
"Pak Arkan normal kan"ucapan itu membuat Zenap menyesali perkataan nya karena sudah lancang berkata seperti itu Arkan menjadi menatap Zenap serius membuat Zenap jadi gugup setengah mati, bagaimana tidak bertanya seperti itu Arkan biasa saja melihat tubuh nya yg polos
"Ayo buruan nanti waktu magrib nya habis"ucap Arkan serius segera bergegas
Setelah berwudhu karna sudah masuk waktu sholat Arkan dan Zenap segera menunaikan kewajiban nya segera sholat magrib dan emang Arkan yg menjadi imam nya membuat Zenap sangat bahagia dia yakin Arkan bisa menuntun nya kelak
"Ketampanan nya bertambah "kekeh Zenap saat mereka selesai sholat melihat Arkan melipat sarungnya
"Zenap ayo cepat kita turun ke bawah "ujar Arkan mengambil celana panjangnya
"Iya pak"ucap Zenap dia segera bergegas bersiap
####
Setelah melewati 7 hari berturut-turut pengajian untuk mendoakan ibu nya Zenap akhirnya selesai juga mereka baru bisa beristirahat dengan lega meski Zenap terlihat ceria tapi sesungguhnya hati nya sangat sedih kehilangan ibu nya kini dia merasa sepi tidak ada kehadiran ibu nya biasanya setiap pagi dia selalu membangun kan ibu nya untuk sholat setelah itu berolahraga tapi sekarang itu semua tinggal kenangan terindah untuk Zenap tanpa sadar air mata Zenap jatuh tepat di tangan nya
"Nona kok malah masak"ucap pembantu itu mengagetkan Zenap dengan cepat Zenap menghapus air matanya
"Tidak apa bik"ucap Zenap tersenyum melanjutkan membuat sarapan bibik itu berfikir jika Zenap telah di sakiti Arkan secara Arkan sama seperti Arka
"Nona di rumah ini menantu dari keluarga ini tidak di izinkan membantu nyonya bisa marah"ucap bibik itu menjelaskan
"Benar Zenap mending kamu duduk aja"ucap Syifa tersenyum mengambil air putih lalu meneguk nya
"Ngak papa "ucap Zenap tersenyum
"Ngak tau ya jika mama itu sangat galak kamu bisa habis di hajar nya"ucap Syifa tersenyum lalu berlalu menuju meja makan Zenap terdiam dia membayang kan saat wajah Maya serius memang sangat takut untuk di lihat
"Apa nyonya Maya benar akan marah"tanya Zenap dengan polosnya wanita sedikit tua itu hanya tersenyum
"Tentu"ucap nya
"Ya udah deh"ujar Zenap lalu berlalu menghindari berbuat salah
"Nikmati menjadi menantu di sini"ucap Syifa tersenyum mengoles kan selai ke roti
"Apaan sih kakak ipar selalu menggoda ku*ucap Zenap cemberut
"Karna pengantin baru berhak di goda"ucap Syifa lalu tertawa
"Ehh udah malam pertama belum"ucap Syifa tersenyum menggoda
"Kakak ipar, kan akhir akhir ini kita sibuk"ucap Zenap tersipu dengan menahan senyum memikirkan malam pertama membuat dia gelisah
"Aghh masak sih mas Arka ngak pernah tuh mikirin sibuk jika melihat sedikit saja lekuk tubuh ku langsung di hajar"ucap Syifa
"Beda kayak suami ku itu sedikit tidak normal"ucap Zenap lalu tertawa sedikit becanda
"Hus ngaur kamu"ucap Syifa meneguk air putih
"Asik banget sih"ucap Arka duduk di samping Syifa mengecup perut buncit Syifa
"Bik kopi"teriak Arka
"Ihh mas Arka kok ngak ikut Arkan sholat subuh di masjid sih"ucap Syifa cemberut
"Istri ku ini kan baru awal aku bangun terlambat berbeda dengan Arkan dia udah biasa"ucap Arka
"Tapi tadi kalian ngobrol apa sih asik bener aku datang aja di acuh kan"ujar Arka memakan roti yg di olesi Syifa
"Zenap bilang suami nya tidak normal"ucap Syifa terkekeh
"Aku hanya becanda "ucap Zenap tersenyum canggung wajah Arka jadi serius menatap Zenap
"Hanya becanda tuan Arka lain kali ngak lagi"ucap Zenap menyesal
"Ngak papa"ujar Arka meneguk air putih
"Udah malam pertama"tanya Arka serius
"Belum"jawab Zenap menunduk malu bisa nya Arka bertanya seperti itu
"Wajar mas kita kan baru selesai pengajian ibu nya Zenap tentu hal yg melelahkan untuk Zenap dan Arkan"ucap Syifa tersenyum
"Arkan pernah mencium bibir mu"tanya Arka santai
"Mas ini"ujar Syifa tersenyum mengeleng melihat wajah Zenap tersipu dan menggeleng
"Hah Arkan Arkan "ujar Arka menghembuskan nafasnya kasar
"Emang kenapa tuan Arka seperti ada hal berat yg anda pikirkan"tanya Zenap penasaran
"Sebenarnya Arkan itu tidak normal"ucap Arka serius dan dua wanita itu hanya tertawa geli
"Tuan Arka mah jika becanda nya lucu juga"ucap Zenapp sampai air mata nya keluar karna merasa lucu dengan ucapan Arka
__ADS_1
"Mas mas"ujar Syifa tersenyum mencium pipi Arka sayang
"Aku serius"ucap Arka dengan wajah dingin membuat mereka menghentikan tawa nya
"Arkan adalah pria yg gay yg menyukai sesama pria"jelas Arka
"Apa"ucap Syifa dan Zenap bersama mereka benar kaget
"Tapi tuan dari yg aku dengar jika orang gay itu menular apa tuan Arka juga seperti itu"tanya Syifa
"Benar mas Arka gay ya"ucap Syifa serius
"Ngak"ucap Arka cepat
"Jadi sebenarnya saat kami masih kuliah kami kan bareng nah kebetulan teman Arkan itu punya penyakit kayak gitu gay nah jadi aku kan sangat sibuk tuh ngak curiga mereka sering nginap bersama dan ternyata mereka menjalin hubungan bersama sepertinya teman Arkan itu yg mengajak Arkan ya emang mereka sangat dekat bahkan mereka pernah tidur bersama"ucap Arka
"Kami juga pernah membawa Arkan ke dokter bahkan dokter itu menggoda nya dengan bertelanjang didepan Arkan malah dia duduk di atas tubuh Arkan menggoda nya tapi Arkan tidak suka sama sekali tidak tergiur dengan tubuh wanita itu"jelas Arka kedua wanita itu saling pandang lalu merasa geli
"Pernah tidur bersama bagaimana cara nya mereka kan sama sama burung"ucap Syifa mengadukan kedua tangannya itu sukses membuat Arka tertawa
"Ihh tuan Arka serius tidak sih"ujar Zenap merasa kesal
"Aku serius Zenap jika tidak percaya tanya saja sama mama"ucap Arka
"Kok ngak ada yg memberi tau ku sih jika pak Arkan gay"ucap Zenap dia jadi sedih kenapa bisa suami nya gay
"Lah kami kira Arkan sudah bicara"ucap Arka
"Bicara apa nya saat dia mendekati ku saja jarang sekali bicara saat dia bicara paling menyapa saja"ucap Zenap
"Ada apa"ucap Maya duduk lalu menyeduh teh nya
"Zenap ngak tau jika Arkan gay"ucap Syifa
"Emang Arkan ngak cerita"ucap Maya santai
"Engak"ucap Zenap mengeleng
"Bik ambil buku saya di atas meja rias"ujar Maya pada pembantu yg menata sarapan
"Iya nyonya"ucap nya segera berlalu
"Arkan itu tekena pergaulan bebas makan nya dia seperti itu berada di jalan yg salah"ucap Maya mengambil sarapan
"Terus gimana mas masak iya Zenap harus menghadapi suami yg gay ngak tertarik dengan tubuhnya"ujar Syifa ya tentu dia ingin Zenap hidup bahagia tidak seperti ini malah mendapat kan suami nya gay
"Jadi semenjak dokter mengatakan jika Arkan harus pergi dengan teman gay nya bisa jadi dia sembuh dan ini sudah lama terjadi jadi saat dia menikah kita akan membuktikan apa benar Arkan itu udah sembuh apa belom"jelas Maya
"Ini nyonya"ucap pembantu itu menyerahkan buku nya
"Ini mama udah beli kan buku panduan menyenangkan suami kamu baca dan pahami"ucap Maya menyerahkan buku itu
"Ini buat apa"ucap Zenap bingung
"Jika Arkan mencintai mu kamu perlu menabur bumbu godaan kamu goda dia agar kita tau Arkan udah sembuh apa belom"jelas Maya
"Yang benar saja aku harus menggoda"batin Zenap dia binggun harus bagaimana
"Tenang nanti aku akan ajak kamu perawatan supaya semakin cantik"ucap Arka
"Mas ikut"ucap Syifa
"Iya nanti sekalian aku ajak kamu jalan jalan"ucap Arka tersenyum mengusap perut istri nya sayang
Setelah sarapan dan melayani Arkan sarapan Zenap di suruh Arka untuk bersiap untuk segera berangkat Zenap hanya patuh saja tapi sebelum itu dia membantu Arkan bersiap ke kantor
"Pak nanti mau ikut tuan Arka"ujar Zenap meminya izin
"Kamu pernah tidak berfikir memanggil ku bapak dan mama dengan nyonya dan kak Arka dengan tuan kamu seperti bawahan ku padahal kamu tau jika kamu istri ku"ucap Arkan membenarkan dasi nya
"Maaf aku takut terlalu dekat memanggil mereka"ujar Zenap
"Ya sudah ayo''ucap Arkan mengambil tas nya lalu berlalu
"Kak Arka ngak kerja tanya Arkan melihat Arka duduk dengan baju kaos pendek nya
"Iya kamu atur ya kantor Syifa mau ajak aku jalan sekalian ajak Zenap"ujar Arka santai
"Aku lagi"ucap Arkan kesal kakak nya ini enak banget memerintah dirinya
"Siapa lagi''ucap Arka santai
"Kerja sana Istri mu aku akan jaga dia"ucap Arka tersenyum
"Emm aku berangkat"ucap Arkan pada Zenap lalu berlalu
__ADS_1
"Ngak ada romantis nya gitu mas seperti nya Arkan masih gay"ucap Syifa
"Masak iya aku punya suami kayak gitu"ucap Zenap frutasi
"Tenang masih banyak rencana di otak ku"ujar Arka tersenyum
"Yuk berangkat"ucap Arka berdiri lalu mereka segera pergi
Arkan merasa aneh dengan kakak nya tidak biasa nya kakak nya meninggalkan pekerjaan nya tapi mengingat jika Syifa tengah hamil pasti Arkan memahami nya jika Syifa sering meminta hal aneh tidak ingin pusing sendiri Arkan segera bekerja untuk mengantikan kakak nya mengurus perusahaan
"Tidak ada juga pertemuan hanya ada beberapa berkas yg harus di selesaikan"gumam Arkan melirik berkas di samping nya setelah itu fokus pada laptop nya
"Kak Arka aku tidak mau masak dia mau melihat aurat ku aku tidak terima"ujar Zenap keluar dari kamar pribadi Arka merasa lega Zenap bisa memanggil nya kakak pasti itu ulah Arkan
"Ikuti saja Zenap"ucap Arka sibuk mengusap perut istri nya
"Aku ngak mau kak dia ini pria"ujar Zenap sedikit kesal
"Aduh cis adik ipar mu ribet banget"ucap pria gemulai itu
"Mas dulu aja Arkan memasukkan aku di tempat salon itu perempuan yg merawat ku dia tau hal itu masak mas ngak mau memperlakukan istri adik mas seperti Arkan memperlakukan istri mas"ucap Syifa mendongak karna dia bersender di dada Arka
"Baik lah kamu atur apa mau nya"perintah Arka
"Ayo ikut aku"ucap pria gemulai itu Zenap kembali mengikuti nya untuk bersiap tampil berbeda
"Mas"ucap Syifa bergelayut manja pada Arka
"Kenapa"ucap Arka tersenyum menatap istri nya
"Bosen"ucap Syifa cemberut dia kelamaan menunggu Zenap
"Aku beri pijitin sedikit"bisik Arka melihat sekitar sepi
"Ngak mau"ucap Syifa menggeleng
"Hanya sebentar"bisik Arka memegang tengkuk Syifa lalu mencium bibir Istri nya selama Arka menjamah bibir Syifa membuat Syifa menjadi aktif dia memeluk leher Arka lalu naik ke pangkuan Arka
"Mas"ucap Syifa mengigit bibirnya menahan dada Arka sungguh jika seperti ini Syifa sangat geram jika tidak mengecup bidang dada suaminya dan Arka hanya tertawa puas
"Ada orang"ucap Arka mengusap bibir Syifa yg basah
"Mas juga sih kan beby nya jadi mau"ucap Syifa cemberut memukul dada Arka
"Sambil nunggu Zenap kita cari makan ya beby kita pasti lapar"ucap Arka mengecup pipi Syifa
"Mau"ucap Syifa tersenyum lalu berdiri Arka segera berdiri memeluk bahu Syifa mereka segera keluar untuk cari cemilan untuk di makan Syifa karna pasti Syifa sangat lapar
Mereka meninggalkan Zenap yg lagi perawatan Arka mengajak Syifa ke restoran terdekat karna Syifa mau makan kata nya sangat lapar jadi mereka duduk di sana memesan makan Arka hanya memangku dagu nya dengan tangan melihat Syifa makan dengan lahap Arka senang anak mereka tumbuh dengan sehat tidak memperdulikan jika nanti badan istri nya melar bagi Arka Syifa adalah wanita yg dia cintai dan ibu dari anak anak nya Arka bangga memiliki istri seperti Syifa
"Mas ngak makan"ucap Syifa dengan mulut penuh dari makanan
"Engak lihat kamu aja aku senang anak anak kita menyukai makanan yg ayah nya berikan"ucap Arka mengusap kepala Syifa
"Enak mas"ucap Syifa menyeduh jus nya
"Aku ke toilet bentar"ucap Arka tersenyum lalu berdiri.Syifa hanya pokus pada makanan dia sangat doyan makan semenjak hamil lalu ada seorang pria mendekati Syifa menepuk pelan kepala Syifa dengan lembut Syifa kira itu Arka jadi dia membiarkan pria itu mengelus kepalanya
"Enak"ucap nya tersenyum mendengar itu bukan suara Arka membuat Syifa menoleh
"Bara"ketus Syifa lalu Bara duduk
"Enak ya"ucap Bara tersenyum menatap Syifa
"Anak ku ngak suka jika ada pria tersenyum pada ku selain ayah nya"ketus Syifa meneguk jus nya
"Siapa tau nanti anak mu akan menjadi anak ku karna kita tidak tau kedepannya bagaimana"ucap Bara santai
"Kenapa sih pergi sana"kesal Syifa dia benar kesal menatap Bara entah kenapa rasanya dia mual melihat wajah Bara
"Kamu akan menyesal nanti nya Syifa Arka hanya baik pada mu karna mama nya sekarang pun begitu karna kamu hamil anak nya nanti juga dia akan kembali pada Nara karna aku sering melihat mereka berdua"ucap Bara santai
"Kamu ngak bisa menghasut ku mending pergi deh"ucap Syifa geram sampai dia menginjak kaki Bara dengan kesal Bara hanya santai
"Kamu akan lihat nanti jika Arka masih mencintai Nara sama seperti aku mencintai mu"ucap Bara berdiri
"Aku selalu menunggu mu"ucap Bara lalu pergi mood makan Syifa jadi berubah dia tidak nafsu lagi makan nya
"Udah "ucap Arka duduk
"Ngak nafsu mas lama banget sih aku mau mati menunggu di sini"kesal Syifa marah emang Syifa sering marah tidak ada alasan Arka sudah terbiasa akan hal itu
"Kok marah aku hanya sebentar ayo lanjut makan"ucap Arka mengusap kepala Syifa memang seperti itu dan Syifa pasti menurut pada nya
"Udah ngak mood"ketus Syifa lalu menepis tangan Arka segera pergi
__ADS_1
"Ada apa dengan bumil ku"ujar Arka lalu membayar makanannya dia segera mengikuti istri nya yg marah tanpa dia ketahui marah nya kenapa Syifa juga entah kenapa melihat Bara sangat ingin marah seperti nya anak anak nya tidak menyukai Bara bahkan Syifa kerjaannya ingin marah mulu bahkan saat keluar dari restoran itu orang yg tersenyum pada nya juga dia omeli sangking dia kesal nya