Jodohku Seorang Presdir

Jodohku Seorang Presdir
Lembur kerja di tuduh selingkuh


__ADS_3

Arka pulang sudah larut malam dia benar capek hari ini bekerja banyak pekerjaan yg menuntut nya sampai Arka lupa pulang Arka merengang kan dasi nya menuju kamar nya rasanya benar capek saat Arka masuk dia menemukan Syifa yg sudah terlelap lalu Arka meletakkan tas dan jas nya mendekati Syifa ada yg aneh dengan istri nya itu karna Syifa tertidur menghadap nya dan mata nya masih berair dan sembab Arka heran melihat nya apa Syifa habis menangis lalu kenapa dia menangis


"Syifa"ucap Arka menepuk bahu Syifa pelan duduk di samping Syifa


"Syifa"pangil Arka lagi


"Emmm iya mas"ujar Syifa serak berbalik menghadap Arka


"Mas udah pulang"ujar Syifa padahal Syifa ingin sekali melihat menampilkan Arka apa ada bekas ****** di leher nya apa ada bekas lipstik di kemeja nya dan apa wajah Arka terlihat bahagia karna menghabiskan waktu bersama Nara itu lah yg ada di pikiran Syifa tapi dia tidak bisa melihat itu semua karna yg bisa di lihat hanya gelap


"Hei kok bengong"ucap Arka mencentik kan jari nya di depan Syifa


"Ahh tidak"ujar Syifa kaget


"Huh aku ke kamar mandi dulu"ucap Arka beranjak melepaskan dasi nya


"Mas jam berapa"tanya Syifa


"Jam 2 "ujar Arka singkat karna dia mau segera istirahat


"Mas Arka aku duluan ya mau sholat tahajud dulu"ucap Syifa menurun kan kaki nya


"Apa ada yg ingin kamu pinta sampai mau sholat tahajud"ucap Arka curiga


"Maksud mas Arka"ucap Syifa bingung


"Ya ini kan lagi enak nya tidur pasti ada rasa malas jika kamu sampai mau sholat tahajud berarti ada doa kamu yg ingin di jabah oleh Allah"ucap Arka serius


"Ya ngak juga dong mas aku kan udah bangun jadi aku mau sholat tahajud saja"ucap Syifa tersenyum


"Ohh jangan lama ya"ucap Arka menepuk kepala Syifa lalu berbaring sebentar Syifa menuju kamar mandi tapi dia bingung apa yg mau dia bicara kan pada Arka ingin sekali dia bicara semua nya dan menuntut hak nya sebagai istri jika dia tidak mau di dua kan oleh Arka . Setelah berwudhu Syifa segera sholat sedang kan Arka berada di kamar mandi membersihkan tubuhnya.Saat Syifa selesai berdoa kebetulan Arka sudah selesai dengan pakaian santai nya melihat Syifa yg seperti habis menangis lagi Arka meletakkan handuknya lalu duduk di depan Syifa


Cup


"Apa kamu punya masalah"tanya Arka setelah mencium jidat Syifa


"Tidak"ujar Syifa berdiri dan Arka ikut berdiri


"Mas butuh sesuatu"tanya Syifa melipat sajadah nya


"Aku butuh kejujuran mu aku tau aku tidak banyak mengenal mu tapi aku yakin kali ini ada yg kamu sembunyikan "ujar Arka serius


"Perasaan mas Arka aja "ucap Syifa melepaskan mukenanya lalu menuju lemari untuk dia simpan


"Aku capek ya hari ini jangan membuat aku kesal atau kamu tau sendiri bagaimana jika aku marah"ucap Arka datar Syifa berbalik menghadap Arka


"Kenapa mas harus marah pada ku jika aku tidak melakukan kesalahan"ucap Syifa serius


"Ya memang benar tapi kamu membuat aku kesal tidak mau bicara yg sebenarnya aku ini suami kamu"kesal Arka


"Tepat sekali mas Arka adalah suami ku"ujar Syifa dia menahan bibirnya untuk bertanya entah keberanian dari mana tiba-tiba bibir Syifa terucap


"Apa mas Arka sudah puas memberi sentuhan terhadap Nara"ucap Syifa setelah itu Syifa menunduk mengigit bibirnya dia benar takut saat ini sudah Syifa tebak ekspresi Arka tapi bibirnya terucap sendiri


"Heh apa kamu tau Syifa aku benar tidak suka jika di tuduh apa lagi di fitnah"ujar Arka sinis mendengar suara Arka masih terlihat santai Syifa kembali bicara


"Aku tau aku hanya wanita buta jadi sesuka mas Arka menipu ku aku juga tau mas Arka sangat mencintai Nara sudah tentu malam ini mas Arka baru menghabiskan malam bersama nya aku ngak akan marah aku sadar diri kok mas dengan keadaan ku jika pun mas Arka lebih suka tidur bersama Nara aku iklas"ucap Syifa


"Cukup"bentak Arka


"Ya benar aku memang mencintai nya kamu bisa menutup mulut mu itu aku ini sangat capek bekerja tapi kamu malah membuat aku semakin pusing dengan ucapan mu"kesal Arka


"Mas aku "ujar Syifa ragu tapi hati nya gelisah jika tidak mendengar jawaban Arka


"Apa mas Arka benar habis bermalam dan menghabiskan malam bersama Nara malam ini"tanya Syifa serius


"Berhenti Syifa lama- lama mendengar ucapan mu aku bisa emosi"kesal Arka


"Aku butuh jawaban mas Arka"ujar Syifa menuntut Arka benar kesal dengan ucapan Syifa dia mendekati Syifa memegang bahu Syifa dengan erat sampai Syifa meringis


"Apa kamu merindu kan sentuhan dari ku"ujar Arka datar


"Sudah ku bilang jangan menyinggung aku soal hubungan ku"ujar Arka datar


"Jika semuanya benar mas aku aku aku iklas mas Arka poligami jika mas Arka ngak mau menceraikan aku"ucap Syifa sedikit gemetar


"Heh jangan kamu pikir aku baik pada mu melunakkan kekerasan ku tidak"ucap Arka mengcengkram dagu Syifa


"Jangan coba-coba memancing amara ku siapa juga mau poligami "ujar Arka sebal mendorong Syifa


"Aghh lama- lama aku bisa membunuh mu dengan ucapan melantur mu itu"geram Arka lalu menuju kasur dia benar capek hari ini Syifa terdiam memejamkan matanya hati nya benar sakit lalu Syifa berbaring di samping Arka dengan cara membelakangi Arka tapi Arka belum melepaskan nya Arka menyintak tangan Syifa dengan kuat lalu menaiki tubuh Syifa


"Sekali lagi kamu bicara soal Nara aku kembali akan menghukum mu soal Nara itu terserah aku mau menjauhi nya atau pun mendekati nya apa lagi tidur bersama nya itu bukan urusan mu tugas mu cukup menjadi istri yg baik untuk ku itu sudah cukup mengerti"ujar Arka menepuk wajah Syifa dengan kasar Syifa takut dia tidak akan berani bicara soal Nara lagi mendengar nada suara Arka saja membuat nya merinding apa lagi raut wajah nya


"Cepat kemari"bentak Arka menepuk dada nya Syifa kaget apa yg di perintah kan Arka karna Arka sudah kembali ke posisi semula


"Punya telinga tidak"teriak Arka kesal


"M...maaf mas tapi aku ngak bisa melihat apa yg mas Arka lakukan aku tidak mengerti apa mau mas Arka"ucap Syifa takut


"Berbaring di dada ku cepat"perintah Arka dengan datar Syifa mengeser tubuhnya lalu meraba tubuh Arka

__ADS_1


"Aku perintah kan berbaring di dadaku bukan menggoda ku"teriak Arka dengan keras Syifa telonjak kaget lalu dengan asal memeluk Arka meletakkan kepalanya di dada Arka


"Bagus"ujar Arka lalu memeluk Syifa melingkar kan tangannya di bahu Syifa dengan lembut mengecup jidat Syifa perbuatan Arka itu membuat Syifa mengigit bibirnya dia mau melihat ekspresi Arka saat ini tapi itu tidak bisa


"Mas"ujar Syifa memberanikan diri tapi tidak ada sahutan dari Arka karna nafasnya sudah teratur tapi pelukan nya masih terasa erat


☀️☀️☀️


Meski kurang tidur Arka tetap bangun pagi karna pekerjaan nya masih harus di selesaikan Arkan juga menelpon nya jika dia yg akan datang ke tempat pembangunan proyek nya Arka menyelesaikan sketsa proyek nya saja ,semenjak pertengkaran semalam Arka kembali datar pada Syifa itu membuat Syifa makin sedih mereka lagi sarapan di meja makan tapi hanya ada mereka berdua Arka melirik Syifa yg engan makan


"Apa kamu malas makan bersama ku"ketus Arka menatap Syifa


"Tidak mas"ujar Syifa pelan


"Ingat lah amara ku belum hilang karna kamu semalam"ujar Arka datar


"Maafkan aku membuat mas Arka marah"lirih Syifa


"Kemari"ucap Arka meletakkan sendok nya


"Aku di sini saja"ucap Syifa


"Cepat kemari"ucap Arka menaik kan nada suaranya melihat Arka akan marah lagi Syifa segera mendekat dengan pelan Arka membenarkan duduk nya


"Duduk di pangkuan ku"ucap Arka santai


"A... apa mas"ucap Syifa memastikan pendengaran nya


"Duduk di pangkuan ku apa kamu budek"kesal Arka


"Iya mas"ucap Syifa merasa di mana arah Arka duduk karna dia benar tidak pokus


"Kelamaan"kesal Arka lalu menarik Syifa duduk di p*h*nya


"Syifa apa kamu mau makan"ucap Arka lalu mengambil sendok Syifa benar takut dengan cara bicara Arka jadi dia menurut


"Buka mulut nya"ucap Arka santai dan dengan patuh nya Syifa membuka mulut nya seperti anak kecil yg menerima suapan dari ayah nya


"Bagus kan jika patuh seperti ini enak"ucap Arka


"Mas aku ngak mau duduk di sini"ucap Syifa karna dia risih


"Kenapa"ketus Arka


"Aku malu di lihat orang"ucap Syifa pelan


"Di sini hanya kita berdua istriku"ucap Arka datar membuat Syifa terdiam


"T.... tidak"ucap Syifa takut


"Katakan ada apa sebelum aku marah lagi"ujar Arka datar


"Itu emm itu emm"Syifa gugup sendiri mau menjelaskan bagaimana dia mengaruk kepala yg tidak gatal alhasil lebam nya kelihatan di tangan nya


"Istriku semalam aku tidak mencumbu mu apa lagi memukul mu apa lebam ini di sebabkan oleh teman mu tidak bisa menjaga mu atau teman mu mau coba berurusan dengan ku"ujar Arka mengelus tangan Syifa yg lebam


"Bukan seperti itu kemarin aku terjatuh"ucap Syifa dia merasa aneh dengan Arka sangat mengerikan apa lagi dengan bicara nya saat ini


"Lalu"kesal Arka


"Emm kemarin aku emm itu emm ketemu sama Nara"ucap Syifa kelagapan


"Lalu"ucap Arka datar menatap wajah Syifa


"Dia mengatakan semua nya aku kesal sampai berkelahi dengan nya saat Aulia juga membantu ku tidak sengaja aku terdorong dan terjatuh"ucap Syifa lalu menceritakan pokok permasalahannya Arka hanya berdecih muak


"Istri bodoh"ucap Arka sinis lalu memeluk pinggang Syifa untuk menghadap nya Arka membuat kaki Syifa berada di kedua sisi kaki nya sedang tangan Arka memeluk pinggang Syifa


"Syifa"ucap Arka bicara normal Syifa lega mendengar nya


"Ya emang dulu itu kami sering melakukan nya tapi aku tau batasan ku ada di mana ya meski amara ku menguasai ku tapi aku orang yg bisa di pegang omongan nya aku kan sudah bilang pada mu jika aku mau hidup bersama mu itu berarti aku tidak lagi berhubungan dengan Nara"ucap Arka


"Dia hanya membohongi mu ya memang rekaman itu asli tapi sebelum aku ingin memulai semua nya dari awal bersama mu kemarin aku benar sibuk"ucap Arka mengelus pipi Syifa


"Tapi jika emang benar kalian tidak bersama kenapa perkataan nya benar jika mas Arka pulang malam"tanya Syifa


"Karna semua orang tau proyek yg aku tangani sudah tentu dia tau jika aku akan pulang lembur itu kenapa dia berusaha menipu mu seakan mengatakan aku berbohong dan ingin menghabiskan malam bersama nya "jelas Arka


"Sebelumnya sudah ku katakan aku tidak ada untungnya membohongi mu meski aku mau menjalani hubungan aku akan jujur pada mu supaya kamu tau dan bisa sadar diri"jelas Arka


"Emm apa benar kalian tidak melakukan nya semalam"ucap Syifa


"Emang kami akan melakukan apa "ucap Arka serius


"Emm itu emm yg sering mas lakukan pada ku"ucap Syifa pelan


"Coba contoh kan bagaimana dia menjelaskan nya pada mu"ucap Arka serius


"Ngak ahh"tolak Syifa


"Sebelum aku marah"ketus Arka

__ADS_1


"Iya aku akan lakukan"ucap Syifa takut dia meletakkan tangannya di leher Arka


"Ngak bisa"ucap Syifa dengan pipi yg terasa panas Arka terkekeh menempelkan dada Syifa ke dadanya


"Aku hanya menjahili kok untuk memberi mu hukuman"ucap Arka tersenyum


"Ihh mas Arka"ujar Syifa cemberut


"Makan nya jangan sering membuat aku marah"ucap Arka tersenyum mengusap punggung Syifa


"Minggir mas Arka mau berangkat kerja"ucap Syifa memegang bahu Arka ingin beranjak


"Hukuman nya belum selesai"ucap Arka menyeringai


"Nanti mas telat lho"ucap Syifa malu


"Aku masih capek lho"ujar Arka dengan lirikan menggoda


"Lalu "ucap Syifa bingung Arka hanya tersenyum kecil mengusap bibir Syifa


"Cium pipiku"bisik Arka


"Hah"Syifa melongo tidak percaya membuat Arka merasa geli dengan ekspresi nya


"Ngak bisa ya sini ku ajari"ucap Arka tersenyum mencium pipi Syifa sekilas


"Ngak kayak gitu mas"ucap Syifa tersipu


"Ohh mau nya cium bibir ya"ujar Arka menggoda


"Ihh mas Arka mulai deh"ucap Syifa menutup mulut nya Arka hanya tersenyum menyingkirkan tangan Syifa di mulut nya lalu menekan tengkuk Syifa mencium bibir itu awalnya hanya menempelkan saja tapi saat bibir bergerak malah menuntut lebih malah menjelajahi bibir Syifa replek Syifa mengcengkram bahu Arka membuat Arka tersadar lalu menatap wajah Syifa yg seperti kepiting rebus


"Lucu lihat kamu kayak gini"bisik Arka tersenyum geli


"Iss mas Arka"ucap Syifa meletakkan wajah nya di bahu Arka karna malu Arka hanya terkekeh pelan


"Etss hukuman nya belum selesai"ucap Arka memegang jilbab Syifa berniat ingin membuka nya


"Mas nanti di liat orang"ucap Syifa menahan tangan Arka


"Ngak ada "ujar Arka


"Jangan mas"ucap Syifa memelas


"Baik lah aku mau kerja dulu"ucap Arka memahami Syifa


"Mas Arka marah ya"ujar Syifa takut


"Ngak atau kamu kurang aku cium"goda Arka


"Ngak"ucap Syifa cepat Arka tersenyum mengecup sudut bibir Syifa sekilas


"Kamu mau ketokoh"ucap Arka berdiri memeluk pinggang Syifa mereka menuju ke teras


"Ngak mas aku di rumah aja"ucap Syifa karna dia masih mengantuk semalam dia tidak bisa tidur memikir kan perkataan Nara


"Emm tapi telpon aku satu jam sekali ya aku ngak mau kamu kenapa napa"ucap Arka


"Cemas amat "ucap Syifa tersenyum


"Aku ini suami yg baik tentu ngak mau kamu terluka"ucap Arka


"Membentak itu lebih menyakitkan"cibir Syifa


"Ohh berani ya"kesal Arka membuat Syifa menggeleng


"Berangkat mas nanti telat lho"ujar Syifa tersenyum


"Awas ya "ucap Arka memegang dagu Syifa


"Satu kecupan"bisik Arka lalu kembali menciumi bibir Syifa yg sudah menjadi semangat nya tapi ke mesraan mereka di ganggu seseorang ada yg menarik Arka dan menonjok Arka langsung


Bugh


Arka melihat siapa yg berani memukul nya sampai dia terjatuh melihat pria itu membuat amara Arka tidak bisa di kuasa lagi dia berdiri langsung menendang pria itu


"Lancang anda memukul saya"teriak Arka menggelegar


"Mas"ucap Syifa mencari keberadaan Arka


"Dasar pria breksek"teriak nya berdiri


"Gio"ucap Syifa tidak mengerti keadaan nya mendengar suara Gio yg artinya lawan Arka adalah Gio


"Jaga mulut mu itu"ucap Arka marah


"Jangan mau masuk oleh rayuan pria breksek ini Syifa aku merelakan mu untuk nya mengubur perasaan ku agar kamu bahagia tapi apa kenyataan nya dia menghamili calon istri ku tidak lain kekasih nya Nara"teriak Gio marah


Deg


"Me... menghamili"ucap Syifa tercengang tidak percaya tanpa sadar air mata nya menetes dia tau Gio pria baik dan jujur jika Gio mengatakan itu berarti benar ada nya dan berarti benar Nara hamil anak nya Arka

__ADS_1


__ADS_2