Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu

Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu
Chapter 101


__ADS_3

Pria jangkung dengan langkah gontainya berjalan menuju ruangan cctv sebuah restauran. Semua pasang mata menatap pria itu dengan berbagai ekspresi. Ada yang kagum dengan ketampanannya, dan ada juga yang takut karena tiba-tiba didatangi seorang pengusaha terkenal dari XLN company. Acarl Xelone.


"Ini adalah cctv yang kemarin, Tuan." ujar pria yang bertubuh lumayan besar pada Acarl.


"Apakah ada cctv di dalam setiap ruangan?" tanya Acarl sembari mengamati layar yang menunjukkan kegiatan orang-orang di dalam restauran ini.


"Maaf tuan, tapi disini menganut sistem privasi. Jadi hanya di bagian luar saja saya menaruh cctv." ujar pria berbadan lumayan besar itu yang tak lain dan tak bukan adalah pemilik restauran itu sendiri.


Acarl mengangguk paham, ia diam memperhatikan layar cctv yang menampilkan kegiatan yang terjadi dari pagi kemarin. Cctv yang dipercepat, seketika membuat mata Acarl membola. Sosok yang amat sangat dikenalnya, tertangkap oleh netranya. "Berhenti!" ujar Acarl membuat karyawan restauran dengan cepat menekan tombol pause.


Didalam layar, terlihat gadis yang dia kenal masuk ke dalam restauran. Acarl yakin jika itu adalah Abel, dan sebelumnya Acarl melihat Noara sudah datang kesitu. Kini pikiran Acarl langsung mengarah pada Noara, pasti semua ada campur tangan dari Noara. "Lanjutkan!" perintah Acarl yang langsung membuat karyawan restauran itu menekan tombol play lagi.


Tak lama setelah itu, Acarl melihat Abel keluar dari dalam ruangan dengan tangan berwarna merah. Tangan Acarl terkepal saat melihat itu, terasa seperti teriris juga di hati Acarl melihat Abel terluka. Acarl kembali mengamati layar cctv itu, dan terlihat Abel kembali dengan tangan yang sudah ia balut dengan perban. Ada rasa marah yang dirasakan Acarl pada Abel yang tidak mengatakan kesakitannya padanya.


Sekarang Acarl yakin kalau semua ini ada kaitannya dengan Noara. Mengerahkan semua suruhannya, Acarl berharap agar segera menemukan Abel sekarang.


Ditempat lain,


Seorang gadis yang sudah tidak berdaya, menutup matanya. Mungkin karena pengaruh obat yang dipaksakan dua pria yang gadis itu tidak kenali. Tak lama setelah itu, suara langkah kaki terdengar dipenjuru ruangan. Menandakan kalau ada seseorang yang masuk kedalam ruangan gelap itu.


"Kerja bagus, setelah ini lakukan sesuai rencana." ujar seseorang itu pada dua pria yang berjaga. Tentu saja seseorang yang baru datang ini adalah bos disini.


Kedua pria yang menahan Abel (gadis yang disekap), membawa Abel keluar dari ruangan gelap itu dan masuk kedalam mobil. Entah kemana Abel akan dibawa, saat ini Abel benar-benar sudah tidak sadarkan diri lagi. Luka di dada sebelah kirinya saja belum kering, tapi sekarang dia sudah di beri obat dan dibawa entah kemana tujuannya.


Mobil yang membawa Abel, berhenti di salah satu bandara yang ada di kota ini. Terlihatlah jet pribadi yang sudah bertengger rapih di bandara itu. "Bagaimana membawa gadis ini tanpa ketahuan orang?" tanya salah satu pria yang membawa Abel.

__ADS_1


"Apa kau tidak punya otak? Tentu saja tinggal bawa! Menurutmu bos kita miskin apa? Kita kan sedang di bandara yang sudah dia booking!" jawab rekannya dengan kesal. Pria yang bertanya yadi hanya manggut-manggut, lalu membuka pintu untuk dirinya keluar membawa Abel.


Kini pesawat itu sudah terbang dengan gadis yang tidak sadarkan diri didalamnya.


Disisi lain, seorang pria dengan tergesa-gesa mendobrak pintu kediaman Palvison. Suara gaduh yang pria itu lakukan, membuat anggota keluarga Palvison dengan cepat keluar dari dalam rumahnya. Acarl, pria yang membuat kegaduhan dikediaman Palvison. Tujuan pertama Acarl adalah mencari keberadaan Noara, karena Acarl sudah yakin kalau gadis itu yang membawa Abelnya.


"Tuan muda Xelone?" ujar Tuan Palvison saat melihat Acarl datang.


"Katakan! Dimana Noara!?" tanya Acarl dengan dingin. Kesabaran Acarl sudah habis pada gadis itu. Sudah cukup ibunya pernah menjadi korban, jangan sampai Abel menjadi korban selanjutnya.


"Kenapa kau bertanya padaku? Aku tidak peduli dengan gadis itu!" jawab tuan Palvison pada Acarl. Yah, inilah tuan Palvison yang suka menelantarkan anaknya. Dan jawaban itu, menambah api yang ada didalam Acarl membara semakin besar.


Tatapan dingin Acarl, langsung menyayat tuan Palvison saat ini. "Jaga putrimu! Dia membawa kekasihku sekarang!" ujar Acarl dengan tajam. Tentu saja itu mengejutkan tuan Palvison, karena itu berarti putrinya membuat masalah dengan keluarga Xelone.


Acarl pergi meninggalkan kediaman Palvison, tapi belum juga Acarl masuk kedalam mobilnya tangannya sudah dicekal seseorang dari belakang. "Tuan muda Xelone, saya mohon jangan penjarakan putri saya. Saya akan membantu anda mencari kekasih tuan muda. Tapi saya mohon jangan bawa putri saya ke penjara." ujar seseorang yang menarik tangan Acarl. Siapa lagi kalau bukan tuan Palvison.


Di mansion Acarl, kini Eron dan Rian sedang mengerahkan alat-alat canggih untuk mencari Abel. Drone dalam jumlah banyak sudah tersedia. "Semua bawa satu persatu! Kita bagi menjadi empat kelompok. Dari barat, timur, selatan dan utara. Telusuri negara ini jangan sampai ada kota yang terlewatkan!"


Semua mengangguk sembari memegangi drone canggih ditangan mereka. Jumlah suruhan Rian dan Eron bersatu, yang orangnya bisa mencapai ratusan. Bahkan Rian dan Eron juga ikut andil dalam pencarian Abel dengan drone mereka.


Sedangkan Clara dan Falida, melacak pergerakan di mansion milik Noara. Ya, Noara tidak tinggal dikediaman Palvison dan Claralah yang tau akan hal itu. Karena jujur saja, dulu sebelum kejadian ibunya mau dibunuh Noara, Clara sempat menyukai Noara dan mendukungnya agar menjadi milik kakaknya. Gila emang sekarang dia baru menyadari segila apa Noara aslinya.


Acarl berusaha melacak ponsel milik Abel dan juga melacak ponsel milik Noara juga. Hari yang sangat melelahkan untuk mencari gadis kesayangannya. Acarl bertekad tidak akan mundur dengan apapun yang terjadi nantinya, walaupun Abel ditemukan dengan penuh luka sekalipun Acarl akan selalu ada disampingnya. Acarl hanya butuh Abel, butuh gadis yang selalu memberinya hari-hari terbaik dalam hidupnya.


 ------------------

__ADS_1


Ruangan dengan pencahayaan yang minim, menjadi pemandangan pertama Abel. Rasa mual karena efek obat, kini harus ditahan Abel. Ruangan dengan satu lampu itu, sudah berisi kamar mandi juga kamar tidur. Seperti penjara untuk Abel yang tidak melakukan kesalahan hukum.


Suara derap langkah, sayup-sayup Abel dengar. Langkah yang semakin lama semakin terdengar jelas. Dan benar saja, kini pintu kamarnya sudah terbuka dan menampilkan sosok wanita yang ia kenal dan ia benci saat ini juga.


"Hai Abel, akhirnya kami bangun."


.


.


.


.


.


Hai semua 🥳


Aku comeback 🥺


Sayang nggak nih sama Abel?


Kasian juga babang Acarl yang kesepian😭


Jangan lupa like, komen dan vote ya 😂

__ADS_1


Dukung wajib 👌


See you next part:)


__ADS_2