
Arka masih tidak percaya jika Syifa belum di sentuh sama sekali memikirkan itu membuat Arka benar tidak tenang untuk bekerja apa lagi tadi Syifa terlihat sangat ketakutan dan merasakan sakit apa lagi tadi Arka menampar nya Arka benar tidak tenang,Arka melirik ponselnya lalu menghembuskan nafasnya dengan kasar setelah makan siang nanti dia akan pulang untuk melihat Syifa sebenarnya Arka kira Syifa dan Bara selalu berhubungan badan sudah tentu karna mereka sangat lengket apa lagi Syifa sangat manja bahkan Arka mendengar mereka akan menikah sudah tentu Arka berfikir jika Syifa pernah di sentuh oleh Bara
Setelah makan siang tiba Arka segera bergegas pulang untuk mengecek keadaan Syifa di rumah setelah sampai Arka segera menuju ke dapur tapi sepi Arka segera menuju kamar Syifa masuk dengan pelan dan benar Syifa di dalam kamar berbaring membelakangi pintu dengan meringkuk Arka masuk untuk melihat Syifa yg ternyata tertidur mata nya sebab dan merah habis menangis
"Syifa Syifa"panggil Arka dan Syifa segera terbangun dia mundur melihat Arka di depan nya
"M....mas Arka"ucap Syifa pelan menunduk
"Aku lapar"ucap Arka menatap Syifa
"Aku aku aku akan masakan mas Arka"ujar Syifa segera berdiri takut Arka akan menyakiti nya lagi
"Apa udah beli bahan makanan"ucap Arka
"B.... belum aku akan segera membeli nya"ucap Syifa masih menunduk
"Tidak usah terburu mari aku temani membeli nya "ucap Arka pelan Syifa terdiam
"Mas Arka mau nemanin aku belanja"ucap Syifa ragu
"Iya"jawab Arka
"Apa bisa"ucap Arka lagi Syifa menggangguk cepat
"Ayo kita berangkat"ujar Arka
"Mas Arka"ucap Syifa mendongak
"Apa kita akan pergi sekarang"tanya Syifa
"Iya emang kenapa"ucap Arka menatap Syifa
"Aku ketiduran bisa kah aku sholat sebentar"ucap Syifa pelan
"Silahkan aku tunggu di bawa"ucap Arka lalu berlalu Arka menoleh sebentar melihat Syifa jalan dengan pelan dengan melangkah menyeret kaki nya Arka menghembuskan nafasnya lalu pergi
Dret dret
"Arka kita ngak jalan hari ini"ucap Nara setelah Arka menjawab telpon nya
"Maaf sayang ini aja aku mau meeting lain kali saja ya pekerjaan ku benar banyak"ucap Arka berbohong yg ada Nara akan mengamuk jika tau dia akan menemani Syifa untuk menebus kesalahannya
"Apa sangat penting"ucap Nara
"Iya sayang tapi nanti malam aku akan menemui mu kita akan nonton oke"ucap Arka
"Baik lah "ucap Nara mengalah
"Ya udah nanti aku telpon"ucap Arka lalu mematikan sambungan telepon nya Arka lalu duduk untuk menunggu Syifa
"Maaf membuat mas Arka menunggu lama"ucap Syifa menunduk melihat Arka memejamkan matanya
"Hanya 30 menit ayo"ucap Arka berdiri dan berjalan Syifa mengikuti Arka saja dia merasa takut dengan Arka jika Arka menyakitinya lagi
"Kita sekalian belanja bulanan saja"ucap Arka masuk mobil setelah Syifa masuk mobil Arka segera melaju kan nya
"Aku ikut mas Arka saja"ucap Syifa tidak berani menatap Arka di mobil sunyi tidak ada yg bicara kedua nya sama sama terdiam karna Syifa takut dengan Arka dan Arka pokus dengan jalanan setelah beberapa puluh menit mereka sampai
"Ayo"ajak Arka turun mobil Syifa turun dengan pelan karna kepunyaan nya emang terasa perih saat Syifa bergerak
"Aku bantu memilih"ucap Arka membantu Syifa mendorong keranjang nya dengan sabar Arka menunggu Syifa memilih belanjaan tapi tidak ada yg bicara
"Hallo"ucap Arka menjawab ada telpon dari Arkan
"Kakak di mana "ucap Arkan
"Kamu urus pekerjaan aku lagi menemani Syifa belanja"ucap Arka
"Yg benar saja jangan menipu ku"ucap Arkan tidak percaya
"Urus saja aku sibuk"ujar Arka mematikan telponnya
"Jika mas Arka sibuk ngak papa aku sendiri saja"ucap Syifa memasukan roti ke keranjang dia memilih beberapa makanan ringan
"Ngak papa Arkan bisa mengatasinya"ucap Arka tersenyum biar Syifa tidak merasa takut Syifa yg menatap Arka yg tersenyum pada nya untuk pertama kali
"Hei kenapa diam ayo"ucap Arka di angguki Syifa mereka segera mencari bahan makanan setelah lama mencari keperluan mereka akhirnya semua sudah mereka dapat kan
"Udah mas"ucap Syifa
"Udah ngak ada lagi"tanya Arka di angguki Syifa
"Kita bayar"ucap Arka menuju kasir karna banyak orang yg mengantri di kasir Arka memeluk bahu Syifa
__ADS_1
"Masih banyak orang"ucap Arka melihat kedepan Syifa terdiam menatap Arka
"Ehh ngak sabaran banget sih nyelonong aja"kesal Arka melihat orang menerobos antrian Arka akhirnya memeluk Syifa melindungi biar dia tidak di tabrak karna tubuhnya yg kecil Syifa tersenyum Arka memeluk nya dengan memberanikan diri Syifa melingkar kan tangan nya di pinggang Arka merasakan pelukan Arka dia merasa lebih baik berada di pelukan Arka dan tiba-tiba ada yg menarik Syifa dari samping
Plak
Wajah Syifa di tampar sampai dia mundur sedikit karna keras nya di tampar ,Arka melotot siapa yg melakukan itu semua orang di sekitar menatap mereka
"Nara"ujar Arka tidak percaya Nara yg menampar Syifa
"Wanita tidak tau diri"teriak Nara ingin menampar Syifa tapi dengan cepat Arka melindungi Syifa
"Kamu ini apa-apaan sih"ucap Arka melindungi Syifa
"Kamu bilang sibuk Arka dan ternyata kamu jalan dengan perempuan tidak tau malu ini hah"teriak Nara murka menarik Syifa tapi Arka memegang tangan Nara dan menepis nya
"Tidak usah keterlaluan Nara sekarang pulang"ucap Arka dan Syifa berusaha mencerna kenapa Nara tiba-tiba menamparnya
"Apa kamu bilang keterlaluan Arka kamu sadar ngak sih apa yg kamu lakukan"ucap Nara emosi
"Aku sadar Nara kamu membuat ku malu saja"ucap Arka mengajak Syifa menyingkir dari keramaian
"Tunggu dulu Arka kita selesaikan masalah kita sekarang"ucap Nara tajam
"Apa lagi Nara kamu menampar nya tanpa sebab"kesal Arka dia melirik ada yg menvidio kan nya
"Nara apa salah ku"ucap Syifa berusaha bertanya
"Kamu bertanya Arka ini kekasih ku dan kamu malah merebut nya dari ku"ucap Nara geram Syifa terdiam dia tidak menyangka Nara adalah kekasih Arka
"Cukup Nara cukup sekarang kamu pulang"ujar Arka jadi kesal semua menatap nya dan berbisik
"Biar ku hajar wanita ini"ujar Nara emosi ingin memukul Syifa tapi Arka melindungi Syifa dengan tubuh nya
"Stop"bentak Arka lalu menatap Nara
"Pulang"ujar Arka tajam Syifa masih memeluk Arka dengan erat
"Awas kamu Syifa"kesal Nara lalu pergi niat nya mau membeli makanan sia sia karna tadi dia melihat mobil Arka jadi dia melihat kedalam dan benar menemukan Arka
"Kamu tidak apa apa"tanya Arka menyentuh pipi Syifa sungguh jika Arka seperti ini membuat jantung Syifa tidak karuan Syifa hanya mengangguk tamparan itu terasa tidak terasa jika Arka mengelus nya
"Setelah kita belanja kita makan dulu"ujar Arka lalu menelpon seseorang Syifa masih penasaran dia masih tidak percaya jika Nara kekasih Arka
"Itu belanjaan saya kamu bayar dan bawa ke alamat yg saya kirim"ujar Arka lalu berlalu mengajak Syifa pergi
🚘🚘
"Mas boleh aku bertanya"ujar Syifa tidak bisa menahan diri Arka hanya berdehem
"Apa benar Nara kekasih mas Arka dan kalian masih berhubungan"tanya Syifa serius
"Iya dia kekasih ku kami udah pacaran selama 10 tahun mama tidak merestui hubungan kami"jawab Arka jujur Syifa terdiam entah kenapa dada nya terasa sesak mendengarnya air mata nya lagi lagi menetes Syifa dengan cepat menghapus nya
"Maafkan aku mengikat mas Arka"ucap Syifa pelan Arka hanya diam dia tidak bisa menyalahkan Syifa sepenuhnya
Arkan kesal semua pekerjaan Arka di berikan pada nya Arkan akan membuktikan jika Arka berbohong malah jalan sama Nara akan Arkan pastikan dia akan melaporkan pada mama nya Arka tidak tau saja Arkan kewalahan menghadapi klien menyebalkan setelah selesai Arkan melihat pelacak di mobil Arka dan memastikan nya
"Awas jika aku memergoki nya bersama wanita itu"ujar Arkan kesal melaju kan mobil nya lalu dia melihat mobil Arka dan segera turun masuk ke restoran itu
"Itu dia"kesal Arkan lalu dia terhenti mengintip sebentar
"Bukan kah itu kakak ipar"gumam Arkan mengucek mata nya melihat Syifa
"Seperti nya mata ku bermasalah"ujar Arkan lalu dia mengucek nya dan melihat lagi
"Benar itu kakak ipar wah apa kak Arka kecelakaan lalu amnesia bagus jika begitu biar dia sadar betapa berharganya kak Syifa"ujar Arkan kegirangan dia akan melaporkan pada mama nya dan pasti mama nya senang lalu Arkan kembali ke kantor untuk menyelesaikan tugasnya menganti kan kakak nya dia melihat para pekerja nya sedang bergosip
"Hei kalian lagi apa bukan nya kerja malah bergosip"ucap Arkan menegur
"Maaf pak ada berita viral pak Arka"jawab nya
"Berita viral"ujar Arkan lalu mengeluarkan ponselnya ada berita kekasih menghajar istri sah mata Arkan melotot melihat video heboh itu
"Wah wah ini antara senang apa bahagia sama saja lah"ujar Arkan kegirangan melihat kakak nya membela istrinya
"Berita utama hari ini adalah tuan Arka jalan bersama istri nya tapi nona Nara Adirata tiba-tiba menyerang kita lihat videonya seperti apa"ucap reporter wanita yg menayang kan berita utama Maya yg menonton hanya datar
"Akan ku beri pelajaran Nara berani menyentuh menantu Karten"ujar Maya sinis
🌙🌙🌙
Arka menuju Apartemen Nara dia akan menjelaskan semuanya tapi Arka bingung harus menjelaskan apa pasti Nara bertanya kenapa Arka mengajak Syifa jalan tidak mungkin Arka menjawab jika dia mengajak Syifa jalan karna menembus rasa bersalah nya karna hampir memaksa Syifa sungguh itu membuat Arka pusing
__ADS_1
Di Apartemen
"Heh Nara kamu pikir kamu siapa berani mencoreng nama Adirata"ucap mama nya geram
"Mama ngak pernah memikirkan perasaan aku"kesal Nara menggebu
"Dasar bodoh sudah mama bilang kamu tinggal menghasut Arka untuk nikah sirih dan kabur bersama Arka tapi kamu melakukan itu untuk kebahagiaan kamu saja tidak bisa itu kesalahan mu bukan kesalahan mama"ucap nya
"Dengar ya Nara berani kamu menampar Syifa lagi aku akan mematahkan tangan mu itu"ancam Bara rasanya dia ingin membunuh adik nya ini berani menyakiti wanita yg di cintai nya
"Aduh kalian berdua ini sama sama bodoh dan kamu Bara kamu tau sendiri jika Syifa sudah menikah bukan nya fokus mengalahkan perusahaan Karten malah ngurusin Istri orang"ucap nya pusing
"Dan mama membiarkan anak gadis mama menggoda suami orang"ucap Bara sinis
"Stop"teriak nya kesal
"Pokoknya mama tidak mau tau bersihkan nama baik Adirata jika tidak mama akan mengirim mu ke negeri terpencil"ucap nya lalu pergi
"Syukur"ejek Bara lalu berlalu
"Aghhh"teriak Nara frustasi belum hilang rasa kesalnya pada Arka sudah di buat kesal lagi dengan kakak dan mama nya
Arka masuk ke Apartemen melihat Nara yg marah menatap nya tajam Arka tau kesalahan nya tapi dia bisa apa Nara melipat tangannya melihat Arka mendekat darah Nara mendidih
Plak
"Brengsek kamu"ucap Nara menampar Arka
"Maaf sayang aku tau aku salah tapi dengar kan dulu penjelasan ku"ujar Arka
"Penjelasan apa lagi Arka jelas jelas kamu lebih mementingkan Syifa dengan jalan bersama nya dan kamu memeluk nya lebih parahnya lagi nama baik ku rusak karna kamu"teriak Nara murka
"Semua nya emang salah ku tapi soal nama baik mu itu bukan kesalahan ku kamu sendiri udah aku peringatkan seharusnya kamu mengerti jika Syifa adalah istri ku semua orang pun tau itu"ujar Arka
"Apa kamu benar udah berpaling pada ku"ujar Nara kecewa
"Mana mungkin sayang aku mengajak nya jalan karna mama menyuruh ku dan saat kamu menelpon ku ada mama"ucap Arka berbohong lagi
"Aku ngak percaya"ucap Nara
"Terserah kamu mau percaya atau tidak"ucap Arka
"Oke kali ini aku memaafkan mu"ucap Nara berdamai lagi
"Dengar kan aku baik baik akan ada pemeriksaan proyek di Bandung tapi belum pasti dengan alasan itu kita akan menikah sirih di Bandung nanti aku akan mengabari kapan"ucap Arka tersenyum
"Kamu serius"ucap Nara senang
"Iya sayang aku serius dan kita akan hidup selamanya"ucap Arka tersenyum Nara memeluk nya dengan erat
"Terimakasih Arka aku mencintaimu"ucap Nara senang
"Iya sayang kita akan hidup bahagia"ucap Arka tersenyum Nara menatap Arka dan membuka jaket Arka dan mendorong Arka dengan pelan
"Jangan tinggalkan aku "ucap Nara tersenyum naik ke atas tubuh Arka
"Tentu sayang jangan hiraukan Syifa aku menikahinya karna mama ku kamu lah kebahagiaan ku"ujar Arka tersenyum Nara sangat senang lalu mencium Arka dengan agresif Arka membalas nya penuh semangat decapan ciuman mereka terdengar sampai mereka melepaskan baju masing masing sudah polos Arka tidak bisa menahan lagi 10 tahun dia menahan tidak menyentuh Nara yg tidak mau menyerahkan dirinya sekarang mereka tidak menyadari jika mereka melewati batas Nara mengusap kepala Arka yg mencumbu nya semakin intim bahkan Arka tidak ragu menanam kan benih nya yg dia tahan yg kadang jika dia tidak bisa menahan menyewa wanita malam kali ini Nara akan menjadi istri nya dan memenuhi kebutuhan nya Nara tidak sadar apa yg akan Arka lakukan yg dia takut kan selama ini sampai tubuh Arka terbenam secara langsung dan ciuman Arka terhenti dengan masih badan menyatu kaget saat punya nya tiba-tiba amblas sedangkan Nara memucat
"Apa ini Nara kamu bilang menjaga nya hanya untuk ku lalu ini apa kenapa aku bisa masuk dengan mudah"ucap Arka datar
"A....Arka dengar kan aku''ucap Nara menyelimuti tubuhnya
"Katakan dengan jujur sebelum aku murka"ucap Arka tajam dan berdiri untuk memakai kembali baju nya
"Sebenarnya aku aku"ujar Nara gugup
"Katakan"bentak Arka marah mendapatkan jika kekasihnya tidak perawan padahal setiap Arka menginginkan Nara selalu Nara bilang takut melakukan nya pada Arka karna dia takut karna itu pertama kali nyata nya tidak karna Nara takut diri nya ketahuan
"Sebenarnya 8 tahun lalu aku kenal dengan seorang pria aku tergoda dengan rayuannya aku di buat nya melayang lalu aku melakukan nya bahkan setiap ada waktu kami melakukan nya sampai aku hamil dan aku mengugurkan nya tapi saat itu kamu sangat sibuk sampai dia setiap hari memberi ku kepuasan aku hamil dengan nya tiga kali dan aku gugur kan maafkan aku Arka aku khilaf"ucap Nara jujur memegang tangan Arka yg syok bukan main
"Aghhh kurang ajar"teriak Arka mencekik Nara dengan marah mendorong Nara
"Berapa lama kalian menjalin hubungan"teriak Arka
"5 tahun adik mu juga tau itu"ucap Nara karna saat itu dia ketahuan dengan Arkan dan mendapatkan peringatan
"Aghh"teriak Arka frustasi
"Tega kamu Nara di saat aku berjuang mempertahankan hubungan kita kamu malah mengkhianati aku apa aku emang terlihat bodoh hah apa kamu kira cinta ku ini sebagai lelucuan"teriak Arka kecewa
"Tidak Arka aku sangat mencintai mu itu hanya kepuasan sesaat"ucap Nara
"Bagus itu kepuasan sesaat"ucap Arka lalu mendorong Nara dan pergi dengan rasa kecewanya bahkan Arka rela menentang mama nya demi hubungan nya ini tapi apa yg dia dapat Nara menghianati nya
__ADS_1