
Pernikahan Asma dan Gio tetap berjalan dengan sederhana hanya di hadiri kerabat dekat saja tidak ada yg istimewa itu karna kekacauan yg di buat Bara yg tidak ingin Asma dan Gio menikah tapi dia telat karna Asma dan Gio sudah sah menjadi pasangan suami istri semua bahagia melihat karna perjuangan Gio tidak mengkhianati nya meski pernikahan mereka mendadak tidak membuat mereka kesulitan
"Selamat ya Asma telah menikah lagi"ujar Syifa memeluk Asma mengusap punggung Asma
"Ya benar ini keputusan yg tepat jadi lah wanita terhormat"ucap Zhara tersenyum memberi semangat
"Terimakasih atas dukungan kalian"ujar Asma tersenyum dia merasa sangat beruntung memiliki sahabat seperti sahabat nya
"Tidak masalah"ujar Zenap tersenyum
"Zahra sih Adam ngak ikut"ujar Arka bertanya
"Aduh Arka tidak tau saja sih Adam itu sama saja seperti papa nya yg datar hanya karna aku mau cepat dia malah ngambek ngak mau ikut"jelas Zahra karna tadi ingin buru buru akhirnya Adam ngambek dan merajuk tidak ingin ikut jadi lah Adam tinggal dengan Zea
"Kamu juga yg paksa Adam sudah tau anak itu ngak bisa di paksa"ujar Devil
"Senang ya kita tetap bersama apa lagi dengan kehadiran anak anak"ujar Syifa tersenyum
"Iya benar cuman benalu kita itu adalah Bara"ujar Arka
"Ya orang itu tidak henti membuat masalah"ucap Arkan jadi pusing
"Tidak apa nanti kita akan menghadapi nya"ujar Gio tersenyum
"Duh senyum nya sampai ke telinga karna senang bisa nikah"goda Zenap tersenyum
"Iya dong kalian ngak mau pulang mau malam pertama nih"ujar Gio
"Hei ini masih siang"ujar Arka
"Jika begitu siang pertama saja"kekeh Gio
"Ngak ada malu"gumam Asma tersenyum
"Jadi gimana masalah ini"ujar Devil serius
"Udah kita tenang saja Bara tidak akan bisa mengambil semua nya"ujar Gio menghembuskan nafasnya kasar
"Ya udah jika butuh apa apa hubungan kami"ujar Arka menepuk pundak Gio
"Ya terimakasih bantuan nya"ujar Gio tersenyum
"Ini hari libur kami duluan ya mau ajak keluarga kecil jalan"ujar Arka pamit
"Ohh ya terimakasih sudah jadi saksi di pernikahan kami"ucap Gio tersenyum
"Santai meski waktu ku sangat berharga tapi aku akan tetap datang"kekeh Arka tersenyum Syifa hanya tersenyum simpul Arka tidak pernah berubah
Setelah semua tamu pergi nyonya Altaf juga sengaja mengajak Leon jalan jalan untuk memberi waktu Gio dan Asma biar semakin dekat ya meski mereka sudah makin dekat tapi Gio memikirkan cara untuk membuat Bara jangan sampai memiliki Leon biar Bara tidak memanfaatkan nya
"Bang Gio kita ngak mau liburan gitu"ujar Asma mendekati Gio
"Emang mau"ujar Gio
"Ya aku ikut saja"ujar Asma tersenyum
"Ya jika mau liburan nanti lah karna kita selesaikan dulu masalah dengan Bara"ujar Gio tersenyum
"Iya bang"ujar Asma tersenyum
"Kamu ngak curiga gitu mama mengajak Leon jalan"ucap Gio
"Curiga apa nya mama kan sangat baik"ucap Asma tersenyum
"Iya aku tau tapi maksud ku dia sengaja membiarkan kita berdua agar kita bisa membuat adik untuk Leon"ujar Gio tersenyum
"Ngak ke pikiran"ujar Asma menunduk
"Mumpung punya kesempatan"ucap Gio tersenyum mengakat dagu Asma
"Jika abang udah siap aku akan melayani"ujar Asma pelan
"Ya tentu aku ini bujang ting ting"ujar Gio tersenyum lalu memeluk pinggang Asma
"Bang tapi sabarr nanti aku gagup lho"ujar Asma mengigat kan
__ADS_1
"Iya"ujar Gio tersenyum mengecup kening Asma Gio mengusap dagu Asma dengan lembut menatap bibir Asma
Dret dret
"Ada telpon"ujar Gio kaget lalu mengambil ponselnya
"Asma aku tinggal bentar ya Bara ngajak ketemu"ucap Gio
"Aku ikut"ucap Asma berdiri
"Asma kamu percaya pada ku kamu tunggu aku ya "ucap Gio
"Ya udah aku tunggu di rumah"ujar Asma mencium tangan Gio
"Assalamualaikum"ucap Gio lalu mengambil kunci mobilnya segera pergi
"Waalaikum salam"u cap Asma pelan mengantar Gio sampai ke depan
###
Gio menemui Bara di cafe karna Bara yg meminta untuk membicarakan masalah mereka tentu Gio akan datang dengan undangan Bara untuk memperjelas juga masalah mereka
"Jangan kamu pikir kamu sudah menang karna sudah menikahi Asma"ujar Bara serius
"Asma bukan lah permainan untuk di menang kan aku mencintai nya dan aku akan membuat nya bahagia"ujar Gio santai
"Asma itu milik ku dan kamu tidak akan lama bersama dengan nya"ujar Bara penuh peringatan Gio hanya tersenyum
"Aku heran deh sama kamu Bara jika dulu kamu mengejar Syifa oke karna saat Syifa menikah dengan Arka karna mereka terjebak sebuah perjodohan tapi dulu kamu pernah menikahi Asma tapi kamu campak kan dan aku akan membuat dia sangat berharga dan aku tekan kan Asma sekarang adalah istri ku jadi kamu cukup menganggu nya lagian kamu itu sudah unya istri jika kamu mencintai nya tidak mungkin kamu mencampakkan nya"jelas Gio
"Tidak apa kamu memang suka memakai bekas ku"sindir Bara membuat Gio lagi lagi tertawa
"Aku akui Asma sudah melalui malam bersama mu sampai membuahkan hasil ku akui juga kehormatan nya yg pertama kali dia serahkan pada mu tapi Bara aku menikahi nya bukan mau merasakan nikmatnya dunia tapi aku menikahi karna aku memang mencintai nya bukan soal rasa kenikmatan tapi rasa bahagia memiliki istri seperti Asma"ujar Gio tersenyum
"Sialan"geram Bara murka
"Oke aku akui Asma sudah menjadi istri mu tapi Leon adalah anak ku dia dekat dengan mu karna dia menganggap kamu adalah papa nya sekarang aku minta kamu jelas kan pada nya jika aku adalah ayah nya dan aku pasti kan dia akan kembali pada ayah kandung nya"ujar Bara
"Ini adalah tantangan untuk mu menjelaskan pada Leon jika kamu bukan lah papa kandung nya"ujar Bara lalu pergi Gio terdiam dia takut jika Leon tau dia bukan lah ayah kandung nya Leon tidak akan mau lagi menyayangi nya dan kembali pada Bara
"Papa"teriak Leon berlari memeluk Gio yg masuk baru pulang
"Leon cariin kamu dari tadi"ujar mama nya tersenyum
"Papa hanya cari angin"ujar Hio mengedong Leon
"Mama ayo ikut bicara"ujar Gio pada Asma
"Iya"ujar Asma tersenyum lalu mengikuti Gio yg mengajak Leon ke ayunan
"Leon"ujar Gio mengengam tangan Leon
"Leon sayang sama papa"ujar Gio menatap Leon
"Iya pa Leon sangat menyayangi papa dan mama"ujar Leon tersenyum berpegang di ayunan
"Meski papa bukan lah papa kandung mu"ujar Gio
"Bang"ucap Asma kaget kenapa Gio mengatakan itu
"Maksud papa "ujar Leon menunjukkan raut wajah sedih nya
"Kamu tau kan om itu kemarin dia adalah papa kandung mu papa hanya papa angkat mu"ujar Gio menangkup wajah Leon
"Papa boong"ujar Leon menepis tangan Gio
"Tidak sayang papa ngak boong yg di katakan om itu kemarin sebenarnya benar jika papa bukan lah papa kandung mu om Bara itu adalah papa kandung mu"ujar Gio berusaha menjelaskan pada Leon
"Tapi meski Leon bukan lah anak papa Gio tapi papa tetap sangat menyayangi Leon dan mama Asma"ujar Gio memeluk Leon dengan erat
"Jangan benci papa karna tidak mengatakan nya jangan lupakan papa jika kamu mau tinggal bersama papa kandung mu"ujar Gio memeluk Leon dengan erat
"Leon ngak suka"ujar Leon memeluk Gio dengan erat
"Om itu bukan lah papa Leon ngak kayak om Devil yg selalu ada buat Adam dan aunty Zahra ngak kayak om Arkan yg selalu ada untuk Aina dan aunty Zenap begitu pun om Arka yg selalu ada untuk aunty Syifa dan Nur dan Arysif papa sama kayak mereka selalu ada untuk Leon dan mama om itu bukan lah papa Leon jika dia benar papa Leon dia orang jahat ninggalin Leon dan mama "ujar Leon
__ADS_1
"Papa Leon cuman satu yaitu papa Gio meski Leon hanya anak angkat papa Gio tapi Leon adalah anak papa Gio dan om itu bukan lah papa Leon"ujar Leon memeluk Gio dengan erat
"Leon ngak mau pisah sama papa Gio"ujar Leon menangis Gio membalas pelukan Leon dengan erat
"Iya sayang papa ngak akan ninggalin kamu"ujar Gio tersenyum senang Asma menyeka air mata nya dia tidak tau Leon mendapatkan pemikiran itu dari mana meski dia tau jika Gio bukan lah papa nya tapi Leon tetap menyayangi nya
####
Asma masuk ke kamar melihat Gio memainkan ponselnya Asma baru selesai menemani Leon tidur jadi dia kembali ke kamar menemui Gio.Asma berdehem lalu dia duduk di samping Gio Asma masih bertanya kenapa tadi siang tiba-tiba Gio mengatakan semua nya padahal dulu Gio paling takut jika Leon tau jika Gio bukan lah ayah kandung nya
"Abang kenapa tadi abang kata kan semua nya"tanya Asma serius
"Soal itu"ujar Gio meletakkan ponselnya
"Bicara dengan Bara tadi membuat aku menyadari mau sampai kapan Leon di bohongi dengan kebenaran ini aku sedikit takut tapi aku yakin dengan Leon jika dia anak yg sangat baik dia akan memahami semua nya"ujar Gio tersenyum
"Cantik nya istri ku"ujar Gio tersenyum menatap Asma
"Waw sejak kapan jadi suka memuji ku"ujar Asma tersenyum
"Beda lah jika dulu kamu bukan lah Istri ku aku tidak punya hak memuji mu beda sekarang kamu adalah istri ku jadi sepuas nya aku memuji mu"ujar Gio tersenyum
"Aku merasa keputusan ku kali ini sudah tepat bang Gio adalah imam yg tepat untuk ku"ujar Asma tersenyum
"Asma"ujar Gio berdehem
"Yuk buat adik untuk Leon"ujar Gio tersenyum lebar
"Bang Gio ngak merasa caoek istirahat dulu kek"ujar Asma tersipu malu
"Buat apa menunggu hal yg baik kita sudah sah menjadi suami istri lagian aku ini lelaki normal"ujar Gio tersenyum mencium kening Asma dengan lembut
"Bang Gio adalah imam ku sudah kewajiban ku memenuhi kebutuhan bang Gio "ujar Asma tersenyum Gio memegang wajah Asma lalu menbaca sesuatu setelah itu dia mencium bibir Asma merasakan itu Asma jadi gugup dia memejamkan matanya melingkar kan tangannya di leher Gio yg mencium nya
"Kamu akan tau betapa aku sangat mencintai mu"bisik Gio lalu mencium dada Asma membuat Asma menahan nafas nya Asma mencengkram baju Gio dengan memejamkan matanya tubuhnya menegang
"Rileks"bisik Gio menatap wajah Asma
"Aku aku aku gugup"ujar Asma kelagapan
"Santai nikmati saja ini semua"bisik Gio mengusap punggung Asma merasakan itu membuat Asma semakin gelisah Gio dengan gerakan pelan mencium bibir Asma lagi lama lama Asma jadi menikmati nya membalas ciuman Gio mereka jadi bisa merasakan kenikmatan dunia Asma bisa merasakan sentuhan kehangatan dari hubungan suami istri Asma bisa merasakan itu semua kamar itu menjadi saksi bisu
###
Asma jadi seperti gadis saja yg malu malu di awal pernikahan Asma memang sangat merasa malu atas apa yg dia lakukan bersama Gio semalam karna Gio membuat Asma sedikit agresif memang indah di lakukan jika ada rasa suka saling suka itu lah yg di alami Asma bibirnya terus- terusan tersenyum malu
"Masih malu"kekeh Gio berbaring di samping Asma
"T.... tidak aku aku hanya capek"ujar Asma membelakangi Gio
"Gerah ya"ujar Gio mengibaskan baju kaos nya sampai leher nya terlihat biru
"Bang aku malu jika nanti ada yg nanya kenapa leher abang jangan goda aku terus"ujar Asma lirih
"Semua yg kita lakukan itu ibadah"ucap Gio tersenyum mencium bibir Asma sekilas
"Tapi tetap aku malu"ujar Asma memeluk Gio berusaha menyembunyikan rona merah di pipinya
"Iya tidur istirahat nanti kamu capek"ucap Gio mencium pipi Asma lalu mengusap kepala Asma dengan lembut
###
Bara berharap meski dia kehilangan Asma Leon akan kembali pada nya hanya Leon harapan Bara saat ini kehidupan nya sudah tanpa kebahagiaan setidaknya Bara akan bahagia bersama Leon.Hari ini Gio berjanji akan menemukan Leon dan Bara tentu Bara sangat bahagia ini saat nya dia akan mendengar jika Leon akan memanggil nya papa
"Leon"ujar Bara tersenyum memeluk Leon
"Kamu mau pulang bersama papa"ujar Bara tersenyum
"Om itu bukan papa ku seorang ayah yg baik akan menjaga anak nya tapi om tidak melakukan itu Leon tau papa Gio bukan lah papa kandung Leon tapi bagi Leon papa Gio sangat berarti dalam kehidupan Leon hanya papa Gio papa nya Leon"ujar Leon
"Leon apa kamu tidakn mau mengakui papa sebagai papa mu "ujar Bara sendu
"Leon dia itu ayah kamu jangan mengatakan hal yg kasar"ujar Gio
"Papa orang ini memang papa Leon dan Juga Leon menghargai nya dan bakti pada nya tapi Leon akan tetap menyayangi papa Gio Leon ngak mau tinggal sama om ini Leon mau selama nya tinggal bersama papa Gio karna papa Gio orang yg penting dalam hidup Leon"ujar Leon tersenyum menatap Gio
__ADS_1
"Ayo pa nanti kita telat ke sekolah"ujar Leon lagi lalu menarik tangan Gio untuk pergi Bara menatap tangannya yg hampa dia menangis menyesali nya bahkan sekarang anak nya tidak mengakui nya sebagai papa nya padahal Leon tau jika Bara adalah papa kandung nya tapi Leon tetap tidak berubah menyayangi Gio dengan sepenuh hati nya membuat hati Bara sangat sakit menerima itu semua