
Arka keheranan dengan istri nya karna Arka janji ngajak Syifa jalan tapi pas makan siang di ajak jalan Syifa menolak dia bilang capek mau istirahat saja di rumah membuat Arka merasa aneh dengan istri nya itu tidak biasa seperti itu tidak mau mengambil pusing Arka menyelesaikan pekerjaannya karna masih banyak pekerjaan.Devil lagi meeting bersama klien nya dia tidak sengaja melihat kue coklat lumer di tokoh kue jadi Devil membeli untuk istri nya itu karna Zahra sangat menyukai itu
"Dia pasti senang"ucap Devil lalu menuju jalan pulang.Devil menunggu Zhara sholat dia ke kamar mandi sebentar lalu matanya tertuju pada tespek di sampah
"Bukan kah ini apa ya nama nya ini benda untuk mengetahui kehamilan"gumam Devil lalu mengambil nya menunggu Zhara
"Ehh mas udah pulang"ujar Zahra tersenyum melipat mukenanya
"Zahra kamu hamil tapi tidak mungkin kita belum berhubungan saat kamu keguguran"tanya Devil menunjuk kan tespek itu
"Ya aku hamil maaf padahal kita sudah sepakat"ujar Zahra dia ingin mengetahui apa yg akan Devil katakan
"Tidak apa jika itu membuat mu bahagia aku akan bahagia"ucap Devil mengelus kepala Zahra lembut
"Mas Devil tuh"ucap Zhara memeluk suaminya
"Itu bukan punya ku tapi punya Syifa"ucap Zahra menceritakan kejadian pagi tadi
"Aku beli kan sesuatu untuk mu"ucap Devil lalu mengambil kue nya
"Wah makasih mas"ucap Zhara kegirangan duduk dan makan kue nya
"Kalung itu cocok untuk mu"ujar Devil melihat kalung di leher Zhara
"Biasa aja tapi benar mas makasih kue nya enek banget"ucap Zhara makan dengan lahap
"Jika kamu senang aku ikut senang"ucap Devil mencium kening Zhara lembut
"Aku hanya ingin mengantar kan kue itu aku balik kantor ya"ucap Devil
"Iya mau cium ngak"ucap Zhara menyengir
"Boleh"ujar Devil santai kembali duduk Zhara tersenyum malu lalu mengecup pipi suaminya sampai kue di bibir nya menempel di pipi Devil
"Lain kali jangan lakukan"ucap Devil berdiri mengaruk alis nya lalu berlalu
"Yes"teriak Devil lompat jika dia di cium Zahra maka energi nya seakan bertambah
Zahra lupa meminta izin pada Devil jika dia akan ke rumah Margareta untuk mengajak Mira bermain sebentar entah apa Devil segera mengizinkan nya membuat Zahra sangat senang ,Zahra segera menuju ke sana
"Ehh Zhara*ucap Aleksa tersenyum melihat Zhara
"Mira ada"tanya Zhara tersenyum
"Sayang sekali Mira lagi jalan sama ayah nya"ucap Aleksa tersenyum
"Ya"ucap Zahra kecewa
"Ya udah deh aku pulang aja"ucap Zhara tidak semangat Aleksa hanya tersenyum
"Tolong tolong"teriak pembantu itu berlari
"Ada apa"tanya Aleksa
"Nyonya Margareta mengakhiri hidupnya"ucap nya panik
"Apa"ucap semua
"Bawa ke rumah sakit"ucap Zahra berlari bersama Aleksa mereka menuju kamar utama
"Dia banyak kehilangan darah gawat"ucap Aleksa panik
"Ayo bawah rumah sakit"ucap Zhara memampa wanita itu di bantu Aleksa
"Duh bagaimana ini"ucap Aleksa mondar-mandir mereka sudah sampai rumah sakit Zea sudah di tangani dokter
"Aku pernah dengar nyonya Margareta tidak mau donor darah kecuali dari anak nya Zahra"jelas Aleksa
"Ya panggil anak nya"ucap Zhara
"Gimana sih kan anak nya hilang dia bunuh diri karna putus asa karna anak yg dia cari puluhan tahun ini di kabar kan tiada"jelas Aleksa
"Kita berdoa saja semoga nyonya jangan butuh donor darah"ucap Aleksa
"Aamiin"ucap Zahra mendoakan wanita itu
Cklek
"Kami butuh donor darah"ucap suster itu
"Ya ampun"ucap Aleksa mengusap wajahnya
"Golongan darahnya apa"tanya Zhara
"AB+"ucap nya
"Ambil darah ku saja kebetulan sama"ucap Zahra
"Udah gila ya itu wasiat nyonya Zea kamu mau aku di pecat"ucap Aleksa
"Lalu kita mau mengabaikan keselamatan nya"ucap Zahra
"Nanti aku akan tanggung jawab tenang"ucap Zhara lalu mengajak suster itu untuk mengambil darah nya
###
🌙🌙🌙
Karna darah nya di ambil Zahra kecapekan dia tertidur di lengan nyonya Margareta yg belum sadar Aleksa juga sudah memberi tau Devil jika Zahra menemani nyonya Margareta biar Devil tidak khawatir
Nyonya Margareta perlahan membuka matanya dia melihat Zhara membuat nyonya Margareta terdiam dia membayang kan anak nya yg menunggu nya betapa dia sangat bahagia air matanya mengalir Zea menyeka nya tidak sengaja melihat kantung darah yg di gantung
"Siapa yg berani mendonor kan darah nya pada saya"teriak Zea marah Zhara yg tadi tidur terbangun
"Ehh nyonya sudah bangun"ucap Zhara menguap
"Siapa yg mendonor kan darah nya hah"teriak nya
__ADS_1
"Ohh itu saya nyonya"ucap Zhara tersenyum
"Kamu pikir kamu siapa berani mendonor kan darah pada saya"geram Zea marah
"Ohh saya Zhara nyonya"ucap Zahra tersenyum
"Kamu benar benar lancang"geram nya melempar gelas di samping nya
"Ehh nyonya kok mengamuk"ujar Zhara berdiri
"Pergi pergi"bentak Zea melempar semua nya
"Nyonya harus mensyukuri hidup anda jangan menyerah"ucap Zahra berdiri di sudut karna takut
"Saya tidak mau melihat kamu"ucap Zea
Cklek
"Zahra"ucap Devil melindungi istri nya
"Peringat kan istri kamu menjauhi saya atau saya benar akan membunuh nya"geram nya
"Oke oke saya pergi asal nyonya jangan bunuh diri ya "ucap Zahra tersenyum melihat Zea ingin melempar lagi Zhara segera berlari mengajak Devil pergi
"Apa yg kamu lakukan sampai dia marah"tanya Devil
"Aku hanya mendonorkan darah"ucap Zhara menceritakan kejadian nya
"Harus nya aku yg marah pada nya"kesal Devil
"Udah mas"ucap Zhara memeluk lengan Devil
"Apa sakit"tanya Devil serius
"Aku kan bantuin orang mas aku ngak merasa sakit tapi bahagia"ucap Zhara tersenyum
"Tapi kamu ngak bisa lagi ketemu sama Mira kan udah di larang mendekati nyonya Margareta"ucap Devil melirik Zahra
"Ngak papa"ucap Zhara tersenyum mengerat kan pelukan lengannya
###
☀️☀️☀️
Arka keheranan dengan istri nya yg tidak biasa pagi ini Syifa masih tertidur pulas bahkan Arka sudah ragi berangkat kerja Arka duduk di samping Syifa menebak istri nya kenapa bahkan semalam Syifa bertingkah aneh merengek rengek minta di peluk Arka hal yg tidak biasa Syifa lakukan Arka terus menebak istri nya kenapa
"Masak iya istri ku kepala nya ke bentur"gumam Arka lalu menggeleng
"Tapi dia semakin cantik"ujar Arka tersenyum menatap wajah Syifa dengan rambut berantakan
"Syifa bangun aku belum sarapan lho"ucap Arka mengelus kepala Syifa
"Syifa aku lapar"ujar Arka lagi
"Ehgmm mas kan banyak uang beli aja napa mas"ujar Syifa memeluk guling
"Hei aku ini suami kamu"kesal Arka
"Mas aku maals beraktivitas mas harus ngertiin aku mas aku ini lagi hamil"ucap Syifa sebal masih memejamkan matanya
"Hamil maksud kamu"ucap Arka seketika Syifa membuka mata dia teringat ucapannya Syifa mengigit bibirnya
"Syifa jawab aku"ucap Arka
"Maaf "lirih Syifa duduk
"Kamu benaran hamil kok bisa bukan kah kamu"ucap Arka keheranan
"Mas ingat saat aku sakit saat mas marah dan mengauli ku saat itu pil nya habis aku juga lupa karna aku sakit "ucap Syifa
"Maafkan aku sudah ceroboh aku tau mas Arka ngak suka ini kesalahan ku"ucap Syifa lagi
"Kenapa kamu ngomong kayak gitu"ucap Arka serius
"Ya mas sendiri kan yg bilang ngak mau aku hamil anak mas Arka dan ngak mau anak mas Arka lahir di rahim ku"ucap Syifa
"Nanti kita bicara lagi aku ada pekerjaan penting"ucap Arka mengenakan kancing Jan nya lalu pergi
"Maafkan aku mas"ucap Syifa menitik kan air matanya
"Mama"teriak Arka berlari masuk ke rumah Karten
"Mama Arkan"teriak Arka
"Kenapa sih"ucap Maya
"Mama tau"ucap Arka memegang tangan mama nya yg lagi sarapan
"Ada apa"ucap Maya cemas
"Arkan kamu tau"ucap Arka menetes kan air mata nya
"Ada apa kak jangan membuat kami cemas"ucap Arkan ikut khawatir
"Aku aku sebentar lagi akan jadi seorang ayah"ucap Arka mencium tangan mama nya menyeka air mata nya merasa haru
"M... maksud kamu Syifa hamil"ucap Maya tersenyum lebar
"Iya ma Syifa hamil aku akan jadi seorang ayah"ucap Arka memeluk mama nya dengan rasa haru
"Alhamdulillah"ucap Maya ikut menangis sangking haru nya
"Serius kak"ucap Arkan tersenyum
"Iya"ucap Arka menghapus air matanya
"Aku akan menjaga Syifa dan anak aku sepenuh hati ku aku akan menyayangi mereka"ucap Arka tersenyum lebar
__ADS_1
"Ya Arka kamu akan menjadi ayah jangan mengikuti jejak ayah mu"ucap Maya mengusap wajah kedua anak nya
"Tidak akan ma aku akan menyayangi mereka"ucap Arka bahagia
"Ehh tapi sepertinya Syifa sedih karna dulu aku mengatakan jangan sampai dia hamil anak ku"ucap Arka baru menyadari sesuatu
"Dasar anak kurang ajar"ucap Maya ingin memukul
"Ma dulu aku mengatakan itu pada saat aku mencintai Nara sekarang beda"ucap Arka
"Aku akan memberi nya kejutan"ucap Arka tersenyum lebar
###
Syifa menyeka air mata nya menangis melihat Arka pergi begitu saja sudah pasti dia mengira bahwa Arka tidak senang Syifa sangat sedih jika Arka tidak senang dengan kehamilan nya ,Syifa mencuci wajah nya melihat ponselnya tidak ada pesan dari Arka
"Sayang jika pun ayah tidak suka bunda akan selalu menyayangi mu"ujar Syifa mengusap perut nya
"Sebaiknya aku periksa ke dokter biar lebih jelas siap tau tespek itu sudah rusak"gumam Syifa lalu mengambil jilbab untuk bersiap ke rumah sakit.Syifa menuruni tangga dengan pelan dan hati-hati
"Syifa"teriak Arka membuka pintu lebar bercekak pingang Arka memasang wajah marah
"Mas Arka"ujar Syifa lalu mendekati Arka
"Kenapa mas"ucap Syifa
"Cih sudah ku bilang jangan mengandung anak ku"ucap Arka marah
"Maafkan aku mas aku tidak tau kenapa ini terjadi tapi jika mas Arka ngak mau anak ini aku tetap akan merawat nya"ucap Syifa menyentuh perut nya
"Cih "decih Arka melipat tangannya
"Kamu"ucap Arka mengankat tangannya membuat Syifa replek melindungi perut nya tapi Arka bukan memukul melainkan mengambil bunga di punggung nya dan berlutut
"Syifa"ucap Arka tersenyum
"Kamu adalah istri yg sangat sempurna untuk ku"ucap Arka
"Mau kah hidup bersama ku seumur hidup mu"ucap Arka mengengam erat bunga itu
"Hari ini kamu membuat aku sangat bahagia karna sudah membuat aku akan menjadi seorang ayah terimakasih Syifa"ucap Arka lalu semua masuk dengan tersenyum
"Kamu telah berhasil menghapus tinta di hati ku menggukir nama mu di hati ku "ucap Arka serius
"Syifa Emilia Sandoso dengan sejuta pesona mu telah mampu membuat aku menyerah kan seluruh hidup ku mau kah menjadi tulang rusuk ku karna aku sangat mencintaimu"ucap Arka tersenyum lebar Syifa sangat terharu sampai dia meneteskan air mata nya penantian nya tidak sia sia kesabaran nya telah membuahkan hasil
"Udah senyum aja"ucap Zhara tersenyum
"Mas Arka'ucap Syifa mengengam bunga itu
"Enak saja dia tadi mengerjai ku"batin Syifa
"Maafkan aku mas aku tidak mencintai mas Arka karna aku masih mencintai Bara maafkan aku"ucap Syifa menangis ucapan Syifa membuat semua hening
"T...tapi kakak ipar"ucap Arkan tidak percaya
"Aku tau Arkan tapi hati tidak bisa di bohongi"ujar Syifa serius
"Sakit nya"ucap Arka berdiri
"Aku mengerti "ucap Arka pelan
"Apa pun perasaan mu aku akan tetap mencintai mu dan menyayangi anak kita"ujar Arka bersedih
"Aku hanya becanda"ucap Syifa tersenyum lalu memeluk suaminya dengan erat
"Aku sangat mencintaimu suami ku"bisik Syifa lalu mengecup pipi Arka
"Ngak usah bohong"ketus Arka
"Cie tuan Arka baperan orang Syifa cinta mati rela menunggu meski hati tuan Arka milik orang lain"ucap Zahra tertawa geli
"Gimana-gimana"ucap Arka masih tidak percaya
"Mas kira hati ku ini tidak tersentuh oleh perlakuan mas Arka dari dulu juga aku selalu mencintai mas Arka"ucap Syifa tersenyum
"Benarkah ya ampun saat cinta tumbuh di hati ku aku memendam nya takut kamu tidak mencintai ku"ucap Arka tersenyum lebar memeluk istrinya
"Syifa apa sudah periksa ke dokter"tanya Maya
"Belum ma ini aku mau berangkat"ujar Syifa
"Kami temani"ucap semua
"Cukup aku dan Syifa aja udah cukup"ujar Arka memeluk bahu Syifa
"Enak saja ayah juga mau mendengar berita bahagia ini"ucap Fikram
"Iya Arka kami ikut"ucap Fatma tidak sabar
"Baik lah baik lah semua boleh ikut"ucap Arka akhirnya mengizinkan semua segera menuju mobil masing-masing Zhara mengusap perut nya pelan dia menunduk saat air mata nya jatuh
Cup
"Apa kamu ingin hamil"bisik Devil mencium pipi Zhara
"Nanti mas masih belum siap"ucap Zhara pelan
"Hei jangan menangis aku akan memberikan seluruh cinta ku pada mu"ucap Devil mengusap tangan Zhara
"Apa mas"ucap Zhara menatap Devil yg ke ceplosan
"Ahh t... tidak maksud ku aku ngak mau melihat kamu menangis mengigat kan aku pada"ucap Devil mencari alasan
"Alah ngaku aja jika mas Devil mencintai ku iya kan"ucap Zahra tersenyum menoleh dagu Devil
"Tidak juga Ge'er kamu emang kamu cantik ngak kan ayo nantinri kita ketinggalan berita bahagia ini"ucap Devil memeluk pinggang Zahra mereka keluar dari rumah itu Zahra hanya manyung dengan suami nya ini
__ADS_1