Jodohku Seorang Presdir

Jodohku Seorang Presdir
Marah istri nya ingin di lecehkan


__ADS_3

Setelah persiapan yg di siapkan Bara dan Asma akhirnya mereka telah sah menjadi suami istri di sini nyonya Adirata sangat menentang pernikahan ini tapi karna Bara yg sudah menegaskan maka nyonya Adirata hanya bisa menahan kekesalan nya apa lagi setiap yg di pakai Asma terasa kampungan di mata nyonya Adirata sama seperti Nara yang memang tidak pernah akur sama Asma tapi dia hanya acuh saja.Resepsi juga di adakan nyonya Adirata hanya bisa acuh merasa malu jika tau menantu nya hanya anak yatim piatu yg hidup sebatang kara


"Apa yg Bara pikirkan sampai mau menikah dengan wanita miskin itu"ujar nyonya Adirata


"Mama tenang Asma tidak akan lama menjadi suami kak Bara"ucap Nara santai


"Asma selamat untuk mu"ucap Zenap mengulur kan tangannya lalu teman nya yg lain juga datang


"Asma jangan pernah merasa sendiri kami adalah keluarga mu kapan pun kamu butuh bantuan kami selalu ada untuk mu"ucap Zhara tersenyum


"Iya Asma maaf kan aku"ucap Syifa


"Iya aku juga"ucap Asma tersenyum memeluk sahabatnya


"Selamat ya Asma"ucap Aulia tersenyum


"Sayang ayo aku muak melihat wajah nya"ucap Arkan engan menatap Bara


"Selamat ya Asma"ucap Zenap lalu dia melangkah


"Ehh mau suaminya di colong orang gandeng dong"ucap Arkan tersenyum pada istri nya


"Dia selalu mengatakan aku posensif tapi sepertinya dia yg posensif"kekeh Arka memeluk bahu Syifa lalu mereka melangkah pergi


"Aku masih cemas pada Asma"ucap Syifa gelisah mereka duduk di meja tamu menatap pengantin nya


"Jangan cemas aku yakin Asma wanita yg tangguh"ujar Arka menepuk tangan Syifa


"Semoga aja"ucap Syifa memeluk Arka


Zahra menuju toilet mencuci tangan nya serta merapikan make up nya yg berantakan tapi dia melihat toilet itu sepi tapi Zhara acuh saja dia membersihkan wajahnya lalu dia merasakan pelukan seseorang yg erat


"Sayang apa udah selesai datang bulan nya"bisik Devil memeluk istri nya


"Ya ampun mas ini toilet wanita"ucap Zahra menoleh


"Aku ngak peduli udah mau mendaki gunung sayang"rayu Devil


"Suami ku ya pekerjaan keras nanti ya setelah kita pulang"ucap Zahra tersenyum mencubit pipi Devil gemes


"Ayo pulang sekarang"ucap Devil memeluk pinggang Zahra


"Ihhh apaan sih"ucap Zhara risih berusaha lepas tapi Devil dengan nakal nya mencium wajah Zahra kasar


"Aghh"teriak seseorang


"Dasar pria cabul mau melecehkan wanita"teriak nya memukuli Devil


"Hei apaan"ucap Devil menghindar seketika wanita yg di toilet itu memukul Devil Zahra hanya tertawa melihat Devil


"Hentikan maaf dia suami saya"ucap Zahra menarik suaminya


"Suami ya suami masak dia masuk ke toilet wanita"ucap nya


"Iya betul itu kami tidak terima"ujar yg lain ingin memukul


"Maat ya mbak maaf sekali"ucap Zhara tidak enak menarik Devil keluar dari toilet itu


"Hei"ucap Devil menghimpit Zahra setelah mereka keluar Zhara yg melihat mata suaminya hanya tersenyum simpul ada ide nakal di otaknya


"Ya suami ku"ucap Zhara meletakkan tangannya di bahu Devil


"Mau apa"ucap Zhara tersenyum menyentuh bibir Devil


"Sialan ayo kita ke hotel"geram Devil tidak bisa menahan diri nya Zahra hanya tertawa di dada suaminya


"Mas terlalu mesum aku hanya becanda ayo"ucap Zhara terkikik memeluk pinggang Devil mereka segera berlalu untuk bergabung dengan yg lain


Setelah merasa larut malam mereka segera pamit untuk pulang apa lagi Syifa cemas meninggalkan anak anak nya jadi mereka segera pulang Devil dan Zahra juga yg mengantar Aulia karna merasa tidak enak setelah mengantar Aulia Devil memberikan tatapan mesum pada Zhara yg terlihat mengantuk


"Sayang masak iya mau tidur kamu belum memberi aku nina Bobo"ucap Devil tersenyum


"Capek mas besok aja ya"ucap Zhara menoleh pada suaminya dia sudah mengantuk Devil hanya tersenyum simpul dia tau cara membuat mata Istri nya segar Devil melihat ada hotel jadi dia mampir tapi Zhara belum menyadarinya dengan pelan Devil mencium bibir Zahra membuat mata Zhara melotot dan Devil hanya tersenyum kembali mencium istrinya itu


"Tega melihat suaminya berpuasa lebih lama"ucap Devil dengan wajah sedih


"Mas"ucap Zhara tidak berdaya emang benar datang bulan nya sudah selesai tapi malam ini Zhara benar capek tapi dia juga tidak mau menjadi istri durhaka menolak permintaan suaminya


"Ya udah ayo"ucap Zhara menguap Devil hanya tersenyum mencium kening istri nya


Setelah memesan kamar Devil mengandeng istri nya hotel nya tidak terlalu mewah hanya hotel biasa tapi tepat nya sangat nyaman Zahra mempererat pelukannya saat ada beberapa orang mabuk Zahra takut tidak biasa melihat hal seperti itu


"Ada aku"bisik Devil mencium puncak kepala Zhara lalu membuka kamar mereka Zahra bisa bernafas lega tidak ingin membuang waktu Devil mencium tengkuk istri nya


"Sayang"ucap Devil serak Zahra berbalik


"Mas aku baru selesai datang bulan aku juga tidak mengikuti program KB dokter bilang setelah aku datang bulan maka rahim ku subur pertanyaan nya apa mas siap nanti jika aku hamil atau pun tidak hamil"ucap Zhara menatap dalam Devil


"Bagi ku hidup bersama mu adalah hal yg penting masalah anak aku tidak mau pusing mau ada atau pun tidak yg penting kamu bahagia"ucap Devil mencium kening istrinya Zhara tersenyum lebar Devil paling bisa membuat hati nya berbunga.Zahra memejamkan mata nya saat Devil menarik jilbabnya sampai tergeletak lalu Zahra membuka matanya mengalungkan tangannya di leher Devil lalu bibir mereka menyatu Devil menahan pinggang Zhara sampaii ke kasur Devil tersenyum melepas kan satu persatu kancing baju nya Zhara hanya tersenyum malu melihat Devil tersenyum menggoda lalu Zhara menarik baju Devil mencium lebih dulu bibir Devil tentu itu membuat Devil sangat bahagia pada akhirnya mereka melepaskan rindu bersama tidak ada yg menghalangi mereka karna ikatan suci sudah mengikat mereka


Zahra memejamkan matanya kala kenikmatan dunia yg dia rasa Zahra mengatur nafasnya lalu menatap Devil yg menahan tubuhnya dengan nafas memburu Zahra bisa rasakan jika rahim nya menghangat


"Satu kali lagi setelah itu selesai"ucap Devil menyeka keringat Zhara lalu mencium kening istrinya


"Mas capek"ujar Zahra memeluk punggung Devil


"Satu kali lagi ya"bujuk Devil lalu mencium bibir Devil Zahra hanya mampu menuruti permintaan suaminya membiarkan rahimnya di hangatkan oleh benih suaminya dan berharap tumbuh dengan segera

__ADS_1


####


Di kamar hotel itu Zhara dan Devil tertidur lelap dengan kasur yg empuk dan juga selimut tebal menutupi tubuh polos mereka Zahra hanya terlelap dengan damai di dekapan suaminya Devil perlahan bangun dan melirik ke samping istri nya memeluk nya Devil tersenyum simpul semalam Zhara benar sudah gila bagaimana bisa istri nya menjadi nakal tidak menahan suaranya biasa nya dia akan malu mengeluarkan suara yg menurut Zahra sangat geli bahkan Zhara membalas semua perlakuan Devil semalam merasa sangat bahagia Devil membenamkan wajah nya di dada istri nya itu mampu membuat Zhara melengkuh


"Mas"lirih Zhara pelan mengusap kepala Devil dengan begitu lembut


"Mau lagi sayang''ucap Devil tersenyum


"Udah subuh lho"ujar Zahra memalingkan wajahnya malu dengan tingkah nya semalam


"Katakan kenapa istri ku ini jadi sangat nakal"ucap Devil tersenyum manis


"Mas malu ihh"ujar Zahra menutup wajahnya yg bersemu merah


"Aku suka tapi merasa aneh dengan istri ku ini"bisik Devil mencium pipi Zhara


"Boleh jujur"ucap Zahra memeluk suaminya


"Tentu"ucap Devil


"Sebenarnya aku tidak pernah mencintai mu"ucap Zhara mengeratkan pelukannya nya saat Devil melepaskan nya


"Mas tunggu aku belum selesai"ucap Zhara , Devil mererai pelukan nya dan ingin beranjak


"Itu kenapa kamu tidak membalas perkataan cinta ku"ketus Devil menahan amarahnya


"Dengar dulu"ucap Zhara memeluk suaminya lalu menatap suaminya


"Iya aku hanya menghormati mu sebagai suami ku tapi kini"ucap Zhara menatap Devil lalu mendorong Devil pelan yg tadi duduk menjadi terbaring


"Aku sangat mencintai mas Devil itu kenapa semalam nampak berbeda"ucap Zhara berbaring di atas suaminya


"Jangan pernah meninggalkan ku"lirih Zhara menatap Devil lalu mencium bibir suami nya


"Yg benar"ucap Devil serius Zhara tersenyum


"Aku mencintaimu"ucap Zahra mencium pipi suaminya lalu kabur ke kamar mandi


"Zhara"teriak Devil


"Ya"Devil berteriak sampai dia lompat dari kasur menyusul istri nya


"Mas aku mau sholat subuh"pekik Zhara tertawa melihat Devil menyusul nya


"Udah nakal ya"ujar Devil tersenyum lebar


"Dengan suami sendiri kenapa ngak"ucap Zhara


"Jika tidak subuh aku sudah melempar mu ke kasur"ucap Devil tersenyum


"Aku temanin"ucap Devil mengukir senyum nya dulu dia ingin bertanya pada Zhara apa Zhara mencintai nya karna Devil merasa tidak ada cinta di mata Zhara tapi sekarang dia merasakan itu jika istri nya begitu besar mencintai nya


"Siapa kalian masuk ke kamar orang"ucap Devil berdiri melipat sajadah nya lalu memberi kan pada Zhara


"Hei tempat ini adalah tempat kekuasaan kami jadi terserah kami mau menginap di mana"ucap yg ada di atas kasur


"Mas mereka banyak dan tubuhnya besar aku takut kita pergi aja"ucap Zhara memeluk lengan Devil


"Iya sayang"ucap Devil mengelus kepala Zahra


"Kamu tunggu di sini aku berberes dulu ingat jangan lepaskan mukena ini"ucap Devil lembut Zhara menganguk patuh lalu Devil mengemas barang nya yg tadi dia kumpul di dekat kasur


"Berarti punya wanita ini"ucap sang pria mencium jilban Zhara


"Kembali kan"pinta Devil dengan baik baik


"Ahh aroma nya harum banget"ucap nya memeluk jilban Zahra dan memandang Zhara lapar Devil meletakkan pakaian yg tadi dia pengang


"Dia istri saya jangan berani nya menyentuh nya"ucap Devil datar Zhara menunduk dalam saat ada pria menatap nya seperti itu


"Berikan istri mu hanya satu kali"ucap nya tersenyum lalu mereka semua tertawa Devil mengeram


"Kita bergilir Istri nya cantik juga"ucap pria lain dan tertawa


"Hai nona mari kita bersenang senang"ucap pria itu mendekati Zhara


"Bokong dan tubuhnya pasti begitu indah"ucap pria lain


Brak


Pria yg mengatakan tubuh Zhara itu terpental ke pintu sampai pintu itu retak mereka tidak tau seberapa ganas nya Devil dalam berkelahi mereka menoleh tapi Devil dengan langkah besar mendekati istri nya


Plak plak plak plak


Devil memukul berkali kali orong yg mengajak istri nya bersenang senang lalu Devil memutar tubuh Zhara untuk tidak melihat aksinya mereka semua berdiri termasuk yg di atas kasur Devil menyeringai dia mengerak kan leher nya


"Aish udah lama aku tidak membunuh orang seperti nya asik juga"ucap Devil tertawa menakutkan lalu Devil maju mengajar mereka semua sampai kamar itu menimbulkan keributan Zahra memberanikan menoleh melihat suami seperti serigala lapar memukul orang dengan cepat Zhara memeluk suaminya


"Mas jangan"ucap Zahra membuat Devil terhenti lalu beridri


"Cih jika pecundang tidak usah sok menjadi yg berkuasa"ucap Devil sinis lalu mengambil tas Zahra memasukkan pakaian mereka


"Ayo sayang"ucap Devil memeluk istrinya keluar dari dalam kamar itu


"Kurang ajar mereka tidak akan lolos"ucap salah satu mereka berdiri lalu menelpon seseorang


"Mas aku tidak suka melihat mas seperti itu "ujar Zahra menatap Devil

__ADS_1


"Tidak akan lagi"ucap Devil mencium tangan Zahra lalu menuju resepsionis


"Meski hotel ini kecil seharusnya privasi orang itu di jaga"ucap Devil datar dia benar kesal resepsionis itu membiarkan penjahat itu masuk ke kamar nya


"Maaf atas ketidak nyamanan tuan kami tidak bisa melawan mereka karna jika kami melawan kami bisa dibunuh"ucap nya menyesal


"Tidak apa mas"ucap Zahra mengelus bahu Devil mereka berjalan keluar


"Tunggu"ucap seseorang mencegat mereka


"Bos dia yg memukuli kami"ucap orang yg di pukuli Devil tadi


"Ada apa"ucap Devil datar


"Siapa kamu berani memukuli anak buah ku"ucap nya mengisap rokoknya


"Mas kita pulang"bisik Zhara


"Tidak ada urusannya"ucap Devil menyembunyikan istri nya melangkah orang berbadan besar dan kepala botak itu memberi kode pada anak buah nya untuk menahan Devil


"Kamu harus tau berhadapan dengan siapa di sini aku yg berkuasa aku sang gengstar yg di takuti"ucap nya


Bugh bugh


Devil diam tidak bergeming saat pukulan mengenai wajah nya karna di pukul oleh orang itu Zhara meringis sendiri melihat sudut bibir Devil berdarah


"Tuan maafkan kami izinkan kami pergi"mohon Zhara


"Hajar"ucap pria botak itu anak buah nya mulai memukul Devil mengeroyok Devil habis habisan


"Mas Devil"ucap Zhara panik menarik orang yg memukul suami nya tapi Zhara di dorong


"Tuan saya mohon henti kan"ujar Zahra menangis dengan memohon


"Itu pelajaran untuk kalian"ucap nya tertawa


"Hentikan mas Devil"ucap Zhara menerobos tapi dia terjatuh karna di dorong Zhara teringat sesuatu dia mengambil ponselnya dia ingat Devil pernah mengatakan jika dia ada masalah jika tidak bisa menghubungi Devil Zhara bisa meminta Aril membantu nya Zhara segera menelpon Aril


"Hallo Aril"ucap Zahra sesegukan tentu Aril mengenali suara Zhara


"Bu bos"ucap Aril kaget di telpon


"Mas Devil"Isak Zahra,Aril di telepon segera memutuskan sambungan telepon bergegas mengajak anak buah nya tempat tujuan tentu Aril tau keberadaan Devil dan Zhara


"Hei"teriak Aril saat sampai membuat semua orang berhenti


"Mas'ucap Zhara segera mendekati suaminya di pegang nya wajah Devil yg babak belur


"Berani nya kalian"teriak Aril maju


Plak plak plak plak


"Tidak apa"ucap Devil menyeka air mata Zhara


"Ngak mau" ucap Zahra memeluk Devil dengan erat


"Apa kalian tau dia adalah bos Ardiardo sialan"teriak Aril memukuli mereka semua


"M....maaf bos"ucap kepala botak itu menunduk


"Aril"ujar Devil berdiri di bantu Zhara


"Aku pergi"ucap Devil menahan dada nya


"Bos saya antar"ucap Aril cepat


"Urusan kita belum selesai"ucap Aril tajam


"Urus mereka"ucap Aril pada anak buah nya dia segera menyusul Devil


"Mas terluka"ucap Zahra berlinang air mata lalu menyentuh darah dari wajahjah Devil


"Maafkan aku melarang mas Devil"ujar Zhara gemetar mencium tangan Devil dia merasa bersalah


"Sayang"ucap Devil mengelus pipi Zhara


"Luka ini tidak ada apa-apa nya"ucap Devil mencium kening Zhara


"Tatapan ini justru menyakiti aku"ucap Devil tersenyum pada Zhara yg menatap nya sakit


"Mas Devil bucin"ucap Zahra memeluk Devil dengan erat Ariel setuju jika Devil bucin tidak ingin menganggu Aril segera melaju kan mobilnya


"Mas tidak seharusnya mendengar kan aku jika mas sakit maka lawan mereka"ucap Zahra


"Aku mencintaimu"ucap Devil menatap Zahra dalam membuat Zahra mendongak


"Aku sangat mencintai mas Devil"ujar Zahra lalu mengecup pipi Devil yg memar Devil tersenyum lebar dengan bibir yg berdarah


"Dengar istri ku mencinta ku"ujar Devil menendang jok yg di duduki Aril


"Iya bos saya juga tau"ujar Aril pokos menyetir


"Hei apa kamu menyukai istri ku kenapa kesal seperti itu"kesal Devil memukul kepala Aril


"Bos saya mana suka dengan istri bos "ujar Aril kesal


"Siapa tau kamu menyukainya secara istri ku sangat cantik"ketus Devil

__ADS_1


"Cih dasar pria gila"gumam Aril sinis


"Apa kamu bilang"ucap Devil kesal Zhara tersenyum melihat Devil ternyata suaminya seperti itu jika dengan Aril Zahra tersenyum memeluk suaminya dengan rasa sayang mendapatkan pelukan Zhara Devil hanya tersenyum lalu membalas pelukan Zhara mencium kepala Zhara


__ADS_2