Jodohku Seorang Presdir

Jodohku Seorang Presdir
Semakin dekat


__ADS_3

Arka mengajak Syifa makan di luar karna Syifa tadi belum makan siang jadi mereka jalan .Mereka memasuki restoran mewah dengan Syifa memakai gamis pink dan hijab nya dia memeluk lengan Arka lalu Arka menarik kursi untuk istrinya itu melihat menu nya untuk membacakan menu nya biar Syifa bisa memesan nya


"Mas malas deh makan makanan ini"ucap Syifa pelan


"Bosan ,apa kamu sering makan di sini bersama Bara"ucap Arka menutup buku menu nya


"Iya"ucap Syifa sedikit ragu


"Jika begitu kita pindah saja aku akan ajak kamu makan ke tempat yg paling mewah di dunia"ucap Arka berdiri lalu mengengam tangan Syifa mereka segera pergi


"Emm mas boleh aku request tempat nya"ucap Syifa semangat


"Ya silahkan"ucap Arka masuk mobil bersama Syifa


"Pak ke jalan x ya"ucap Syifa pada supir nya


"Baik nona"ucap nya melaju kan mobilnya


"Emang mau pesan apa sih"ujar Arka mengingat sepertinya tidak ada restoran di jalan itu


"Ntar juga mas tau enak lho mas"ucap Syifa tersenyum Arka hanya acuh saja


Arka tercengang melihat Syifa mengajak nya ke warteg tidak jauh dari tokoh nya apa lagi Syifa mengajak teman nya makan yg lebih parah lagi Arka di ajak Syifa makan di sana


"Udah tenang kali ini mas Arka yg akan traktir"ucap Syifa tersenyum mendengar teman nya sudah datang


"Jadi ngak enak Syifa"ucap Zenap tersenyum


"Syifa kenapa kita makan di sini"tanya Arka tidak percaya


"Sekalian mau traktir mereka mas udah lama aku ngak traktir mereka"ucap Syifa


"Takut nya nanti uang ku ngak cukup"ucap Arka tepat nya dia menghindar tidak mau di ajak Syifa makan di warteg


"Orang satu porsi cuman lima belas ribu"ucap Syifa tersenyum


"Mbak seperti biasa ya"ucap Syifa pada wanita pemilik warteg


"Di tunggu ya Syifa"ujar nya


"Jadi apa tokoh membaik"tanya Syifa


"Lumayan sih"ucap Zahra sebenarnya mereka tidak enak ikut karna ada Arka tadi mereka pikir Syifa yg akan datang sendiri


"Syifa aku keluar sebentar"ujar Arka berdiri lalu menuju mobil menelpon


"Syifa kamu kok ngajak tuan Arka tentu tuan Arka risih makan bersama kami"ucap Zenap pelan


"Bukan risih makan bersama kalian tapi dia belum pernah makan di tempat seperti ini"ujar Syifa tersenyum


"Udah santai aja"ucap Syifa lagi


"Kami ngak enak tau"ucap Zahra melirik Arka


"Ngak apa"ucap Syifa lagi


"Nih kali ini mbak udah kasih yg spesial"ujar nya meletakkan pesanan Syifa


"Minuman es teh aja mbak"ucap Syifa


"Iya"ucap nya tersenyum


"Mas Arka"panggil Syifa


"Iya sebentar"ucap Arka lalu dia kembali duduk di samping Syifa


"Ayo mas di makan"ujar Syifa


"Iya iya"ucap Arka menatap makanan itu mereka makan dengan lahap tapi beda dengan Arka yg masih ragu dengan makanan itu


"Aku ngak makan"bisik Arka pada Syifa membuat Syifa menoleh


"Kenapa"ujar Syifa heran


"Aku udah kenyang sebelum pulang tadi aku udah makan"ucap Arka


"Coba aja mas"ucap Syifa mengankat sendok nya ke arah Arka sungguh Arka takut nanti dia sakit perut makan makanan itu


Cup


"Jika kamu terus memaksa kayak gini aku akan terus menciumi mu sampai kamu malu di depan teman mu"bisik Arka setelah mencium pipi Syifa dan ancaman itu sangat ampuh wajah Syifa memerah


Huuk huuk


"Hati hati Zahra"ucap Zenap terkikik melihat Zahra terbatuk


"Seperti nya sangat menggangu kehadiran mas Arka"ucap Syifa tersenyum malu


"Tidak"ucap semua serentak padahal Syifa hanya mengubah topik


"Aku hanya kaget melihat tuan Arka mencium mu"ucap Zahra cepat mengganggap serius ucapan Syifa


"Ahh"Syifa tercengang seketika pipinya kembali memerah


"Ya ampun Zahra"ucap Asma terkikik

__ADS_1


"Emang ada yg salah"ucap Zahra heran


"Banget"ucap semua serentak Syifa hanya tersenyum malu


"Di mengerti dong Zahra aku kan jadi malu"ucap Syifa menggeleng Arka mengankat sendikit sudut bibirnya melihat tingkah Zahra dan teman istri nya yg lain replek sendiri Arka mengacak kepala Syifa


"Iss mas Arka"ucap Syifa cemberut


"Ya deh aku benarin aurat nya kelihatan"ucap Arka memegang pipi Syifa lalu merapikan rambut Syifa yg keluar akibat dia mengacak kepala Syifa tadi


"Ahh tuan Arka membuat aku jadi pingin nikah"ucap Aulia baper


"Jaga ucapan mu"ucap Asma tersenyum


"Zahra yg di romantisin itu Syifa kok kamu yg memerah"ucap Zenap menggoda


"Udah mas Arka "ucap Syifa tersenyum menurun kan tangan Arka


"Mereka jomblo bahaya jika kebelet nikah"ucap Syifa tersenyum menggoda temannya


"Betah melihat kamu dengan pipi memerah"ucap Arka mulai mengisengi Syifa


"Aku yg mendengar nya kenyang ya"ucap Asma lalu semua tertawa


"Udah ngak baik makan sambil bicara terus"ucap Syifa tersenyum melanjutkan makan nya


"Mbak mau bayar"ucap Syifa lalu wanita itu mendekat menghitung semua pesanan mereka


"Totalnya 150 ribu"ucap nya


"Mas dompet mu"ucap Syifa mengadahkan tangannya


"150 ribu"ucap Arka mengeluarkan dompetnya memberi kan Syifa uang merah dua lembar


"Kembalian nya"ucap nya menerima uang yg di beri kan Syifa


"Lebih nya ambil aja mbak"ucap Syifa berdiri


"Kebanyakan"ucap nya


"Ngak apa mbak ambil aja mumpung ada rezeki lebih"ujar Syifa berdiri lalu meraih tangan Arka untuk dia peluk mereka segera pergi


"Tuan Arka terimakasih ya atas traktiran nya"ucap Zahra tersenyum


"Hhmm"gumam Arka membuka pintu mobil


"Kalian ke sini naik apa"tanya Syifa penasaran


"Naik motornya kamu ngak papa kan"ucap Zenap tidak enak emang benar motor Syifa ada di tokoh


"Iya"ucap Syifa


"Mas Arka"panggil Syifa


"Bisa, kenapa"tanya Arka menatap Syifa


"Mas mereka pulang ke tokoh di antar supir mas bisa akan ajak aku naik motor keliling sebentar"ucap Syifa


"Ya tapi aku ngak mau naik motor butut itu nanti aku suruh Arkan belikan dulu"ucap Arka mengeluarkan ponsel nya


"Mas motor itu aku beli dengan hasil aku sendiri aku mau naik motor itu bersama mas Arka"ucap Syifa memelas


"Baik lah aku akan menemani mu"ucap Arka membuat Syifa tersenyum lebar


"Terimakasih mas"ucap Syifa semangat


"Zahra kalian naik mobil aja ya aku mau jalan sama mas Arka pakai motor"ucap Syifa semangat


"Ya udah hati hati"ucap Zahra menyerah kan kunci motornya


"Kami duluan ya"ucap Syifa semangat


"Ayo mas"ucap Syifa menarik tangan Arka


"Ya sabar"ucap Arka lalu menuntun Syifa naik motor lalu Arka naik segera melaju kan sepeda motor nya Syifa sangat senang dia melingkar kan tangan di pinggang Arka


"Senang ya bisa peluk tubuh ku"ucap Arka


"Intinya jika dengan mas Arka akan selalu membuat aku senang dan bahagia"ucap Syifa tersenyum menikmati angin yg menerpa tubuhnya


"Ya aku ini emang sumber kebahagiaan"ujar Arka tersenyum


"Ye mas Arka selalu sombong"ujar Syifa tersenyum merentangkan tangannya . Mereka berkeliling Arka dengan sabar mengajak Syifa bahkan mengatakan apa yg mereka lewati pada Syifa


"Kok berhenti mas"ucap Syifa merasakan Arka menghentikan motornya


"Kita di hampiri polisi"ucap Arka


"Selamat siang pak"ujar nya turun dari motor


"Ya siang"ucap Arka


"Bapak habis dari mana dan mau kemana"tanya nya sopan


"Saya mau mengajak istri saya berkeliling"ucap Arka santai

__ADS_1


"Bisa tunjukkan surat nya bapak melanggar peraturan bapak dan istri tidak memakai helm saya akan menilang"ucap nya lagi


"Heh kamu tidak tau siapa saya"ucap Arka serius


"Mas kita emang salah"bisik Syifa


"Saya tau pak anda tuan Arka Karten pemilik perusahaan terbesar di kota ini tidak hanya di sini tapi hampir seluruh negri tapi pak saya juga melakukan tugas jadi dengan terpaksa saya akan menilang anda"ujar nya


"Berani kamu menilang saya "kesal Arka dia tidak terima jika di tilang


"Saya hanya menjalankan tugas pak"ucap nya sopan


"Saya akan lapor kan biar kamu di pecat berani menilang saya"kesal Arka


"Silahkan bapak laporkan karna saya rasa saya sudah benar memakai helm itu juga demi keselamatan kalian jika kalian kecelakaan bagaimana"ucap nya sopan


"Kamu mendoakan kami celaka"kesal Arka


"Mas udah benar apa yg katakan bapak ini kita salah"ucap Syifa


"Pak maafkan sikap suami saya bapak boleh menilang kami karna kami emang salah"ucap Syifa ramah


Arka kesal polisi ini menilang nya seumur hidupnya baru kali ini Arka di tilang meski dia bersalah tidak akan ada yg berani menilang nya Arka juga kesal Syifa membela polisi itu membuat mood Arka berubah draktis


"Mas Arka marah ya"ucap Syifa merasakan Arka hanya diam


"Udah tau masih nanya"ketus Arka mereka menuju arah pulang


"Mas siapa pun kita jika kita salah ya tetap salah lagian pak polisi itu udah baik mengingat kan kita"ujar Syifa


"Terserah"ketus Arka dia benar kesal Syifa hanya tersenyum kecil dengan tingkah Arka kadang semena -mena Syifa memeluk Arka dengan erat untuk berpegangan


###


Setelah membuat alarm sholat subuh Syifa bangun untuk menunaikan sholat subuh karna dia juga mendengar suara azan jadi Syifa dengan pelan ke kamar mandi untuk berwudhu setelah itu Syifa menunaikan sholat subuh


"Hah rasanya rindu mengaji"gumam Syifa menghembus nafasnya dengan kasar saat selesai sholat Syifa lalu tersenyum berdiri mendekati Arka


"Mas Arka mas bangun"ucap Syifa lembut membangun kan Arka


"Mas"ucap Syifa lagi


"Kenapa"ucap Arka serak menoleh ke arah Syifa


"Mas aku sangat rindu mengaji jadi apa mas bisa membaca kan aku Al-Qur'an"ucap Syifa


"Kan kamu udah aku beri alat untuk mendengar pengajian dan surat-surat Al-Qur'an"ucap Arka kembali memejamkan mata


"Ngak mas aku mau dengar secara langsung mau rasain membacanya"ucap Syifa


"Mas ayo mas"ucap Syifa merasakan Arka tertidur lagi


"Ihh mas Arka"ucap Syifa sebal mencubit bahu Arka


"Kamu bisa sendiri kan aku mau tidur"teriak Arka dengan kesal


"Maafkan aku"ucap Syifa lalu berlalu dia benar sedih saat Arka membentak nya Arka menatap raut wajah Syifa yg sedih jadi Arka berajak


"Duduk saja di sini"ucap Arka datar lalu ke kamar mandi Arka berwudhu setelah itu dia kembali ke arah Syifa yg duduk di atas sajadah nya untuk berzikir


"Aku akan mengaji kamu tunggu sekalian aku sholat dulu"ucap Arka mengambil peralatan sholat nya Syifa diam diam tersenyum kecil mendengar Arka mau sholat dengan senyum bahagia Syifa mendengar lantunan ayat yg Arka baca kan saat sholat sampai selesai Syifa tidak menyangka Arka bisa semerdu itu melantunkan ayah suci.Arka berajak mengambil Al-Qur'an lalu duduk di samping Syifa


"Pegang tangan ku"ucap Arka membuka Al-Qur'an lalu mengarah kan tangan Syifa ke tangannya seakan Syifa ikut menyimak Arka mulai membaca kitab suci dengan merdu tangannya bergerak bersama tangan Syifa mereka membacanya Syifa sangat menikmati nya


"Makasih mas"ucap Syifa tersenyum saat mereka selesai mengaji Arka meletakkan nya dengan pelan lalu memegang tengkuk Syifa mencium lembut kening Syifa


"Letakkan di tempat semula mas''ujar Syifa tersenyum


"Iya lah masak aku buang"ketus Arka berdiri mencium Al-Qur'an itu lalu meletakkan nya meletakkan peci nya Syifa juga melepaskan mukenanya nya berjalan menyimpan nya seperti biasa dia lakukan


"Apa mas Arka tau pagi ini sangat indah dan istimewa"ucap Syifa tersenyum lalu berjalan


"Aku masih mau tidur sekarang kamu harus membuat aku tidur"ucap Arka mendekati Syifa


"Dengan cara"ucap Syifa bertanya


"Ya terserah kamu mau berbuat apa yg penting aku bisa tertidur kembali"ucap Arka lalu mengendong Syifa dengan romantis


"Mas Arka mau ngapain"ucap Syifa


"Biar cepat lah sampai ke kasur nya"ucap Arka lalu meletakkan Syifa dan Arka berbaring di pangkuan Syifa membuat Syifa menahan nafasnya


"Tegang mulu"ujar Arka memejamkan mata dengan memeluk perut Syifa yg bersender di ranjang


"Kaget mas"ucap Syifa tersenyum lalu mengusap kepala Arka


"Mas besok emang ngak kerja"tanya Syifa


"Aku ngantuk mau tidur meski aku telat kerja juga ngak akan di pecat"ketus Arka masih memejamkan mata


"Dan jangan mengajak ku bicara"ucap Arka lagi


"Iya mas"ucap Syifa tersenyum mengelus kepala Arka dengan lembut lalu Syifa mencium kepala Arka dengan penuh cinta membuat Arka membuka mata nya lalu menatap Syifa


"Apa ngak pegal nanti baringan aja"ucap Arka serius

__ADS_1


"Ngak papa mas"ucap Syifa tersenyum


"Ngak ngak kamu baringan aja"ucap Arka duduk Syifa lalu berbaring dengan benar Arka berbaring merentang kan tangannya dan kepala Syifa dia letakkan di lengan nya Arka mengarah kan tubuh Syifa memeluk nya Syifa hanya patuh dia juga deg degan dengan perlakuan Arka saat itu jantung Syifa berdetak dengan cepat sedang kan Arka lama lama kembali tertidur dengan Syifa memeluk nya sampai Arka kembali tertidur dengan pulas


__ADS_2