
2 tahun sudah Syifa meninggalkan rumah wanita yg kulit seputih susu itu berubah draktis tapi tidak mampu menghilangkan kecantikan nya bahkan dia terlihat sangat manis dengan uang tabungan dan uang dia nagih hutang Syifa bangun kan membuat toko baju kecil di kampung mereka dan baru rame akhir-akhir ini.Hubungan Syifa dan teman nya terjalin sangat baik bahkan Syifa sudah pernah tidur di rumah mereka di saat hujan dan soal Bara sudah tidak pernah kelihatan dia memutuskan mengambil bisnis nya di luar negeri untuk melupakan Syifa berusaha menghargai keputusan Syifa
"Syifa buat apa kita makan di sini kamu tau kan harga di sini mahal semua emang uang kita cukup"bisik Zahra mereka berada di restoran terkenal di kota mereka
"Coba kita pikir restoran terkenal ini rahasia nya apa kita kan mau menggabung kan toko baju dengan restoran jadi kita harus belajar dari restoran yg terkenal"bisik Syifa
"Jadi kita mencuri gitu"tanya Zenap
"Ck kenapa malah ngomong kayak gitu maksud Syifa kita belajar di sini memperhatikan sekitar agar kita mendapatkan inspirasi ya sekalian lah buat meniru resep mereka"ucap Asma karna dia sangat mengerti jika soal masakan
"Tapi bagaimana mesan nya di sini kan mahal"ucap Aulia melihat dompet nya
"Tenang"ucap Syifa tersenyum
"Mbak bil nya"ucap Syifa lalu ada yang mendekati nya
"Kami mau pesan yg paling enak"ucap Syifa
"Jadi 5 ya dengan menu sama"ucap nya
"Tidak mbak cuman pesan satu dengan air putih 5 gelas jangan lupa sendok nya 5 juga"ucap Syifa
"Ettss jangan banyak bertanya mau kami komplen"ucap Syifa
"Baik lah pesanan kalian akan segera tiba"ucap nya tersenyum terpaksa lalu pergi bagi Syifa melakukan hal baru bersama temannya baru ini hal paling bahagia meski dia harus berbagi sedikit dengan temannya ini
"Wih bisa makan enak kita"ucap Asma semangat
"Udah ngak sabar nih"ucap Aulia lalu makanan nya tiba
"Silahkan mencoba"ucap nya meletakkan pesanan Syifa
"Yuk kita coba"ucap Syifa mereka melahap merasakan rasa makanan itu Asma memahami itu Syifa tersenyum melihat antusias teman nya
"Padahal ya rasa nya biasa saja kok rame kayak gini"ucap Asma heran
"Menurut ku sih kayak dekor nya bagus lihat lah sekitar"ucap Zahra
"Benar itu tempat nya juga nyaman"ucap Aulia
"Jadi besok kita akan mulai nih"ucap Zenap
"Bisa jika udah rancangan nya tapi kita harus bikin menu nya dulu"ucap Syifa
"Aku setuju besok kita akan mulai oke"ucap Asma semangat
"Kenapa sih murung mulu"tanya Maya pada Fatma yg nampak sedih
"Aku kesal dengan mas Fikram masak dia ngak izinin aku cari Syifa kamu tau aku sangat merindukan nya"ujar Fatma
"Kenapa kamu jadi bodoh tinggal kunjungi saja Syifa nya"ucap Maya
"Aku makin cemas saat aku ke Apartemen nya udah ganti yg nempatin dia bilang Apartemen itu udah lama di jual petunjuk Syifa tidak di temukan"ucap Fatma memang benar Syifa menjual Apartemen nya untuk model tokoh nya
"Udah yakin saja Syifa akan baik baik saja"ucap Maya menguatkan sahabatnya lalu pandangan tertuju pada keributan tidak sengaja melihat Syifa tapi dengan tampilan berbeda
"Ehh Fat lihat itu mirip Syifa"ucap Maya menunjuk Syifa dengan gamis udah usang dan banyak jahitan jilban yg udah pudar dan lebih aneh kulit wajahnya berubah ngak seputih dulu tapi tetep cantik dan manis
"Itu"ucap Fatma menatap Syifa
"Hei mbak kami ini mau bayar ya "ucap Zenap
"Jika begitu mana bayar"ucap wanita itu ngotot
"Stop maaf ya mbak kok harga nya dua kali lipat ya kan biasanya cuman 150 ribu satu porsi kok malah 250 ribu"ucap Syifa
"Alah jika ngak mampu bayar bilang aja lagian udah tau kere masih mau makan di sini"ejek nya
"Oke kami melakukan kesalahan ini 150 ribu selebihnya kami ngutang"ucap Syifa memberi kan uang nya
"Apa ngutang halo mbak ini restoran terkenal tidak ada nama nya bon"ucap nya
"Bisa kok di pinggir jalan kami makan bisa ngutang"ucap Zenap
"Itu mah di warteg"ucap nya
"Gini aja sebagai ganti kami akan bayar dengan tenaga kami bisa bersih bersih"ucap Zahra
"Baik lah kalian boleh cuci piring kek atau apa lah"ucap nya
"Iya kami setuju"ucap Syifa pasrah ini hal tergila yg Syifa lakukan ngak mampu bayar makan
"Itu ngak mungkin Syifa"ucap Maya
"Tapi aku merasakan itu Syifa aku akan mengikutinya nanti"ucap Fatma
Syifa terkikik sendiri naik sepeda dengan teman nya mengingat apa yg mereka lakukan tadi membersihkan restoran itu hanya dengan satu porsi makanan mengingat adegan lucu Syifa mau ngutang membuat mereka tertawa geli
__ADS_1
"Syifa Syifa mana ada mereka menyediakan bisa ngutang"ucap Zenap terkikik
"Hati-hati jika nyunsap bagaimana"ucap Zahra mengingat kan Zenap karna memakai sepeda sambil bicara
"Itu ngak mungkin Zahra karna aku kan di lindungi Allah"ucap Zenap menjulur kan lidah mengejek Zahra
"Awas lampu merah"ucap Syifa membuat semua berhenti
"Emang ada ya bersepeda tapi mematuhi lampu merah"ucap Syifa terkikik sendiri dan melaju kan sepeda nya
"Syifa"ujar mereka megejar Syifa
###
Fatma sudah memantau dari mobil dia berhasil mengikuti Syifa sampai ke kontrakan pagi ini Fatma akan menemui Syifa karna sangat merindukan anak nya itu tapi Fatma belum melihat Syifa dan teman nya Fatma tidak bisa menahan lagi dia turun dari mobil menuju kontrakan itu
"Permisi"ucap Fatma
"Ya sebentar"teriak nya lalu keluar dia keheranan
"Maaf ibu ini mau cari siapa ya"ucap Zenap heran
"Saya ibu nya Syifa mau ketemu sama Syifa nya"ucap Fatma langsung
"Siapa Nap"ucap Zahra keluar dari dapur melihat dia kenal sekali wanita itu
"Nyonya Fatma"ucap Zahra mendekat
"Kamu kenal"ucap Zenap
"Iya dia ini donatur di tempat panti asuhan di kampung sebelah aku sering ikut di sana ,dia pemilik toko terbesar di kota kita nyonya Fatma Emilia Sandoso"jawab Zahra
"Dia mengaku ibu nya Syifa"ucap Zenap tidak percaya ekspresi Zahra sangat terkejut
Syifa bersama Asma berbelanja di pasar sedang kan Aulia menunggu tokoh ,Syifa habis dari pasar untuk membuat menu resto mereka 2 tahun ini Syifa sudah terbiasa di pasar dia masuk bersama Asma ke kontrakan nya
"Zahra nih aku bawa....."ucap Syifa terhenti melihat wanita yg melahirkan nya duduk di kursi kayu itu menyeduh kopi
"M...m....mama"ucap Syifa terkejut
"Masih kenal"ketus Fatma kesal dengan anak nya ini 2 tahun menghilang dia seperti gelandang saja tapi Fatma banyak bersyukur Syifa mau menutup aurat
"Maafkan Syifa ma maaaf"ucap Syifa tidak bisa membendung air mata nya Syifa memeluk kaki mama nya meminta pengampunan seketika Fatma membeku di tempat dengan perlakuan Syifa
"Aku tau aku banyak dosa dengan mama maafkan aku ma maaf maaf ampuni aku"ucap Syifa terisak menciumi kaki mama nya
"Syifa"kesal Fatma memukul bahu Syifa membuat Syifa terhenti menahan tangis
"Bagi orang tua nya kesalahan anak selalu di maaf kan"ucap Fatma menyentuh wajah Syifa
"Kamu tidak tau setelah kamu melewati kematian kamu pergi gitu aja sampai sekarang kamu tidak tau perasaan mama sangat cemas dengan mu nak"ucap Fatma
"Maafkan aku"lirih Syifa
"Iya sayang"ucap Fatma menatap Syifa lalu memeluk Syifa dengan erat
"Ohh ya ma kenalin Zahra Zenap Asma mereka teman ku"ucap Syifa menghapus air mata nya
"Gimana aku tidak mengerti"ucap Asma heran dan bingung
"Maaf bukan aku mempermainkan kalian soal identitas ku tapi aku benar mau pokus dengan tujuan ku aku harap kalian mengerti"jelas Syifa
"Syifa kamu bereskan saja masalah kamu dan keluarga mu setelah selesai kami bisa membantu mu lagi"ucap Zahra memahami Syifa karena dulu Syifa pernah bicara soal mama nya
"Gimana aku masih bingung"ucap Asma
"Yg artinya nya Syifa ini adalah putri tunggal tuan Fikram Sandoso dan Fatma Emilia Sandoso yg bernama Syifa Emilia Sandoso"jelas Zenap
"Ohh gitu"ucap Asma lalu seketika tersadar
"Apa"teriak nya tidak percaya
"Udah nanti akan ku jelaskan tapi bisa kah kalian melanjutkan rencana kita aku tinggal sebentar"ucap Syifa
"Tidak masalah kamu pergi saja "ucap Zahra
"Ya udah makasi ya tungguin aku oke"ucap Syifa tersenyum dan semua hanya tersenyum Syifa mengajak mama nya
"Ayo mama mau bicara di mana kenapa bisa sampai sini"ucap Syifa
"Apa kamu bilang kenapa mama di sini"kesal Fatma anak nya ini selalu membuat nya kesal
Fatma mengajak Syifa pulang sebentar Fatma kesal Syifa banyak bertanya jadi saat sampai dia seperti gadis saja yg ngambek meninggal kan Syifa tapi karna dia akan menyiapkan semua nya Syifa turun dari mobil membuat semua cemas mulai panik Syifa melihat sampah di teras lalu mengambil nya memasukkan di tong sampah Syifa melihat tukang sampah
"Pak "panggil Syifa paru baya itu mendekat
"Iya non"ucap nya
__ADS_1
"Ambil sampah saya"ucap Syifa bapak itu memegang sampah yg di bawa Syifa tadi
"Ini buat bapak ambil saja"ucap Syifa memberi kan uang lalu melangkah pergi satpam itu hanya melongo dengan perubahan Syifa
"Hei ada apa rumah ini sangat sibuk"ucap Fikram turun dari tangga melihat pembantu sibuk
"Nona Syifa di jemput nyonya Fatma tuan"jawab mereka
"Iya ayah tau apa yg anak ayah itu lakukan "kesal Fatma
"Selamat datang tuan putri"ucap Fikram memeluk Syifa yg masuk Syifa memeluk ayah nya dengar erat
"Gimana kabar ayah sehat "tanya Syifa
"Tentu sayang"ucap Fikram mencium kening putri kesayangannya
"Sekarang jelaskan apa yg sebenarnya terjadi kenapa Syifa bisa berada di tempat seperti itu"ucap Fatma
"Sudah sayang kenapa kamu memusingkan itu biarkan saja Syifa melakukan apa yg dia suka"ucap Fikram memeluk pinggang istrinya
"Apa ayah bilang dengar ya "ucap Fatma terpotong
"Yuk Syifa kita makan ayah lapar banget"ucap Fikram mengandeng Syifa
"Ayah"teriak Fatma kesal melihat suami nya mengacuhkan nya anak dan ayah itu selalu kompak membuat Fatma kesal
"Jadi gimana bisnis yang kamu janjikan pada ayah"ucap Fikram duduk di kursi meja makan
"Belum rame banget dalam proses"jawab Syifa ikut duduk sebenernya Fikram yg memberi Syifa tempat selebihnya Syifa kelola sendiri bisnisnya tapi Syifa harus membayar Fikram nanti nya
"Tetap semangat"ucap Fikram ,Syifa hanya tersenyum ingin meraih gelas tapi keburu pembantu mengambil kan nya Syifa tersenyum mengambil nya
"Terimakasih"ucap Syifa menuangkan susu di dalam gelas
"Ayah tau tidak kemarin kan aku jalan sama teman ku tidak sengaja lewat depan kantor ayah dan beli cilok depan kantor ayah dan ayah tau aku di gosipin jadi simpanan tuan Fikram"ucap Syifa mengeleng dia di tuduh selingkuh dengan ayah nya Fikram tertawa terbahak-bahak membuat Fatma heran ikut duduk
"Kamu tau Syifa soal itu ayah belum cerita ya sebenarnya gosip itu sampai di telinga mama mu bilang jika ayah selingkuh dengan wanita muda jadi mama kamu memasang penyadap di ruangan ayah dan saat kamu ke kantor itu lho dia mendengar dan ayah satu bulan tidur di luar di hukum mama mu padahal wanita itu kamu malah di kira ayah selingkuh"ucap Fikram tertawa
"Tunggu apa kalian sering ketemu dan wanita itu adalah Syifa"tanya Fatma
"Iya"ucap kedua nya lalu tertawa Fatma melongo
"Ayah tidak memberi tau mama"kesal Fatma
"Udah sayang kenapa marah sih"ucap Fikram lalu mengeluarkan ATM Syifa yg di simpan nya
"Ambil saja mungkin berguna untuk mu"ucap Fikram
"Tidak ayah itu tidak perlu aku bisa cari uang sendiri berikan saja dengan orang yg membutuhkan"ucap Syifa tersenyum lagi-lagi Fatma melongo di buat nya
"Anak kesayangan ayah"ucap Fikram tersenyum mengelus kepala Syifa
"Ck menyebalkan mama ngak tau apa apa"kesal Fatma
"Kurangi marah ma ini Syifa siap kan makan mama belum makan ya"ucap Syifa mengambil kan nasi yg sudah di sediakan
"Biar saya non"ucap nya Syifa menatap pembantu itu
"Dia mama saya jangan menghalangi saya"ucap Syifa datar Fikram tersenyum melihat perubahan Syifa dan lebih geli melihat wajah istrinya yg terkejut
🌙🌙🌙
Syifa baru selesai sholat dia berdoa setelah itu Syifa melihat isi kamar nya banyak barang mahal Syifa tersenyum mengingat sahabat nya Syifa lalu teringat besok hari ulang tahun mama nya kejutan sesungguhnya telah sampai Syifa akan memberi mama nya kejutan sebenarnya Syifa sudah wisuda mendapat kan nilai terbaik ayah nya juga ikut Syifa wisuda karna Syifa ingin memberi kan mama nya kejutan jadi dia akan memberi tau mama nya saat ulta nya
"Jika aku ajak mereka akan seru besok mau ajak mereka ahh"gumam Syifa lalu saat dia ingin keluar bersiap memakai hijab mama nya masuk membawa sekoper
"Syifa ini ambil la mama beri kan untuk mu pakaian tertutup mama lihat seperti nya udah banyak sobek baju mu"ucap Fatma lembut
"Ini sangat berarti untuk ku ma tidak hanya menutup aurat ku saja tapi ini pemberian Zahra"ucap Syifa
"Tapi aku akan memberi kan satu untuk nya jika mama beri ku baju"ucap Syifa tersenyum
"Terserah kamu mama pusing dengan diri mu"ucap Fatma pusing dengan anak nya
"Sekarang istirahat ya"ucap Fatma
"Mama juga"ucap Syifa mengecup kening mama nya
"Selamat malam ma"ucap Syifa tersenyum lebar
"Malam sayang"ucap Fatma mengusap bahu Syifa lalu keluar Syifa meletakkan hijab nya dan koper lalu ingin bersiap tidur lalu banyak pembantu masuk Syifa jadi kesal
"Kalian mau ngapain"ucap Syifa melihat pembantu itu bersiap memperlakukan Syifa seperti tuan putri
.
"Jagain Nona"jawab mereka
__ADS_1
"Tidak usah kalian pergi saja saya bisa sendiri"ucap Syifa berbaring tapi pembantu itu belum keluar tapi Syifa sudah tertidur karna rasa letih nya hari ini tidak menghiraukan pembantu nya