Jodohku Seorang Presdir

Jodohku Seorang Presdir
Mengungkap kan perasaannya


__ADS_3

"Kamu akan di jodohkan sama Arkan apa kamu mau dan akan berpisah dengan ku"ucap Devil menghadap Zahra serius


"Kenapa ngak mas jika pernikahan kita tanpa hubungan cinta buat apa dipertahankan"ujar Zhara santai dia tau apa yg akan Devil bicara kan


"Apa kamu bilang pisah sama aku"ujar Devil sinis


"Aku tanya apa kamu mencintai ku"ucap Devil menatap Zhara serius


"Tidak aku tidak pernah mencintai mas Devil"ucap Zahra menahan senyum itu rencana mama nya untuk mengetahui perasaan Devil


"Cih kamu benar benar"ucap Devil sinis menahan rasa perih di hati nya rasanya Devil ingin membunuh Zhara tapi wanita di depan nya adalah wanita yg sangat dia cintai


"Emang aku salah mas"ucap Zahra menatap wajah Devil


"Aku tanya sekali lagi apa kamu mencintai ku"ucap Devil wajahnya berubah gelap


"Tidak"ujar Zahra yakin Devil mengepalkan tangan nya


"Kenapa"ucap Devil menatap Zhara


"Kenapa kamu tidak bisa mencintai ku"ucap Devil


"Apa kamu tau dengan kamu mengatakan itu aku ingin membunuh mu"triak Devil marah


"Emang ada yg salah mas dengan ucapan aku"ujar Zhara


"Cukup cukup cukup Zahra"ucap Devil dia mulai ingin frutasi


"Jika kamu tidak mencintai ku jangan membuat aku selalu memikirkan kamu sampai tidak bisa melepaskan wajah mu di benak ku jika kamu tidak bisa mencintai ku kenapa kamu membuat nama mu terukir di hati ku sampai tidak ada nama lain selain nama Zahra"teriak Devil


"Kamu kenapa mas aku tidak merasa ada salah"ucap Zhara serius


"Ya aku yg salah "ujar Devil


"Kamu aneh mas"ucap Zahra


"Ya aku yg aneh kenapa aku bisa mencintai mu seperti ini ya aku yg gila mencintai kamu sebesar ini"teriak Devil


"Aku sudah tidak ingin mengatakan cinta pada mu"ucap Devil membiarkan air mata nya menetes cukup cengeng tapi Devil kehilangan akal menerima Zhara tidak mencintai nya dan berfikir jika Zhara akan meninggal kan nya demi Arkan


"Kamu tidak akan bisa mencintai pria gila seperti ku"ucap Devil menyeka air mata nya seperti anak kecil Zahra menatap Devil


"Kenapa mas Devil menangis"tanya Zhara


"Karna aku sangat mencintai mu aku takut kamu meninggalkan aku yg hanya pria gila karna masih banyak pria sempurna di banding aku ,aku takut kehilanganmu"ucap Devil menggeleng pelan


"Aku mana tau perasaan mas Devil"ucap Zhara dia ingin ikut menangis melihat Devil


"Baik lah kamu ingin tau perasaan ku"ucap Devil serius lalu berlutut di depan Zhara


"Aku sangat mencintai mu aku rela bertekuk lutut di depan mu Zahra"ucap Devil menatap Zhara


"Dan apa kamu tau alasan aku tersenyum itu siapa itu kamu Zhara kamu tidak pernah melihat aku tersenyum karna aku tersenyum di belakang mu saat kamu mengecup ku tenaga ku terasa bertambah saat kamu mengucap kan kata manis membuat ku tersenyum padahal aku benci senyum ku semua hanya karna kamu karna aku sangat mencintai mu"ucap Devil


"Tapi kenapa kamu tidak bisa mencintai ku "lirih Devil


"Mas Devil"ucap Zhara tersenyum lebar menarik tangan Devil untuk berdiri lalu memeluk Devil dengan erat


"Sudah"ucap Devil melepaskan pelukan Zhara lalu membelakangi Zhara


"Mas"ucap Zhara menepuk bahu Devil


"Apa mas tau siapa orang selain ayah yg membuat aku merasakan kehangatan apa mas tau orang selain ayah yg mampu membuat aku bahagia"ucap Zhara tersenyum


"Siapa"ucap Devil berbalik


"Inisial nama nya D"ucap Zhara tersenyum


"Siapa aku akan menemui nya dan meminta nya membuat kamu bahagia"ucap Devil serius


"Dia adalah Devil yg tidak lain kamu mas"ucap Zhara tersenyum Devil menatap Zahra serius


"Mas pikir aku tidak merasa istimewa dengan perlakuan mas yg memperlakukan aku seperti ini aku sangat bahagia setiap perlakuan mas Devil apa mas tau rasa itu mulai tumbuh meski tidak sebesar mas mencintai aku"ucap Zhara tersenyum


"Benarkah"ucap Devil menatap dalam Zhara


"Aku serius"ucap Zahra tersenyum lalu menutup mata Devil dan mengecup bibir Devil sekilas


"Aku sangat bahagia"ucap Zhara tersenyum lebar


"Sebentar"ucap Devil lalu berbalik dia tersenyum lebar


"Yes"teriak nya melompat kegirangan Zhara terkikik ternyata Devil seperti itu jika dia mencium nya


"Apa kamu tau sekarang ini aku sangat bahagia"ucap Devil menatap Zahra lalu mencium bibir Zhara Devil mengeratkan pelukannya menjamah bibir Istri nya Zahra hanya memejamkan mata lalu meletakkan tangan nya di dada Devil menyentuh rahang Devil membuat Devil semakin bersemangat jembatan kota itu jadi saksi cinta mereka

__ADS_1


Mereka sudah pulang di rumah Margareta, Devil saat sampai kamar melepaskan jilbab Zhara lalu kembali mencium nya Devil menjatuhkan diri nya dan Zhara ke kasur


"Hei apa yg kamu lihat"ucap Devil menopang tubuhnya dengan satu tangan sedang kan tangan lain nya membelai wajah Zhara


"Aku berfikir seperti nya wajah mas Devil itu lebih tampan saat tersenyum tampan nya jadi dobel"ucap Zhara tersenyum malu


"Benarkah aku akan tersenyum setiap saat di depan mu"ucap Devil tersenyum lebar lalu mengosok kan hidung nya di pipi Zhara


"Iss mas Devil"ucap Zhara menahan wajah Devil


"Hei coba hitung berapa hari aku berpuasa tidak memakan mu"ucap Devil


"Coba pikirkan berapa kali aku menunggu mas Devil mengungkapkan cinta aku ini wanita mas butuh kepastian"ujar Zhara tersenyum


"Aku akan memberi kan hak mas Devil asal mas Devil mengatakan mencintai ku"ucap Zhara tersenyum lebar


"Itu hal yg gampang untuk ku tapi bisa kah kamu mencium ku"ujar Devil menunjuk keningnya


"Iss mas Devil kok jadi genit"ucap Zahra tersipu


"Ngak hanya ingin menambah energi saja aku ini sudah 2 hari ngak makan"ucap Devil


"Apa,ya ampun mas ayo kita makan nanti mas sakit"ucap Zhara ingin beranjak tapi Devil menahan nya


"Aku tidak butuh makan tapi butuh kamu"ujar Devil serius


"Mas"ucap Zhara dia cemas jika nanti Devil jatuh sakit


"Zahra kamu yakin saja pada ku yg ngerasain itu aku"ujar Devil


"Mas yakin "ucap Zahra di iyakan Devil, Zahra hanya menghembuskan nafasnya pelan memegang wajah Devil laku mencium kening Devil dengan lembut


"Aku mencintaimu"ucap Devil menatap mata Zhara pelan menyatukan keningnya dan tangan mereka, Zahra suka tatapan Devil yg penuh cinta itu dia merasa sangat istimewa jika Devil menatap nya seperti itu pada saat Devil memiringkan kepalanya Zhara meletakkan tangannya di bahu Devil tangan satu nya melingkar di bahu Devil


"Mas"lirih Zahra mencekram bahu Devil saat bibir itu menyentuh lehernya


"Sebut Devil"bisik Devil mencium pipi Zahra lalu mencium bibir itu semakin dalam Devil menciumnya jantung Zhara tidak karuan terus berdebar sampai kedua tangan itu mengcengkram bahu Devil liar menahan dadanya yg ingin meledak


"Zahra kenapa kamu bisa ingin membuat aku gila"ujar Devil membelai wajah Zhara lalu memegang kedua tangan Zhara meletakkan di atas kepala kembali mencium bibir Zhara tangannya mulai liar mencari celah untuk melepaskan gamis itu Zhara mencakar tangan Devil yg memegang tangannya dia menatap mata Devil yg tidak lepas dari wajah nya Devil tersenyum tipis kembali mencium Zhara yg hanya mampu melengkuh dan mengeliat


####


"Assalamualaikum"Arkan mengetuk pintu itu dia benar datang ke rumah pujaan hatinya Zenap


"Assalamualaikum"salam Arkan lagi


"Pak Arkan"ucap Zenap kaget


"Kok pak Arka tau rumah saya padahal saya belum mengirim alamat nya"ujar Zenap heran


"Ahh aku tau dari kak Syifa"ujar Arkan padahal setiap malam dia hanya mampu menatap pintu rumah itu siapa tau bisa melihat wajah pujaan hati nya sebelum tidur


"Silahkan masuk pak"ujar Zenap mempersilahkan Arkan masuk


"Terimakasih"ujar Arkan tersenyum lalu masuk dan duduk di krusi kayu yg sudah tua


"Bentar ya pak saya ambilin bapak minun"ucap Zenap lalu ke dapur yg bisa di lihat Arkan tidak lama Zenap kembali


"Maaf ya pak hanya ada air putih karna tidak pernah ada tamu jadi saya tidak menyediakan apa apa"ujar Zenap duduk


"Tidak apa"ujar Arkan tersenyum


"Kamu tinggal sendiri"tanya Arkan menuangkan air putih


"Tidak saya tinggal bersama ibu saya yg lagi sakit"ujar Zenap tersenyum tipis


"Ohh tidak ada kerabat lain"tanya Arkan meminun air itu


"Tidak pak saya hanya punya ibu saya saja"ujar Zenap


"Ohh ya bapak ke sini mau apa"tanya Zenap penasaran


"Boleh saya ketemu dengan ibu mu"ujar Arkan tersenyum


"Boleh"ujar Zenap lalu berdiri


"Ayo pak"ucap Zenap berjalan Arkan mengikutinya ke kamar terlihat wanita tua itu memejamkan mata dengan selimut menutupi sampai ke dada Arkan memperhatikan kamar itu yg hanya satu kamar berarti Zenap satu kamar dengan ibu nya


"Bu ada pak Arkan"ujar Zenap pelan menepuk pelan bahu ibu nya membuat wanita itu membuka mata menatap Arkan yg tersenyum pada nya wanita itu melirik Zenap mata nya berkedip


"Dia ini adik ipar Syifa bu ingat Syifa yg sering ke sini dia tuan Arkan Karten adik dari tuan Arka Karten suaminya Syifa"jelas Zenap mengerti kode dari ibu nya


"Ibu kamu sakit apa"tanya Arkan


"Struk pak dari ayah saya meninggalkan beliau syok sampai jantungan dan anggota tubuhnya mati jari nya saja hanya dua yg bisa bergerak dia juga bocor jantung"jelas Zenap

__ADS_1


"Udah berapa lama"tanya Arkan


"Ya sekitar 8 tahun"ucap Zenap sekarang Arkan tau kenapa Zenap setelah dari tokoh langsung pulang dan tidak keluar rumah ternyata ada ibu nya yg lagi sakit


"Jika kamu kerja siapa yg jaga ibu mu"tanya Arkan penasaran


"Jika saya kerja ada tetangga saya yg menjaganya"ucap Zenap tersenyum


"Bu aku Arkan"ucap Arkan tersenyum lalu Zenap mengambil kertas dan pulpen karna ibunya pasti ingin bicara


"Ibu saya bertanya bapak ke sini mau apa"ujar Zenap mengerti tulisan ibu nya


"Saya mau meminang anak ibu"ujar Arkan tersenyum Zenap tergelak tertawa mendengar ucapan Arkan


"Aku serius"ujar Arkan menatap Zenap membuat Zenap berhenti tertawa


"Memang bapak punya apa"ujar Zenap tersenyum


"Hei jangan remehkan aku ini wakil direktur lagian jika kamu menanyakan kekayaan saya jangan ragukan hidup mu akan terjamin"ucap Arkan tersenyum bangga


"Bapak belum dewasa"ujar Zenap santai


"Apa"ucap Arkan kaget dengan perkataan Zenap lalu ibu Zenap menulis sesuatu


"Ibu saya bertanya bapak mau meminang saya dengan apa"ujar Zenap lalu Arkan menatap ibu Zenap yg mengedip kan kedua mata nya menarik sedikit bibirnya


"Saya akan meminang anak ibu dengan bismillah"ujar Arkan yakin


"Jadi bapak punya apa mau melamar saya"tanya Zenap lagi


"Mungkin aku bukan tipe pria dewasa seperti cowok idaman mu tapi setelah kamu menikah dengan ku ,aku tidak akan menjanjikan apa apa aku akan berusaha mengajak mu ke jalan Allah sama sama menuju surga Allah insyaallah"ucap Arkan tersenyum lebar Zenap terdiam sesaat


"Zenap apa kamu menerima lamaran ku"ujar Arkan serius


"Pak saya masih punya ibu saya yg harus saya rawat saya tidak mempunyai kecantikan saya tidak mau nanti bapak kecewa terhadap saya"ucap Zenap dia juga sadar diri


"Zenap aku menyukai mu bukan kamu cantik tapi aku menyukai mu karna hati mu sekarang hati ku benar mantap ingin menjadi kamu istri ku lagian setelah kamu menikah dengan ku aku akan membuat kamu menjadi cantik dengan uang ku hanya cantik dan berdandan untuk ku"ujar Arkan


"Di depan ibu mu aku mau melamar mu"lanjut Arkan lagi


"Hah beri saya waktu pak"ucap Zenap pelan


"Aku akan memberi mu waktu dengan syarat kamu jangan memberikan kesempatan pada orang lain selain aku lagian aku tidak mau di tikung"ujar Arkan membuat Zenap tersenyum tipis


"Saya akan memenuhi permintaan bapak"ucap Zenap tersenyum Zenap menunduk menatap ibu nya menatap Zenap sendu air mata nya mengalir


"Bu maaf apa aku menyakiti ibu"ujar Zenap menyeka air mata ibu nya


"Katakan"ucap Zenap panik ibu nya hanya mampu mengedip kan mata pada Arkan beberapa kali membuat Arkan mendekat berlutut ibu Zenap mengerakkan telunjuk nya membuat Arkan memberikan telapak tangannya dan merasakan permintaan ibu Zenap


"Zenap tipe wanita ceria dia tidak akan menunjuk kan kesedihan nya meski sakit dia tetap tersenyum jadi tolong jaga anak saya dan buat dia bahagia"Arkan menatap Zenap yg mengerut kan kening nya lalu Arkan mengangguk pelan pada ibu Zenap


"Apa yg ibu saya katakan pak"tanya Zenap


"Rahasia menantu dan mertua"ucap Arkan tersenyum


"Pak saya serius"ujar Zenap penasaran


"Ibu mu bilang kamu harus cepat menerima lamaran ku"ujar Arkan terkekeh pelan


"Pak Arkan saya serius"ujar Zenap dia benar penasaran


"Biarkan ini jadi rahasia aku dan ibu mu Zenap"ujar Arkan tersenyum


"Ibu kok ngak mau mengatakan pada ku jadi aku penasaran kan"ucap Zenap cemberut ibu nya hanya mengedipkan mata nya Zenap hanya tersenyum memeluk kepala ibu nya


"Baik lah Zenap aku pulang mau pulang besok mau kerja untuk memenuhi mahar mu"ujar Arkan tersenyum lebar Zenap hanya tersenyum


"Bentar ya bu aku mau antar pak Arkan dulu"ujar Zenap lalu meletakkan kepala ibu nya dengan pelan mereka segera keluar


"Bapak kenapa mau melamar saya"ujar Zenap serius menatap Arkan


"Simpel aja karna kamu jodoh ku"ucap Arkan tersenyum


"Zenap aku menyukai mu banyak wanita sempurna yg aku temui tapi tidak ada satu pun wanita yg mengentarkan hati ku aku juga bukan tipe pria yg suka pacaran aku mengerti agama atas hubungan wanita dan pria jadi aku tidak ingin mengajak mu pacaran aku ingin mengajak mu pacaran setelah menikah dan merasakan nikmatnya cinta"ucap Arkan tersenyum


"Insyaallah saya akan menemani pak Arkan jika pun kita di takdir kan Allah bersama maka niat baik pak Arkan akan berjalan dengan lancar tapi jika kita bukan jodoh saya harap kita saling mengiklaskan"ujar Zenap tersenyum kecil


"Aku setuju dan jika kita bukan jodoh insyaallah aku benar akan mengiklaskan mu dan aku berdoa semoga Allah memberikan mu jodoh yg jauh lebih baik dari aku"ucap Arkan tersenyum


"Zenap aku akan segera mengenal kan mu dengan mama ku "ujar Arkan tersenyum


"Insyaallah saya siap pak"ucap Zenap yakin


"Aku pulang assalamualaikum "ucap Arkan membuka pintu mobil.

__ADS_1


"Waalaikum salam"ucap Zenap mengangguk Arkan segera masuk mobil dan melaju kan mobilnya untuk pulang dia sangat bahagia niat nya tercapai melamar Zenap dia akan memberi tau mama nya jika dia sudah menemukan wanita yg selama ini dia tunggu Arkan akan mengatakan jika Arkan mencintai Zenap dan ingin mama nya melamar Zenap untuk nya


__ADS_2