Arkan tidak sanggup
###
☀️☀️☀️
Seperti hari sebelum nya Syifa harus di sibukkan dengan kegiatan pagi nya setelah sholat dia harus menyiapkan sarapan setelah itu dia membantu Nur bersiap Syifa juga membiasakan kedua anak nya untuk bangun subuh meski tidak sholat itu biar anak anak nya tidak malas
"Bunda"panggil Arysif masuk ke kamar Nur
"Iya kenapa sayang mau makan"tanya Syifa tersenyum mengenakan dasi Nur
"Arysif mau sekolah Arysif udah merasa baikan"ujar Arysif lembut
"Kamu yakin nak"tanya Syifa serius
"Iya bunda Arysif udah lama istirahat nya jadi Arsyif merasa sudah membaik"ucap Arysif tersenyum
"Ya udah mandi dulu nanti bunda bantu pakai baju sekolah nya"ujar Syifa tersenyum mengusap kepala Arysif
"Ye Arysif sekolah lagi"seru Nur semangat
"Iya bun"ujar Arysif tersenyum lebar lalu melangkah pergi Syifa membantu mengikat rambut Nur karna Nur belum mau pakai jilbab nya Syifa lagi belajar membiasakan Nur menutup aurat nya
Arysif sangat bersemangat ke sekolah nya karna sudah lama dia tidak sekolah karna sakit dan hari ini dia kembali bersekolah membuat Arysif sangat bersemangat.Syifa mengantar anak anak nya ke sekolah dia pokus mengurus anak dan suaminya bagi Syifa mengurus anak dan suaminya adalah hal yg penting dalam hidup nya Syifa berusaha adil dalam membagi cinta untuk Nur dan Arysif agar keduanya tidak merasa di beda kan Arka juga seperti itu mendidik nya bahkan dia lebih tegas terhadap anak anak nya Arka juga ingin Arysif menjadi pria tangguh dan bertanggung jawab biar gimanapun nanti nya Arysif lah yg akan memimpin perusahaan itu
"Lihat saja Syifa kali ini tidak akan gagal"gumam Reno menyusun rencana untuk membunuh Syifa
"Sayang ingat ya jika kepala nya pusing izin pulang sama ibu guru"ujar Syifa mengandeng Arysif yg kepala nya masih di perban
"Iya bun Arysif kan laki-laki jadi kuat"ujar Arysif tersenyum
"Iya bunda jangan khawatir Nur jagain Arysif"ujar Nur tersenyum manis
"Terimakasih Nur"ujar Syifa terkekeh
__ADS_1
"Kalian kan saudara jadi harus saling menjaga ya"ujar Syifa berjongkok
"Iya bunda"ujar keduanya
"Yg rajin belajar nya"ujar Syifa memeluk kedua anak nya
"Iya budna"ucap keduanya lalu mencium pipi Syifa
"Bunda pulang ya"ujar Syifa tersenyum lalu melambaikan tangan nya anak anak nya segera masuk ke sekolah
"Senang nya lihat mereka"gumam Syifa tersenyum lalu berbalik menuju mobil nya segera pergi untuk pulang
"Ya Allah mobil ini kenapa terus mengapit mobil ku"gumam Syifa melihat dua mobil hitam terus terusan mengapit mobil nya Syifa berusaha semampu nya menghidar tapi nyatanya skil mengemudi nya buruk bahkan dia tidak mampu menghindar malah menabrak
Brak
"Astagfirullah"triak Syifa saat kepala nya terbentur dia melihat dua mobil itu mengambil jarak seperti akan menabrak nya dengan cepat Syifa mengambil ponselnya dan keluar
Brak
Duar
"Alhamdulillah"gumam Syifa lega saat mobil nya meledak dia sudah keluar ,Syifa menelpon Arka
"Assalamualaikum mas"ujar Syifa saat telpon terhubung
"Mas tolongin aku mas ada orang mengejar ku"ujar Syifa panik
"Hallo mas mas Arka"ucap Syifa tapi sambungan telpon terputus
"Itu wanita itu tangkap dia"triak Reno menunjuk Syifa
"Ayah lagi"gumam Syifa lalu berlari saat dua pria ituiru mengejar nya
"Syifa"gumam Arka panik menutup laptopnya dia segera berlari untuk melindungi Syifa Arka melihat keberadaan Syifa melalui ponselnya melihat lokasi Syifa di mana Arka mengikuti nya
Shittt
"Mau lari ke mana kamu Syifa"teriak Reno dari dalam mobil
"Aku harus kabur"gumam Syifa berbalik arah tapi ada dua pria itu Syifa berlari ke kanan dan Reno memutar mobil nya Syifa terus lari melewati hutan sampai menembus jalan raya itu kesempatan Syifa dia menuju jalan melambaikan tangan
"Hei nona mau mati apa hah minggir"teriak nya yg hampir menabrak Syifa
"Seperti nya aku harus lari lagi"gumam Syifa melihat kehadiran ayah nya Syifa sangat lelah untuk berlari ayah nya keluar dari mobil
"Mau ke mana Syifa ini sudah waktunya"ujar nya tertawa
"Ayah kenapa ayah selalu membuat masalah"ujar Syifa sebal dia sangat lelah
"Tangkap dia"perintah Reno pada anak buah nya dua pria itu mendekat dan memegang kedua tangan Syifa
"Oke jika ini sudah waktunya ayah akan membunuh ku tapi sebelum aku mati aku mau tau kenapa ayah ingin sekali membunuh ku"tanya Syifa serius
"Perusahaan yg selama ini ayah kelola akan segera bangkrut ini semua ulah suami mu ayah selalu kalah oleh nya tapi setelah dia kehilangan mu maka dia akan berakhir dan perusahaan ayah akan segera bangkit"ujar nya tertawa
"Astaghfirullah ayah mas Arka itu anak ayah harus nya ayah bangga memiliki anak sehebat dan sesukses mas Arka tapi ayah malah memusuhi nya"ujar Syifa
"Diam meski mereka anak ku tapi aku tidak suka dengan kesuksesan mereka"ujar nya geram lalu mengarahkan senjatanya pada Syifa
"Ini saat nya kamu mati"ujar Reno akan menarik pelatuk nya
"Ya Allah aku hanya berlindung pada mu"ujar Syifa memejamkan matanya pasrah
Pin pin
Syifa membuka mata saat ada klakson mobil dan sebuah truk dengan kecepatan tinggi menuju ke arah ayah mertuanya Syifa memelototkan mata karna kaget
__ADS_1
"Ayah"triak Syifa
Brak
Reno di tabrak dengan tragis oleh truk besar itu dan truk itu menabrak pembatas jalan Reno terpental sangat jauh dan di tabrak lagi oleh beberapa mobil sampai kepala nya terlindas mobil karna mereka ada di jalan
"Ayah"teriak Syifa syok Arka yg sudah sampai segera turun mendekati Syifa dan dua pria yg sama syok seperti Syifa
"Syifa"ujar Arka memeluk Syifa pada saat Syifa ingin mendekati ayah nya Arka memeluk istri nya dengan erat tidak membiarkan Syifa ketakutan Arka menatap tubuh yg tekujur itu kepala nya sudah hancur
"Mas"lirih Syifa memeluk Arka dengan erat melihat keadaan mengerikan itu
Arka dan Syifa serta dua anak buah Reno di interogasi karna kecelakaan itu Syifa dan dua pria itu menjelaskan awal mula mereka bisa berada di sana sampai saat Reno ingin menembak Syifa supir truk itu juga di interogasi dia mengatakan jika rem mobil nya blong jadi tidak sengaja menabrak Reno supir itu hanya luka ringan jadi polisi mengurus jenazah Reno yg mati di tempat karna kepala nya di lindas mobil
"Kamu ngak papa kan"tanya Arka mengengam tangan Syifa
"Tidak mas justru aku mau nanya mas Arka baik"tanya Syifa serius
"Dia ayah ku "ujar Arka tersenyum tapi raut wajahnya menunjukkan duka meski Reno sering kali berbuat jahat pada Arka dan Arkan tapi tetap kedua nya menganggap Reno ayah mereka kedua nya tidak membenci Reno hanya menjaga jarak saja
"Aku tau mas"ujar Syifa memeluk Arka menguatkan suaminya
"Pulang yuk bersiap mengurus pemakaman ayah"ujar Arka berdiri Syifa ikut berdiri mereka di perbolehkan oleh polisi untuk pulang Arka dan Syifa segera pulang memberi kabar duka ini
Keluarga Karten mendatangi kediaman Reno untuk melayat Maya juga ikut hadir karna Arka yg memaksa nya untuk ikut mereka keluarga Adirata juga ikut hadir ada beberapa orang penting juga melayat
"Bunda opa meninggal nya karna apa"tanya Arysif mendongak menatap Syifa yg mengandeng nya
"Iya ayah kok bisa opa meninggal"tanya Nur
"Sayang hidup dan mati itu milik Allah opa udah takdir nya di panggil Allah"ujar Arka mengelus kepala Nur lalu mereka duduk menunggu mobil ambulance
"Arka kami sekeluarga turut berdukacita"ujar Gio duduk di samping Arka
"Iya makasih"ujar Arka menepuk bahu Gio
"Aku juga"ujar Devil mendekat lalu duduk
"Ngomong ngomong kok bisa semua nya terjadi"tanya Devil serius
"Semua nya mendadak dan terjadi begitu saja"ujar Arka menghembuskan nafasnya kasar
"Semua itu karna sudah kehendak Allah"ujar Syifa mengelus bahu Arka
"Benar om semua nya atas izin Allah"ujar Arysif tersenyum lembut
"Pintar anak bunda"ujar Syifa memeluk Arka
"Papa emang benar ya semua yg terjadi itu kehendak Allah"ujar Leon menatap Gio
"Iya sayang"ujar Gio tersenyum mengelus kepala Leon yg duduk di pangkuan nya
"Makan nya Leon jika pak ustadz jelasin jangan tidur mulu"ucap Nur
"Leon ngak niat tidur nya Nur tapi saat pak ustadz memberi penjelasan membuat Leon ngantuk kayak mama sering dongengin Leon yg mau tidur buat Leon mengantuk"'ujar Leon menyengir
"Leon kamu jangan tidur ya sayang biar tidak ketinggalan pelajaran"ujar Asma mengelus kepala Leon
"Iya mama maafin Leon"ujar Leon mencium pipi Asma di ikuti Gio
"Iss bang Gio apaan"ujar Asma menyentuh pipinya
"Masak aku kalah sama Leon"kekeh Gio memeluk bahu Asma dan Leon hanya menunjuk kan kecemburuan nya
"Papa kan udah ada Leon papa ngak boleh peluk mama kenapa mama selalu ambil papa sih"kesal Leon memeluk leher Gio
"Mulai posesif terhadap papa nya"ujar Asma cemberut Gio hanya tersenyum Asma dan Leon sering kali bertengkar memperebutkan nya Bara yg melihat itu hati nya cemburu melihat semua bahagia bersama anak dan istri yg mereka cinya sedangkan dia hanya mampu sendiri kesepian tanpa ada cinta di rumah tangga nya tidak sehangat yg dia lihat sekarang ini
__ADS_1