
Arka merasakan sesuatu panas di lengannya membuat Arka membuka mata nya melihat Syifa memeluk lengan nya dan hanya memakai mukenanya Arka menggucek mata nya dia masih marah pada Syifa dengan kesal Arka menarik tangannya membuat Syifa terbangun menatap Arka dengan lemah dia ingin meraih tangan Arka lagi tapi Arka segera berdiri memakai celana nya
"Mas aku ngak enak badan bisa kah aku memeluk mu sebentar"ucap Syifa serak mengulur kan tangannya
"Peluk aja kekasih mu"ketus Arka mengambil kemeja nya lalu pergi Syifa hanya menghembuskan nafasnya kasar kembali memejamkan mata
"Rindi kamu kenapa masih di sini"ucap Arka meneguk minuman melihat Rindi masih mengobrol di dapur
"Tuan Arka"ujar nya berdiri
"Ini sudah jam 10 malam kenapa belum pulang"ucap Arka melirik jam nya
"Iya tuan saya menunggu anda"ucap Rindi
"Kenapa"tanya Arka lalu duduk
"Saya sempat dengar pertengkaran anda dan nona sebelum saya mengantar nona ke Cafe itu soal Bara"ucap Rindi serius
"Lalu apa yg kamu ketahui"ucap Arka serius tangan nya terkepal
"Saya mendengar nona Syifa ingin melabrak Bara karna memposting foto nya yg mengumbar aurat nya karna saya tidak ingin cemas dengan nona jadi saya mengintip nona yg menemui Bara yg saya dengar nona Syifa marah-marah dengan Bara tapi Bara selalu mengatakan mencintai nya dari yg saya lihat juga saat tuan Arka datang sebenarnya nona Syifa sudah ingin pergi tapi Bara mencegah nya memegang tangan nya dan mencium nya"jelas Rindi
"Saya hanya tidak ingin tuan Arka salah paham padan nona makan nya saya menunggu tuan Arka untuk bicara"ucap Rindi
"Apa perkataan mu bisa di percaya"ucap Arka serius
"Saya serius tuan"ucap Rindi
"Baik lah kamu bawa saja mobil besok pagi baru kembali bawa ke sini"perintah Arka
"Baik tuan"ucap Rindi patuh lalu pamit pergi Arka berdiri setelah Rindi pergi
"Tuan saya juga belum lihat nona Syifa makan dari kemarin kalian kembali"ucap pembantu itu
"Saya mengerti"ucap Arka menyadari kesalahannya lalu dia berlalu menuju kamarnya Arka masuk dengan pelan ke kamar mendekati Syifa yg tertidur Arka menyentuh kening Syifa yg panas
"Syifa"ucap Arka pelan
"Syifa"panggil Arka lagi mengusap kepala Syifa yg masih terbalut mukenan
"Iya mas"ucap Syifa membuka mata nya
"Mau aku antar ke dokter"ucap Arka
"Ngak usah mas"ucap Syifa pelan
"Tapi badan mu panas kamu demam"ucap Arka bersalah Syifa hanya tersenyum kecil
"Aku ngak papa hanya demam biasa besok juga sembuh"ucap Syifa pelan dengan tersenyum
"Mau aku beli kan sesuatu"ujar Arka serius lagi lagi Syifa hanya tersenyum mengeluarkan tangannya di balik selimut
"Peluk mas Arka bisa"punya Syifa pelan Arka memeluk Syifa
"Aku mengigil mas"ucap Syifa pelan
"Maaf kan aku ya"ucap Arka mengecup kening Syifa
"Aku selalu menyakiti mu"ujar Arka bersalah Syifa hanya tersenyum
"Aku ngerti mas Arka marah jika aku menjalin hubungan dengan pria lain tapi mas mendengarat kan penjelasan dari pihak lawan itu membuat kita bisa menyelesaikan masalah jika kita menolak itu kenapa ada nya salah paham"ucap Syifa
"Aku ngak bisa mengendalikan kemarahan ku maaf kan aku"ucap Arka di angguki Syifa lalu Syifa kembali memejamkan matanya karna memang bedan nya kurang sehat.Arka menatap Syifa yg memeluk tangannya selimut menutupi tubuh nya sampai ke leher
"Cepat sembuh istri ku"bisik Arka mengecup kening Syifa lalu dengan pelan melepas pelukan Syifa dia ingin mengganti baju Syifa tapi saat pelukan itu lepas Syifa membuka mata nya
"Mas aku hanya minta peluk"lirih Syifa dengan mata berkunang -kunanh
"Aku ambilin kamu jaket aja biar tidur nya nyaman"ucap Arka
"Aku ngak butuh mas aku hanya butuh mas Arka"ucap Syifa pelan
"Baik lah"ucap Arka kembali duduk lalu memberi kan lengan nya untuk Syifa peluk Syifa melingkar kan tangannya di bahu Arka memeluk lengan Arka mulai memejamkan mata nya lagi
🌙🌙🌙
Pagi telah tiba tapi demam Syifa belum juga turun malah semakin panas bisa Arka rasakan Syifa melingkar kan tangan nya di bahu Arka tangan satu nya memeluk lengan Arka nafasnya teratur terasa panas suhu badan Syifa juga sangat panas membuat Arka khawatir Arka mengecup bibir Syifa lembut membuat Syifa merintih sedikit
.
"Mas bibir ku sakit seperti nya mau sariawan aku panas dalam"ucap Syifa menyentuh kepala nya yg berdeyut
"Masak sih"ucap Arka lalu menarik sedikit bibir Syifa bisa Arka lihat ada beberapa merah
"Mas mau sholat tapi kepala ku sangat sakit"keluh Syifa memijit kepala nya
"Udah lewat ini udah pagi nantigi kamu ganti aja"ujar Arka
"Mau aku siapin apa untuk sarapan"tanya Arka
"Ngak mas mulut ku pahit apa lagi terasa sakit"ucap Syifa pelan
"Aku panggil dokter ya"ucap Arka berajak
__ADS_1
"Ngak usah mas nanti juga sembuh"ucap Syifa pelan lalu bangkit Syifa melepaskan mukenanya ingin menurunkan kakinya
"Mau kemana sini aku bantu"ucap Arka dengan cepat memampa Syifa
"Aku mau ke kamar mandi"ucap Syifa pelan saat dia berdiri Syifa merasakan perut nya seperti di aduk aduk
Hoek Hoek
Syifa muntah cairan kuning padahal dia tidak makan apa apa lalu Syifa terduduk di bibir kasur tidak sanggup bangkit Syifa kembali lagi muntah membuat dia benar tidak kuat
"Aku panggil dokter ya"ucap Arka cemas melihat wajah Syifa pucat
"Aku ngak papa mas"lirih Syifa
"Kamu ngeyel banget sih lihat kamu muntah aku ngak mau kamu semakin sakit"kesal Arka lalu berlalu Syifa memegang kepalanya yg sangat pusing dia menarik selimut lagi tidak sanggup untuk berdiri Syifa kembali memejamkan matanya
"Bik bersihin kamar Syifa deman dia muntah"ujar Arka pada pembantu lalu dia pergi untuk menjemput dokter bahkan karna buru buru Arka melupakan jika dia bisa menelepon dokter nya
"Non"ucap paru baya itu membangun kan Syifa
"Saya mau bersihin kamarnya"ucap nya saat melihat Syifa bangun
"Iya bik maaf ya menyusahkan bibik"ucap Syifa tidak enak
"Iya nona saya juga kan di sini kerja"ucap nya tersenyum mulai membersihkan lantai nya
"Bik bisa tolong ambilin baju aku ngak kayaknya baju ku kotor karna aku muntah tadi "ujar Syifa
"Iya non"ucap nya lalu mengambil baju ganti Syifa paru baya itu juga mengambil kan minyaka angin membantu Syifa memoleskan ke seluruh tubuh Syifa membantu Syifa menganti baju
"Siapin sarapan mas Arka ya bik maaf merepotkan lagio"ucap Syifa lalu berbaring
"Ngak papa nona"ujar nya tersenyum kembali mengepal
Dokter memeriksa keadaan Syifa meletakkan beberapa alat di dada dan perut Syifa memeriksa juga suhu badan Syifa karna badan Syifa sangat panas dokter itu memeriksa nya dengan serius Arka hanya berdiri di samping Syifa yg memeriksa keadaan Syifa
"Nona Syifa baik baik saja"ujar nya lalu mengambil kertas di tas nya siap menulis resep yg akan di tebus di apotik
"Tapi dok tadi Istri saya muntah badan nya juga panas"ujar Arka menjelaskan
"Iya saya tau tuan karna nona Syifa hanya terkena demam biasa dia muntah karna lambung nya naik karna perut nya ngak di isi sama sekali"jelas dokter nya
"Dok saya juga mengigil kayak nya panas dalam "ucap Syifa pelan
"Iya nona"ucap nya tersenyum mengerti keadaan Syifa
"Berikan juga resep yg baik untuk sariawan Istri saya"ujar Arka
"Ya tuan saya sudah menulis obat nya anda bisa menembus nya obat sariawan nya juga sudah saya tulis nona Syifa akan sembuh dalam 3 hari"ucap dokternya
"Sariawan juga butuh proses sembuh tuan dia akan memerah menunggu mengelupas lama lama sembuh jika di beri obat juga akan sembuh dalam 3 hari"jelas nya
"3 hari saya mau istri saya sembuh dalam beberapa jam apa lagi sariawan nya"ucap Arka
"Ngak bisa tuan "ujar nya
"Mas ngak usah marah mulu masak iya orang demam bisa sembuh dalam hitungan menit butuh proses kan"ucap Syifa pelan
"Pokok nya saya tidak mau tau istri saya harus segera sembuh jika ngak saya akan melaporkan anda supaya anda di pecat"kesal Arka
"Mas"ucap Syifa meraih tangan Arka di samping nya.
"Nanti aku akan sembuh tapi butuh waktu jangan kayak gitu ahh malu"ucap Syifa pelan
"Aku mau kamu cepat sembuh apa lagi sariawan ini aku ngak mau kamu kesusahan saat makan nanti"ucap Arka mengelus kepala Syifa
"Aku ngak papa mas mending mas Arka antar dokter nya setelah itu ambil obat nya aku mau istirahat dan aku mau memeluk mas Arka"ucap Syifa menenangkan suaminya
"Iya baik lah"ujar Arka mengecup kening Syifa
"Jika selesai saya antar dok"ujar Arka datar dokter itu mengerti sudah biasa dengan Arka jadi memahami watak Arka seperti apa
Arka menenteng obat Syifa membawa semangkuk bubur membawa ke kamar Arka menatap Syifa yg tertidur bibirnya merah karna panas dalam nya Syifa tidur sangat lelap Arka meletakkan mangkuk dan obat nya lalu duduk di samping Syifa
"Syifa"ucap Arka mengecup lembut kening Syifa membuat Syifa membuka matanya pelan
"Ayo makan dulu setelah itu minum obat"ujar Arka membantu Syifa bersender di kepala ranjang lalu Arka menyuapi Syifa dengan pelan
"Ngak ahh"ujar Syifa saat satu nya suapan masuk dia segera meneguk air merasa perut nya tidak nyaman
"Kenapa"ujar Arka
"Ngak nyaman mas "ucap Syifa menolak
"Ayo kamu harus makan nanti makin sakit bukan kah dokter menyuruh mu makan"ujar Arka memaksa
"Ngak enak ngak nyaman "tolak Syifa kembali berbaring
"He he siapa menyuruh mu berbaring ayo cepat makan dulu"ujar Arka tapi Syifa membelakangi nya memeluk guling
"Aku ngak mau ngak enak"ucap Syifa pelan Arka mengatur nafasnya biar tidak emosi
"Oke"ucap Arka lalu berdiri berlalu
__ADS_1
Arka ternyata menelpon Fatma dia bingung harus bagaimana jadi Arka menelpon Fatma jika Syifa sakit tidak mau makan dengan cepat Fatma membuat kan sup kesukaan Syifa saat sakit di bantu Zahra setelah itu mereka segera pergi menuju rumah Arka
"Assalamualaikum"salam Fatma dan Zahra
"Waalaikum salam"ucap Arka mendekati mama nya
"Syifa sakit mau hamil atau gimana"ucap Fatma tersenyum
"Tidak ma Syifa sakit karna aku "ucap Arka
"Aku marah pada nya aku kira dia masih berhubungan dengan Bara jadi aku sedikit menyakiti nya sampai dia sakit tidak memikirkan kesehatan Syifa "ucap Arka
"Keluarga itu selalu membuat hubungan kalian rengang"ucap Fatma
"Biar aku siapin ma"ucap Arka mengambil ahli rantang nya
"Ohh ya kami tunggu di kamar"ucap Fatma
"Zahra ayo"ajak Fatma mereka segera menuju kamar utama
"Syifa"ucap Fatma duduk di samping Syifa mengelus kepala Syifa
"Ayo bangun sayang"ujar Fatma mengecup kening Syifa yg terasa panas
"Ayo bangun"ucap Fatma mengelus bahu Syifa
"Mama kok di sini"ujar Syifa pelan menyentuh kepalanya yg berdenyut
"Iya mama dengar kamu sakit"ucap Fatma tersenyum
"Tidak aku ngak sakit"ucap Syifa lalu memeluk perut mama nya
"Aku hanya butuh istirahat saja"ucap Syifa tersenyum
"Jangan manja-manja pada mama udah punya suami juga"ucap Fatma mencubit pipi Syifa
"Aku kan lagi sakit ma"ucap Syifa cemberut
"Kata nya ngak sakit"ucap Fatma tersenyum
"Ayo makan dulu"ujar Fatma membantu Syifa duduk Arka masuk membawa mangkuk sup
"Nah itu mama udah masakin sup kesukaan kamu"ucap Fatma
"Ma perut ku ngak enak makan mulut ku sariawan"ucap Syifa
"Makan Syifa nanti mau minum obat"ucap Fatma
"Terlalu manja ya Syifa"ucap Zhara
"Ngak aku ngak manja"ucap Syifa
"Ayo makan aku suapin"ujar Arka duduk
"Ngak ahh"tolak Syifa
"Makan lah"ucap Arka mengaduk sup nya dan memberi kan satu suapan pada Syifa
"Enak sih tapi bibir ku sakit"keluh Syifa menyentuh bibirnya
"Kamu harus makan aku ngak mau lihat kamu sakit"ucap Arka mengusap sudut bibir Syifa
"Iss ngak tau rasa sakit bagaimana"ujar Syifa
"Ya tahan lah jika perut nya ngak isi makin sakit"ucap Arka
"Sini"ucap Arka menepuk pangkuan nya
"Emang aku anak kecil"ucap Syifa cemberut
"Makan nya ayo makan"ucap Arka memberi satu suapan lagi Syifa makan dengan pelan satu suapan satu tegukan air untuk mendorong makanannya karna tanpa mengunyah
"Kita pergi aja suami istri ini tidak mau di ganggu"bisik Fatma mengajak Zhara pulang lalu mereka pergi tanpa berpamitan
"Lho mama kemana"ucap Syifa menyadari tidak ada kehadiran mama nya
"Pulang mungkin"ucap Arka mengangkat sendok nya lagi Syifa langsung melahap nya
"Karna aku bibir ini terluka"ucap Arka lalu mengecup sekilas bibir Syifa
"Mas sakit''ucap Syifa
"Iya maaf ya"ucap Arka menangkup wajah Syifa lalu mengecup lama kening istrinya
"Tapi mas kok mas tau kebenaran nya''tanya Syifa menerima suapan Arka
"Rindi cerita sama aku dia mengawasi mu"ujar Arka
"Keluarga Adirata itu selalu mengusik ketenangan kita"ucap Arka kesal
"Apa pun masalah yg mereka timbul kan kita tidak akan bisa terpisah karna apa karna Allah mentakdirkan kita bersama jadi sekuat apa pun mereka memisahkan mereka tidak akan mampu"ujar Syifa tersenyum
"Iya istri ku"ujar Arka tersenyum mengusap pelan kepala Syifa
__ADS_1
"Sekarang habiskan makanan nya setelah itu minum obat dan istirahat"ujar Arka di angguki Syifa dengan patuh menerima setiap suapan yg Arka berikan sampai sup nya habis