
Arka mengawasi markas Ardiardo memang banyak penjaga yg bertubuh besar Arka mengingat wajah orang yg dia cari tapi belum ada wajah itu Arka ingin masuk ke markas itu tapi penjaga nya tidak ada celah sedikitpun untuk mengintip jalan satu satu nya adalah masuk melawan para penjaga itu tapi Arka bingung karna mereka kalah jumlah tapi dia tidak bisa menunda waktu untuk mencari dua anak buah John
"Bentar saya telpon yg lain"ucap Arka lalu mengeluarkan ponselnya menelpon anak buah nya yg lain sambil menunggu anak buah nya Arka berusaha mencari celah mengelilingi bangunan yg misterius itu tidak ada pintu sama sekali kecuali pintu depan
"Tuan mereka sudah sampai"ucap bodyguard Arka
"Oke kita susun rencana saya akan maju dengan sebagian dari kalian setelah itu kita serang bersama saya akan menyelinap masuk"ucap Arka
"Baik tuan"ucap mereka patuh pada rencana Arka mengambil ancang-ancang lalu dia menyerbu anak buah Ardiardo
"Siapa kalian"ucap nya
"Serang"perintah Arka menghajar mereka semua anak buah Arka mulai menyebar melihat Arka punya kesempatan dia segera masuk ke ruangan itu meninggal anak buah nya berkelahi
"Anda siapa"teriak seseorang Arka tercengang tidak percaya saat masuk ke dalam markas itu dia kira di dalam tidak ada orang nyata nya hampir puluhan orang ada bagian tinju yg berlatih ada juga bagian penembak dan sebagian lain nya mereka berkumpul untuk berlatih
"Ingin mengantar nyawa "ujar nya santai melihat Arka sendiri
"Di mana pimpinan kalian"tanya Arka tegas tidak mungkin dia mundur gitu aja
"Tidak mudah bertemu dengan pimpinan kami"ucap nya mengejek Arka
"Ada apa"ucap seseorang lalu semua hormat pada pria dengan pria tegap dan putih itu seperti seorang bule terlihat dari kulit tubuhnya
"Dia ingin ketemu pimpinan"ucap seseorang
"Ada perlu apa ke sini apa anda bosan hidup"ucap nya menyeringai
"Saya bicara baik baik ingin bertemu dengan dua pria ini"ucap Arka mengeluarkan foto orang yg dia cari
"Benar dia anak buah saya ada masalah apa"ucap nya santai
"Saya ingin ketemu ada urusan dengan nya"ucap Arka datar
"Urusan apa jika anda masuk ke sini harus menerima peraturan di sini"ucap nya
"Saya hanya ingin ketemu dengan dua pria ini"kesal Arka
"Bos jangan jangan dia mata mata hajar aja"ucap nya
"Ya benar bos"ucap yg lain
"Terserah kalian jika mau bermain"ucap nya santai lalu berlalu duduk di kursi di samping nya ada wanita beberapa orang mulai menyerang Arka ,tentu Arka bisa menghadapi nya karna Arka cukup jago melihat bela diri Arka tidak bisa di remehkan mereka semua mulai mengeroyok Arka
"Tuan"ucap anak buah Arka melihat Arka kewalahan mereka segera membantu Arka tapi mereka kalah jumlah mereka malah di hajar habis habisan
"Jangan pernah kembali"ucap pria itu mencengkram baju Arka yg babak belur karna di keroyok
"Kali ini ada kesempatan tapi lain kali nyawa anda akan hilang"ucap nya lalu mendorong Arka
"Sial mereka sangat banyak"gumam Arka menahan perut nya yg sakit karna di keroyok
"Bawa bos kalian pergi"ujar nya sinis anak buah Arka segera memampa Arka mereka segera pergi
"Tuan kita harus bagaimana"tanya salah satu mereka
"Istirahat di mobil sebentar badan saya rasa nya remuk "ucap Arka meringis
"Baik tuan"ucap nya memampa Arka masuk ke mobil Arka memejamkan matanya menahan sakit baru kali ini dia di keroyok tapi akan kembali lagi tidak akan menyerah
###
☀️☀️☀️
Syifa kecewa semalam Arka tidak menghubungi nya apa lagi menemui nya padahal pagi ini Fikram sudah memutuskan untuk membawa Syifa untuk operasi Syifa ingin sekali saat membuka mata Arka ada di samping nya tapi sepertinya itu tidak akan terjadi apa lagi dengan keadaan nya
"Ayah sebelum berangkat aku mau ketemu sama mas Arka"mohon Syifa
"Buat apa Syifa"ujar Fikram memasukkan koper Syifa ke mobil
"Arka ngak akan peduli lagi dengan mu semua nya hanya rencana dia"ucap Fikram lagi
"Ku mohon ayah izinin aku ketemu sama mas Arka dulu"mohon Syifa memelas
"Jika dia peduli dia akan datang tepat waktu dan ayah tidak akan melarang nya"ucap Fikram
"Ayo kita harus segera berangkat"ucap Fikram
"Syifa maaf ya mama ngak bisa ikut harus ngurus masalah di sini dulu"ucap Maya mengusap tangan Syifa
"Iya ma ngak papa"ucap Syifa tersenyum
"Mama yakin kamu akan segera bisa melihat jangan cemas kamu akan keluar dari dunia gelap"ucap Maya
"Iya ma makasi"ucap Syifa tersenyum
"Hati hati ya"ucap Maya memeluk Syifa untuk perpisahan mereka segera berangkat
__ADS_1
###
Di satu sisi karna sakit yg Arka rasakan dia ketiduran di dalam mobil bersama anak buahnya yg lain apa lagi mereka memang babak belur karna di keroyok.Arka mengeliat pelan karna perut nya keroncongan karna lapar semalam dia tidak makan Arka membuka mata nya lehernya terasa sakit karna tidur di dalam mobil
"Duh lapar banget"gumam Arka mengelus perut nya lalu menelpon anak buahnya menyuruh pulang nanti Arka akan menghubungi mereka lagi Arka segera pulang
"Bik saya mau makan"ucap Arka masuk ke rumah segera duduk di meja makan pembantu di rumah Arka sudah memasak jadi dia menyiapkan semua nya
"Huh sepi ngak ada Syifa"gumam Arka pelan
"Ini tuan "ujar nya Arka mengambil makanannya untuk dia santap tapi belum sempat makanan itu masuk ke mulut Arka ponselnya berdering
"Devil"gumam Arka mengunyah makanannya lalu mengankat telponnya
"Ya kenapa"ucap Arka santai
"Di mana kamu Syifa akan segera berangkat kenapa kamu ngak ada"ucap Devil
"Apa , berangkat kemana"ucap Arka kaget
"Mau operasi di ajak ayah"ucap Devil
"Sekarang dia di mana"ucap Arka meneguk air putih
"Di bandara bentar lagi berangkat"ucap Devil
"Aku akan segera datang"ucap Arka mematikan sambungan telpon bergegas pergi menuju bandara untuk mencegah istrinya di bawah pergi oleh ayah mertuanya itu
Saat turun dari mobil Arka segera berlari dia menghidari setiap kejaran pengamanan karna dia menerobos masuk Arka terus berlari mencari keberadaan Syifa lalu Arka mengingat Syifa pasti memakai pesawat pribadi milik keluarga nya lalu Arka lari lagi di tempat pesawat pribadi milik nya melihat Syifa sudah berjalan menuju pesawat Arka menginjak pembantas dan melompat mempercepat langkah nya
"Tunggu"teriak Arka langsung memeluk Syifa nafasnya tidak beraturan karna berlari
"Mas"akhirnya Syifa lega bisa ketemu dengan Arka dia memeluk Arka dengan erat
"Pak anda tidak boleh masuk tanpa pemeriksaan"ujar keamanan itu
"Diam lah"ketus Arka lalu meraih tangan Syifa
"Jangan pergi aku membutuhkan mu sekarang"ucap Arka pelan
"Heh Arka kamu ini gimana Syifa pergi mau berobat kenapa kamu cegah"ucap Fikram
"Ya aku tau ayah tapi apa ngak bisa Syifa pergi menunggu masalah ku selesai aku mau menemani nya"ucap Arka
"Lebih baik dia buta dulu agar tidak bisa melihat mu menikah lagi bersama wanita lain"ucap Fikram
"Pernikahan itu tidak akan terjadi"kesal Arka kepala nya jadi berdenyut
"Aku akan pergi hanya sebentar nanti aku kembali jika pun masalah mas Arka sudah selesai mas Arka bisa menyusul ku ke sana aku mau saat pertama aku melihat dunia ini aku mau melihat mas Arka karna bagi ku mas Arka dunia ku"ucap Syifa tersenyum menyakinkan Arka
"Aku membutuhkan mu"lirih Arka pelan kembali memeluk Syifa
"Aku akan menunggu mas Arka"ucap Syifa membalas pelukan Arka
"Sudah Arka jangan seperti anak kecil"ketus Maya
"Lagian kamu habis dari mana kayak gembel"ucap Maya lagi
"Mama ngak peduli dan mengerti aku jadi buat apa bertanya mau aku kayak gembel mau aku babak belur mau aku sekarat atau pun mati"kesal Arka dia selalu kesal dengan mama nya ini bahkan membiarkan istri nya di bawah pergi
"Arka Arka kamu akan sadar nanti nya jika yg mama lakukan adalah demi kebaikan mu sendiri"ucap Maya sinis
"Mas jaga diri mas Arka dan cepat selesai kan urusan mas Arka aku akan menunggu"ucap Syifa mengelus pelan wajah Arka yg lebam Arka menghembuskan nafasnya pelan
"Baik lah aku akan menyusul mu"ucap Arka lalu mencondongkan badan nya
"Sebelum pergi beri aku kecupan"bisik Arka tersenyum kecil
"Apaan mas Arka ini aku malu"ucap Syifa tersenyum malu
"Aku ini cerdik"ucap Arka melirik semua yg jengah menunggu nya dengan iseng nya Arka mengendong Syifa dan membawa nya lari ke belakang pesawat
"Arka "teriak semua
"Udah aman ayo cepat"ucap Arka terkekeh pelan
"Kenapa mas malah terkekeh"ucap Syifa
"Aku merasa gila hanya meminta kecupan mu harus membawa mu kabur padahal kamu istriku"ucap Arka tersenyum Syifa tersenyum sempurna mendengar nya, melingkar kan tangannya di leher Arka lalu mengecup pipi Arka sembarang tapi yg ternyata bibir Syifa menempel di sudut bibir Arka membuat Arka memeluk pinggang Syifa
"Lain kali kamu harus banyak mengecupi ku"bisik Arka
"Iss mas Arka"ucap Syifa memukul tubuh Arka dia tersenyum malu
"Arka"kesal Fikram
"Pergi lah "ucap Arka mengusap kepala Syifa
__ADS_1
"Iya mas assalamualaikum"ucap Syifa mencium punggung tangan Arka
"Waalaikum salam"ucap Arka
"Ayah benar menghajar mu jika membawa Syifa pergi"kesal Fikram
"Ngak ayah mas Arka hanya pamit pergi"ucap Syifa tersenyum
"Kekanakan sekali kamu Arka"ketus Maya
"Udah nanti kita telat mending kita segera berangkat"ucap Fatma mendekati Syifa lalu memeluk bahu Syifa menuntun Syifa berjalan
"Mas aku pergi"ucap Syifa melambaikan tangannya
"Ya hati hati"ucap Arka datar menatap Syifa yg mulai di ajak Fikram dan Fatma masuk ke pesawat
"Mama ngak ikut"tanya Arka santai
"Ikut setelah pernikahan mu besok mama akan segera pergi untuk melihat Syifa di operasi"ucap Maya santai Arka terdiam saja dia berfikir bagaimana dia menemukan dua pria itu jika dua pria itu berada di markas Ardiardo
"Ma coba lah percaya jika itu bukan anak ku"ucap Arka serius
"Arka mama tau kamu seperti apa bahkan kamu sudah pernah meniduri Nara lalu anak itu anak siapa kamu dan Nara sering tinggal bersama kalian saling mencintai lalu anak itu bagaimana bisa bukan anak mu"ucap Maya menjelaskan
"Ma aku serius ya memang aku sering bersama Nara tapi kami hanya batas cumbu mencumbu emang aku akui aku pernah meniduri nya tapi tidak terjadi ma karna aku menyadari dia pernah tidur bersama pria lain membuat aku marah menyudahi itu semua"jelas Arka frutasi
"Buktikan jika itu benar bukan anak mu"ucap Maya menepuk bahu Arka lalu berlalu Arka frutasi di buat mama nya
"Aku tidak akan menyerah"ucap Arka bertekad
####
"Bagus Nara kamu membuat harga diri Maya terjatuh atas apa yg Arka lakukan"ucap nyonya Adirata tersenyum puas
"Aku akan lakukan apa saja ma demi untuk bersama Arka"ucap Nara mengusap perut nya yg masih rata
"Sstt jangan bicara kencang kakak mu masih belum berangkat kerja jika dia tau semua nya akan hancur"bisik mama nya
"Besok adalah hari yg sangat istimewa akhirnya aku bisa bersama dengan Arka"ucap Nara tersenyum
"Tentu mama ikut bahagia jika kamu bahagia"ucap nya tersenyum puas karna Maya akan dia kalahkan
"Nara apa kamu sudah siap nyonya Karten ingin kita semua ke sana untuk rencana pernikahan nya"ucap Bara mendekat meneguk susu nya lalu duduk
"Iya kak tapi anak ku sangat merindukan ayah nya"ucap Nara mengusap perutnya
"Jangan khawatir nyonya Karten sudah berjanji bahwa hari ini Arka akan hadir"ucap Bara mulai sarapan
"Aku seperti nya tidak akan datang ada beberapa pekerjaan penting kamu dan mama saja yg hadir "ucap Bara serius
"Iya kamu pokus saja pada pekerjaan mama yg akan menjaga adik mu"ucap mama nya
"Jika ada apa apa hubungan aku"ucap Bara tersenyum
"Jaga kandungan mu"ucap Bara lagi lalu berdiri
"Aku pergi"ucap Bara mengecup kepala Nara lalu berlalu
"Bagus Bara mulai percaya sekarang tinggal kita memberi tau media tentang berita besar ini"ucap mama nya tersenyum licik
"Tapi ma jika ketahuin bagaimana kita sendiri bisa malu"ucap Nara cemas
"Tidak ada John sudah tiada di sana tidak ada CCTV lalu apa buktinya semua tidak akan tau jika anak ini anak John karna John sudah tiada"ucap nya tersenyum puas
"Iya mama benar"ucap Nara lega dia yakin rencana semua akan berjalan dengan lancar
Arka ketiduran di kamar nya karna rasa letih yg dia alami Arkan menelpon kakak nya tapi tidak ada jawaban jadi dia menemui Arka setelah bertanya dengan pembantu jika Arka di kamar Arkan segera menuju kamar Arka yg mendapat kan Arka tengah tertidur
"Kak kak"panggil Arkan menepuk bahu Arka dengan kuat
"Huaamm emm Arkan ngapain"ucap Arka menguap
"Di suruh mama ke rumah ada pertemuan"ucap Arkan serius
"Malas"ucap Arka berbalik memeluk guling mata nya tertuju pada kasur sebelah nya di mana Syifa sering berbaring
"Ayo lah kak ini demi mama aja"bujuk Arkan
"Huh"terdengar hembusan nafas Arka mengusap kasur sebelah nya
"Kak Arka merindukan kakak ipar ya"goda Arkan
"Apaan sih"ujar Arka duduk
"Ya nanti aku ke sana kamu pergi deh"usir Arka mendorong Arkan keluar dari kamar
"Hei kak aku hanya bertanya"ucap Arkan mengedor pintu kamar
__ADS_1
"Kenapa aku merasa sepi tanpa hadir Syifa"gumam Arka menuju kasur Syifa lalu mencium bantal yg sering di tiduri Syifa
"Apaan sih segitunya merindukan nya"cibir Arka bicara sendiri dia segera ke kamar mandi untuk mencuci wajah nya karna akan ke rumah Karten