
Arka menyiapkan berkas nya untuk di bawah ke kantor karna akan ada beberapa pertemuan penting setelah selesai Arka memasukkan ke dalam tas nya dan membawanya ke bawah Arka mencari Syifa karna Arka mau mengajak Syifa ke kantor Arka sudah tidak percaya Syifa di jaga orang lain karna kejadian kemarin tapi Syifa nya tidak ada membuat Arka kesal istri nya itu hilang
"Kemana lagi Syifa"ucap Arka melihat sekitar lalu dia mendapatkan Syifa di dapur dengan mencuci piring dengan pelan Arka meletakkan tas nya lalu menghampiri Syifa
Cup
"Mau ikut ke kantor"bisik Arka melingkar kan tangan nya di perut Syifa dengan mengecup pipi Syifa
"Astaghfirullah"ucap Syifa kaget
"Mas kaget lho"ucap Syifa menoleh dan tersenyum
"Ayo cepat mau ikut apa ngak nanti aku telat"ucap Arka
"Ke kantor emm kenapa aku ngak di rumah aja mas"ucap Syifa menghadap Arka
"Ck di rumah ngak ada orang ayo ahh kelamaan"ujar Arka menarik tangan Syifa
"Mas masak aku pakai daster ke kantor nya"ujar Syifa menghentikan langkah Arka dan Arka menilai Syifa
"Ohh iya lupa"ucap Arka tersenyum lalu mengendong Syifa
"Biar cepat udah mau telat"ucap Arka dengan langkah lebar dan menurunkan Syifa
"Aku pilih kan baju kamu"ucap Arka menuju lemari dan memilih gamis Syifa dia memilih warna biru senada dengan kemeja nya
"Kok repot mas"ucap Syifa tersenyum
"Biar cepat"ucap Arka bergegas
"Sekarang cepat lepas baju mu"perintah Arka
"Hah di depan mas Arka"ucap Syifa serius
"Iya lah ayo nanti aku telat"ucap Arka meletakkan baju Syifa di kasur lalu menarik baju Syifa yg di pakai
"T....tapi mas"ucap Syifa berusaha menolak tapi sayang Arka belum menyadari hindaran Syifa kini Arka bisa melihat dengan jelas tubuh Syifa yg hanya kebalut tektop dan celana di atas lutut nya Arka terdiam
"M...mas Arka"ucap Syifa tidak mendengar keberadaan Arka lagi tapi Arka hanya terdiam menatap Syifa
"Mas Arka"ucap Syifa gugup berusaha menutupi dadanya.Arka perlahan melangkah semakin dekat dengan Syifa lalu memegang tangan Syifa terus melusuri sampai ke bahu Syifa kini Syifa benar gugup tidak bisa berkata lagi Arka dengan lembut mengecup kening Syifa lalu menangkup wajah Syifa dengan mata nya terus menyapu tubuh Syifa tanpa di sangka Arka menempelkan bibirnya ke bibir Syifa dan menarik pingang Syifa tentu Syifa kaget
"M....mas"lirih Syifa memegang pingang Arka dia benar gugup entah lah tapi Arka tidak bergeming dia terus mencium bibir Syifa menuntun Syifa ke kasur membaringkan Syifa menindih Syifa.Arka mengusap wajah Syifa Dengan lembut lalu kembali menciumi Syifa bibir nya terus liar menuntut Syifa lama lama bibir itu turun ke leher Syifa , Arka semakin semangat menjamah Syifa meninggalkan beberapa jejak Syifa hanya mampu terdiam tidak bereaksi Arka akan melakukan apa Syifa belum menyadarinya sedang kan Arka sangat semangat mencumbu istri nya itu sampai dia benar lupa dia akan melakukan apa Arka ingin melakukan lebih penampilan nya saja sudah sangat berantakan
Dret dret
Arka kaget dengan gentaran ponsel masih berada di atas tubuh Syifa Arka merogoh saku jas nya mengankat telpon yg ternyata dari Arkan
"Halo"ucap Arka masih meneliti wajah Syifa yg mengatur nafasnya
"Kakak di mana infekstor kita akan segera datang"ucap Arkan di telpon
"Aku akan segera datang"ucap Arka lalu mematikan telponnya Arka segera bangkit
"Aku aku tunggu di luar"ucap Arka lalu berlalu
"Huh apa yg aku lakukan"gumam Arka mengacak rambut nya frustasi
"Duh mas Arka "ucap Syifa menepuk pipinya yg terasa panas menyentuh dada nya yg bergemuruh hebat
"Ngapain aku harus malu dia istri ku milik ku sesuka aku melakukan apa pada nya"ujar Arka menepis rasa yg menganggu nya Arka mengambil tas nya lalu kembali ke lantai atas untuk menunggu Syifa
"Udah selesai"ucap Arka saat Syifa keluar dari kamar
"Ehhh mas Arka i..iya mas udah"ucap Syifa gugup pipi nya kembali memerah mengigat adegan tadi
"Ayo aku udah telat"ucap Arka lalu memeluk bahu Syifa mereka menuju mobil
🚘🚘🚘
Di mobil Syifa hanya menatap ke depan ya apa yg harus dia lihat karna semuanya sama gelap jadi Syifa hanya menatap ke depan sedangkan Arka sesekali melirik Syifa karna dia masih ingin bermadu dengan Syifa berkali kali Arka berusaha menepis rasa tapi rasa itu membuat dia tidak pokus
"Ehhm Syifa"ujar Arka berdehem
"Iya mas"ucap Syifa menoleh
"Emm itu emm kamu kamu kamu kan istri ku"ujar Arka dia susah untuk mengatakan maksudnya
"Iya mas kenapa"ucap Syifa lalu Arka mendekat kan wajah nya berbisik pada Syifa membuat Syifa terdiam lagi Arka kembali lagi meraih tangan Syifa lalu menyusup ke hijab Syifa menciumi leher Syifa
"Mas di depan ada supir nanti dia lihat aurat ku"bisik Syifa
"Ck ngak bisa dong"ucap Arka tapi dia tersenyum menyudut kan Syifa ke jendela mobil dia kembali menciumi Syifa dan Syifa juga ngak bisa menolak keinginan suaminya ini.Supir yg melirik kedua nya mempercepat laju kendaraan pokus dengan kendaraan tapi semakin dia mempercepat decapan ciuman Arka semakin terdengar apa lagi saat dia mengecup leher Syifa yg di balik hijab nya
"Lho pak kok kak Arka belum keluar"ujar Arkan heran yg menunggu di loby apa lagi supir itu keluar dengan sendirinya supir itu hanya menunduk sulit untuk mengatakan nya
__ADS_1
"Mas udah sampai"bisik Syifa menyadari nya Arka menegak kan kepalanya
"Kamu belum lolos"bisik Arka lalu mengecup pipi Syifa dan keluar baru saja Arkan ingin membuka jendela mobil
"Ehh kamu mau ngapain"ucap Arka pada Arkan
"Kakak sendiri ngapain kayak gelandangan"ucap Arkan melihat Arka lalu dia menganga
"Kak Arka ini masih pagi"ucap Arkan baru sadar tentu Arkan mengerti apa yg terjadi
"Bukan urusan mu"ujar Arka memutari mobil dan membuka sedikit celah pintu mobil melihat Syifa membenarkan penampilan nya
"Ayo"ucap Arka membantu Syifa keluar
"Wah kakak ipar cantik banget"ucap Arkan mendekati Syifa
"Kamu bisa saja"ujar Syifa tersenyum lalu memeluk lengan Arka mereka segera masuk
"Kak aku tunggu di ruang meeting "ucap Arkan saat sampai di depan ruangan Arka
"Iya"ucap Arka lalu masuk ke ruangan nya
"Syifa aku ada meeting ya cukup lama kamu di sini aja ya ini udah aku bawain Airphone nya"ucap Arka meletakkan Airphone di tangan Syifa
"Iya mas"ucap Syifa tersenyum
"Ingat urusan kita belum selesai"ucap Arka lalu mengecup kening Syifa dan berlalu
"Mas Arka kok malah suka mencium ku"gumam Syifa tersenyum menyentuh keningnya lalu dia meraba ke sofa Arka untuk dia duduki
Devil memikirkan sesuatu lalu dia berajak untuk pergi Devil menatap tokoh Syifa dari jauh banyak pelagan pada keramaian itu Devil ragu mau masuk apa tidak dia benar tidak tau harus melakukan apa lalu tiba-tiba Devil di kaget kan oleh ketukan seseorang Devil segera turun
"Pak Devil kok hanya di mobil"tanya Asma heran tadi dia mau membuang sampah tapi dia melihat mobil Devil
"Apa Zahra sibuk"tanya Devil serius
"Jika pak Devil mau ketemu bisa kok "ucap Asma tersenyum
"Mari pak"ucap Asma tersenyum
"Iya"ujar Devil lalu mengikuti Asma
"Zahra ada pak Devil mencari mu"bisik Asma pada Zahra
"Iya mbak"ujar nya tersenyum Zhara segera mendekati Devil yg duduk di kursi tunggu
"Pak Devil mencari saya ada apa"tanya Zahra ramah
"Bisa ikut sebentar"ujar Devil menatap Zahra
"Iya "ucap Zahra mengikuti Devil
"Emm Zahra"ucap Devil serius saat mereka sudah duduk di cafe terdekat
"Apa kamu udah punya pacar"tanya Devil tiba-tiba
"Saya hanya ingin menjadi yg terbaik untuk suami saya pak saya tidak mau nanti dia cemburu jika saya dekat dengan pria lain"ucap Zahra sopan Zahra menyeduh jus nya
"Emm Zahra papa saya mau saya segera menikah Syifa juga pernah bilang jika kamu bisa saya jadikan istri saya tau kita baru kenal jadi mau kah kamu menerima lamaran saya ahh tidak jangan buru-buru kamu bisa menerima cincin saya jika kita tidak cocok kamu bisa mengembalikan nya dan kita mengakhiri hubungan kita maksud saya kita saling mengenal dulu"jelas Devil mengutarakan kemauan nya
"Maksud pak Devil apa saya tidak mengerti"ucap Zahra bingung dengan perkataan Devil
"Saya mau meminang mu kita lakukan pendekatan saja"ujar Devil lalu melepaskan kalung nya yg ada cincin
"Dulu saya pernah melamar seorang cewek dengan cincin ini tapi sayang papa saya tidak setuju sampai dia meninggalkan saya"ucap Devil serius
"Pak Devil kenapa harus saya"ucap Zahra bingung
"Syifa juga bilang jika kamu cocok dengan saya"ujar Devil
"Bapak tau kan keluarga saya seperti apa "ujar Zahra bingung
"Apa kamu menolak saya"ucap Devil tapi dia tidak bisa memarahi Zahra saat ini
"Ini jika kamu menerima saya kamu pakai dan jika kamu menolak saya kamu bisa nanti titip kan pada Syifa"ujar Devil ego nya tergores lalu Devil pergi
"Aku harus apa niat pak Devil bagus tapi"ucap Zahra mengambil cincin sederhana itu
"Nanti aku akan meminta petunjuk pada Allah mana yg terbaik untuk ku"gumam Zahra lalu menyimpan cincin itu dan pergi
"Zahra pak Devil mengajak mu kemana"ujar Zenap mereka lagi makan karna tokoh lagi sepi
"Aku harus bagaimana"ujar Zahra duduk lalu meminum air putih
"Apa nya harus bagaimana"tanya Aulia heran
__ADS_1
"Pak Devil melamar ku maksud ku meminang ku"ucap Zhara bingung dan seketika mereka semua terbatuk
"Apa"ucap semua kaget meneguk air
"Kok tiba-tiba"ujar Zenap mendekati Zhara
"Aku ngak tau dia bilang kami bisa melakukan pendekatan dulu jika nanti hubungan kami tidak ada kecocokan kami bisa mengakhiri nya"ucap Zahra mengeluarkan cincin nya
"Tunggu apa lagi pakai dong"ucap Zenap memakai kan nya di jari Zahra
"Ihh Zenap kok di pakai sih aku kan belum menerima nya"ucap Zahra ingin melepaskan cincin itu tapi tidak bisa lepas
"Bantuin kok ngak bisa"ucap Zahra mengulur kan tangan nya Asma membantu berusaha melepas tapi tidak bisa dia memberi kan tangan Zahra minyak tapi ngak bisa di lepas juga
"Ehh itu nama nya jodoh dong lihat ngak bisa lepas"ucap Zenap tersenyum
"Hanya kebetulan"ucap Zahra berajak ke kamar mandi untuk melepaskan nya dengan sabun
"Bagaimana pendapat kalian"ucap Zenap
"Pak Devil tampan sih tapi aura nya kayak menyeramkan"ucap Aulia
"Iya benar menakutkan"ucap Asma lalu Zahra ke kembali dengan tangan memerah
"Gimana"ucap semua
"Ngak bisa udah aku kasih sabun tapi ngak bisa lepas ini semua Zenap nih"ucap Zahra cemberut
"Mungkin ini pertanda Zahra"ucap Zenap tersenyum
"Aku butuh petunjuk"ucap Zahra
"Ya emang aku akui pak Devil tampan dan baik sih tapi bagaimana aku jelas kan dengan paman ku"ujar Zahra bingung
"Emang paman mu pernah mengatakan mahar nya jika ada cowok yg melamar mu"ucap Asma bertanya
"Iya pernah dia bilang mahar nya minimal di atas 200 juta untuk mengganti uang untuk membiayai ku"ucap Zhara
"Emm bagaimana nanti semisal kamu akan menikah kita tipu aja paman mu kita bilang pak Devil itu hanya tukak ojol seperti yg kamu katakan"ucap Aulia
"Tapi bagaimana dengan keluarga pak Devil"ucap Zenap
"Udah soal itu belakangan aja yg penting Zahra dan pak Devil jalani aja dulu hubungan nya"ucap Asma tersenyum
Selesai meeting Arka segera kembali ke ruangan nya dia tidak sabar ingin bersama Syifa saat Arka masuk Syifa terlihat memakai Airphone dengan berbaring di sofa menikmati apa yg dia dengarkan Arka mendekati Syifa melepaskan Airphone nya dan menaiki tubuh Syifa
"Apa sudah siap"ucap Arka menyeringai
"Siap apa sih mas"ucap Syifa tersenyum malu memalingkan wajahnya
"Sangat kebelet"ucap Arka tersenyum
"Ke toilet dong jika kebelet"ucap Syifa tersenyum
"Yg ini kebelet"ujar Arka memegang tangan Syifa dan mengarahkan pada punya nya
"Iss mas Arka"ujar Syifa kaget yg di lakukan Arka
"Penuhi kebutuhan ku Syifa"ucap Arka mengusap wajah Syifa dengan lembut Syifa jadi gugup dengan perkataan Arka
"Mas"lirih Syifa gugup
"Ssttt"ujar Arka lalu menindih Syifa dan mencium bibir Syifa lagi
Cklek
"K...ka"ucap Arkan terpotong dan dia menganga melihat pemandangan itu Arka tengah mencium Syifa dengan menindih Syifa
"Sialan"teriak Arka berajak
"Apa mau mu"ucap Arka mencengkram baju Arkan
"Aku ke sini hanya itu itu "ucap Arkan kelagapan karna dia tau apa yg akan terjadi jika menganggu Arka
"Kabur"ujar Arkan dan lari
"Huh mengganggu saja"kesal Arka
"Mas juga ini kantor juga"ucap Syifa tersenyum malu mengusap bibirnya yg basah
"Ck menyebalkan"ucap Arka duduk di kursi nya melihat jadwal nya
"Ada meeting di luar nanti kamu ikut ya"ucap Arka tanpa menoleh ke arah Arka
"Iya mas"ucap Syifa tersenyum suaminya sangat sibuk tapi dia meminta semoga Arkan tidak lagi bertemu dengan nya yg ada dia akan di goda Arkan tentu nya malu mereka ketahuin seperti tadi meski udah sah jadi suami istri tapi Syifa malu jika ketahuin seperti itu
__ADS_1