
Setelah mendapat kan undangan makan malam dari Fatma , Maya mempersiapkan diri sekarang ini dia tidak akan membiarkan rencana perjodohan ini gagal karna Arka sudah meminta restu dengan nya untuk menikah dengan Nara tentu Maya menolak nya sekarang Maya akan membuat Syifa menjadi menantu tertua nya dan Maya akan membuat Arka setuju, Sedang kan Syifa membantu pembantu menyiapkan makanan malah mama nya yg sibuk dengan semua nya seperti akan dia saja yg akan di lamar
"Ya ampun Syifa kok malah di dapur sih ayo cepat ganti baju bentar lagi tante Maya dan keluarga nya akan datang"ucap Fatma
"Iya ma bentar lagi akan selesai"ucap Syifa setelah selesai Syifa masuk ke kamar nya Syifa menghembus napasnya kasar menganti baju
"Ya Allah kuat kan hamba beri hampa kekuatan jika ini kehendak mu maka lancar kan"doa Syifa setelah itu dia turun melihat Maya sudah datang
"Syifa ayo kemari"ucap Fatma
"Apa kabar tan"ucap Syifa mencium tangan Maya
"Baik kamu sedikit berubah ya"ucap Maya menatap Syifa
"Berubah apa nya tan"ucap Syifa tersenyum
"Semua"ucap Maya
"Ayo kita makan dulu"ajak Fikram lalu mereka duduk di meja makan Arkan memilih duduk di depan Syifa
"Aduh kakak ipar jika kakak di tolak aku siap kok jadi pengganti"ucap Arkan tersenyum
"Udah di bilang Syifa itu untuk kakak kamu''ucap Maya menjewer telinga Arkan
"Aduh ma aku hanya becanda hanya menggoda kakak ipar saja"keluh Arkan menahan telinga nya
"Udah ayo kita mulai makan malam nya"ucap Fikram,Syifa mengambil kan orang tua nya makan di perhatikan Maya dengan diam
"Bagaimana pekerjaan mu Arka"tanya Fikram mengalihkan pandangan Maya
"Baik om semua berjalan lancar "jawab Arka
"Tidak lupa aku bantu om"ucap Arkan tidak mau kalah
"Bagus itu sebagai keluarga harus membantu"ucap Fikram
"Ayah coba deh makan ngak usah pakai sendok Zahra bilang itu sunah enak kok"ucap Syifa menyingkirkan sendok nya
"Ayah dulu pernah di bilang sama mama mu tapi sekarang kita makan malam bersama keluarga yg lain jadi pakai sendok aja dulu"ucap Fikram
"Iya ayah"ucap Syifa tersenyum kembali mengambil sendok mereka makan dengan tenang karna tidak ingin menyiakan makanan
"Lihat saja apa yg akan aku lakukan"gumam Arka lalu duduk Syifa mengambil kue yg dia buat tadi dan beberapa minuman
"Silahkan di makan dulu tan"ucap Syifa lalu duduk untuk bergabung
"Syifa kedatangan kami ke sini ada niat yg baik tante sebagai mama nya Arka mau melamar kamu sebagai istrinya apa kamu berkenan menjadi istri Arka"ucap Maya langsung Arka sudah menyiapkan kata kata untuk membalas Syifa jika bicara hal yg buruk
"Aku sih tidak masalah tan malah siap banget asal mas Arka menjadi suami yg bertanggung jawab terhadap ku di dunia dan akhirat mas Arka harus bisa memenuhi kebutuhan ku dan menjadi suami yg baik untuk ku maka aku setuju dan juga belum juga menerima aku akan serahkan keputusan nya pada ayah dan mama ku apa mereka mau menyerah kan aku pada mas Arka dan apa mereka menerima mas Arka sebagai menantu mereka dan mengambil tanggung jawab nya "ucap Syifa santai
"Wah jawaban yg bagus namun tersimpan niat yg buruk"ucap Arka mengejek tapi malah Maya mengijak kaki Arka membuat Arka menahan sakit
"Jaga ucapan"tegur Maya tegas
"Jadi gimana apa lamaran kami di terima"ucap Maya
"Aku sih setuju banget Syifa nikah dengan Arka"ucap Fatma antusias Fikram belum yakin terlihat dari ekspresi nya
"Jika ada keraguan kamu bisa katakan itu"ucap Maya menatap Fikram
"Apa Arka mampu menjaga Syifa"tanya Fikram
"Mampu atau pun tidak tergantung Syifa om jika dia tidak bisa bekerja sama dengan ku"jawab Arka ketus
"Udah ayah setuju aja kita udah kenal mereka udah lama "ucap Fatma
__ADS_1
"Untuk menyakinkan jawaban besok kami akan memberi kabar biar gimana pun Syifa butuh keteguhan dan keyakinan hati apa sudah siap menikah"ucap Fikram
"Tidak masalah kami akan menunggu jawaban kalian"ucap Maya
"Syifa sebelum mengambil keputusan apa lagi soal teman hidup seharusnya kamu sholat istikharah meminta petunjuk pada Allah keputusan apa yg akan kamu ambil"ucap Fikram
"Iya ayah Syifa ngerti kok sholat istikharah Syifa udah belajar bersama ustazah Umi dia udah ajarkan itu dan insyaallah aku udah memahami nya"jawab Syifa tersenyum
"Bagus"ucap Fikram tersenyum mengusap kepala Syifa yg terbalut hijab mereka lanjut dengan ngobrol hal yg lain Syifa menyimak saja tapi Arka nampak kurang senang berbeda dengan Arkan sangat antusias mengobrol nya
####
Syifa sudah tidur sebentar sholat tahajud setelah meminta permohonan nya Syifa lanjut dengan sholat istikharah meminta petunjuk Syifa sangat khusuk dengan sholat nya menunggu sholat subuh Syifa mengaji dan berzikir saat Azan subuh Syifa merasakan ada suara bisikan di telinga nya seperti suara Arka tapi Syifa menepis nya suara itu semakin jelas terdengar tapi Syifa tetap pada kegiatan nya setelah azan Syifa langsung sholat lagi dan berdoa juga
☀️☀️☀️
"Syifa"panggil nya melambaikan tangan Syifa menoleh melihat siapa yg memanggil nya tapi dia tidak bisa melihat dengan jelas
"Siapa"ucap Syifa
"Syifa ini aku"ucap nya tersenyum Syifa penasaran siapa yg memanggil nya
"Arka"telinga nya berdegung mendengar bisikin ditelinga nya
"Astaghfirullah aku ketiduran"gumam Syifa mengucek matanya dia tertidur lalu Syifa terdiam dengan mimpi nya dan bisikin itu
"Apa mas Arka emang jodoh ku ya apa mas Arka memang takdir ku ya "gumam Syifa berfikir
"Bismillah"ucap Syifa lalu dia bergegas untuk mandi
"Non butuh sesuatu"ucap pembantu itu saat Syifa membuka pintu kamarnya
"Dengar ya sekarang ini aku ngak suka di ikuti terus peraturan yg pernah aku buat itu udah aku hapus jadi ngak usah memperlakukan aku berlebihan kalian mengerti"ucap Syifa tegas lalu berlalu untuk sarapan
"Hei sayang mau makan apa"tanya Fatma
"Apa aja"ucap Syifa tersenyum
"Ohh ya ma sampai kan keputusan aku sama mas Arka dan keluarganya jika aku siap menikah dengan nya"ucap Syifa tersenyum Fikram menatap putri nya
"Benarkah wah ini kabar membahagiakan sekali mama yakin kamu akan bahagia bersama Arka"ucap Fatma tersenyum
"Ayah ngak setuju keputusan aku"ucap Syifa melihat ayahnya terdiam
"Dari dulu ayah selalu mendukung keputusan mu"ucap Fikram tersenyum hangat Syifa tersenyum dia sangat merasa hangat saat di dekat ayah nya ini
"Sial sebenarnya apa rencana gadis nakal itu dengan setuju dengan pernikahan bodoh ini"kesal Arka mendengar kabar persetujuan Syifa
"Awas dia tidak akan ku biarkan dia mengendalikan ku dia pikir dengan menikah dengan ku semua akan gampang jangan mimpi"gumam Arka
Seketika dua keluarga itu sibuk dengan acara pernikahan Maya tidak akan menghilangkan kesempatan ini dia tidak bisa menunggu lagi menikah kan Arka karna Arka semakin hari semakin nekat kali ini Maya tidak akan memberikan Arka kesempatan
"Ayah apa kak Devil ngak datang"tanya Syifa melihat semua sibuk
"Karna mendadak dia ngak bisa datang"jawab Fikram
"Ma udah ku bilang aku mau rencana nya secara diam diam"kesal Arka
"Apa salah nya kata kan Arkan apa mama salah membuat acara yg megah untuk Presdir Karten"ucap Maya santai
"Salah sih ngak ma cuman jika sih bodoh ini ngak setuju pasti ada niat tidak baik''sindir Arkan
"Terserah kalian saja deh"geram Arka duduk dengan tenang dia akan menjelaskan pada Nara soal pernikahan bodoh ini
"Ayah aku mau keluar memberi tau teman-teman ku soal pernikahan ku"izin Syifa
__ADS_1
"Ngak ada waktu Syifa sekarang siap kamu akan prewedding bersama Arka"ucap Fatma
"Arkan temani kakak kamu"perintah Maya
"Siap bos"ucap Arkan hormat
"Ayo silahkan Presdir terhormat"canda Arkan membuat Arka mencibir nya sinis berjalan mendahului Arkan
"Ayo kakak ipar kelamaan mikir nya"ucap Arkan berlalu
"Ikut saja Syifa"ujar Fatma dengan pelan Syifa melangkah
"Kakak ipar ngak mau saling mengenal dulu dengan kak Arka biar gimanapun meski keluarga kita terjalin baik tapi kakak ipar ngak tau kan sifat asli kak Arka"ucap Arkan menatap Syifa serius menuju mobil
"Aku ini akan menjadi kakak ipar mu jaga pandangan mu"ucap Syifa tersenyum menunduk
"Aduh kakak ipar jika kayak gini kakak ipar ngak bisa dong mengalah kan kakak bodoh itu aku tuh suka sama kakak ipar yg galak dulu lho ngak kayak gini"ucap Arkan
"Apa benar kamu menyukai ku"ucap Syifa tersenyum
"Aduh kakak ipar suka dalam kata kakak ipar lho bukan sebagai istri aku mah mau cari istri yg mampu menguncang dunia ku"ucap Arka tersenyum
"Bucin nya di kurang adik ipar"ucap Syifa lalu tertawa lalu mereka masuk mobil yg ternyata Arka sudah menunggu
"Kakak ipar tau ngak jika bukan kakak ku yg mau nikah sama kakak aku mah udah tikung dia masak cewek secantik dan semanis kakak bisa di sakiti gitu aja sih kan ngak adil"ucap Arkan melaju kan mobilnya
"Memang nya kamu bisa menerawang apa kedepannya aku akan menderita"ujar Syifa tersenyum
"Aduh kakak ipar aku ini adik dari calon suami kakak lho aku yg paling mengenal nya jika nanti kakak tersakiti bahu ku selalu lebar untuk kakak yg cantik"ucap Arkan tersenyum menoleh kebelakang
"Ngak usah banyak bicara"ketus Arka pokus dengan ponselnya Arkan menatap Syifa dari kata spion dia menghembuskan nafas nya kasar merasa kasihan dengan Syifa jika menjadi istri kakak nya karna dia sangat mengenal kakak nya bagaimana apa lagi soal cinta
Arka tidak serius mengikuti persiapan pernikahan nya bahkan saat prewedding Arka hanya acuh mengatur pose nya saja bahkan menatap Syifa saja dia tidak sudih Syifa mulai meragukan keputusan nya tapi dia yakin dengan rencana yg kuasa jika Arka adalah pilihan yg tepat untuk nya.3 hari persiapan akhirnya waktu nya di tunggu semua tiba Arka akan mengucapkan ijab kabul nya tapi dia terus menelpon Nara berusaha menjelaskan dengan kekasihnya itu
"Kak ayo semua sudah nunggu"ujar Arkan menatap kakak nya
"Diam bocah"kesal Arka
"Kak ayo sebelum mama marah"ucap Arkan mengingat kan
"Bentar"ujar Arka pokus dengan ponsel karna terlalu lama Maya yg menemui anak nya melihat Arka menelepon Maya segera masuk mengambil ponsel Arka dan membanting nya
Brak
"Semua menunggu dan ingat Arka jangan kamu pikir kamu menikah dengan Syifa kamu bisa bebas dari pengawasan mama dan ingat perlakukan Syifa sebagai istri kamu jika sampai mama mendengar hal tidak mama inginkan lihat hukuman apa yg akan kamu terima"tegas Maya
"Arkan ajak kakak kamu turun"perintah Maya lalu berlalu
"Apa tidak egois sih"kesal Arka menendang kasur dengan kesal
Arka menjabat tangan Fikram untuk mengucapkan ijab kabul nya Syifa sudah duduk di samping Arka dia mau melihat ekspresi Arka yg mengucapkan ijab kabul nya dan Arka mengucapkan dengan tegas dan lantang sampai mereka telah sah menjadi suami istri
"Kalian telah sah menjadi suami istri"ucap nya lalu mereka melakukan proses lain nya Arka bahkan tidak sama sekali menatap Syifa yg sekarang sangat cantik tapi sayang kecantikan nya malah di kagumi semua orang bukan suami nya
"Nara kamu harus mengerti posisi ku sekarang ini tapi kamu tenang saja aku sudah menyusun rencana yg bagus"ucap Arka bicara di telpon
"Iya sayang aku ngak akan berpaling pada mu sekarang mengerti posisi ku ya"bujuk Arka dan akhirnya Nara berusaha mengerti keadaan Arka
"Syifa"ujar Maya masuk ke kamar pengantin mereka mengadakan resepsi di hotel terkenal tentu di dekor dengan sangat indah
"Iya ma"ujar Syifa menoleh dia akhirnya terbiasa memanggil Maya dengan sebutan mama
"Dengar kan perkataan mama setelah menjadi istri nya Arka kamu harus perhatikan Arka dan awasi Arka jika dia macam-macam lapor ke mama dan satu lagi jika Arka melakukan kesalahan dan kamu mendukung nya mama akan memberi mu hukuman kamu mengerti"ujar Maya tegas meski sedikit bingung dengan perkataan mertuanya Syifa tetap mengangguk karna mertuanya sama seperti mama nya
"Kasihan kamu kak harus terlibat dengan keluarga ini asal kakak mendengar kan aku maka kakak tidak akan menderita percaya kak"gumam Arkan menatap Syifa di pelaminan bersama keluarganya yg lain karna dia tau kakak dan mama nya itu sama apa lagi saat marah sangat mengerikan bahkan saat kecelakaan menimpah Syifa Arkan sudah menebak jika itu kekakuan kakak nya karna dia kenal banget kelakuan kakak nya itu
__ADS_1