Jodohku Seorang Presdir

Jodohku Seorang Presdir
Ada yg mengintai Syifa


__ADS_3

Setelah kepergian Arka ke kantor Syifa ke kamar sebenarnya dia memohon pada Arka untuk ikut ke kantor karna Syifa tidak mau di tinggal sendiri karna rasa takut nya tapi Arka malas membawa Syifa ke kantor apa lagi dia sangat sibuk hari ini jadi dengan terpaksa Syifa mengerti suaminya itu.Syifa berusaha mengalihkan pikirannya dengan membersihkan kamar sebisanya mengemas pakaian Arka yg selalu di letak kan di lantai


"Seperti nya aku minta bantu dengan Zenap atau Zahra aja "gumam Syifa berbaring lalu Syifa duduk merasa pergerakan di jendela kamarnya


"Siapa di situ"ucap Syifa mengengam tongkat nya dengan erat tapi suara itu tidak lagi terdengar


"Seperti nya aku parnoan karna terlalu takut"gumam Syifa


Brak


"Mas Arka"panggil Syifa saat mendengar sesuatu menabrak


"Mas "teriak Syifa ketakutan


Cklek


"Kamu ngapain"ujar Arka masuk


"Mas aku ngak mau tinggal sendiri pokoknya aku mau ikut ada yg berusaha masuk pokoknya aku ngak mau"ucap Syifa mendekati Arka


"Siapa yg mau masuk Syifa tidak ada orang"ucap Arka berlalu mengambil map yg ketinggalan


"Pokoknya aku mau ikut aku takut mas"ucap Syifa memeluk Arka


"Ya sudah ya sudah"ucap Arka karna dia sudah telat Arka mengengam tangan Syifa mereka segera berangkat


"Syifa aku ada meeting di ruang meeting kamu di sini aja"ucap Arka menduduk kan Syifa ke ruang kerja nya


"Iya mas"ucap Syifa patuh Arka segera pergi


"Ehh tau ngak aku dengar bos bawa Istri nya ke sini"bisik karyawan menghentikan langkah Arkan


"Serius istri bos anak dari keluarga Sandoso itu kan"ujar nya


"Iya sekarang dia buta cuy"ucap nya berbisik


"Mungkin karma karna kejahatan nya selama ini aku puas dengar nya"ucap nya tertawa


"Kak Syifa ada di sini"gumam Arkan lalu berlalu menghiraukan gosipan karyawan nya karna buat apa meladeni yg akan membuat dia rugi sendiri


"Apa di ruangan kak Arka"gumam Arkan lalu menuju ruangan Arka


"Kak Syifa kok ikut ke sini"ucap Arkan mendekati Syifa yg duduk


"Aku merasa ada yg berusaha masuk dari kamar ku itu bukan imajinasi ku yg takut tapi nyata makan nya aku ikut"jelas Syifa


"Tapi kak Arka sangat sibuk kak karna banyak meeting dan pertemuan yg akan dia lakukan hari ini"ucap Arkan mengetahui jadwal Arka


"Iya aku tau mas Arka udah bilang tapi mau gimana aku sangat takut ada yg ingin masuk"ucap Syifa


"Emm gini aja bagaimana aku antar kak Syifa ke tokoh biar kakak ngak merasa bosan di sini"ucap Arkan


"Ya boleh tapi kasih tau mas Arka ya aku ngak punya ponsel"ucap Syifa berdiri


"Iya kak ayo ku antar"ucap Arkan membimbing Syifa banyak karyawan melihat Syifa yg berjalan di pandu Arkan


Setelah 3 jam meeting akhirnya Arka selesai dia menyenderkan badan nya ke kursi sebentar karna pegal yg dia rasakan Arka teringat Syifa di ruangannya lalu memasukkan ponselnya ke saku jas nya segera bergegas masuk


Cklek


"Syifa"panggil Arka masuk ke ruangannya tapi Syifa sudah tidak ada


"Kemana Syifa"ucap Arka memeriksa kamar mandi tapi kosong Arka segera keluar


"Syifa"teriak Arka lagi


"Kemana istri saya di ruangan saya tadi"tanya Arka pada seketaris nya


"Saya ngak tau pak tadi kan saya ikut bapak meeting"ucap nya


"Sialan kemana anak itu"ucap Arka bergegas keluar


"Cepat cari istri saya"perintah Arka kepada semua karyawannya dan anak buah nya


"Baik pak"ujar mereka serentak meninggalkan pekerjaan


"Tuh kan apa ku bilang istri nya bos itu hanya nyusahin"bisik karyawan


"Kok rame"ucap Arkan keluar dengan membawa berkas nya lalu melihat Arka menelpon


"Kak berkas yg akan kakak bawa nanti"ucap Arkan menyerah kan berkasnya


"Berkas berkas istri ku hilang"kesal Arka


"Ya ampun"ucap Arkan menepuk jidatnya


"Aku lupa tadi aku kasihan melihat kakak ipar bosan di sini jadi aku antar ke tokoh nya dia juga bilang untuk kasih tau kakak tapi aku lupa"ucap Arkan menyengir

__ADS_1


"Apa"teriak Arka dia menatap Arkan dengan raut kesal


"Sialan"teriak Arka melempar Arkan dengan berkas di depan nya


"Kak aku ini manusia bisa lupa juga"ujar Arkan kabur terbirit-birit dari pada dia di amuk Arka


"Orang sudah panik ternyata ulah nya dia"kesal Arka mengeram lalu Arka pergi


"Zahra mau ya sama kak Devil"ucap Syifa berdiri di samping Aulia dengan memegang bahu Aulia yg menjaga kasir


"Aku mau pokus dulu Syifa cari uang nanti soal jodoh jika pun kami berjodoh kami akan di satukan dalam ikatan suci"ucap Zahra tersenyum


"Cie udah mau nikah tuh Zahra"goda Zenap mendorong bahu Zahra


"Kamu juga"ucap Aulia ikut mengejek


"Sudah tuh ada pelagan"ucap Zahra tersenyum lalu mendekati pelanggan nya ,Arka tiba tiba ke tokoh itu membuat yg di sana kaget dia merasa lega melihat Syifa


"Kamu kenapa ngak kasih tau aku"kesal Arka mendekati Syifa


"Mas Arka"ucap Syifa


"Emang Arkan ngak kasih tau mas"ucap Syifa lagi


"Kamu akan ku hukum karna tidak mematuhi ucapan ku udah ku bilang diam di ruangan ku tapi kamu malah pergi sekarang ayo kita pergi"ucap Arka menarik tangan Syifa


"Mas tunggu maaf jika buat mas Arka marah"ucap Syifa


"Kok tuan Arka kayak gitu sih"ucap Zenap ngeri


"Justru tuan Arka itu cemas dengan Syifa"ucap Aulia tersenyum


"Betul dia takut Syifa kenapa -napa karna hilang dari pandangan nya paling nanti Syifa akan di suruh terus di sisi nya"ucap Asma tersenyum


"Mas jangan marah ya"bujuk Syifa


"Kamu itu ngeyel ya di bilang aku bilang tetap di ruangan ku tapi kamu malah pergi"kesal Arka pokus dengan jalanan


"Ya maaf mas "ucap Syifa menunduk kedua nya terdiam sesaat sampai suara hembusan nafas Arka terdengar


"Lain kali tetap pada ucapan ku meski itu siapa pun jangan dengarkan"ucap Arka


"Iya mas maaf"ucap Syifa menunduk Arka menghentikan mobilnya lalu menghadap Syifa


"Sekarang kamu tangung jawab ku jadi jangan membuatku cemas"ucap Arka serius


"Iya"ucap Arka mengelus pipi Syifa


"Sekarang kamu ku antar pulang ya"ucap Arka melaju kan mobilnya lagi ,tidak mau menyusahkan Arka akhirnya Syifa tidak membantah meski dia takut dia melawan rasa takut nya


"Aku tinggal ya"ucap Arka turun dari mobil bersama Syifa


"Iya mas hati-hati"ucap Syifa tidak semangat


"Aku pamit assalamualaikum"ucap Arka memegang tangan Syifa dan meletakkan di bibir Syifa untuk di cium


"Waalaikum salah"ucap Syifa tersenyum itu kali pertama Arka mengucapkan salam pada nya


"Jangan kemana-mana"ucap Arka memutari mobil nya dan menaikinya Syifa hanya melambaikan tangannya sebagai tanda perpisahan Arka segera meluncur


"Seperti nya ada yg mengintai aku"gumam Syifa mengingat kejadian tadi pagi lalu Syifa mengerak kan tongkat nya untuk masuk mencari kunci rumah nya dan segera masuk Syifa juga mengunci pintu nya Syifa masuk dengan pelan untuk sampai ke kamar dia juga mau sholat tadi dia mendengar suara azan di jalan jadi Syifa berusaha untuk berwudhu


"Aku harus pastikan jika aku benar"gumam Syifa setelah selesai sholat lalu Syifa membuka mukenanya dan melipat nya Syifa menuju ruang baju karna dia pernah melihat barang Arka berbentuk lonceng yg seperti kalung Syifa mengingat arah nya yg tidak jauh dari jam Arka


"Aku akan meletakkan ini"gumam Syifa lalu keluar meraba dinding kamar nya meletakkan di bawa jendela dan Syifa menuju kasur sebelum itu dia memakai hijab nya Syifa ingin tidur siang


Ternyata benar ada seseorang yg naik ke kamar Syifa dengan pelan melihat Syifa tertidur dia mencongkel jendela nya dengan pelan tersenyum ke arah Syifa saat dia memasukkan kaki nya ke kamar dia tidak sengaja menginjak kalung itu sampai menimbulkan suara Syifa yg belum sepenuhnya tertidur merasakan bahaya dia segera bangun mengambil tongkat nya


"Siapa"ucap Syifa berdiri orang itu masuk berdiri di depan jendela


"Jangan macam-macam saya akan berteriak"ucap Syifa mempertajam pendengaran nya dia mendengar langkah yg mendekat


"Pergi jangan mendekati saya"ucap Syifa waspada kini Syifa mulai takut sampai tubuh nya mulai gemetar


"Pergi dari sini"ujar Syifa maju merasakan orang itu tidak bergerak Syifa tidak segan mengayun kan tongkat nya untuk memukul orang itu tapi orang itu menunduk menghindari pukulan Syifa sampai dia memutuskan pergi karna melihat Syifa ketakutan


Brak


Orang itu menabrak meja tidak jauh dari jendela lalu menutup kembali jendela nya Syifa bisa mendengar langkah orang itu menjauh membuat Syifa buru buru menutup gorden nya merasa lega karna orang itu sudah pergi


"Sebenarnya siapa orang itu ada niatan apa dia masuk ke sini"gumam Syifa berfikir


🌙🌙🌙


"Sebaiknya aku jangan terlalu malam pulang nya kasihan Syifa sendiri di rumah"gumam Arka melihat pekerjaan nya tapi masih ada beberapa berkas dia segera menelpon Arkan


"Iya kenapa"ucap Arkan masuk ke ruangan Arka

__ADS_1


"Masih ada beberapa laporan belum aku selesai kan dan kamu harus mengantikan aku datang ke jamuan makan malam"ucap Arka menutup laptopnya


"Aku masih banyak pekerjaan kak Arka aja lah"ucap Arkan


"Aku harus pulang"kesal Arka


"Mau pulang apa mau ketemu sama kekasih"sindir Arkan membuat Arka kesal


"Istri ku sendiri di rumah dan aku harus pulang jika tidak ya sudah aku yg akan menghadiri jamuan makan malam itu"ucap Arka kesal dengan adik nya ini


"Oke oke jangan ngambek dong"ucap Arkan merasa kakak nya serius


"Aku duluan"ujar Arka membawa tas nya lalu pulang


"Ck aku lagi aku lagi"ucap Arkan padahal dia juga mau menikmati angin malam siapa tau menemukan jodoh nya yg bersembunyi


Mood Arka jadi berubah karena Arkan yg selalu membantah nya dan selalu curiga pada nya padahal Arka serius bersama Syifa.Arka membuka pintu rumah karna dia juga bawa kunci cadangan lalu Arka kembali mengunci nya naik ke lantai atas menuju kamar nya keadaan kamar gelap Arka berfikir Syifa sudah tidur jadi dia menyalah lampu nya betapa terkejutnya Arka melihat Syifa tengah memakai baju mandi dan berdiri di depan lemari


"Mas Arka"panggil Syifa mempertajam pendengar nya tapi Arka masih terdiam membuat Syifa waspada menutupi tubuh nya Arka semakin mendekati Syifa dan memegang bahu Syifa


"Siapa"ucap Syifa takut


"Hei ini aku"ujar Arka saat Syifa ingin memukul nya


"Iss mas Arka aku takut tau"ucap Syifa cemberut memukul tubuh Arka


"Kamu habis ngapain apa lagi tadi lampu nya kamu matikan"ujar Arka


"Ohh sebenarnya aku sengaja mas matikan lampu nya biar yg mengintip ngak kelihatan karna aku wudhu tadi baju ku basah jadi habis sholat tadi aku mau ganti tapi keburu mas Arka datang"jelas Syifa tersenyum


"Ya ya"ucap Arka menatap Syifa


"Bentar mas aku ambil baju ku dulu"ucap Syifa meraba lemari untuk dia berjabat Arka mengikuti Syifa sampai ke ruang ganti kini setan tengah menggoda Arka


"Ehh mas"ujar Syifa kaget saat merasakan pelukan Arka


"Aku lelah"bisik Arka memeluk Syifa dari belakang


"Mau aku pijitin tapi nanti aku ganti baju dulu"ujar Syifa ingin melepaskan pelukan Arka tapi Arka semakin erat memeluknya


Cup


"Aku tergoda"bisik Arka mengecup leher Syifa membuat darah Syifa berdesir apa lagi bisikan Arka dengan susah payah Syifa meneguk ludahnya


"Maksud mas Arka"ucap Syifa gugup


"Sok ngak ngerti"cibir Arka membalikkan badan Syifa


"Emm itu emm itu"ujar Syifa jadi gugup dia tersipu malu


"Mau kan melewati malam panjang bersama ku"ucap Arka serius membuat Syifa semakin tidak tenang jantung nya berdetak dengan cepat dia membayang kan bagaimana cara Arka menggauli nya sangat menyakitkan


"Aku aku aku"Syifa gugup harus jawab apa pun dia tidak bisa


"Aku takut mas Arka"ujar Syifa menunduk Arka memahami Syifa jika setiap dia menyentuh Syifa selalu menyakiti Syifa


"Ya udah ngak papa aku mandi dulu"ujar Arka berbalik ingin ke kamar mandi


"Mas Arka"ujar Syifa pelan


"Iya"ucap Arka menghadap Syifa


"Tugas istri adalah melayani suaminya tidak baik jika seorang istri menolak permintaan suaminya tapi aku takut atas apa yg mas Arka lakukan dulu jika mas Arka mau sekarang janji jangan membuat aku kesakitan aku sedikit takut"ucap Syifa mempertajam pendengaran nya


"Tidak perlu takut"ucap Arka menyungging kan senyum nya lalu mencium bibir Syifa tangannya masih belum bereaksi karna Syifa masih terdiam


"Rasa kan kebersamaan kita"ucap Arka mengarahkan tangan Syifa ke dadanya dia menangkup wajah Syifa kembali mencium bibir Syifa ciumannya sangat liar sampai membuat Syifa mengeluh menyentuh bibirnya


"Sstt sakit tau mas"ucap Syifa menyentuh bibirnya


"Rasa sakit itu akan menghilang"ucap Arka lalu mengendong Syifa meletakkan ke kasur dengan pelan Arka melepaskan kemeja nya lalu merangkak ke tubuh Syifa mengecup lembut kening Syifa


"Jangan tegang aku akan memberi rasa berbeda"ujar Arka mengusap wajah Syifa


"Boleh aku jujur jika mas Arka ini baik jika ada mau nya coba aja ngak ada mau nya pasti aku udah di ancam"ucap Syifa tersenyum


"Apa kamu tidak iklas melayani ku"ketus Arka


"Jika aku tidak iklas aku tidak akan ada di bawah tubuh mas Arka"ucap Syifa tersenyum Arka kembali mencium bibir Syifa dengan kelembutan memang kali ini berbeda seperti hubungan sebelum nya kali ini Arka mencium dan mencumbu Syifa sampai Syifa benar di buat Arka tidak berdaya Arka semangat menggauli istrinya itu


"Sstt mas sakit"keluh Syifa meringis di bawah tubuh Arka


"Serius masih sakit bukan nya udah pernah kita melakukan nya"ucap Arka mengatur nafasnya


"Iya mas ini sakit"ucap Syifa gelisah karna rasanya memang tidak nyaman saat Arka menyatukan tubuhnya


"Jangan khawatir ini juga akan hilang"ujar Arka mencium bibir Syifa lagi tanpa berhenti menyentuh istri nya itu tanpa memikirkan keadaan Syifa

__ADS_1


__ADS_2